Kristanto: Kalau Humas Bikin Hoax, Itu Bukan Humas

SAMARINDA—Menjadi penanggung jawab hubungan masyarakat (humas) di zaman now harus siap sedia setiap saat. Ketika ada berita yang tidak sesuai dengan fakta dan data, maka harus segera diluruskan. Penanganan berita negatif juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan zaman now. Tentu saja tidak semua berita bengkok harus diluruskan. Perlu analisis dampak dan juga penelitian seberapa besar jangkauan berita tersebut di masyarakat.

Selain itu, ada juga berita yang dianggap harus diluruskan karena dapat merusak reputasi institusi. Dalam meluruskan berita, perlu juga penyampaian data dan fakta yang sebenarnya sehingga ada unsur edukasi kepada publik.

Hal itu di sampaikan oleh Kristanto Hartadi Selaku Head Of Departemen Media Relation PT. Pertamina Hulu Mahakam dalam acara Diskusi 2019 Media Digital Membangun Kaltim, Kemarin di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Prov. Kaltim, Selasa (29/1).

Dalam paparannya, kehadiran media online dan sosial media sangat berpengaruh dalam kehidupan. Dari Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa pada tahun 2018, yang menggunakan internet adalah 133 juta atau sekitar  50% penduduk Indonesia yang menggunakan internet.

“Tantangan kedepan bagi seorang praktisi humas adalah bagaimana membuat pesan yang bisa muat di smartphone, entah apa itu video apakah itu audio apakah itu infografis itu bisa kita pakai,” ujarnya.

Kristanto menuturkan, humas dari zaman dulu sampai hari ini  dan terus ke depan yang paling terpenting dalam mempengaruhi pekerjaan kita yaitu kehadiran internet dan sosial media. Kristanto juga memberitahukan terpenting dari praktisi humas adalah bisa menjadi content creator dan memproduksi content dalam bentuk format apapun dan platfrom apapun itu.

“Kita harus menjadi content creator. Kita harus bisa memproduksi content dalam format apapun dan platfrom apapun itu challenge kita ke depan. Karena sudah jelas dari statistik bahwa sebagian besar stakeholder ataupun khalayak ada di internet,” ucap Kristanto.

Dalam dunia kehumasan, Kristanto menegaskan seorang praktisi humas harus menjunjung tinggi etika profesi humas. ada 5 prinsip yang pertama Jujur, kedua tidak boleh merugikan pihak lain, ketiga harus selalu beritikad baik, keempat menjaga kerahasiaan atau privasi, dan yang kelima berlaku adil kepada siapa aja.

“Humas nggak boleh bikin hoax, kalau humas bikin hoax itu bukan humas. Kalau prinsip ini kita junjung tinggi kita akan menjadi humas yang baik,” tambahnya. (Diskominfo/Rey)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − four =