Masyarakat Diajak Manfaatkan Media Sosial Tuk Hal Positif dan Konstruktif

SAMARINDA – Segenap masyarakat diajak mampu memanfaatkan media sosial secara bijak untuk hal positif dan konstruktif.

Sebab perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu cepat seperti sekarang menuntut kesadaran penggunannya untuk dapat menggunakan dan memanfaatkannya secara bijak.

“Pemprov menyadari media sosial sebagai media yang sangat efektif menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Sekprov Kaltim, Rusmadi ketika dikonfirmasi, Selasa (10/1).

Menurutnya, berbagai informasi program kebijakan pembangunan baik yang masih dalam proses perencanaan, tahap pelaksanaan, hingga keberhasilan yang dicapai dengan mudah bisa disebarluaskan kepada masyarakat.

Selain itu, tidak dipungkiri terkadang media sosial bisa sekaligus dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat, sehingga dapat segera diambil tindakan untuk menindaklanjuti hal-hal yang sifatnya segera.

“Tapi memang ada juga yang pemanfaatkannya untuk kepentingan pribadi atau golongan memberitakan informasi tidak benar atau hoax,” sebutnya.

Itu sebabnya, pemprov melalui Diskominfo Kaltim akan meningkatkan peran sosialisasi penggunaan internet dengan benar. Ini sebagai fungsi edukasi agar masyarakat dapat berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Sekarang ada sanksi hukum sesuai ketentuan berlaku. Ada UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang secara jelas mengatur itu. Karenanya masyarakat diimbau menggunakan untuk hal positif dan konstruktif termasuk memberikan kritik dan saran pembangnan Kaltim lebih baik,” katanya.

Menyikapi itu, Kepala Diskominfo Kaltim, Abdullah Sani mengaku telah memprogramkan pelatihan penggunaan internet secara benar dan sehat.

Sejak beberapa tahun terakhir Diskominfo Kaltim melaksanakan program pelatihan menggunakan fasilitas training room untuk pelatihan dalam ruangan dan menggunakan fasiltas Mobile Community Access Point (MCAP) untuk pelatihan di luar ruangan.

“Tahun lalu untuk di training room saja kita sudah melaksanakan pelatihan dengan peserta hampir 1.000 orang. Terdiri dari jajaran PNS, guru, mahasiswa, pelajar, dan anak PAUD,” katanya.

Sedangkan yang menggunakan MCAP, diakui sudah menjangkau berbagai wilayah di Kaltim. Mengunjungi sekolah dan lokasi kerumunan masyarakat untuk memberikan pelatihan dan sosialisasi penggunaan internet secara benar dan sehat.(diskominfo kaltim/arf)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + seventeen =