Kaltim Terdepan Di Sektor Kehutanan

Samarinda – Dirjen Konservasi dan sumber daya alam dan ekosistem (KSDAE) Wiratno menyampaikan apresiasi karena Kaltim sejak tahun 2010 telah mendeklarasikan Program Kaltim Hijau, sebagai wujud pembangunan berkelanjutan. Tujuannya untuk menurunkan emisi, mengurangi deforestasi, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi Kaltim.

“Keberanian menyatakan Green Province itu sesuatu yang luar biasa, Kaltim terdepan di sektor kehutanan,” ujar Wiratno pada Gelar wicara di Pendopo Odah Etam, Rabu (15/5).

Upaya ini didukung keterlibatan pemangku kepentingan di Kaltim. Tidak saja pelaku usaha swasta, tapi juga pemerintahan daerah, pemerintah pusat, serta kelompok swadaya masyarakat hingga perguruan tinggi.

“Dalam percepatan program transformasi ekonomi berbasis pemanfaatan sumberdaya alam terbaharukan, kolaborasi kerjasama dari semua eleman pembangunan harus dibangun dan dikembangkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wiratno mengatakan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan harus mempertimbangkan ekosistem penting di luar kawasan konservasi. Terutama yang dikelola dengan tujuan mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial.

Pemerintah telah membuat kawasan pelestarian alam dan kawasan suaka alam sebagai kawasan konservasi alam dan sumber plasma nutfah seluas 27.108.486,54 ha, atau sekitar 14% total luas daratan Indonesia.

“Saya yakin jika terestrial digabung, Indonesia mengalahkan Brasil dan menjadi nomor satu dunia. Banyak kekayaan hayati yang bisa didapat. Hasil riset di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Jawa Barat ditemukan mikroba bermanfaat untuk pertanian di gunung dan mempercepat pertumbuhan akar. Jadi petani tidak pakai pupuk kimia,” ungkap Wiratno. (diskominfo/tp)

Dirjen Konservasi dan sumber daya alam dan ekosistem Wiratno (tiga dari kiri) memberikan materi.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =