Terpilih Jadi TUK, Gubernur Harap Pejabat Pengadaan Lebih Profesional

Samarinda –Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) pelaku pengadaan Pejabat Pembuat Komitmen (PKK), Pokja Pengadaan dan Pejabat Pengadaan. Gubernur Kaltim Isran Noor mengharapkan ini mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola barang/jasa yang akan naik jenjang jabatan.

“Prinsipnya saya dukung penuh adanya TUK di Kaltim apalagi bila dikelola BPSDM. Semoga saja para aparatur yang melaksanakan pengadaan bisa lebih kompeten dan profesional,” kata Isran saat menerima kunjungan Kepala Pusat Diklat (Pusdiklat) Pengadaan Barang/Jasa Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP) Jakarta Suharti, di Ruang Kerja Gubernur Kaltim, Selasa (16/7).

Isran berharap momen ini mempu memberikan aspirasi pada jabatan fungsional. Sehingga pejabat atau aparatur yang menjalani posisi tersebut lebih nyaman dan memiliki semangat bekerja.

“Pasti akan ada reward nya nanti untuk para pejabat fungsional yang lulus dan yang mengikuti test kompetensi,” tambah Isran.

Senada dengan hal itu, Kapusdiklat LKPP Jakarta Suharti mengatakan dukungan luar biasa Gubernur Kaltim ini adalah hal yang harus dimanfaatkan dalam menghasilkan aparatur berkompeten.

“Untuk BPSDM, kita berbicara kewajiban Perpres tentang kompetensi seperti yang disampaikan Gubernur. Kita memang harus mewujudkan SDM berkompeten untuk itu perlu dukungan BPSDM,” ujar Suharti.

Ditambahkan, akreditasi A yang dimiliki BPSDM Kaltim sangat mendukung dan telah memenuhi syarat untuk tempat menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan atau tes kompetensi. Dia juga menambahkan Badan Kepegawaian juga harus berperan dalam mencari pegawai yang mengisi jabatan fungsional.

“Dari sisi persyaratan BPSDM sudah memenuhi syarat. Karena minimal akreditas itu B dan BPSDM Kaltim sudah A. Tinggal tim BPSDM mempersiapkan hal teknis lain seperti SOP, sumber daya pendukung dan hal lainnya,” pungkas Suharti.(Diskominfo/dir)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =