Rudiantara : Ekonomi Digital Turunkan Ketimpangan

Era teknologi dinilai tidak hanya sekadar mengubah perilaku masyarakat. Pengaruh positif era teknologi yang bisa dirasakan yakni munculnya lapangan pekerjaan baru pada bidang digital. Selain itu, era teknologi digital berdampak bagi penurunan rasio gini yang dipakai untuk mengukur ketimpangan pendapatan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan ekonomi digital menurunkan rasio gini. Ketimpangan yang dimaksud ialah ketimpangan penghasilan masyarakat yang berpendapatan tinggi, dengan masyarakat yang berpendapatan rendah.

Untuk itu, Rudiantara menilai pada era digital, pelaku bisnis ini harus memikirkan bagaimana cara untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. 

“Contohnya kan sopir ojek konvensional, Sekarang berkat adanya Gojek jadi ada profesi ojek online. Sekarang pendapatan mereka meningkat. Lalu juga bagi yang tadinya tidak memiliki pekerjaan, jadi punya pendapatan rutin,” katanya.

Selain mengambil contoh profesi ojek online, Rudiantara mengatakan, saat ini sudah cukup banyak masyarakat yang membeli tiket pesawat melalui jasa online. Setelah sampai di bandara, pengguna baru menukarkan pesanan tiket dengan boarding pass. Tidak hanya dari sisi konsumen, era digital juga berdampak kepada bisnis. 

“Penghasilan mereka cukup besar, Garuda saja pendapatannya hampir US$4 miliar, belum dari Lion Air dan perusahaan lainnya. Kemudian ada hotel bintang, yang satu tahun pendapatannya bisa mencapai US$6 miliar,” katanya. 

Bisnis lain yang juga meraup keuntungan ialah perusahaan telekomunikasi. Pada 2020, proyeksi nilai industri ini diperkirakan menyumbang 11-12 persen ekonomi digital dari sektor tersebut.

“Angka tersebut jumlahnya sangat besar dari gross domestic product (GDP) suatu negara ASEAN yang kecil. Oleh karena itu kita harus percaya, mendorong ekonomi digital akan menurunkan rasio gini,” ujarnya.

 

Sumber : kominfo.go.id

Masuki Industri 4.0, Pemerintah Kembangkan Kualitas 20.000 IT di 2019

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan masuknya revolusi industri 4.0 harus disiapkan secara matang, salah satunya dengan penggodokan melalui sumber daya manusia (SDM).

“Perkembangan digital yang luar biasa pesat harus kita respon secara baik, semua ekosistem harus merespon secara cepat atas dinamika yang terjadi,” ucapnya di CIO Forum, Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (5/12). 

“SDM kemudian menjadi concern kita. Persiapan talenta-talenta berbasis IT harus dilakukan akselerasinya. Sekarang bahkan pertanian dapat menikmati manfaat teknologi lewat smart farming,” ujarnya. 

Oleh sebab itu, merespon revolusi industri 4.0, Rudiantara mengungkapkan, pemerintah akan mengembangkan sebanyak 20 ribu talenta terampil teknologi di tahun depan.

“Untuk akselerasi, pemerintah pada tahun 2019 akan menyiapkan untuk kembangkan 20 ribu talenta di level teknis (skilled labour) jadi terampil. Apakah untuk menguasai robotic, ataupun artificial intelligence (AI), dan sebagainya,” kata dia. 

“Jadi silabus yang bagus kita adopsi dan adjust. Teman-teman (perusahaan) bisa menggunakan talenta ini kedepannya,” tambahnya.

 

Sumber berita: www.merdeka.com 

Foto : Google

Tumblr Blokir Konten Porno Mulai 17 Desember

Jakarta – Tumblr mengambil kebijakan baru terkait konten yang diposting ke platformnya, yaitu akan memblokir konten-konten bermuatan pornografi mulai 17 Desember mendatang. Langkah Tumblr ini diambil untuk menghilangkan komunitas-komunitas terkait konten porno pada platformnya, dan melakukan perubahan fundamental terhadap bagaimana layanannya digunakan.

Konten porno yang akan dihapus adalah konten yang terkait seksualitas dan foto bugil, namun dengan sejumlah pengecualian. Langkah ini diambil Tumblr tak lama setelah mereka dihapus dari App Store milik iOS karena kejadian pornografi anak.

“Konten dewasa tak lagi dibolehkan di sini,” singkat Tumblr dalam postingan blognya, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (4/12).

Jadi mulai 17 Desember mendatang, konten-konten foto, video, dan GIF yang menunjukkan alat kelamin manusia, termasuk ilustrasi, akan dihapus dari Tumblr. Pengecualian diberikan pada patung-patung klasik, aksi protes yang melibatkan ketelanjangan, dan teks erotis.

Semua postingan itu nantinya akan ditandai dan dihapus menggunakan algoritma. Saat ini, Tumblr sudah mulai memberikan notifikasi pada pengguna dengan postingan yang melanggar aturan tersebut, dan menyebut postingan itu dalam waktu dekat akan disembunyikan agar tak bisa dilihat pengguna lain.

Pilihan untuk menyembunyikan postingan, atau dibuat menjadi privat, diambil agar postingan tersebut tak bisa di-reblog atau diposting ulang di halaman Tumblr lain. Namun pengguna juga mempunyai kesempatan untuk naik banding jika mereka menilai algoritma Tumblr salah dalam menilai postingan mereka.

Sejak didirikan pada 2007, Tumblr memang seperti menutup mata terhadap penyebaran konten dewasa di platformnya. Namun sejak dimiliki oleh divisi Oath milik Verizon, mereka mulai berbenah menghapus konten-konten tersebut.

Di Indonesia sendiri, Tumblr diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sejak Maret lalu. Saat itu Kominfo menyebut platform ini juga tidak memiliki mekanisme untuk melaporkan konten pornografi. Kemudian mereka mengirimkan email ke Tumblr yang memberi kesempatan untuk membersihkan konten pornografi di platform miliknya dalam waktu 2 x 24 jam. Namun karena tidak mendapat respons, akhirnya Kominfo memblokir delapan DNS milik Tumblr.

 

Sumber berita : www.detik.com

Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital, Indonesia Siapkan SDM untuk Hadapi Disrupsi

BANDUNG – Indonesia merupakan tempat yang menjanjikan bagi ekonomi digital. Hal itu dapat dilihat dari total populasi Indonesia sebesar 265,4 juta penduduk yang 50 persennya yaitu 132,7 juta penduduk sudah menggunakan internet. Fakta tersebut juga didukung dengan jumlah pengguna perangkat seluler yang mencapai 177,9 juta penduduk dan pengguna media sosial (medsos) seluler aktif sebesar 120 juta penduduk.

“Apalagi jumlah pengguna ponsel tembus 67 persen. Selain itu, dari hasil riset Google dan Temasek pada 2018, diprediksi Market Size Ekonomi Digital Indonesia mencapai USD 100 Miliar pada tahun 2025,” papar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika menyampaikan Kuliah Umum (Studium Generale) di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (28/11)

Mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika, Dirjen Ismail menyatakan Indonesia mempunyai tantangan untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Saat ini, hampir sebagian aplikasi yang menghiasi ponsel pintar kita merupakan aplikasi dari luar.

Dengan potensi yang ada mengenai ekonomi digital dan teknologi disruptif, akan juga terdapat tantangan lain yaitu bergesernya lapangan pekerjaan di masa depan. Pergeseran itu terjadi karena kehadiran teknologi dan era industri 4.0 yang memiliki karakter disruptif.

“Pekerjaan di sektor produksi akan tergantikan oleh teknologi seperti robot, namun begitu akan ada juga lapangan-lapangan pekerjaan baru yang dibutuhkan terutama di sektor teknologi informasi,” tambah Ismail.

Dengan adanya pergeseran itu, Indonesia harus siap untuk menghadapi perubahan dan pemerintah mau tidak mau harus turut serta. Menurut Dirjen Ismail, saat ini Kementerian Kominfo tengah menyiapkan SDM Indonesia agar bisa bersaing.  

“Dengan program Digital Talent yaitu program pelatihan dengan tema teknologi digital yang berkembang saat ini. Di 2018, terdapat berbagai tema pelatihan dan akan bertambah lebih banyak di 2019. Digital talent ini diharapkan bisa turut membantu Indonesia agar bisa bisa bersaing di era digital,” papar Ismail.

Dalam pandangan Ismail, soft skills bisa berupa keterampilan yang dapat diperoleh dari berbagai kesempatan, mulai dari berorganisasi, mengikuti berbagai diskusi dan seminar, dan kegiatan lain. Sedangkan wawasan holistik merupakan hal yang mutlak bagi mahasiswa saat ini agar kelak di dunia kerja bisa memberikan solusi yang nyata dan membuat juga perbedaan.

“Misalnya, mahasiswa informatika jangan hanya tahu tentang informatika saja, namun juga perlu tahu tentang dunia kesehatan, farmasi, dan bidang-bidang lainnya agar bisa memberikan solusi teknologi informasi di bidang-bidang tersebut,” tutup Ismail.

Sumber: Siaran Pers Kemenkominfo

Kecanduan, Orang Tua Diminta Batasi Penggunaan HP pada Anak

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Komisi I DPR RI mengadakan seminar bertajuk Mencetak Generasi Unggul di Era Teknologi Informasi, di Hotel Aston, Solo, Minggu (18/11).

Seminar yang dihadiri oleh ratusan orang tua dari Solo ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka. Diantaranya yakni Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, Direktur Keuangan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo, Ahmad Jauhari dan juga Pemerhati Parenting sekaligus dosen IAIN Surakarta, Hatta Syamsudin.

Seminar tersebut ditujukan agar masyarakat, terutama para orang tua agar lebih peduli dan bijak dalam penggunaan ponsel dan internet pada anak. Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis mengatakan, pola pengasuhan milenial berbeda dengan zaman dahulu.

Sangat memiliki peran dalam pengasuhan. Akan tetapi, tidak sedikit yang justru tidak bijak dalam pengawasannya. Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi anak ke depannya.

“Bagaimana teknologi komunikasi dan informasi ini bisa bermanfaat pada masa depan anak milenial. Makanya perlu dipersiapkan dengan baik, sehingga bisa menjadi generasi emas dan bukan sebaliknya,” urainya kepada JawaPos.com, usai mengisi seminar.

Abdul Kharis tidak menampik bahwa saat ini anak-anak usia SD sudah mempunyai ponsel. Padahal, pada usia tersebut belum waktunya untuk mempunyai ponsel.

“Jika orang tidak diberikan informasi yang cukup maka yang ada nantinya bukan menjadi generasi emas. Apalagi kalau orang tuanya gagap teknologi (gaptek). Makanya dalam seminar ini kami berikan informasi penggunaan internet yang positif,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerhati Parenting, Hatta Syamsudin mengungkapkan, bahwa berdasarkan asosiasi kedokteran di Kanada usia minimal anak diperbolehkan menggunakan ponsel adalah usia dua tahun. Itu pun penggunaannya dibatasi maksimal hanya satu jam saja.

“Usia 2-6 tahun itu maksimal satu jam, kemudian 6-18 tahun maksimal dua jam sehari. Kalau lebih bisa menimbulkan kecanduan,” ucapnya.

 

Sumber berita : https://www.kominfo.go.id

Foto : google

Mengenal Cloud Computing Lebih Jauh

SAMARINDA– Cloud Computing yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi komputasi awan beberapa tahun terakhir ini telah menjadi buzzword terpanas di dunia teknologi informasi (TI). Cloud computing membantu konsumen dan pebisnis untuk menggunakan aplikasi tanpa melakukan instalasi, mengakses file pribadi mereka di komputer manapun dengan akses internet. Teknologi ini memungkinkan efisiensi lebih dengan memusatkan penyimpanan, memory, pemrosesan, dan bandwith.

Contoh  cloud computing adalah Yahoo email atau Gmail. Anda tidak perlu software atau server untuk menggunakannya. Semua konsumen hanya perlu koneksi internet dan mereka dapat mulai mengirimkan email. Software manajemen email dan serber semuanya ada di cloud (internet) dan secara total dikelola oleh provider seperti Yahoo, Google, etc. Konsumen hanya perlu menggunakan software itu sendiri dan menikmati manfaatnya.

Analoginya adalah, “Jika anda membutuhkan susu, kenapa membeli sapi?” Yang semua pengguna butuhkan adalah manfaat menggunakan software atau hardware seperti mengirim email dll. Hanya untuk mendapatkan manfaat ini (susu) mengapa konsumen harus membeli sapi (software/hardware).

Syarat Cloud Computing yakni layanan bersifat “On Demand”, pengguna dapat berlangganan hanya yang dia butuhkan saja, dan membayar hanya untuk yang mereka gunakan saja. Misalkan sebuah sebuah internet service provider menyediakan 5 macam pilihan atau paket-paket internet dan user hanya  mengambil 1 paket internet maka user hanya membayar paket yang diambil saja.

Layanan bersifat elastis/scalable, di mana pengguna bisa menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang dia inginkan kapan saja dan sistem selalu bisa mengakomodasi perubahan tersebut. Misalkan user berlangganan internet pada yang bandwitchnya 512Kb/s lalu ingin menambahkan kecepatannya menjadi 512Kb/s kemudian user menelpon costumer service meminta untuk penambahan bandwitch lalu customer service merespon dengan mengubah bandwitc menjadi 1Mb/s.

Layanan sepenuhnya dikelola oleh penyedia/provider, yang dibutuhkan oleh pengguna hanyalah komputer personal/notebook ditambah koneksi internet.

Teknologi cloud akan memberikan kontrak kepada user untuk service pada 3 tingkatan yaitu Software-as-a-service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi denga Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan social network application seperti FaceBook.

Platform-as-a-service: hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini memungkinkan developer untuk tidak memikirkan hardware dan tetap fokus pada application development nya tampa harus mengkhawatirkan operating system, infrastructure scaling, load balancing dan lainya. Contoh nya yang telah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.

Infrastructure as Service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti  Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.

Software as a Service yaitu SaaS ini merupakan layanan Cloud Computing yang paling dahulu populer. Software as a Service ini merupakan evolusi lebih lanjut dari konsep ASP (Application Service Provider). Sesuai namanya, SaaS memberikan kemudahan bagi pengguna untuk bisa memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan. Sehingga tidak perlu mengeluarkan investasi baik untuk in house development ataupun pembelian lisensi. Dengan cara berlangganan via web, pengguna dapat langsung menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh penyedia layanan.

Platform as a Service (PaaS) yaitu Seperti namanya, PaaS adalah layanan yang menyediakan modul-modul siap pakai yang dapat digunakan untuk mengembangkan sebuah aplikasi, yang tentu saja hanya bisa berjalan diatas platform tersebut. Seperti juga layanan SaaS, pengguna PaaS tidak memiliki kendali terhadap sumber daya komputasi dasar seperti memory, media penyimpanan, processing power dan lain-lain, yang semuanya diatur oleh provider layanan ini. Pionir di area ini adalah Google AppEngine, yang menyediakan berbagai tools untuk mengembangkan aplikasi di atas platform Google, dengan menggunakan bahasa pemrograman Phyton dan Django

Infrastructure as a Service (IaaS) yaitu IaaS terletak satu level lebih rendah dibanding PaaS. Ini adalah sebuah layanan yang “menyewakan” sumberdaya teknologi informasi dasar, yang meliputi media penyimpanan, processing power, memory, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya.

Model bisnisnya mirip dengan penyedia data center yang menyewakan ruangan untuk co-location, tapi ini lebih ke level mikronya. Penyewa tidak perlu tahu, dengan mesin apa dan bagaimana caranya penyedia layanan menyediakan layanan IaaS. Yang penting, permintaan mereka atas sumberdaya dasar teknologi informasi itu dapat dipenuhi. Perbedaan mendasar dengan layanan data center saat ini adalah IaaS memungkinkan pelanggan melakukan penambahan/pengurangan kapasitas secara fleksibel dan otomatis.

Sumber: Indra Wahyudi

 

 

Perkembangan TIK Berikan Kemudahan Pertemuan Tak Tatap Muka Melalui MoD

SAMARINDA— Perkembangan dunia Teknologi, Informasi dan Komunikasi saat ini telah mengalami kemajuan pesat. Fenomena ini juga merambah ke lingkungan pemerintahan sebagai suatu organisasi perangkat daerah yang bertugas untuk melayani masyarakat. Demi kemudahan, Pemprov Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melakukan berbagai inovasi, salah satunya adalah Meeting on the Desk (MoD).

MoD ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Kaltim yang sadar bahwa seorang Gubernur secara fisik tak mungkin ada dimana-mana namun eksistensinya akan terus ada. Maka dari itulah, MoD muncul untuk mengiringi era digitalisasi yang tak bisa dihindari saat ini. Hal tersebut dikatakan Kabid TIK Diskominfo Kaltim, Dianto, pada acara Sosialisasi Cloud Computing, Rabu (14/11).

MoD sendiri merupakan salas satu fitur layanan yang diselengarakan Diskominfo Provinsi Kalimantan Timur dengan menggunakan teknologi sumber terbuka (Open Source) yang dapat diandalkan sebagai salah satu layanan video conference berbasis web. Penggunaan MoD (Meeting On the Desk) adalah untuk alat komunikasi tradisional seperti email, telepon, dan faks dengan sistem video conferencing berbasis web multilateral. Dirancang untuk memudahkan komunikasi dengan jelas dan berkolaborasi secara bersamaan.

MoD dimaksud untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi pemda Kaltim dengan melakukan efesiensi waktu rapat yang selalu terkendala karens adanya mobilisasi dan kerterbatasan ruang rapat yang dilakukan secara konfensional.

“Dengan menerapkan rapat MoD peseta tidak lagi harus saling menunggu peserta atau ruangan yang sedang dalam mobilisasi menuju lokasi rapat. Perserta cukup melakukan web conferencing melalui aplikasi Web Browser yang umum digunakan untuk berselancar atau mengakses situs-situs web informasi ataupun media sosial,” paparnya.

Untuk dapat melakukan MoD peseta web conferencing memerlukan PC/Laptop dan akses jaringan dengan standar minimum yakni PC/Laptop dengan kamera depan built-in atau dapat  menggunakan USB Camera terpisah, terinstall aplikasi Web Browser Chrome atau Firefox versi terakhir (update), built-in input Mic dan Sound System, perangkat akses jaringan Wifi atau LAN Card, dan memiliki akses jaringan Internet minimal 1 Mbps dengan ration 1:1. (Diskominfo Kaltim / Cht)

 

Gaet Kab/Kota, Diskominfo Gelar Pelatihan Digital Forensics

SAMARINDA– Perkembangan dunia cyber atau dunia teknologi informasi dan komunikasi telah menyebabkan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya secara signifikan berlangsung cepat. Perubahan peradaban manusia secara global dan menjadikan dunia ini menjadi tanpa batas, tidak terbatas. Kehidupan masyarakat modern yang serba cepat menjadikan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sesuatu harga mutlak, menjadi kebutuhan primer setiap orang.

Pemanfaatan teknologi tidak selamanya untuk kesejahteraan, kemajuan dan peradaban manusia saja, karena di sisi lain teknologi informasi dan komunikasi ini menjadi suatu senjata ampuh untuk melakukan tindakan kejahatan seperti maraknya prostitusi, perjudian di dunia maya, pembobolan atm lewat internet, pemanfaatan media sosial dan pencurian data-data perusahaan melalui internet, yang semuanya termasuk dalam kejahatan penyalahgubaan transaksi elektronik.

Melihat perubahan teknologi yang saat ini juga telah berkembang pada penelusuran digital forensics, maka Diskominfo Prov Kaltim mengundang Diskominfo Kab/Kota dengan menghadirkan nara sumber Josua. M. Sinambela untuk memaparkan pengetahuan mengenai digital forensics.

Terdapat empat elemen Kunci Forensik yang harus diperhatikan berkenaan dengan bukti digital dalam Teknologi Informasi, adalah sebagai berikut :

  1. Identifikasi dalam bukti digital (Identification/Collecting Digital Evidence).

Merupakan tahapan paling awal dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan, dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah penyelidikan.

  1. Penyimpanan bukti digital (Preserving Digital Evidence).

Bentuk, isi, makna bukti digital hendaknya disimpan dalam tempat yang steril. Untuk benar-benar memastikan tidak ada perubahan-perubahan, hal ini vital untuk diperhatikan. Karena sedikit perubahan saja dalam bukti digital, akan merubah juga hasil penyelidikan. Bukti digital secara alami bersifat sementara (volatile), sehingga keberadaannya jika tidak teliti akan sangat mudah sekali rusak, hilang, berubah, mengalami kecelakaan.

  1. Analisa bukti digital (Analizing Digital Evidence).

Barang bukti setelah disimpan, perlu diproses ulang sebelum diserahkan pada pihak yang membutuhkan. Pada proses inilah skema yang diperlukan akan fleksibel sesuai dengan kasus-kasus yang dihadapi. Barang bukti yang telah didapatkan perlu diexplore kembali beberapa poin yang berhubungan dengan tindak pengusutan, antara lain:

  1. Siapa yang telah melakukan.
  2. Apa yang telah dilakukan (Ex. Penggunaan software apa)
  3. Hasil proses apa yang dihasilkan.
  4. Waktu melakukan. Setiap bukti yang ditemukan, hendaknya kemudian dilist bukti-bukti potensial apa sajakah yang dapat didokumentasikan.
  5. Presentasi bukti digital (Presentation of Digital Evidence).

Kesimpulan akan didapatkan ketika semua tahapan tadi telah dilalui, terlepas dari ukuran obyektifitas yang didapatkan, atau standar kebenaran yang diperoleh, minimal bahan-bahan inilah nanti yang akan dijadikan “modal” untuk ke pengadilan. Proses digital dimana bukti digital akan dipersidangkan, diuji otentifikasi dan dikorelasikan dengan kasus yang ada. Pada tahapan ini menjadi penting, karena disinilah proses-proses yang telah dilakukan sebelumnya akan diurai kebenarannya serta dibuktikan kepada hakim untuk mengungkap data dan informasi kejadian.

Untuk lebih mempermudah mengerti berikut ini adalah mekanisme kerja seorang ahli digital forensik. Ada beberapa tahap, yang utama adalah setelah menerima barang bukti digital harus dilakukan proses acquiring, imaging atau bahasa umumnya kloning yaitu mengkopi secara presisi 1 banding 1 sama persis.

Misalnya ada hard disc A mau kloning ke hard disc B, maka hard disc itu 1:1 persis sama isinya seperti hard disc A walaupun di hard disc A sudah tersembunyi ataupun sudah dihapus (delete). Semuanya masuk ke hard disc B. Dari hasil kloning tersebut barulah seorang digital forensik melakukan analisanya. Analisa tidak boleh dilakukan dari barang bukti digital yang asli karena takut mengubah barang bukti. Jika dalam bekerja melakukan kesalahan di hard disk cloning, maka bisa di ulangi lagi dari yang aslinya. Jadi tidak perlu melakukan analisa dari barang bukti asli.

Kedua, menganalisa isi data terutama yang sudah terhapus, tersembunyi, terenkripsi, dan history internet seseorang yang tidak bisa dilihat oleh umum. Misalnya, apa saja situs yang telah dilihat seorang teroris, kemana saja mengirim email, dan lain-lain. Bisa juga untuk mencari dokumen yang sangat penting sebagai barang bukti di pengadilan. Jadi digital forensik sangat penting sekarang.

 

Pelatihan Digital Forensics di adakan di Diskominfo Kaltim

Diketahui bahwa perkebangan dunia Cyber atau dunia Teknologi informasi dan Komunikasi telah menyebabkan perubahan Sosial, Ekonomi dan budaya secara signifikan. Hal ini dijelaskan oleh Drs. Dianto saat membacakan sambutan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kaltim di Acara Pelatihan Digital Forensics di WIEK Diskominfo Prov. Kaltim

 

Pelatihan Digital Forensics yang dihadiri oleh peserta dari Diskominfo Kab/Kota Se Kalimantan Timur dan Relawan TIK.

 

Drs. Dianto, M.Si Kabid TIK selaku Narasumber saat memaparkan Materi.

 

Josua M. Sinambela.,M.Eng saat memaparkan Materi tentang Digitan Forensics, beliau didatangkan langsung dari D.I Yogyakarta untuk menjadi Narasumber di Pelatihan ini.

 

 

Besok, Diskominfo Akan Gelar Pelatihan Digital Forensics

SAMARINDA— Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Prov Kaltim akan menggelar pelatihan Digital Forensics dalam rangka mensosialisasikan kegiatan Digital Forensics, Teleconference dan Cloud Computing. Kegiatan tersebut rencananya akan diikuti oleh Diskominfo Kab/Kota se-Kaltim dan berlangsung selama satu hari pada 13 November 2018.

Digital Dorensics atau Forensik digital dapat juga diartikan sebagai pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber daya komputer yang mencakup sistem komputer, jaringan komputer, jalur komunikasi, dan berbagai media penyimpanan yang layak untuk diajukan dalam sidang pengadilan

Landasan forensik digital ialah praktik pengumpulan, analisis, dan pelaporan data digital. Investigasi forensik digital memiliki penerapan yang sangat beragam. Penggunaan paling umum adalah untuk mendukung atau menyanggah asumsi kriminal dalam pengadilan pidana atau perdata.