Kaltim Siap Implementasikan FCPF-Carbon Fund

Kaltim Siap Implementasikan FCPF-Carbon Fund

SAMARINDA- Program penurunan emisi merupakan bagian upaya yang signifikan dari pemerintah Provinsi dan Nasional dalam mengurangi deforestasi dan degradasi hutan dan untuk memastikan langkah untuk pembangunan hijau kaltim dan Indonesia.

“Saya meminta agar daerah menjalankan program ini secara sungguh-sungguh, karena Kaltim ditunjuk sebagai percontohan awal pelaksanaan program ini dan juga melibatkan negara dalam kesepakatannya,” ucapnya pada Launching dan Talkshow proses Pre- Negosiasi ERPA FCPF-Carbon Fund di Kaltim, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/9).

Menurut Gubernur Kaltim H. Isran Noor, menyebutkan  masyarakat Kaltim telah lama bertindak dalam menekan terjadinya penurunan  emisi dengan cara menjaga hutan-hutan Kaltim agar lestari. Meskipun Emission Reductions Payment Agreement (ERPA) belum ditandatangani, Kaltim sudah lebi dulu memprogramkan, terbukti  kaltim sudah melakukan penurunan emisi karbon.

Untuk itu, Kaltim siap mengimplementasikan Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-Carbon Fund) tahun 2020-2024. Hal ini selaras dengan visi Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat, khususnya dalam misi keempat yakni Berdaulat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam yang berkelanjutan. Penting menjadi catatan, bahwa setiap gerak pembangunan Kaltim harus tetap mendorong pertumbuhan ekonomi yang memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan hidup.

Dengan Talkshow yang dilaksanakan hari ini Gubeenur Isran berharap dapat digunakan sebaik-baiknya oleh para peneliti, masyarakat lokal dan pihak-pihak lainnya, sehingga nantinya hasil dari kegiatan ini bisa dimuat dalam kesepakatan.

Sementara itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLHK, Emma Rachmawaty bahwa dalam implementasi program penurunan emisi melalui mekanisme FCPF-Carbon Fund tahun 2020-2024 di Kaltim masih memerlukan dukungan kebijakan nasional. Tidak itu saja, upaya yang sudah dilakukan oleh Pemprov Kaltim untuk menginternalisasikan program penurunan emisi ke dalam RPJMD provinsi dan kabupaten merupakan keniscayaan. Keterlibatan  pihak swasta, masyarakat adat dan lokal, serta mitra pembangunan lainnya sangat diperlukan agar program ini berhasil.

Selain itu, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Agus Justianto mengatakan memasuki tahap negosiasi ERPA FCPF-Carbon Fund ini, saya berharap dapat semakin memperkuat komitmen Kaltim dalam melaksanakan pembangunan rendah emisi. Walaupun proses pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru di Kaltim, namun upaya pembangunan rendah emisi akan tetap menjadi komitmen Pemprov Kaltim. (diskominfo/ris)

Peringati ke 74 Tahun, RRI Gelar Jalan Sehat

SAMARINDA—- Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda menggelar jalan sehat dalam rangka memperingati hari Radio ke 74 tahun. Minggu (8/9)

Kurang lebih 500 orang terpantau ikut meramaikan jalan santai dimaksud. Sejak pukul 06.00 pagi masyarakat sudah berkumpul untuk mengikuti kegiatan jalan sehat yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini.

Sebelum memulai kegiatan jalan sehat para peserta juga bersama-sama melakukan pemanasan dengan melakukan senam

Tepat pukul 07.00 pagi jalan sehat yang diikuti angkasawan angkasawati, pensiunan RRI serta masyarakat kota Samarinda dilepas oleh Kepala RRI Samarinda Khalidiraya. Para peserta jalan sehat bergerak dengan menggunakan rute dimulai dari Kantor RRI Samarinda, melewati Jl. Wahid Hasyim dan kembali menuju kantor RRI.

Dalam jalan sehat ini memperebutkan ratusan undian merarik, seperti sepeda gunung, kulkas,mesin cuci , kipas angin, kompor gas  dan ratusan undian menarik lainnya.

Disela-sela jalan sehat Khalidiraya mengatakan, Jalan sehat ini merupakan rangkaian kegiatan hari Bakti radio ke 74 tahun 2019 selain kegiatan olahraga juga menggelar bakti sosial dengan mengunjungi pensiunan pegawai yang sakit dan ke makam para pensiunan serta memberikan bantuan sembako kepada panti Asuhan yang ada di kota Samarinda.

“Memang setiap tahun kita adakan jalan sehat dan terbukti hari ini kita bagikan 500 kupon itupun masih kurang,” katanya

Khalidiraya mengatakn, untuk puncak peringatan Hari Radio ke-74 tahun 2019 akan dilaksanakn upacara bendera dihalaman kantor RRI dan Syukuran penyulutan obor di Studio Sikarut  pada tanggal 11 September 2019.

Sementara salah seorang peserta jalan sehat, Sumardi mengatakan walaupun sudah purna tugas di RRI, para pensiunan ikut dilibatkan dan diperhatikan. Tentunya dengan usia RRI yang genap ke 74 diharapkan bisa eksis ditengah maraknya perkembangan media massa di tanah air. (diskominfo/ris)

Prajurit Yonif Raider 600/Modang Mengajar Mengaji

MANGGARIS——Menjaga perbatasan dari penyusupan asing, sudah menjadi tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meski menghadapi berbagai keterbatasan, namun mereka diharuskan mampu melaksanakan seluruh tugasnya dengan baik. Selain menjalani tugas pokok sebagai penjaga perbatasan dan mengamankan perbatasan, TNI juga harus mampu membina warga lokal, bekerja sama dengan masyarakat setempat memberi penyuluhan pertanian, berkebun menanam jagung dan ubi di kebun tadah hujan yang tandus serta mengelola sawah, maupun lainnya.

Di samping tugas pokok pengamanan perbatasan RI tersebut, TNI juga memiliki kemampuan manunggal dengan rakyat melalui Pembinaan Teritorial. Dengan kata lain, Selama ini, TNI sesuai jati dirinya (sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional), selain mampu melaksanakan tugas pengamanan perbatasan sebagai tugas pokoknya Satgas Pamtas, juga mampu membantu masyarakat sekitar perbatasan dengan hal yang sangat baik dan sangat dirasakan langsung manfaatnya, seperti dengan ikut membantu warga / anak-anak sekitar pos-pos penjagaan membaca, menulis dan lain sebagainya. Bahkan tak ada juga prajurit tersebut berlaku sebagai guru ngaji terhadap anak-anak di daerah setempat, sebagaimana yang berlangsung di lingkungan warga Muslim perbatasan RI-Malaysia.

Dansatgas Yonif Raider 600/Modang Mayor Inf Ronald Wahyudi menuturkan dengan keterbatasan yang ada Personel Pos membuat Pondok untuk anak-anak belajar mengaji di depan Pos Sei Ular. Di Pondok berukuran 2,5×4 meter ini anak-anak belajar membaca ayat suci Al Quran dengan bimbingan personel Pos.

“Selama masa pertumbuhan dan perkembangan mental anak-anak, pendidikan agama merupakan unsur penting yang harus di tanamkan karena hal tersebut merupakan tiang pondasi untuk masa depan mereka,”terangnya

Lanjutnya, tahap demi tahap tingkat demi tingkat minat anak-anak yang awalnya hanya berjumlah 5 sampai 8 orang mulai bertambah setiap minggunya, dan saat ini tercatat sekitar 20 anak-anak beragam usia rajin setiap sore datang ke Pos untuk menimba ilmu agama dan mempertebal pondasi agamanya”, jelasnya.

Selain itu juga masyarakat berencana akan memberikan bantuan berupa tenaga dan bahan untuk memperluas dan memperbaiki Pondok tempat anak-anak mereka belajar mengaji supaya menambah minat anak-anak sekitar datang ke Pos untuk belajar Mengaji.

“Program ini akan kami jadikan program tetap dan akan kami sosialisasikan ke seluruh jajaran Pos Satgas Yonif Raider 600/Modang supaya dapat lebih dekat dengan masyarakat sekitar”, tegas Dansatgas.

Sumber Penrem 091/ASN

Jalan Sehat RRI Samarinda

Jalan santai diawali dengan senam bersama di Halaman RRI samarinda

 

“Olahraga menyehatkan tubuh dan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda, Khalidiraya

 

Kepsta LPP RRI Samarinda melepas peserta jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Radio yang ke 74

 

Dilihat dari pantauan peserta jalan sehat tampak memenuhi jalan

Sebelum pengundian doorprize masyarakat dihibur oleh artis ibu kota Samarinda

Kepsta RRI membacakan nomor undian pemenang hadiah utama

Foto bersama dengan pemenang hadiah utama jalan sehat

 

 

 

Masyarakat Kaltim Dan pembangunan Bangsa di Era industri 4.0

Samarinda- kuliah umum yang diadakan di lantai 3 Fakultas Ekonomi UNMUL digagas oleh Himpunan mahasiswa pasca sarjana Unmul Menghadirkan Dr.Hj.Meliana S.E,. M.M sebagai pemateri (7/9).

Kegiatan ini sebagai pembekalan bagi mahasiswa baru pasca sarjana sekaligus silahturahmi .

Sebagai alumni Unmul meliana berbagi cerita ketika dia masih menjadi mahasiswa dan memberikan motivasi bagi mahasiswa/i yang hadir.

“Akreditasi sebuah universitas adalah kehebatan para alumni yang sukses dimasa sekarang dan jangan dibanding-bandingkan dengan universitas lain” ucapnya

Iqbal Saputra Zana, S.Sos selaku ketua panitia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi para peserta yang notabene merupakan mahasiswa baru pascasarjana Universitas Mulawarman pada tahun 2019.

Menghadapi era industi 4.0, masarakat perlu mengikuti kemajuan tekhnologi agar tidak menjadi penonton.  Dengan adanya Himpunan mahasiswa pasca sarjana unmul diharapkan dapat membangun pendidikan lebih baik di Kaltim kedepannya.

 

Halda: Curhat Lebih Baik Ke Puspaga

SAMARINDA– Setiap orang pasti memiliki masalahnya masing-masing, maupun masalah berat ataupun ringan kedua-duanya sama-sama membutuhkan cara untuk menyelesaikan, namun bukan cara menulis permasalahan di status media sosial. Sebab dengan curhat ke media sosial tidak akan mendapatkan solusi tetapi malah justru berdampak hancurnya suatu hubungan, baik hubungan dalam rumah tangga, maupun hubungan dengan anak-anak.

“Jangan curhat di medsos, karena bukan solusi yang didapat tapi kehancuran, kalau ke Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) paling tidak akan menemukan solusi,” terang

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Halda Arsyad di Samarinda.

Halda mengatakan banyak faktor yang memicu kehancuran hubungan rumah tangga, orang ketiga, perselingkuhan dan curhat anak-anak remaja di medsos.

Curhat di Puspaga jelasnya, paling tidak menemukan solusi dari suatu permasalahan, baik maslaah rumah tangga, masalah anak ataupun bagi mereka yang baru mau membina suatu hubungan rumah tangga.

Selain itu, Puspaga diperuntukan untuk masyarakat umum dan tidak dipungut bayaran dan bertujuan untuk membantu para orang tua  bagaimana menghadapi suatun permasalahan yang terjadi.

Halda juga memberi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk datang dan berdiskusi secara gratis untuk datang ke Puspaga atau dapat menghubungi saluran telepone 08115539490.

STIPER Wisuda 129 Mahasiswa, SDM Handal Sokong Kemajuan Pertanian Kutim

KUTIM —  Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur kembali mewisuda 129 mahasiswanya, Selasa (3/9). Prosesi wisuda angkatan XIV tahun 2019 ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG), kawasan Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Berlanjutnya kegiatan wisuda STIPER tentunya menjadi bukti eksistensi dan berkembangnya perguruan tinggi andalan Kabupaten ini.

“Tentunya ini menyokong sumber daya manusia yang handal dibidang pertanian serta guna mendukung program Gerakan Pembangunan Desa Mandiri dan Terpadu (Gerbang Desa Madu),”jelas Ismu usai mengikuti rangkaian prosesi wisuda.

Ditambahkannya bahwa wisuda bisa disebut proses akhir yang pasti akan disambut suka cita oleh setiap mahasiswa tanpa terkecuali, baik Sarjana, Magister atau Doktor. Tapi sejatinya wisuda bukanlah proses akhir, tapi garis start dari pertempuran sebagai manusia dan seorang intelektual untuk menaklukan lingkungan, mendapatkan pekerjaan dan berbakti kepada orangtuanya.

Selain itu menjadi seorang wisudawan bukanlah sebatas pada euforia kegembiraan saja, namun merupakan gerbang awal untuk menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya. Sebab, seorang wisudawan adalah aktor yang memegang peranan penting dalam membangun Indonesia di masa depan.

“Sukses bukan hanya milik mereka yang lulus tepat waktu dan punya IPK tinggi melainkan jiwa entrepreneur dan pengalaman di lapangan tentunya bisa membuat pribadi yang kuat dalam pengembangan diri. Selain tetap menjalani progress pendidikan yang lebih tinggi lagi,”jelasnya. (DISKOMINFO/Lely)

Diskominfo Gelar Workshop Guna Wujudkan Kaltim Terbuka Dan Informatif

Samarinda – Diskominfo Kaltim menggelar Workshop Operator Pengelola Aplikasi Aspirasi Etam Kaltim dan Pemutakhiran Data Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik untuk mewujudkan Kaltim terbuka dan informatif yang berlangsung di Aula Kudungga Kantor Diskominfo Kaltim, Rabu (4/9).

Diskominfo menetapkan peningkatan kualitas pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik menjadi salah satu program prioritas dalam pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2019-2023.

Kepala Diskominfo Kaltim melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Hj Nurulita mengatakan kami selalu mendorong OPD Lingkup Kaltim untuk memperbaharui informasi publik lingkup instansi masing-masing.

“Pelaksanaan kegiatan Workshop ini guna mewujudkan Kaltim yang terbuka dan informatif,” ucap Nurulita.

Ia berharap, operator utusan masing-masing OPD yang mengikuti kegiatan agar dapat memahami secara jelas mekanisme pemuktahiran informasi dan dokumentasi. Sebab kegiatan ini tidak sebatas penyampaian materi, tetapi langsung praktek penggunaan aplikasi website yang ada.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan diwujudkan PPID dilingkungan Pemprov Kaltim yang berkompeten dalam rangka pelaksanaan UU Keterbukaan Informasi Publik.

Selain itu, setiap OPD juga harus melakukan penginputan data pada menu PPID pembantu di website OPD dan di input melalui admin yang telah diberikan kepada OPD oleh Tim IT Diskominfo, serta link informasi yang sudah terupload di website (PPID Utama).

Diketahui, Workshop sendiri dibuka oleh Sekretaris Diskominfo Kaltim Hj Eka Wahyuni mewakili Kepala Diskominfo Kaltim dan dihadiri Kasi Pengolahan Opini dan Komunikasi Publik Irene Yuriantini, Kasubag Umum Agus Priyanto serta Narasumber Fery dan Adi Setiawan. (Diskominfo – Rzk)

Kehadiran PKA Diharapkan Tingkatkan Waktu Luang Anak

SAMARINDA— Penyediaan Pusat Kreativitas Anak (PKA) merupakan sarana yang tepat untuk memastikan semua anak termasuk anak penyandang disabilitas dapat memanfaatkan waktu luang untuk berkreasi dan berkaya seni budaya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Noer Adenany mewakili Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim pada acara Sosialisasi Pusat Kreativitas Anak, di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Rabu (4/9)

Adenan mengatakan PKA perlu dibentuk untuk memastikan semua anak dapat beristirahat dan bersantai bermain dan turut serta dalam kegiatan-kegiatan rekreasi yang sesuai dengan usia anak yang bersangkutan.

Lanjutnya, membentuk dan mengembangkan PKA dengan baik dan berkelanjutan, maka Pemerintah termasuk Pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dituntut untuk bekerjasama mengembangkan PKA dengan membantu menyiapakan sarana dan prasarana serta fasilitator pemdampingan yang dapat membantu kegiatan yang menyenangkan dan tidak membahayakan anak serta menunjang terhadap arti penting partisipasi anak dalam melestarikan kebudayaan lokal.

Selain itu juga, Pemerintah Kaltim juga telah berperan dalam upaya pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya diantaranya adalah penyusunan profil permainan tradisional anak Kaltim yang kemudian hasilnya senantiasa di sosialisasikan melalui forum anak, gerakan literasi, sanggar budaya, pusat kuliner yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat edukasi sekaligus penyediaan ruang bermain anak.

“Saya harap dengan penyediaan PKA dapat meningkatkan pemanfaatan waktu luang anak diluar sekolah,” pintanya

Tambahnya dengan diadakan sosialisasi PKA menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap tumbuh kembang anak harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan aktivitas informal. (diskominfo/ris)

Aspirasi Balikpapan Dalam APEKSI Sebagai Ibu Kota

BALIKPAPAN — Walikota Balikpapan Rizal Effendy terus berinovasi dengan menyampaikan aspirasi bersama dengan Walikota lainnya bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Sabtu, (31/8). APEKSI bertujuan membantu anggotanya dalam melaksanakan otonomi daerah dan menciptakan iklim yang kondusif bagi pembentukan kerjasama antar pemerintah daerah.

Sejalan dengan semangat desentralisasi dan demokrasi, APEKSI telah membantu anggotanya untuk mencapai kesejahteraan sosial yang lebih baik melalui demokrasi, partisipasi masyarakat, keadilan dan akses yang sama untuk keragaman dan potensi setempat. Adapun rumusan aspirasi yang disampaikan antara lain mengenai status tenaga bantuan atau honorer di daerah-daerah dan dalam upaya mendorong pemerintah meningkatkan alokasi anggaran pemeliharaan serta pembangunan jalan nasional yang ada di Kota.

“Secara khusus saya menyampaikan kepada Pak Jusuf Kalla mengenai Persiapan Kaltim menjadi Ibukota Negara antara lain dalam mendorong dana bagi hasil (dbh) migas dinaikkan, ditingkatkan proyek strategis nasional di Kaltim termasuk di Balikpapan seperti perluasan bandara Sepinggan dan percepatan peningkatan pembangunan Institut Teknologi Kalimantan. Juga sarana transportasi,”jelas Rizal.

Dijelaskan pula bahwa, Wapres mengakui Balikpapan akan menjadi ramai karena merupakan salah satu kota penyangga utama dan akan meningkatkan infrastruktur penunjang.
Selain itu,  Balikpapan menerima apresiasi dari Ikatan Humas Indonesia sebagai salah kota terpopuler di media sosial. Tentu saja ini berkat keaktifan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi langsung ke masyarakat juga didukung media media sosial dan online di Balikpapan yang selalu update perkembangan kota. (DISKOMINFO/Lely)