Jokowi Tekankan Penyelesaian Damai Jadi Pilihan Utama

Jakarta
– Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampil sebagai pembicara utama pada sesi I KTT
G-7 Outreach. Sesi ini membahas Stabilitas dan Kesejahteraan di Asia. Menurutnya
sudah waktunya dunia paham mengenai pentingnya penyelesaian masalah tanpa
menciptakan masalah yang lebih besar.

Perdamaian dan stabilitas adalah hal
yang harus diciptakan dan dijaga. Negara-negara Asia harus penuh kesadaran
menciptakan perdamaian dan stabilitas ini. Presiden menekankan agar
penyelesaian damai jadi pilihan utama. Terlebih dengan tingginya potensi
konflik di Asia, seperti Laut Tiongkok Selatan dan Semenanjung Korea, menurut
Presiden, harus dapat dikelola dengan baik. Untuk itu,

Penyelesaian militer atau penggunaan
kekerasan justru akan menumbuhkan kekerasan lainnya, seperti ekstremis dan
bahkan krisis kemanusiaan, tutur Presiden di Kanko Hotel the Classic, Ise
Shima, Jepang, Jumat (27/5) pagi waktu setempat.

Pada kesempatan ini, Presiden Jokowi mengatakan
Indonesia tidak menginginkan Asia menjadi kawasan yang penuh konflik dan
menjadi ajang power projection negara-negara besar. Indonesia ingin
menekankan semua negara tanpa terkecuali, harus menghormati hukum internasional.
Tanpapenghormatan terhadap hukum internasional, berpendapat, perdamaian
dan stabilitas tidak akan dapat tercipta.

Menurut Presiden, dunia sudah tidak
berjalan secara bipolar dan sudah muncul banyak negara (emerging countries)
yang memiliki banyak potensi dan terbukti mampu memberikan banyak berkontribusi
terhadap dunia. Oleh karena itu, Presiden mengusulkan agar dunia ditata dengan
melibatkan emerging countries.

Indonesia siap menjadi motor
terciptanya Asia dan dunia yang damai dan sejahtera, ucap Presiden.

Oleh karenanya, lanjut Presiden, tidaklah
heran jika kawasan Asia pada tahun 2016-2017 diperkirakan memiliki pertumbuhan
ekonomi relatif lebih baik, yakni sekitar 5,3% dibanding rata-rata dunia
sebesar 3,2%.

Di tahun 2015, ekonomi Indonesia di
kuartal terakhir tumbuh 5,04 persen, ungkap Jokowi.

Menurut Presiden, dunia juga memahami
bahwa potensi Asia untuk berkembang masih besar. Berdasarkan proyeksi Asian
Century 2050, Asia akan menghasilkan PDB 174 triliun dollar AS, atau 52
persen PDB dunia.

Sebagai bagian dari Asia, Indonesia yakin
dapat mengambil bagian dari Asian Century. Saat ini lebih dari 50 persen
penduduk Indonesia berusia di bawah 29 tahun. Indonesia juga dikaruniai
kekayaan dan sumber energi yang cukup.

Namun Presiden Jokowi mengingatkan kekerasan
memberikan dampak kerugian yang sangat besar.Ia menunjuk contoh, tahun
2014 lalu misalnya, kerugian global akibat kekerasan bersenjata mencapai 14,3
triliun dolar AS atau 13,4 persen dari PDB Dunia.

Pertemuan sesi I KTT G-7 Outreach itu
dipandu Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe yang bertindak sebagai moderator.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri
(Menlu) Retno Marsudi. (gus/diskominfo – DAN/SKM/ES/setkab.go.id)

Ket.
Foto : Presiden
Jokowi tampil sebagai pembicara utama pada sesi I KTT G-7 Outreach, di Kanko
Hotel the Classic, Ise Shima, Jepang, Jumat (27/5) pagi waktu setempat (Foto:
Humas/Dhany)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 + 4 =