Cuaca Terik, Indonesia Dilintasi MJO

SAMARINDA – Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kaltim Mulyono Leonardo Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan curah hujan di Kaltim turun pada bulan februari. Ini membuat beberapa hari ini suhu udara cukup terik.

Hal ini terjadi dikarenakan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) sedang aktif melintas mengakibatkan potensi hujan cukup tinggi untuk Indonesia bagian barat. Sedangkan, Indonesia bagian timur berpotensi kering yaitu berkurangnya curah hujan di daerah tersebut. Udara subsiden dari fenomena MJO fase kering cukup kuat mengalahkan potensi hujan lebat dan hangatnya suhu permukaan laut sekitar.

“Bulan februari sebenarnya musim hujan tetapi cenderung menurun. Meskipun demikian, musim hujan diprediksi meningkat pada Maret, April dan  Mei,” terang Mulyono di Samarinda, Selasa (19/2).

Dia juga mengatakan dari pantauan bulan februari, Kaltim belum masuk musim kemarau. Diperkirakan musim kemarau terjadi bulan Juni dan Juli nanti.

Sementara terpantau gelombang di perairan Balikpapan 0,5- 125 meter dan bagi nelayan cukup berbahaya. Untuk itu, diharapkan kewaspadaan masyarakat terutama menghadapi bencana hidrometeorologi. Seperti angin kencang di laut yang membuat gelombang tinggi. Di darat, fenomena ini bisa mengakibatkan pohon tumbang serta atap terbang.

Mulyono juga mengimbau masyarakat banyak minum air putih agar tidak dehidrasi terutama pada cuaca panas seminggu terakhir ini. (diskominfo/ris)

foto: www.google.com

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 1 =