Masyarakat Diminta Hati-Hati Peredaran Uang Palsu

Samarinda – Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengedaran Uang Rupiah (SPPUR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim I Nyoman Ariawan Atmaja menuturkan terhitung Januari – Maret 2019 sebanyak 257 lembar uang palsu ditemukan di Kaltim. Oleh karena itu dirinya mengingatkan masyarakat hati-hati menerima uang.

“Uang yang dipegang harus dilihat seksama yaitu diraba dan diterawang.  Jika masyarakat melihat ada yang membawa uang palsu, disarankan segera melapor polisi agar cepat ditindak dan diproses,” tuturnya pada sosialisasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah Dan Pembahasan Kebutuhan Logam Bersama Masyarakat Dan Perbankan Wilayah Samarinda Di Gedung Maratua Kantor BI Kaltim, Rabu (10/4).

Nyoman menjabarkan, penemuan uang palsu itu berasal dari tujuh Kabupaten/Kota di Kaltim di luar Balikpapan, Paser dan Penajam Paser Utara. Tahun 2018 peredaran uang palsu Kaltim sebesar 550 lembar, tetapi diawal tahun 2019 sudah di kisaran 200 lembar.

Adanya kasus ini menjadikan Pemerintah dirugikan. Pemerintah merugi secara makroekonomi karena inflasi dapat terjadi akibat melimpahnya uang di pasaran dan nilai mata uang merosot di pasar internasional karena ketidakpercayaan terhadap nilai mata uang dan berkurangnya nilai uang yang asli,” terangnya.

“Penyebaran uang palsu merupakan praktek ilegal yang merugikan stabilitas suatu Pemerintahan, bisa berdampak secara ekonomi tertama pada sektor perdagangan,” pungkas Nyoman. (Diskominfo/Cht)

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + five =