Kunjungan Postpartum Tekan Angka Kematian Ibu

SAMARINDA – Banyak yang mengira pasca persalinan tidak perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Kalaupun ada, lebih sering dilakukan untuk bayi dibandingkan ibu. Pandangan tersebut sebenarnya tidak tepat. Karena pemeriksaan pasca melahirkan atau postpartum tidak kalah penting dengan selama kehamilan.

Bidan Minarni, petugas kesehatan yang bekerja di Puskesmas Loa Bakung menuturkan kunjungan rumah postpartum dilakukan sebagai tindakan pemeriksaan lanjutan. Paling sedikit empat kali dilakukan kunjungan masa nifas guna menilai status ibu dan bayi baru lahir. Selain untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani masalah-masalah yang terjadi.

“Kunjungan rumah direncanakan bekerjasama dengan keluarga dan dijadwalkan berdasarkan kebutuhan. Ada banyak perubahan selama kehamilan, baik hormon maupun bentuk tubuh. Tidak heran bila banyak masalah kesehatan dirasakan wanita. Kunjungan postpartum ini bisa menekan angka kematian ibu karena bisa mengontrol kesehatannya,” tutur Minarni di ruang kerjanya, Selasa (12/3).

Lebih lanjut dijelaskan, frekuensi kunjungan masa nifas diantaranya pertama (6-8 jam setelah persalinan), kedua ( 6 hari setelah persalinan), ketiga ( 2 minggu setelah persalinan) dan kunjungan keempat ( 6 minggu setelah persalinan).

“Banyak komplikasi (penyulit) yang bisa terjadi setelah persalinan, baik pada ibu maupun bayi. Karena itu, pemeriksaan pasca persalinan penting untuk mendeteksi komplikasi tersebut dan menanganinya dengan segera,” katanya.(Diskominfo/cht)

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × five =