Dorong Sumber Daya Terbarukan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Kaltim

Samarinda—Hingga saat ini, Kaltim masih tergantung pada sumber daya alam (SDA) yang  tak terbarukan yaitu batu bara dan migas. Ketika terjadi gejolak karena SDA tersebut, maka perekonomian Kaltim mengalami kontraksi. Maka kebijakan pemerintah menekankan Kaltim perlu melakukan transformasi perekonomian melalui sumber daya terbarukan.

Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Saur Parsaoran menuturkan pembangunan perkebunan menjadi tulang punggung dan sektor utama merupakan upaya transformasi ekonomi berbasis SDA terbarukan. Hal itu bisa terwujud melalui peningkatan daya saing dan nilai tambah produk perkebunan.

“Kita bicara tentang pertumbuhan ekonomi. Industri pengolahan di Kaltim sebesar 80 persen dari minyak bumi dan gas. Adanya Maloy sebagai usaha bagaimana kita berusaha agar transformasi ekonomi berhasil. Kita dorong agar sumber bahan baku yang terbarukan bisa menjadi tulang punggung perekonomian di Kaltim,” paparnya saat menjadi narasumber dialog Publika TVRI Kaltim, Rabu (8/7)

Menurut Saur, komoditi unggulan perkebunan yang mempunyai potensi dan prospek yang sangat baik untuk ditumbuh kembangkan di Kaltim adalah Karet. Karet bisa berperan menggerakan ekonomi Kaltim di masa mendatang, menggantikan peranan minyak dan gas serta batu bara yang lambat laun akan menipis dan habis.

Saur menyarankan agar Karet dapat berkembang dengan baik di Kaltim, para petani bisa langsung menjualnya kepada perusahaan industri pengolahan karet yang ada di Samarinda Seberang, yaitu PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC). Perusahaan tersebut merupakan perusahaan patungan antara anak perusahaan Barito Pasific Group dengan Michelin Group.

Adanya pabrik pengolahan itu akan mendukung peningkatan harga penjualan produksi pertanian di Kaltim. “Karet merupakan sektor industri yang cukup menjanjikan. Program karet harus kita berdayakan lagi. Pabrik pembuatan ban ada di Samarinda. Adanya pabrik pengolahan itu akan mendukung peningkatan harga penjualan produksi pertanian Karet di Kaltim,” tuturnya. (Diskominfo/Cht)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × two =