Tren Digital, Pelaku Ekonomi Perlu Ikuti Perkembangan

Samarinda — Pelaku ekonomi perlu memahami karakteristik konsep ekonomi digital yang berbeda dengan ekonomi klasik. Tidak jarang, saat ini banyak perusahaan melakukan transformasi bisnis agar bisa mengikuti perkembangan. Hal ini disebabkan diperlukannya implementasi model bisnis baru.

“Statistik menunjukan sebagian besar perusahaan lama ingin memanfaatkan ekonomi digital guna perubahan proses bisnisnya. Salah satunya belanja online yang menjadikan arus informasi dan tawaran produk banyak. Juga mengharuskan konsumen harus cerdas memilih,” ujar Agnes Susanto dari Asosiasi e-commerce Indonesa Bidang Perlindungan Konsumen pada edukasi konsumen cerdas bagi ASN di lingkungan pemerintah Provinsi Kaltim di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (9/5).

Agnes menjelaskan belanja online saat ini menjadi tren di seluruh dunia. Hal ini berkaitan dengan pola hidup dan kemajuan teknologi. Akibatnya menjadikan konsumen harus cerdas apalagi  76% pengguna gadget sudah belanja online.

Atas dasar tersebut, Kementrian Kominfo mengeluarkan surat edaran Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 5 Tahun 2016 tentang Batasan Dan Tanggung Jawab Penyedia Platform Dan Pedagang (Merchant) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (Electronic Commerce) Yang Berbentuk User Generated Content.

Tujuan kebijakan ini agar terselenggara sistem elektronik aman, andal dan bertanggung jawab sehingga menimbulkan ekosistem perdagangan sistem elektronik dan perlindungan hukum penyedia platform, pedagang dan pengguna.

“Caranya memastikan batasan dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam melakukan kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik,” ujar Agnes. (diskominfo/tp)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 9 =