Raih Tujuh Emas, Dansa Kaltim Amankan Tiket Menuju PON 2020 Di Papua

Samarinda—Tim Dansa Kaltim berhasil mengamankan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX 2019 di Papua usai meraih 7 medali emas pada Pra PON yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 Agustus di Hotel Mercure Sanur, Denpasar, Bali.

Dengan peraihan tersebut kaltim mendapatkan kuota maksimal pada PON 2020 di Papua mendatang.

Ketua Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kaltim Tri Murti Rahayu mengatakan, dansa Benua Etam mendapat kuota 7 couple/pasang atau keseluruhan 14 atlet.

Para juara grup ini juga bebas memilih mengikuti nomor yang akan diikuti di PON.“ Tapi tidak boleh ganti nomor, tidak boleh ganti pasangan juga. Pokoknya apa yang diikuti di PON, harus sama dengan yang di Pra PON,” Jelasnya Tri Murti Rahayu di ruang kerjanya, Selasa(20/8).

Tri sendiri mengakui persaingan di PON nanti akan lebih ketat. Oleh karenanya, meskipun berhasil menjadi pemuncak grub, pihaknya akan terus mengevaluasi kembali atlet-atlet nya.

“Nantinya Kaltim akan menghadapi atlet-atlet daerah lain seperti dari DKI Jakarta serta Bali termasuk Sulawesi Utara. Menurutnya, meskipun Sulut masih berada di bawah Kaltim, namun memiliki nomor tanding lain yang lebih unggul dibanding Kaltim,”bebernya.

Pihaknya juga meminta kepada para atlet setelah Pra PON ini pihaknya tetap meminta kepada atlet untuk tetap melakukan latihan secara intensif dan saat ini sudah ada 11 atlet dansa yang namanya masuk TC Desentralisasi Mandiri.

Pengprov berharap, kuota untuk TC Mandiri bisa ditambah sehingga genap menjadi 14 atlet.

Mengenai target di PON nanti, Tri mengatakan minimal mereka bisa mempertahankan 3 hingga 4 medali emas dari 17 nomor yang dipertandingkan diantaranya Cha-cha, synchronize latin dan synchronize standart ditambah hip-hop.

“Minimal mereka bisa mempertahankan 3 hingga 4 medali emas dari 17 nomor yang dipertandingkan, dan Tiga nomor ini yang benar-benar kita pertahankan, syukur-syukur bisa empat ditambah hip-hop,”pungkasnya.

Sementara dalam waktu dekat ini, pengprov juga berencana mengirimkan atlet mengikuti kejuaraan di Kuala Lumpur yang berlangsung antara September-Oktober serta satu kejuaraan lain di Bangkok pada November mendatang.

Untuk diketahui dari hasil Pra-PON tersebut, tim tuan rumah Bali telah menerjunkan 26 pedansa dan sukses menyabet medali emas terbanyak, dengan total 8 emas, 6 perak, 3 perunggu, sekaligus pemuncak klasmen Grup A.

Disusul oleh DI Jogjakarta dengan 5 emas, 6 perak, dan 2 perunggu. Untuk posisi ketiga di raih Jawa tengah 3 emas, dan 2 perunggu, di peringkat ke empat disusul Sumatera Utara dengan 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu dan di posisi ke lima Papua Barat dengan 2 perak dan 1 perunggu.

Sementara di grup B emas terbanyak dikumpulkan tim kontingen Kalimantan Timur dengan perolehan 7 emas, 9 perak dan 10 perunggu dan pemuncak grup C yakni DKI Jakarta dengan total 7 medali emas, 7 perak dan 3 perunggu.(Diskominfo/Rey)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + 19 =