Program Prioritas Untuk Mendukung Pembangunan Wilayah Perbatasan (1)

Samarinda–Sejak dilantik Presiden Joko Widodo bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2018 lalu, Gubernur Kaltim Isran Noor- Hadi Mulyadi memprioritaskan element yang dibutuhkan masyarakat Kalimantan Timur, sesuai dengan janji kampanye. Masalah kemiskinan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengembangan SDM, termasuk terkait difabel.

Termasuk fokus pada program transmigrasi yang saat ini pembangunan transmigrasi dilaksanakan berbasis kawasan. Program tersebut diprioritaskan untuk mendukung pembangunan wilayah perbatasan negara melalui pembangunan satuan permukiman baru, satuan permukiman pugar, dan satuan permukiman tempatan dengan berbagai pola usaha yang dikembangkan. Upaya pengembangan ekonomi lokal dalam rangka meningkatkan daya saing daerah juga terus dilakukan.

Para transmigran baru sampai di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Transmigrasi dari Pulau Jawa ke luar Jawa masih jadi daya tarik sebagian warga masyarakat untuk mengubah nasib. Ketersediaan lahan dan minimnya lapangan lapangan kerja menjadi salah satu keinginan warga untuk bertransmigrasi.Cerita sukses para transmigran membuat warga lain termotivasi untuk ikut bertransmigrasi. Ingin kehidupan yang lebih baik seperti para transmigran yang sukses sebelumnya.

Kabupaten Paser menjadi satu-satunya daerah di Kaltim yang mendapat program transmigrasi dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Pembukaan kawasan transmigrasi baru yang berlokasi di Desa Keladen, Kecamatan Tanjung Harapan.

Land clearing, pembangunan rumah warga trans, jalan dan fasilitas lainnya dibangun dengan biaya Rp 6 miliar dari APBN 2018. Pematangan lahan kawasan transmigrasi baru seluas 46 hektar (Ha), 40 ha diantaranya untuk lahan warga trans, setiap KK mendapat jatah 2 ha, 1 ha lagi harus dibuka warga trans sendiri sebagai lahan pertanian dan rumahnya pun dibangunkan.Selebihnya untuk fasilitas umum seperti jalan, kantor, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Jatah lahan untuk warga dan fasilitas umum diverifikasi Disnakertrans, sebagai data awal pembuatan sertifikat lahan.

Program transmigrasi tahun ini, dilaksanakan secara bertahap, tahun ini buka untuk 40 Kepala Keluarga (KK), tahun depan akan di usulkan full design-nya, yakni 200 KK. Selain itu, 40 KK yang terdiri dari 50 persen trans lokal dan 50 persen trans luar itu nantinya mendapat jaminan hidup (jadup) selama setahun, selanjutnya lahan pertanian yang mereka garap sudah bisa menghidupi mereka.

Kepala Disnakertrans Provinsi Kaltim diwakili oleh Kepala Bidang Transmigrasi Hj.Hetty secara resmi memimpin pelepasan warga transmigrasi sebanyak 20 KK dari warga lokal, selebihnya dari Lampung 5 KK, Banten 5 KK dan Daerah Istimewa Yogyakarta 10 KK, didampingi para pejabat dari masing-masing Dinas Transmigrasi Provinsi DIY, Lampung, Banten dan Pejabat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Kami dari Disnakertrans selalu siap mendukung dan memfasilitasi program Transmigrasi agar kedepannya dapat berlanjut di kabupaten-kabupaten lain karena ini salah satu program strategis nasional dan seluruh warga transmigran ini berhak menerima jatah hidup (jadup) ” Jelas Hetty

Kabid Transmigrasi Retno Basundari yang mendampingi warga transmigran dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan ada 10 Kepala Keluarga (KK) yang akan masuk ke Keladen sebagai transmigran dengan total 27 jiwa, terdiri dari 2 KK dari Kota Yogyakarta, 5 KK dari Kabupaten Bantul dan 3 KK dari Kabupaten Sleman.

Retno menambahkan bahwa Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bupati Paser dengan Walikota Yogyakarta Hariyadi Suyuti, Bupati Bantul Suharsono, dan Bupati Sleman Sri Purnomo sudah disepakati sedangkan seluruh masalah administrasi perpindahan penduduk sudah rampung termasuk BPJS Kesehatan yang telah dimiliki masing-masing KK.

Ref : http://disnakertrans.kaltimprov.go.id

Dok : Edo Permana (Disnakertrans Kaltim)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 3 =