Dulu Buku Nikah Sekarang Kartu Nikah

SAMARINDA — Terobosan terbaru oleh Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas) mejadi bukti bahwa dengan berkembangnya teknologi akan mempermudah masyarakat dalam melakukan satu dan lain hal. Inovasi ini berupa penerbitan kartu nikah, yang mana hal ini diklaim sejalan dengan peluncuran Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Wabsite (Simkah Web).

Satu juta kartu nikah diterbitkan pada tanggal 12 November untuk pasangan yang tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan lain sebagainya.

Kartu nikah ini berisi tentang informasi pernikahan yang bersangkutan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah. Di dalam kartu nikah tersebut, akan ada kode QR yang terhubung dengan aplikasi Simkah (Sistem Informasi Manajemen Nikah).

Adapun yang melatarbelakangi munculnya kartu nikah selain karena era digital, banyak ya permasalahan mengenai buku nikah yang marak dipalsukan sehingga Simkah Web ini digunakan untuk meminimalisasi pemalsuan buku nikah. Lalu kartu nikah ini bersinergi dengan data-data kependudukan antara lain nama, alamat dan dll.

Simkah Web merupakan pengembangan dari aplikasi Simkah generasi pertama yang berbasis desktop. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan administrasi nikah dan rujuk pada KUA dengan dukungan validitas data yang terintegrasi dengan data Kependudukan dan Catatan Sipil.

Diharapkan dengan munculkan kartu nikah ini kedepan dapat mempermudah dalam melakukan berbagai kegiatan atau pun dalam melengkapi data diri. (DISKOMINFO/Lely)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − 11 =