Normalisasi Sungai Prioritas Utama Atasi Banjir Samarinda

Samarinda — Pemprov Kaltim akan berupaya mengurangi permasalahan banjir di Kota Samarinda. Salah satu faktor banjir di Samarinda adalah pendangkalan sungai dan bendungan. Pembenahan daerah aliran sungai (DAS), normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), dan pengerukan Waduk Benangan akan menjadi prioritas utama.

“Penanganan banjir tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat. Masalah banjir ini terkait dengan drainase (saluran air), pertambangan, lingkungan, daya serap air, sungai karang mumus dan masalah bendungan benanga ini. Penyelesaian masalah tidak bisa setahun namun kita akan bekerja jangka panjang. Dan itu harus dimulai dari sekarang,” ujar Wakil Gubernur Hadi Mulyadi saat meninjau Banjir di Jl Ahmad Yani, Selasa (11/6).

Dikatakan, Dirinya sangat prihatin atas musibah banjir yang menimpa masyarakat. Pemerintah Provinsi Kaltim telah mengambil langkah penanganan jangka pendek dan terus mengupayakan agar dampak banjir tidak meluas.

“Pemprov sudah mengambil langkah sementara dan terus mengupayakan langkah lanjutan. Semua OPD sudah diperintahkan untuk turun dan bergerak,” tambahnya.

Untuk diketahui, bendungan benanga dibangun tahun 1978. Waduk ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lempake di tengah aliran Sungai Karang Mumus 15 Km menuju muara dan menjadi satu-satunya pengendali air di Sungai Karang Mumus.

Selain sebagai pengendali banjir, waduk ini juga sebagai penyedia kebutuhan irigasi lahan seluas 350 Ha di Kota Samarinda. Menurut data Konsultan Sumber Daya Air (SDA) Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, bendungan ini awalnya bisa menampung 1,3-1,4 juta meter kubik air. Namun pada 2015 hanya bisa menampung air 560 meter kubik. (diskominfo/tp)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine + seven =