Kemarau, Masyarakat Kaltim Diminta Waspada

Samarinda— Masyarakat patut mewaspadai dan selalu berhati-hati akan potensi bencana pada musim kemarau. Sebab menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Timur, pada musim tersebut rentan terjadi adanya peristiwa kebakaran. Terutama aktivitas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Musim kemarau biasanya kami dihadapkan pada persoalan meningkatnya kejadian kebakaran.  Masyarakat harus mewaspadai aktivitas Kebakaran Hutan dan Lahan dan menghimbau masyarakat dapat memanfaatkan sumber air bersih secara bijak agar tidak sampai mengalami bencana kekeringan,” ungkap Kepala BMKG Kaltim Ibnu Sulistyo, Senin (12/8).

Menurut Ibnu, secara umum hampir seluruh wilayah di Kaltim pada bulan Agustus ini telah memasuki musim kemarau. Selain itu, kemarau pada tahun ini diprediksi lebih panas dibandingkan kemarau tahun-tahun sebelumnya sehingga masyarakat diminta mewaspadai kondisi ini.

“Prediksi BMKG memprediksi puncak musim kemarau mulai terjadi pada bulan Agustus hingga September ini terutama untuk kawasan di sekitar Kabupaten Kutai Timur bagian timur dan Kabupaten Berau bagian tenggara. Musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih kering dan terasa panas terik dari pada tahun sebelumnya,” ucapnya.

Namun diakuinya, meski telah masuk puncak musim kemarau, BMKG menyatakan beberapa kawasan di Kaltim masih yang memiliki potensi curah hujan. Beberapa wilayah tersebut seperti Kabupaten Mahulu, Kabupaten Paser bagian tenggara, Kabupaten Kutai Timur bagian barat, Kabupaten Kutai Kartanegara bagian utara dan Kabupaten Berau bagian barat.

“Musim kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali. Beberapa daerah diprediksikan masih berpeluang mendapatkan curah hujan. Tetapi, sementara untuk Balikpapan dan sebagian wilayah Paser puncak musim kemarau mengalami keterlambatan karena baru terjadi pada bulan Oktober mendatang,” imbuh Ibnu. (Diskominfo/Cht)

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 − 2 =