Diskominfo Kaltim Jalin Kerjasama Dengan 12 Media Online

Samarinda – Maraknya perkembangan media online di Kaltim merupakan kenyataan yang patut dapat perhatian, sementara regulasi yang berlaku di lingkungan pers mengharuskan media online harus memenuhi persyaratan dalam melakukan pemberitaan. Umumnya, media online di Kaltim masih dalam tahap membenahi persyaratan, sehingga perlu dilakukan pembinaan dengan cara memberikan kesempatan kerjasama pemberitaan. Ini merupakan langkah kecil untuk menjadi besar kedepannya. Pemerintah Provinsi  Kaltim harus mengambil peran ini, agar kelak media online mampu bersaing saat IKN terbentuk.

Menindaklanjuti surat Nomor : 480/340/Diskominfo perihal pemberitaan tertanggal 3 Juni 2020 Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur menggandeng 12 media online untuk bekerjasama, Di Ruang Kudungga Diskominfo Kaltim Jalan Basuki Rahmat, Kamis (25/6/2020).

“Kita ingin penyebarluasan berita dan kita ingin menghidupkan media online agar nanti dapat lebih berkembang, karena selama ini pemerintah belum pernah bekerjasama dengan media online,” Ungkap Kadis Kominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah.

Media online di Kaltim berkembang cukup pesat, sejalan dengan perkembangan internet dan penggunaan smartphone yang semakin marak. Di sisi lain yang tidak kalah penting adalah para jurnalis senior yang pada awalnya merupakan jurnalis media cetak mulai fokus mengelola media secara mandiri dan dalam perkembangannya diikuti oleh para jurnalis muda.

Nantinya 12 media online ini akan memberitakan berita terkait Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Biro dilingkup Pemprov Kaltim, dalam rapat kali ini juga diinformasikan kepada pimpinan redaksi terkait pembagian peliputan. Satu media online mendapat jatah tiga OPD, diharapkan para wartawan dapat menjalin silaturahmi dengan OPD dan Biro.

“Jadi kita bekerjasama dengan 12 media online ini akan menjadi indikator bagi media online yang lain untuk membenahi diri agar bisa memenuhi kualifikasi, dari segi legalitas harus memenuhi legatisas PERS namun yang menjadi perhatian kita yaitu aspek kredibilitas yaitu NPWP, Pimpinan Redaksi harus KTP Kaltim kemudian harus ada wartawan yang lulus UKW,” Tambah pria kercamata ini.

Untuk menjadi media online harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam UU No. 40/1999 tentang Pers, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Dewan Pers No 03/PERATURAN-DP/X/2019 tanggal 22 Oktober 2019 tentang Standar Perusahaan Pers. Berdasarkan ke-2 aturan tadi, maka setiap media online harus memenuhi persyaratan pokok, sebagai berikut :

  1. Berstatus sebagai perusahaan pers yang berbadan hukum Indonesia, yaitu Perseroan Terbatas (PT)
  2. Memiliki redaksi yang tidak terkait dengan bisnis perusahaan
  3. Penanggungajwab/pimpinan redaksi memiliki kompetensi wartawan utama
  4. Mengumumkan nama, alamat dan kontak redaksi dan penanggungjawab secara terbuka di media online bersangkutan, termasuk alamat email.

12 Media Online tersebut antara lain : Vivaborneo.com, Prokal.com, Niaga.Asia.com, Detakkaltim.com, Beritakaltim.co, Koran Kaltim, Klik Samarinda, Lensa Borneo, Disway Kaltim, Kaltimtoday.co, Diksi.co, dan Kaltimnews.co

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 8 =