BPOM Bentuk Tim Koordinasi Pantau Peredaran Obat dan Makanan

Samarinda – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) membentuk tim koordinasi guna memberi perlindungan masyarakat dari penyalahgunaan obat dan makanan. Seiring maraknya peredaran obat dan makanan melalui media online yang belum diketahui kelayakannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Prov Kaltim Sa’bani mengatakan perlunya pembentukan tim koordinasi evaluasi obat dan makanan yang layak untuk dikonsumsi masyarakat.

“Perlu kita carikan solusi alternatif untuk mencegahnya karena pemahaman masyarakat dirasakan masih minim. Jika dibiarkan takutnya menyebabkan konsumen menjadi korban,” ujar Sa’bani membuka acara advokasi lintas sektor kolaborasi Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Daerah, di Samarinda, Senin (13/7).

Menurutnya, dalam memberantas obat dan makanan illegal itu tidak mudah. Apalagi dengan kemajuan teknologi di era sekarang semua mudah di akses, dan ini harus diperhatikan dan segera ditindaklanjuti.

“Tugas tim koordinasi adalah mengintensifkan koordinasi dan pelayanan. Maka diperlukan sistem yang mampu mendeteksi promosi media online terkait penjualan obat dan makanan illegal. Ini berbeda bila jenis ini ditemukan di toko atau di pasar bisa langsung merazia,” kata Sa’bani.

Dirinya juga mengatakan atas nama Pemprov mengapresiasi gagasan pembentukan tim koordinasi pembinaan pengawasan obat dan makanan ini khususnya di daerah Kaltim.

“Tentu saja saya apresiasi segala usaha BPOM, hanya tinggal intensitasnya saja nanti. Apabila tidak intensif maka menjadi beban BPOM dan Disperindagkop. Kita upayakan juga ini di kabupaten/kota, supaya jangkauannya lebih jauh,” tambahnya.(Diskominfo/dir)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 1 =