Kepala BPOM Samarinda Pastikan Tidak Ada Peredaran Obat Palsu

Samarinda— Peredaran obat palsu masih menjadi permasalahan utama yang perlu diwaspadai masyarakat. Untuk itu diperlukan tingkat kesadaran masyarakat sebelum membeli obat atau mengonsumsi obat. Sebaiknya masyarakat harus jeli melihat label obat palsu atau tidak.

Namun, Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda  memastikan indikasi peredaran obat generik palsu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tidak terjadi. Hal ini dirinya tegaskan terkait banyaknya obat generik palsu yang beredar di Pulau Jawa.

Pengawasan terhadap apotek dan toko obat di dua provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus dilakukan, guna memberikan kepastian kepada masyarakat konsumen obat yang dikonsumsi merupakan asli bukan ilegal atau palsu.

“Khusus untuk di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara BPOM Samarinda sudah melakukan pengawasan kepada apotek-apotek dan rumah sakit yang dianggap potensi terjadi penyaluran obat dari luar seperti obat generik palsu,” katanya Kamis (5/9)

Menurutnya, kasus yang sempat terjadi di dunia kesehatan berupa pengemasan ulang obat generik menjadi paten tidak terjadi di di dua Provinsi.  Bahkan sampai saat ini Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masih aman dari obat generik palsu.

Meski demikian, BPOM menyarankan kepada masyarakat apabila membeli obat sebaiknya beli di tempat yang resmi. Pembelian obat di warung-warung, di pinggir jalan, maupun secara daring (online) harus diantisipasi masyarakat. Artinya, cara pembelian obat yang tidak sembarangan akan meminimalisir konsumsi obat palsu.

“Jika membeli obat yang kemasannya kurang menyakinkan sebaiknya jangan dibeli,” tegasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen + four =