Pentingnya Literasi Bagi Generasi Milenial

SAMARINDA — Festival PUSBI (Perpustakaan Bank Indonesia) menjadi rangkaian acara dalam Hari Jadi Perpustakaan Bank Indonesia yang terdiri dari berbagai lomba dan seminar yang akan menghadirkan berbagai pembicara nasional.

Tema “Literasi dan Generasi Milineal” diangkat dengan melihat kondisi literqasi atau minat baca generasi milenial yang sekarang rendah. Oleh sebab itu dengan berbagai rangkaian acara ini diharapkan dapatr menumbuhkan kembal;I semangat dan menyadarSAMARINDA — Festival PUSBI (Perpustakaan Bank Indonesia) menjadi rangkaian acara dalam Hari Jadi Perpustakaan Bank Indonesia yang terdiri dari berbagai lomba dan seminar yang akan menghadirkan berbagai pembicara nasional.

Tema “Literasi dan Generasi Milineal” diangkat dengan melihat kondisi literqasi atau minat baca generasi milenial yang sekarang rendah. Oleh sebab itu dengan berbagai rangkaian acara ini diharapkan dapatr menumbuhkan kembal;I semangat dan menyadarkan generasi muda akan pentingnya literasi bagi generasi milenial.
HM. Aswin menyebutkan bahwa pentingnya literasi harus dimulai sedari dini, mengingat Indonesia masuk kedalam Negara yang memiliki tingkat terendahdalam minat baca, sehingga ini menjadi tantangan bagi Indonesia khusussnya Kalimanatn Timur untuk meningkatkan minat baca melalui berbagai gerakan yang digalakan oleh Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Timur beserta seluruh masyarat terlebih para generasi muda.

Ditambahkan HM.Aswin bahwa ini merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan minat baca yang diusung bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur , sehingga perlunya dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim maupun stakeholder.
Diharapkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan literasi dapat menjadi program prioritas dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas. (DISKOMINFO/Lely)
kan generasi muda akan pentingnya literasi bagi generasi milenial.
HM. Aswin menyebutkan bahwa pentingnya literasi harus dimulai sedari dini, mengingat Indonesia masuk kedalam Negara yang memiliki tingkat terendahdalam minat baca, sehingga ini menjadi tantangan bagi Indonesia khusussnya Kalimanatn Timur untuk meningkatkan minat baca melalui berbagai gerakan yang digalakan oleh Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Timur beserta seluruh masyarat terlebih para generasi muda.

Ditambahkan HM.Aswin bahwa ini merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan minat baca yang diusung bersama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur , sehingga perlunya dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim maupun stakeholder.
Diharapkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan literasi dapat menjadi program prioritas dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas. (DISKOMINFO/Lely)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − 9 =