Kampanye Imunisasi MR Diharap Mencapai Target

Samarinda – Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak (Measles) dan pengendalian penyakit Rubella (Congenital Rubella Syndrome) pada tahun 2020. Salah satu strateginya dengan melaksanakan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Measles Rubella (MR).

Kampanye Imunisasi MR adalah suatu kegiatan imunisasi secara masal. Upaya ini untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

“Yang jelas kami berharap optimis sampai 30 September ini ada peningkatan untuk Vaksin MR, 70% sasaran kami ada disekolah-sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP dan SMA. SMA disini hanya sebatas kelas 1 SMA tidak lebih. Jadi kami berharap sekali peran dari Dinas Pendidikan, bagaimana sekolah bekerjasama dengan petugas kesehatan, karena kami petugas kesehatan datang menyuntikan dan melayani. Tetapi yang mempersiapkan masa, anak-anak mulai dari pendaftaran, mengatur alurnya untuk vaksin ini semua dari guru yang dibawah UKS sekolah tersebut,” terang Muhammad Satta, Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Prov Kaltim di studio Pro 1 RRI Samarinda, Selasa (18/9).

Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye. Imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin segera setelah masa kampanye berakhir, diberikan kepada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD/sederajat tanpa dipungut biaya.

Suhariyatno, Kasi Kurikulum dan Penilaian Bid PPK Disdikbud Prov Kaltim mengatakan untuk diketahui bahwa berlakunya UU No.23/2014 itu membagi kewenangan pengelolaan pendidikan, disini Dinas pendidikan dan kebudayaan adalah diranah pendidikan menengah (Dikmen) SMA, SMK dan pendidikan khusus adalah anak-anak ABK termasuk sekolah unggulan. Sementara  pendidikan dasar dalam hal ini PAUD, SD, SMP adalah dibawah kewenangan Dinas Kabupaten/Kota.

“Kalau tadi dikatakan sasarannya sebesar 70% memang benar, yang terbesar adalah di PAUD. Karena di PAUD penuh dengan anak usia dini, anak kelompok belajar disana. Sementara kalau di SMA hanya sebatas kelas 1, itu yang kita bisa langsung perintahkan,” ujarnya.

Kampanye imunisasi MR fase II dilaksanakan pada Agustus – September 2018 untuk seluruh wilayah diluar pulau Jawa dengan jumlah sasaran sekitar 31.963.154 anak.

Melalui kegiatan kampanye dan Introduksi imunisasi MR ini diharapkan akan tercapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian rubella sehingga anak-anak dapat terlindungi dari penyakit berbahaya dan menimbulkan kecacatan. (Diskominfo – Rzk).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 1 =