Program KKN Diharap Bisa Bersinergi dengan DPMPD

SAMARINDA — Sekitar 3.500 hingga 5.000 mahasiswa Universitas Mulawarman akan mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 45 tahun 2019. KKN dilaksanakan bulan Juli hingga Agustus. Mereka disebar ke desa-desa dan dipersiapkan mengabdi membangun desa di Kaltim.

Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat, SDA, dan Teknologi Tepat Guna Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim Rusniati menuturkan kehadiran peserta KKN diharapkan memberi warna pembangunan desa. Selain itu dapat membantu memberi masukan pengembangan potensi daerah masing-masing kepada kepala desa beserta perangkatnya .

“Adanya KKN ini diharap bersinergi dengan program DPMPD Kaltim yakni mengurangi jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal di Kaltim. Mengurangi 518 desa tertinggal dan sangat tertinggal diintervensi agar menjadi desa berstatus berkembang,” terangnya saat memimpin Rakor Kabupaten/Kota se Kaltim Pra KKN Unmul Angkatan 45 2019, di Kantor DPMPD Kaltim, Kamis (14/3).

Rusniati juga mengingatkan agar kabupaten/kota dapat menginventarisir desa maupun kelurahan yang diusulkan menjadi lokasi pelaksanaan KKN, termasuk informasi potensi, permasalahan, serta arah kebijakan pembangunan yang ingin dilakukan.

Di tempat yang sama, Koordinator KKN Unmul, Esti Handayani Hardi berharap kabupaten/kota aktif mengusulkan nama desa/kelurahan yang ingin dituju. Sebab, secara umum mereka sudah menetapkan lokasi-lokasi sebaran peserta KKN.  “Yang jelas peserta KKN hanya boleh daftar di desa yang direkomendasikan. Tidak boleh di desa lain,” tegasnya.

Untuk diketahui, program KKN dibagi menjadi beberapa jenis kelompok, yakni KKN Reguler, KKN Kebangsaan, KKN pekerjaaan Umum dan Peruamahan Rakyat, KKN Internasional, dan KKN Astra. (Diskominfo/Cht)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − six =