Pembangunan

Ibu Kota Negara Baru, Simbol keberagaman Indonesia

  •   Hendra Saputra
  •   21 Januari 2022
  •   10:54am
  •   Pembangunan
  •   141 kali dilihat
  •  

Samarinda- Gubernur Kaltim, Isran Noor menegaskan tidak ada penolakan yang dilakukan masyarakat terkait penetapan Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN) baru.  

Sejak diumumkan oleh Presiden Joko Widodo 26 Agustus 2019, masyarakat Kaltim sudah mendukung penuh, ucap Gubernur Kaltim, Isran Noor saat dalam Indonesia Bicara pada Program Dialog TVRI Nasional yang tayang pukul 20.00 -21-00 Wita, Kamis (20/1) malam.

Acara yang dipandu Maya Karim itu juga menghadirkan Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Rawanda Wandy Tuturoong  dan Ketua Pansus RUU IKN, Ahmad Doli Kurnia.

Terkait soal masyarakat Kaltim akan terpinggirkan dengan keberadaan pendatang di IKN baru sehingga, berpotensi memunculkan penolakan masyarakat, secara tegas Gubernur Kaltim Isran Noor menepis kekhawatiran itu.

Menurut Gubernur, masyarakat Kaltim tidak memiliki jejak yang buruk dalam urusan toleransi termasuk keterbukaan menerima pendatang. 

"Penduduk asli Kaltim itu ada, suku asli Dayak, Kutai, campur sama Banjar. Bahkan  Jawa dan Sulawesi juga ada. Sisanya campur dengan suku lain, termasuk mereka hidup berdampingan tidak ada masalah," bebernya.

Sementara soal klaim sekelompok masyarakat minta untuk dilibatkan, menurut Gubernur itu suatu hal yang biasa dan patut dipenuhi.

"Yang penting sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Tapi yang jelas, IKN ini bukan hanya untuk Kaltim, tapi pemerataan pembangunan untuk seluruh wilayah Indonesia, “pungkasnya. (hen/pt)