Perlu Langkah Strategis Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

SAMARINDA — Kondisi perekonomian global dan nasional yang dianggap masih belum menggembirakan dan menyebabkan perlambatan ekonomi daerah disebut perlu disikapi dengan membuat langkah strategis dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kaltim.

“Akibat perlambatan ekonomi pertumbuhan perekonomian Kaltim masih minus pada 2015 dan masih belum menggembirakan pada 2016. Tantangan ke depan harus terus mengupayakan peningkatan pertumbuhan ekonomi 2017,” kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Sekprov Kaltim, Ichwansyah saat membuka Sarasehan Ekonomi Regional Kaltim dan Kaltara, di Gedung Bank Indonesia Kaltim, Selasa (21/3).

Langkah strategis yang dilakukan berupa memaksimalkan pencapaian proyek strategis nasional dan daerah di Kaltim. Sebab, ketika pembangunan berjalan baik tentu berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Adapun proyek strategis dimaksud diantaranya pembangunan infrastruktur, kereta api, jalan tol, pembangunan kawasan perbatasan, serta pembangunan kawasan industri.

Sedangkan pembangunan daerah yang menjadi prioritas nasional seperti Bendungan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditarget operasional 2019, Bendungan Teritip, Balikpapan yang ditarget operasional 2018, serta pengembangan food and rice estate, di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser yang ditarget operasional 2019.

“Berbagai proyek strategis yang dilaksanakan merupakan upaya meningkatkan daya saing daerah sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kaltim,” sebutnya.

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan dengan mengembangkan potensi pariwisata sungai seperti yang sudah dilakukan di Kota Samarinda dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karenanya kabupaten/kota lainnya diharap juga mulai melirik potensi tersebut karena sama-sama memiliki daerah aliran sungai.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, M Nur menyebut kegiatan ini baru kali pertama dilaksanakan berkoordinasi dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kaltim. Melalui forum akan didiskusikan untuk melihat dari berbagai sudut pandang sehingga bisa beri kontribusi untuk pembangunan Kaltim.

“Karena BI memiliki otoritas urusan moneter akan membahas berkaitan itu. Sedangkan Ditjen Perbendaharaan Kaltim akan melihat dari sisi fiskal. Artinya akan dilihat dari berbagai sudut pandang. Makanya ke depan akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik dan instansi terkait lainnya,”katanya.(diskominfo kaltim/arf)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − three =