Larangan Keras Karapas Penyu Sisik Sebagai Aksesoris

BERAU — Buah tangan menjadi hal yang ditunggu ketika usai bepergian. Buah tangan yang menarik biasanya berupa barang unik dan antik asli daerah dan tidak ditemukan di tempat lain.

Salah satunya aksesoris yang berasal dari karapas penyu sisik di Kabupaten Berau. Berbagai cinderamata dijual dalam berbagai bentuk aksesori, seperti gelang, mata kalung dan cincin dengan harga yang bervariasi, mulai Rp 5.000 hingga Rp 70.000 per item.

Namun menjadi hal yang sangat disayangkan, ketika asesoris itu berbahan baku karapas penyuk sisik. Ini menjadi permasalahan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau mengingat penyu sisik menjadi spesies terancam punah dan dimasukan daftar merah dalam International Union of Concervation for Nature (IUCN).  

Wakil Bupati Agus Tamtomo akan memberikan sanksi pidana baik kepada penjual maupun pembeli cinderamata berbahan baku kerapas sisik penyu itu.

“Pedagang dan pembuat telah membuat kesepakatan untuk menghentikan pemanfaatan kerapas sisik penyu,” jelas Agus.

Hal ini tentunya menjadi peringatan keras bagi seluruh pedagang untuk tidak memperjualbelikan buah tangan yang berpotensi merusak keberlangsungam hidup spesies yang ada di Berau.

Karena seperti yang pernah terjadi, telur penyu asli dari Kabupaten Berau pun pernah menjadi oleh-oleh yang digemari tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga wisatawan yang datang dari luar kota bahkan luar negeri.

Akibatnya, spesies penyu sebagai salah satu hewan yang memiliki rumah di Kabupten Berau tepatnya di berbagai pulau yang ada di Kabupaten ini seperti Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki dan lain sebagainya akan semakin terancam punah.

Harapannya, hal ini menjadi pembelajaran terkhusus bagi masyarakat lokal yang bermukim untuk ikut andil dalam melestarikan penyu sebagai satwa yang dilindungi di Kalimantan Timur. (DISKOMINFO/Lely)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 1 =