Puskesmas Temindung Gelar Minilok Tingkat Kecamatan

Samarinda – Puskesmas Remaja dan Temindung menggelar Mini Lokakarya (Minilok) Lintas Sektoral tingkat Kecamatan Sungai Pinang. Ini sebagai upaya pemantauan kerjasama lintas sektor kecamatan dalam bentuk lokakarya mini. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kecamatan Sungai Pinang, Selasa (19/2).

Camat Sungai Pinang Siti Hasanah mengatakan tujuan minilok ini untuk menginformasikan dan mengidentifikasi capaian kegiatan triwulan sebelumnya pada pemangku kepentingan di Kecamatan Sungai Pinang. Juga membahas masalah yang dihadapi pada kegiatan melalui ganalisa. Selanjutnya diputuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dengan memasukan aspek umpan balik dari masyarakat dan sasaran program.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan 3 bulan sekali di Kecamatan Sungai Pinang. Mudah-mudahan adanya unsur dan elemen yang hadir, dapat menjadikan suatu komitmen bersama dalam mengatasi permasalahan di bidang kesehatan yang ada khususnya di Kecamatan Sungai Pinang ini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Siti Hasanah menyebutkan kesehatan bukan menjadi tanggungjawab Puskesmas maupun Dinas Kesehatan Kota Samarinda saja, melainkan tanggungjawab kita bersama.

“Untuk itu saya mohon kepada para peserta yang hadir hari ini, mari kita menyimak permasalahan apa saja yang dipaparkan dalam kegiatan hari ini,” ujarnya.

Adanya Mini Lokakarya yang merupakan kegiatan rutin di Puskesmas Remaja dan Temindung bertujuan mendapatkan dukungan dan masukan lintas sektoral dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Diskominfo – Rzk)

Jelang Pemilu, Danrem Ingatkan Netralitas TNI

SAMARINDA – Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Widi Prasetijono memimpin Upacara Sertijab Dandim 0904/Tanah Gerogot, Dandim 0907 Tarakan dan Danyonif 611/Awang Long, di Lapangan Mako Yonif 611/Awl Jl. Soekarno-Hatta Km 2,5 Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Senin (18/2).

Brigjen TNI Widi Prasetijono menyampaikan beberapa pedoman satuan Korem 091/Aji Surya Natakesuma sehingga melaksanakan tugas pokok sesuai dengan harapan Pimpinan. Diantaranya kepada seluruh Prajurit TNI di Korem 091/Aji Surya Natakesuma tidak memihak kandidat peserta Pemilu dan fokus menjaga stabilitas keamanan pesta demokrasi.

Terkait penggunaan media sosial yang banyak penyebaran informasi yang tidak benar (hoax), Widi memerintahkan seluruh anggota untuk tidak terlibat menyebarluaskan berita yang belum diketahui kebenarannya. Termasuk juga maraknya peredaraan narkoba, Widi mengimbau sekaligus memerintahkan anggota untuk menjauhi narkoba. Serta menjaga jangan sampai anggota dan keluarga terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Saya akan memberikan sanksi yang seberat-beratnya bagi prajurit yang terlibat di dalam peredaran maupun penggunaan narkoba,” tegasnya.

Selain itu, terkait profesionalisme dan militansi prajurit sehingga apapun perintah dan tugas yang dibebankan dapat diselesaikan dengan tuntas dan sukses. “Dengan niat yang tulus, ikhlas kerja keras dan kerja cerdas, saya yakin masyarakat akan menilai positif kinerja kita sebagai Prajurit TNI,” tambah Widi.

Dalam upacara tersebut, jabatan Dandim 0904/Tanah Grogot Kolonel Arh Ardian Patria Chandra diserahkan pada Letkol Czi Widya Wijanarko, Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Hipni Maulana F kepada Letkol Inf Eko Antoni Chandra dan Danyonif 611/Awang Long Mayor Inf Mohamad Rizqi Hidayat kepada Mayor Inf Arfan Affandi.

 

Sumber : Penrem 091/ASN

 

Samarinda Sarung Carnival 2019

Kostum Karnaval dengan tema “Jembatan Mahakam”. Jembatan Mahakam merupakan sebuah jembatan yang dibangun di atas alur Sungai Mahakam, jembatan jnj menghubungkan kawasan Samarinda kota dengan wilayah kecamatan Samarinda Seberang.

Kostum Karnaval dengan tema “Suku Dayak”. Kalimantan Timur terkenal sebagai Indonesia Mini dikrwnakan berbagai suku dapat ditemui didaerah ini, namun salah satu yang menjadi ciri khas adalah suku asli yang ada di Kaltim yaitu Dayak. Di Samarinda, ada desa Budaya Pampang yang dihuni oleh masyarakat suku dayak kenyah.

Kostum Karnaval dengan tema “Mandau Dayak”. Mandau adalah senjata tajam sejenis parang berasal dari suku dayak. Mandau termasuk salah satu senjata tradisional Indonesia. Berbeda dengan parang biasa, mandau memiliki ukiran – ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau.

Kostum Karnaval dengan tema “Pesut Mahakam”. Pesut banyak ditemukan di muara-muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang pesut menjadi satwa langka. Selain di Sungai Mahakam, pesut ditemukan pula ratusan kilometer dari lautan, yakni di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pesut menjadi ikon dari Kota Samarinda.

Kostum Karnaval dengan tema “Gong Suku Dayak”. Salah satu alat musik yang kerap dipakai dan dianggap sakral adalah Agukng atau Gong. Alat ini ditemui hampir di seluruh kelompok Dayak dan dipercaya diturunkan langsung oleh para dewa dari kayangan untuk dimainkan dalam upacara.

3.012 Warga Binaan Rekam KTP-el

SAMARINDA – Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menginisiasi perekaman KTP elektronik (KTP el) di Rutan dan Lapas kelas IIA Samarinda. Ini dalam rangka mendukung dan menyukseskan pendataan kependudukan di Kaltim serta penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), baik Pilpres maupun Pileg 2019.

Kepala DKP3A Kaltim Halda Arsyad mengatakan perekaman KTP-el sebanyak 3.012 warga binaan. Pelaksanaan digelar dua hari 16-17 Februari lalu. Ada 3.012 warga binaan yang belum melakukan perekaman KTP-el. Terbagi Lapas Narkotika 1.175 warga binaan, Rutan Sempaja 1.349 warga binaan dan Lapas Sudirman Samarinda 488 warga binaan.

“Petugas perekaman didatangkan dari Kabupaten/Kota se-Kaltim. Pekan depan (26/02)dijadwalkan akan melakukan perekaman di Lapas Perempuan, Lapas Anak dan Rutan Kelas IIB di Tenggarong Kabupaten Kukar,” ucap Halda.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Iwan Setiawan, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kaltim Abdul Munif dan Kepala Lapas Natkotika Kurnia serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota se Kaltim.

Sumber: DKP3A Kaltim

DLH Fokus Kurangi Sampah Plastik

SAMARINDA – Pengurangan sampah plastik menjadi fokus pemerintah terkhusus Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda. Apalagi setelah mengetahui timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berjumlah 601,25 Ton/hari dengan presentase sampah plastik sebanyak 19% atau 114,24 Ton/hari.

Dalam mengatasi hal itu, pemerintah Kota Samarinda terus mengkaji berbagai program yang dilaksanakan daerah lain. Diantaranya Kota Banjarmasin dan Kota Balikpapan yang berhasil mengatasi masalah sampah plastik dengan bertahap.

“Tahapan dimulai mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari seperti tas dan sedotan plastik. Setelah ini berhasil baru masuk ke tahapan berikutnya. Program harus dilaksanakan berkelanjutan. Terus disosialisasikan dan rencana diresmikan 21 April mendatang,” jelas Kepala Dinas DLH Nur Rahmani, Sabtu lalu (16/2).

Yama, panggilan akrab Nur Rahmani, mengatakan ini menjadi dukungan dalam aksi diet kantong plastik. Diet kantong plastik bukan berarti anti plastik melainkan menghindari penggunaan plastik sekali pakai. Daripada menggunakan plastik dalam waktu singkat, lebih baik pilih kantong pengganti yang ramah lingkungan.

Saat ini masih tahap pengenalan. Namun setelah tanggal 21 April nanti maka pasar modern tidak diperkenankan lagi menggunakan kantong plastik.

“Masyarakat diminta tidak khawatir. Dikarenakan pasar modern akan mengganti plastik dengan kantong yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan berkali-kali,” tegas Yama.

Harapannya, masyarakat mendukung sepenuhnya prgram ini. Ke depan akibat pengurangan sampah ini akan berdampak positif sehingga lingkungan dapat hidup lebih baik. (DISKOMINFO/Lely)

Masyarakat Diminta Waspadai Kampanye Hitam

SAMARINDA – Jelang Pilkada serentak, Kepala Kepolisian Daerah Kaltim Irjen Polisi Priyo Widianto mengimbau masyarakat mewaspadai serangan kampanye hitam atau black campaign yang menganggu ketentraman masyarakat.

“Kita harapkan tidak ada masyarakat yang terpengaruh kampanye hitam. Ini harus dilawan dan ditindak dengan tegas,” ujar Priyo disela acara Silaturrahim Ulama, Zuama, Umara se Kaltim di ruang Ruhui Rahayu kantor Gubernur Kaltim, Rabu lalu (13/2).

Menurutnya, saat ini sudah masuk tahapan kampanye dan berakhir sebelum masa tenang. Hal yang perlu diwaspadai adalah kampanye hitam karena menimbulkan fitnah dan berita bohong sehingga menyesatkan masyarakat. Dijelaskan, kampanye terbagi 3 macam. Pertama kampanye bersifat positif artinya disampaikan hal-hal keberhasilan dan kebaikan. Kedua bersifat negatif adalah upaya sejumlah pihak menggunakan fakta terkait kekurangan calon dengan maksud dan tujuan agar publik lebih memahami kelebihan dan kekurangan dari sosok tersebut. Dan ketiga black campaign adalah kampanye yang fakta tidak ada tapi diada-adakan yang justru munculnya fitnah dan berita bohong.

“Seperti diibaratkan, pemadam kebakaran yang memiliki selang yang besar. Selang menyemburkan air yang kuat dan banyak. Kalau dirasakan terus menerus kebohongan dan kepalsuan maka masyarakat merasa itu benar,” tuturnya.

Oleh karena itu, Prio meminta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kaltim memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kampanye positif, kampanye negatif dan kampanye hitam atau black campaign.

Tentunya dalam pelaksanaan tugas pemilu, prio mengatakan dari jajaran kepolisian tidak bekerja sendiri ada rekan-rekan TNI, Kesbangpol, Satpol PP dan stakeholder yang lain bersama-sama untuk bisa melaksanakan pengawasan tugas pemilu 2019. (diskominfo/ris)

 

Penutupan MTQ Ke-41 Tingkat Kecamatan Sungai Pinang

SAMARINDA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-41 Tingkat Kecamatan Sungai Pinang Kelurahan Temindung Permai berakhir Rabu (13/2) malam. Acara yang digelar selama lima hari bertempat di Masjid Al- Muhajirin Jalan Pemuda I Samarinda. Camat Sungai Pinang Hj. Siti Hasanah menutup kegiatan yang dihadiri Lurah, Dewan Hakim, serta tokoh masyarakat dan peserta.

Dalam sambutan Walikota Samarinda dibacakan Hj. Siti Hasanah mengungkapkan rasa syukur, kebahagiaan, kebanggaan serta apresiasinya atas kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan MTQ. Ini yang merupakan salah satu upaya membangun generasi Qurani di Kota Samarinda.

Pelaksanaan musabaqah Tilawatil Quran merupakan wahana pengembangan tilawah serta pendalaman hafalan Al-Quran. Walikota menegaskan agar upaya yang dilakukan tidak boleh berhenti sampai disini.

“Acara ini akan menjadi sia-sia dan percuma jika tidak memberikan pengaruh yang positif. Untuk itu diperlukan keterlibatan dan tanggung jawab seluruh komponen agar penyelenggaraan MTQ memberi pengaruh positif. Dan dapat dirasakan nyata dan terukur dalam kehidupan bangsa ke depan,”tegasnya.

Camat Sungai Pinang Hj. Siti Hasanah secara resmi menutup MTQ ke-41

Walikota juga mengucapkan selamat kepada para Qori Dan Qoriah yang meraih juara. Dirinya berharap agar dapat mempertahankan prestasi yang diraih dan bagi yang belum juara agar tidak berkecil hati.

“Saya ucapkan selamat dan semoga prestasi ini dipertahankan. Teruslah berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengharumkan nama kecamatan Sungai Pinang pada MTQ di tingkat kota Samarinda. Dan bagi anggota yang belum berhasil menunjukkan prestasinya saya harapkan tidak berkecil hati,” ungkapnya.

Di akhir sambutan, Walikota mengingatkan peserta yang telah mengikuti MTQ ini agar terus memiliki niat ikhlas dalam meningkatkan iman terhadap kitab suci Al Quran.

“Semoga partisipasi semua pihak mensukseskan penyelenggaraan MTQ ke 41 tahun 2019 tingkat Kecamatan Sungai Pinang menjadi amal sholeh yang di ridhoi Allah subhanahu wa ta’ala,” ucapnya.

Kelurahan Temindung Permai keluar sebagai Juara Umum. Juara kedua kelurahan Bandara, ketiga gunung lingai serta keempat Kelurahan Mugirejo. Dan juara kelima Kelurahan Sungai Pinang Dalam. (Diskominfo/Rey)

 

Peran Ulama Sebagai Pilar Pemersatu Bangsa

SAMARINDA – Peran ulama dibutuhkan sebagai pilar pemersatu bangsa. Terlebih menjelang menjelang pemilihan umum presiden/wakil presiden (pilpres) dan pemilihan umum anggota legislatif (pileg) pada 17 April 2019 mendatang. Di tahun politik ini berpotensi terganggunya keamanan dan ketertiban sangat besar. Bahkan mengancam keutuhan NKRI bila bangsa Indonesia tidak mampu mengantisipasinya.

Hal itu diutarakan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov kaltim, H. Elto mewakili Gubernur Kaltim H. Isran Noor  pada Silaturrahim Ulama, Zuama, Umara se Kaltim di ruang Ruhui Rahayu kantor Gubernur Kaltim, Rabu (13/2).

Elto mengatakan saat ini masyarakat berada pada era globalisasi yang diwarnai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Pada kondisi jaman seperti ini, umat Islam dihadapkan tantangan berat.

Hal tersebut dimulai pergeseran nilai-nilai dasar kehidupan. Masuknya budaya asing yang negatif, lunturnya penerapan adat istiadat masyarakat dan mementingkan kehidupan duniawi. Hingga penyusupan paham asing dan radikal yang mengatasnamakan agama dan lain sebagainya.

Untuk mewujudkan Kaltim yang aman, kerjasama Pemerintah dan para ulama harus dipertahankan dan ditingkatkan. Apalagi bangsa Indonesia melaksanakan pesta demokrasi pilpres dan pileg 2019.

Selain itu, Elto mengharapkan peran MUI baik Provinsi maupun di Daerah dapat bersinergi membantu mengatasi permasalahan  yang terjadi di wilayahnya. Selain bisa membentengi berbagai aliran yang masuk ke masyarakat.

“Mari kita bersatu padu meningkatkan persatuan dan kesatuan untuk kemajuan umat, masyarakat, bangsa dan Negara yang kita cintai bersama,” tegasnya .(diskominfo/ris)

 

Diskominfo Bahas Koordinasi Pemanfaatan Menara Pemprov Kaltim

Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim melalui Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) melaksanakan Rapat koordinasi pinjam pakai pemanfaatan menara. Bangunan ini rencananya akan digunakan beberapa pihak untuk berbagai keperluan.

Kepala Diskominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah mengatakan maksud dan tujuan pertemuan ini agar ada kesepahaman dan tanggungjawab bersama mengenai pinjam pakai pemanfaatan menara.

“Kita tidak menuntut banyak. Hanya pemeliharaan dan perawatan. Saya ingin aset terjaga dengan baik karena menara bersama itu penting dan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Diddy usai membuka rapat pemanfaatan menara di Ruang Rapat WIEK Diskominfo, Rabu (13/2).

Sementara, Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Agung Masuprianggono mengatakan nantinya penggunaan menara akan diatur melalui MoU antaran pemerintah dan pengguna. Namun penandatanganan masih ditunda karena ada beberapa hal teknis yang masih harus diatur. Termasuk penggunaan izin frekuensi.

“Karena jelas penggunaan frekuensi itu harus ada izinnya. Tadi Balai Monitoring (Balmon) mengingatkan agar frekuensi yang digunakan di wilayah Kaltim banyak yang belum memiliki izin. Termasuk yang digunakan beberapa OPD seperti BPBD, Satpol PP dan Kesbangpol. Makanya penandatanganan MoU ini sementara ditunda dulu,” ucap Agung.

Diharapkannya, kepada OPD segera mengurus izin. Kalau izinnya sudah legal baru ditindaklanjuti melalui MoU terkait pemanfaatan menara ini. (Diskominfo – Rzk).

Dinas Perkebunan Laksanakan Rakor Atasi Masalah Di Kaltim

SAMARINDA – Perkebunan merupakan sub sektor strategis yang secara ekonomis, ekologis dan sosial budaya memainkan peran penting dalam pembangunan Nasional. Dalam pelaksanaannya, pembangunan perkebunan tidak hanya difokuskan sektor hulu namun juga memperhatikan sektor hilir.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad pada Rapat Koordinasi Pembangunan Perkebunan 2019 di Hotel Midtown Samarinda, Rabu (13/2)

Menurutnya, sektor perkebunan dihadapkan pada beberapa permasalahan. Antara lain lambatnya realisasi pembangunan perkebunan yang menyebabkan rendahnya efisiensi pemanfaatan lahan pada pola ruang perkebunan. rendahnya produktivitas kebun rakyat dan pengembangan komoditas perkebunan non sawit terhambat.

“Masalah pemasaran dan lambatnya pembangunan industri hilir komoditas perkebunan juga turut menjadi masalah. Termasuk kampanye negatif dan tuntutan isu lingkungan di sektor perkebunan, pengelolaan data sektor perkebunan masih lemah serta masih rendahnya kapasitas institusi dan kelembagaan pekebunan,” terang Ujang.

Menjawab permasalahan tersebut, maka dilaksanakan rapat koordinasi pembangunan perkebunan yang diharap menjadi wahana komunikasi dalam evaluasi dan menyiapkan rencana program/kegiatan untuk mewujudkan pembangunan perkebunan di Kaltim.

“Semoga rapat koordinasi menghasilkan kesepakatan yang mendukung peningkatan kesejahteraan pekebun melalui pengelolaan pascapanen dan nilai tambah untuk meningkatkan pemasaran dan daya saing produk perkebunan di Kaltim,” pintanya.

Pelaksanaan Rapat Koordinasi Perkebunan se Kaltim dilaksanakan pada 13 Februari. Dilanjutkan studi tiru pada tanggal 14 hingga 16 februari 2019 di Yogyakarta. (diskominfo/ris)