Muara Wahau Jadi Lokus Sosialisasi TPPO

Samarinda – Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan bentuk modern dari perbudakan manusia yang bertentangan dengan harkat dan martabat manusia serta merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Pemprov Kaltim bersama Pemkab Kutim dengan difasilitasi LM Naluri Perempuan Setara (Napas) Kaltim, melakukan sosialisasi terkait pencegahan tindak pidana perdagangan orang.

Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad melalui Kabid PPPA Noer Adenany, mengatakan Kecamatan Muara Wahau sebagai lokus kegiatan dikarenakan merupakan lahan perkebunan sawit terbesar di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang rentan TPPO.

Isu TPPO seperti perbudakan di perkebunan kelapa sawit di Indonesia terus dilontarkan banyak pihak. Salah satu indikasinya memperkerjakan anak di bawah umur dengan upah rendah dan tanpa peralatan keamanan.

“Kasus TPPO terus bermunculan karena faktor yang mempengaruhinya belum dapat teratasi seperti kemiskinan semakin meningkat, meningkatnya pengangguran, PHK, rendahnya tingkat pendidikan, dan kesempatan kerja yang masih terbatas,” ujarnya.

Selain itu, kondisi geografis Kaltim yang merupakan daerah transit, sending area dan tujuan sindikat perdagangan orang, bahkan terjadi TPPO antara kabupaten/kota di Kaltim sendiri. Ditambah semakin kuat jaringan kerja pelaku dan bermuculan modus baru trafiking. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah.

“Meski demikian, Pemerintah telah berupaya melakukan kebijakan untuk menekan TPPO antara lain, DKP3A Kaltim telah melakukan kerjasama teknis dengan Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur untuk penanganan TPPO lintas provinsi,” katanya.

Membentuk Gugus Tugas pencegahan dan penanganan TPPO dan eksploitasi seksual anak Kaltim berdasarkan SK Gubernur Nomor 357/K.279/2010. Rencana Aksi Daerah pencegahan dan penanganan TPPO dan eksploitasi seksual anak Kaltim. Sosialisasi UU PTPPO, Perda Nomor 04 Tahun 2007 Tentang Pencegahan dan Penanganan TPPO terutama perempuan dan anak kepada aparat dan masyarakat, serta organisasi/LSM melalui kegiatan tatap muka, media massa, Spot TV, interaktif TV dan dialog interaktif dengan RRI, Radio swasta maupun seni budaya daerah. Idtambah penyebarluasan informasi melalui leaflet, spanduk, stiker, poster dan lainnya.

Dany, begitu Noer Adenany disapa, berharap melalui sosialisasi ini, dapat memberikan pemahaman kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga keluarga dan seluruh anggota masyarakat agar tidak terlibat dalam permasalahan kekerasan terhadapp perempuan dan anak melalui TPPO.

Sosialisasi ini berlangsung di BPU Kecamatan Muara Wahau Kutim, Kamis (13/12), diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, guru dan pelajar SLTA se-Kecamatan Muara Wahau. Narasumber pada kegiatan ini yaitu DKP3A Kaltim, DPPPA Kutim dr. Aisyah, Polres Kutim Nahendra, dan Ketua LM Napas Kaltim Fransiska Lawing.

Sumber : DKP3A Kaltim

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 3 =