Gubernur Senang Kaltim Akan Deklarasikan Anti Hoax

SAMARINDA – Rencana Deklarasi Anti Hoax Kaltim mendapat respon positif Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. Ia mengaku senang rencana deklarasi gerakan antisipasi penyebaran hoax tersebut dan siap mendukung pelaksanaannya.

“Senang deklarasi anti hoax di Kaltim. Ini penting sebagai antisipasi penyebaran berita hoax yang dinilai dapat meresahkan dan mengganggu stabilitas keamanan daerah,” kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak saat menghadiri rapat koordinasi persiapan Deklarasi Anti Hoax Kaltim, di Kantor Diskominfo Kaltim, Selasa (21/3).

Menurutnya, era demokrasi yang bebas seperti sekarang bisa jadi kebablasan akibat penyebaran hoax, sebab hoax dinilai dapat merusak sistem di era demokrasi.

Padahal, kata dia, bedanya demokrasi di Indonesia dengan negara lain adalah dilaksanakan dengan memegang teguh empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Itu beda kita dengan negara luar. Kita tidak boleh kebablasan memanfaatkan demokrasi. Ada empat pilar itu sebagai pegangan kita,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia berharap nantinya dengan deklarasi anti hoax dapat meningkatkan kesadaran masyarakat antisipasi penyebaran hoax. Sebagai contoh terjadi kejadian berkaitan keamanan dan ketertiban, masyarakat diajak tidak ikut menyebarluaskan informasinya karena akan semakin luas.

“Cukup tahu saja. Kalau tersebarluas sama saja kita menyebarkan berita buruk tentang Kaltim. Bila perlu segara dihapus,” serunya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Masyarakat Anti Hoax Kaltim, Charles Siahaan mengatakan rencana deklarasi berawal dari timbulnya rasa kegelisahan kalangan jurnalis terkiat penyebaran hoax. Akhirnya kumpul berdiskusi yang intinya merekomendasikan bahwa jurnalis harus menjadi pelopor menginisiasi anti hoax.

Hoax sudah sangat meresahkan. Masuk ke segala lapisan masyarakat dan ikut berpengaruh terhadap perubahan perilaku generasi penerus. Makanya perlu dideklarasikan di tingkat elit untuk kemudian diikuti seluruh masyarakat,” katanya.

Jangka panjangnya, akan dilaksanakan program sosialisasi dan pelaihan jurnalistik. Hoax, kata dia, tidak bisa dicegah melainkan diantisipasi dengan memberikan edukasi meningkatkan daya literasi masyarakat agar ketika berhadapan media sosial faham, tidak share sembarangan.

Deklarasi Anti Hoax Kaltim rencananya ditandai penandatanganan kesepakatan deklarasi oleh berbagai pemangku kepentingan terkait. Kegiatan yang dirangkai talkshow anti hoax tersebut rencananya dilaksanakan berbarengan dengan pembukaan pameran pembangunan Kaltim Fair 2017 pertengahan April 2017.(diskominfo kaltim/arf)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × five =