Literasi Media Menjadi Nutrisi dan Vitamin Untuk Penyiaran Sehat, Bermanfaat dan Berdaulat

Samarinda – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) menyelenggarakan kegiatan Literasi Media dengan tema “Kritis Bermedia Wujudkan Pemilu Damai & Beretika Tanpa Hoax” di Ruang Rapat Ruhui Rahayu, rabu (31/10) dengan para narasumber Diddy Rusdiansyah (Kepala Dinas Kominfo Prov. Kaltim) Okky Irmanita (Jurnalis Kompas TV), dan  Rina Juwita (Dosen Ilmu Komunikasi Unmul Samarinda). Program Literasi adalah suatu bentuk pertanggung jawaban Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Prov. Kaltim atas amanah UU UU 32 tahun 2002, tentang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat lebih berdaya dan kritis terhadap muatan isi siaran. Dan bukan menjadi objek yang pasif apalagi apatis dalam mengkonsumsi berita yang disajikan media.

Menurut ketua Panitia Andi Muhammad Abdi, media massa dan sosial media akan menjadi medan pertarungan dalam memproduksi berita hoax, ujaran kebencian, provokasi, black campaign dan bermuatan SARA.

“Hal ini akan menjadi ancaman nyata yang harus kita lawan dengan penuh kesadaran, kepedulian dan aksi nyata” ujarnya saat melaporkan alur kegiatan Literasi Media ini.

Dikatakannya, kegiatan Literasi Media menjadi penting sebagai edukasi terhadap publik. Literasi media menjadi nutrisi dan vitamin yang baik untuk melahirkan penyiaran yang sehat, bermanfaat dan berdaulat untuk kepentingan dan kenyamanan publik. (Diskominfo/dir)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + 1 =