Kementerian PPPA Lakukan Penilaian APE Di Kaltim

SAMARINDA— Dalam rangka persiapan dan verifikasi data Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2018, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia  melakukan Verifikasi Data, Pemantauan dan Evaluasi APE di Provinsi Kalimantan Timur, yang diselenggarakan di Ruang Tepian 1, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (30/10)

Tim verifikasi yang juga menjabat sebagai Kabid Kesetaraan Gender dalam Infrastruktur lingkungan KPPPA RI, Agam Bekti Nugraha menerangkan, Perlu disampaikan evaluasi tahun 2018  ini berbeda dengan evaluasi tahun-tahun sebelumnya pada tahun sebelumnya aspek yang dievaluasi adakah aspek pengarusutamaan gender, perlindungan perempuan dan anak. Sementara tahun ini difokuskan pada aspek pelaksanaan  pengarusutamaan gender saja.

Penetapan Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi satu wilayah yang dikunjungi berdasarkan pada hasil evaluasi. Namun demikian perlu ditekankan disini, bahwa proses ini tidak secara otomatis akan menjadi  calon penerima APE 2018.

Terangnya, pemberian data dan informasi sangat berharga bagi kementerian KPPPA RI, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota sebagai landasan untuk melaksanakan langkah–langkah strategis terencana, efektif dan efisien dalam mempercepat terwujudnya pembangunan yang berkeadilan dan merata bagi semua masyarakat baik laki-laki maupun  perempuan diwilayah masing-masing.

Dengan harapan agar tim memperoleh data dan informasi lebih lengkap komperhensip  dan objektif, sebagai bahan pertimbangan dalam menominasikan calon penerima APE  tahun 2018. Dimana APE merupakan sebuah penghargaan dan apresiasi Pemerintah kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota yang dinilai berhasil dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender.

Selain itu juga, maksud dan tujuan dalam kegiatan ini dalah untuk melaksanakan verifikasi dan melihat lebih dalam lagi data dan informasi tentang pelaksanaan pengarusutamaan gender diwilayah masing-masing berdasarkan isian formulir evaluasi yang telah diterima. (diskominfo/ris)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 8 =