Narasumber Berhak Tolak Wartawan Tidak Memiliki Kartu UKW

Samarinda – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) adalah pengakuan berbentuk sertifikasi untuk diri sendiri dan Media massa yang mempekerjakan seseorang mampu untuk melakukan hal-hal berkaitan dunia jurnalistik. Ada tiga tingkat uji kompetensi wartawan Level Muda, Level Madya, Level Utama.

Pada Hari Pers Nasional tahun 2010 di Palembang, Dewan Pers telah mencanangkan peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan. Seorang wartawan wajib memiliki sertifikasi guna menghadapi perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat terhadap kualitas jurnalistik serta industri media massa. Adanya sertifikasi ini diharapkan wartawan menunjukkan kinerja secara profesional dan beretika dalam melakukan tugasnya.

Kartu UKW sebagai bukti kompetensi wartawan. Berlogo Dewan Pers dan PWI.

Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim mengarahkan Pemkot Samarinda untuk melakukan UKW bagi wartawan yang bertugas di Balai Kota Samarinda. Hal ini juga telah dilakukan Pemprov Kaltim sebagai upaya mensosialisasikan UKW agar para pejabat tidak tertipu.

“Sehingga ketika ketemu wartawan tidak hanya kartu pers tapi tolong tanyakan kartu UKW berlogo Dewan Pers yang ditanda tangani ketua dewan pers,” tegas Ketua PWI Kaltim Endro S Effendi saat menjadi pembicara Talkshow di Arena Pekan Raya Samarinda (PRS) GOR Segiri Samarinda, Senin (4/2).

Untuk mengetahui wartawan itu sudah disertifikasi atau belum, maka narasumber berhak meminta surat keterangan kepada wartawan yang akan diwawancarai. Bila wartawan tersebut tidak memiliki maka pejabat tersebut berhak menolaknya. Dan hal ini juga dilindungi Undang-Undang Pers No.40 tahun 1999.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × five =