Pangan Pilar Utama Ekonomi

SAMARINDA— Meningkatnya penduduk dari tahun ketahun menyebabkan permasalahan tersendiri dalam pemenuhan pangan masyarakat yang saat ini semakin terkendala dengan keterbatasan lahan pertanian, tingginya alih fungsi lahan, kurangnya pemanfaatan pangan lokal, minimnya infrastruktur dan belum sinkronnya program/kegiatan antar sub sektor pertanian, kelautan dan perikanan serta kehutanan. Oleh karena itu, pemantapan ketahanan pangan berbasis kemandirian pangan menjadi mutlak bagi penyelenggaraan pembangunan.

Isu ketahanan pangan yang bersifat multi disiplin, multi sektor dan multi dimensi membutuhkan koordinasi lintas sub dan sektor  yang efektif dari seluruh pihak yang terkait baik di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya dipandang perlu untuk dilakukan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dan Pokja Ahli yang digelar diruang rapat Dinas Pangan, Tanaman Pangan Dan Hortikultura Kaltim, Kamis (22/11)

Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Muhammad Alimuddin mengatakan, Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan ini juga merupakan komunikasi pihak terkait dalam hal ketahanan pangan dalam mengevaluasi dan menyiapkan rencana program dan kegiatan, dalam mendorong dukungan semua pihak.

Ketahanan pangan saat ini menjadi isu strategis dan memiliki fungsi yang sangat berpengaruh bagi  pengembangan hak asasi manusia yang merupakan sasaran utama pembangunan dan salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi.

Pangan adalah kebutuhan dasar manusia paling utama dan pemenuhan pangan merupakan bagian dari hak azasi setiap perseorangan dan dijamin oleh UUD 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.  Undang – Undang No. 18 tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang hingga tingkat perorangan sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumberdaya kelembagaan dan budaya lokal.

Menurutnya, komoditi pangan utama pada umumnya masih sangat tergantung dari daerah lain dan masih tinggi jumlah penduduk miskin. Oleh sebab itu Ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi provinsi Kalimantan Timur yang mempunyai jumlah penduduk mencapai3.575.494 jiwa dengan penduduk miskin pada September 2017 mencapai 6,08 %.

Mengingat penting Dewan Ketahanan Pangan sebagai lembaga koordinasi lintas sektoral yang dibentuk dalam rangka membantu tugas Gubernur guna merumuskan kebijakan, melaksanakan evaluasi, dan melakukan pengendalian dalam mewujudkan ketahanan pangan di daerah.

Pengembangan kawasan pertanian kedepan dimaksudkan untuk memadukan serangkaian program/kegiatan sektor pertanian, kelautan dan perikanan menjadi satu kesatuan yang utuh secara perspektif sistem dan kewilayahan sehingga dapat mendorong peningkatan dayasaing komoditas wilayah serta pada gilirannya meningkatkan pendapatan petani nelayan. (diskominfo/ris)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 1 =