Diskominfo Kaltim Sosialisasi Penggunakan Aplikasi E-Office Buatan Sendiri

Samarinda – Electronic Office (e-Office) merupakan layanan aplikasi yang dikembangkan oleh Fery sebagai Pranata Komputer Bidang APTIKA Diskominfo Kaltim dengan konsep Paperless guna meminimalisir penggunaan kertas dalam administrasi perkantoran, korespondensi surat-menyurat bagi setiap pejabat suatu institusi secara elektronik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Diddy Rusdiansyah mengundang seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Alih Daya (TAD) di lingkup Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim guna mengikuti rapat terkait penerapan aplikasi E Office di Ruang Kudungga, Selasa (14/1).

Pada kesempatan ini Fery juga mempresentasikan aplikasi buatannya, Mulai dari proses hingga sistem kerja aplikasi e-Office, secara rinci dan detail Fery memaparkan dihadapan puluhan pegawai Diskominfo Kaltim.

“Aplikasi buatan Fery dan Kawan-kawan ini dinggap Diddy paling sempurna, karena dulu waktu di DPMPTSP saya pernah mengembangkan namum tidak sesempurna ini,” Ujar Diddy.

Dengan diterapkannya Undang-Undang (UU) nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau yang lebih kita kenal dengan UU ITE, pengelolaan persuratan yang semula menggunakan kertas dapat dilaksanakan dengan menggunakan dokumen digital.  Saat ini, pengelolaan persuratan masih menggunakan  pola lama dengan menggunakan kertas dan ditandatangan oleh pejabat yang berwenang.

“Kita akan gunakan, jika tidak digunakan kita tidak tahu aplikasi ini sempurna atau tidak, kedepan pasti akan ada perbaikan oleh karena itu kita mulai dari kantor kita terlebih dahulu,” Tambah Diddy.

Diddy akan membuat surat edaran ke seluruh PNS dan TAD di lingkup Diskominfo Kaltim yang ingin belajar secara khusus akan membuka kelas mulai tanggal 14 – 19 Januari 2020 di Laboratorium Komputer Diskominfo Kaltim.

“Setelah itu pada tanggal 20 Januari 2020 kita akan mulai menggunakan aplikasi ini, dan pada tanggal 1 Februari 2020 kita akan menerapkan aplikasi secara penuh dimulai dikantor kita terlebih dahulu” Ungkap Diddy.

Diskominfo Kaltim Launching Aplikasi Aspirasi Etam

Diskominfo Kaltim Launching Aplikasi Aspirasi Etam

Samarinda – Di era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat pesat. Hal ini menjadi nilai positif dan dapat dimanfaatkan Pemerintah dalam hal meningkatkan layanan kepada masyarakat, untuk menampung dan menyalurkan aspirasi/aduannya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Tuntutan masyarakat atas tata kelola pemerintahan yang baik menjadikan pemberian pelayanan sebagai salah satu sektor yang perlu mendapat prioritas, khususnya terkait manajemen pelayanan aspirasi dan aduan masyarakat yang ada di sektor publik. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan prioritas utama dibidang pelayanan atas aspirasi/pengaduan yang berasal dari masyarakat.

Pelayanan yang baik, efisien dan efektif dapat memberikan harapan akan terpenuhinya rasa keadilan dan tersalurkannya aspirasi masyarakat. Layanan aspirasi masyarakat merupakan elemen penting bagi instansi daerah, karena layanan ini bertujuan memperbaiki kinerja dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah.

Maka, dengan itu Dinas Komunikasi dan Informatikan Kaltim mengadakan Rapat Koordinasi Media Massa dan Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Senin (9/9).

Acara ini juga bersamaan dengan di launchingnya aplikasi Aspirasi Etam sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya melalui Seksi Pengelolaan Domain dan Aplikasi, Bidang Aplikasi Informatika, memiliki peran penting dalam urusan pengembangan aplikasi dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Menjalankan amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik yang mewajibkan kepada seluruh badan publik untuk memberikan dan menyebarluaskan informasi kepada publik” Ungkap Sekretaris Diskominfo Kaltim Eka Wahyuni saat membacakan laporan panitia.

Eka juga menambahkan Dengan diterapkannya aplikasi Aspirasi Etam ini, diharapkan aspirasi/aduan masyarakat dapat terlayani dan meningkatkan kinerja ASN agar pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.

Diharapkan pengembangan aplikasi ini akan lebih meningkatkan kualitas dan meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses penggunaannya.

 

Aspirasi Etam, Melayani Aduan Masyarakat Kaltim

Samarinda– Meningkatnya tuntutan masyarakat atas tata kelola pemerintahan yang baik menjadikan pemberian pelayanan sebagai salah satu sektor yang perlu mendapat prioritas. Khususnya terkait manajemen pelayanan aspirasi dan aduan masyarakat yang ada di sektor publik.

Karenanya, Pemprov Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melakukan pengembangan aplikasi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Aplikasi yang dimaksud adalah layanan Online Penyampaian Aspirasi/Aduan Masyarakat Provinsi Kalimantan Timur (Aspirasi Etam).

Sekretaris Diskominfo Eka Wahyuni menjelaskan  sudah menjadi kewajiban Pemerintah memberikan prioritas utama dibidang pelayanan atas aspirasi atau pengaduan yang berasal dari masyarakat. Pelayanan yang baik dan efisien dapat memberikan harapan akan terpenuhinya rasa keadilan dan tersalurkannya aspirasi masyarakat.

“Layanan aspirasi masyarakat merupakan elemen penting bagi instansi daerah, karena layanan ini bertujuan memperbaiki kinerja dan menindaklajuti aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan,” jelasnya, Kamis (5/9).

Ditambahkan Eka, Aspirasi Etam memiliki banyak manfaat. Sesuai tujuannya, nanti dapat digunakan untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat sebagai upaya keterbukaan informasi publik. Dengan adanya aspirasi ini, tidak hanya laporan yang bisa dikirim masyarakat. Namun juga aspirasi atau gagasan bisa masuk dan diterima Pemerintah.

“Diharapkan adanya aspirasi aduan masyarakat yakni Aspirasi Etam menjadi wadah untuk dapat dengan mudah melayani masyarakat, sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien. Menjadi nilai lebih dari penilaian Keterbukaan Informasi Publik,” harapnya. (Diskominfo/Cht)

Diskominfo Kaltim Gelar Workshop Pemutakhiran Data Website PPID

Samarinda– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim telah melakukan penyempurnaan website. Ini merupakan upaya memberikan kemudahan pelayanan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) kepada masyarakat. Karenanya, perlu dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Kaltim untuk memasukkan data sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Menindaklanjuti hal tersebut, Diskominfo menggelar Workshop Pemutakhiran Data Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemprov Kaltim dalam rangka penilaian pemeringkatan badan publik dari Komisi Informasi terkait OPD wajib untuk memiliki website masing-masing. Peserta workshop sebanyak 39 OPD yang ada dilingkup Pemerintah Prov. Kaltim yang dibagi tanggal 4 dan 5 September 2019.

Sekretaris Dinas Kominfo Kaltim Eka Wahyuni menerangkan website di tiap-tiap OPD Prov Kaltim harus sudah upgrade data dari masing-masing website untuk saling berintegrasi dengan website PPID Utama Prov. Kaltim yang sudah dilakukan pembaharuan website.

“Setiap SKPD yang melakukan updating konten website seperti berita-berita kegiatan SKPD, program dan kegiatan SKPD, dokumentasi-dokumentasi kegiatan OPD dan informasi – informasi yang berkaitan dengan pelayanan publik di OPD akan terintegrasi dengan website PPID Utama Kaltim,” terangnya, Rabu (4/9).

Selain itu, lanjutnya, setiap OPD juga harus melakukan penginputan data pada menu PPID pembantu di website OPD dan di input melalui  admin yang telah diberikan kepada OPD oleh Tim IT Diskominfo. Disertai link informasi yang sudah terupload website PPID Utama. Setiap admin dari SKPD akan memiliki akses ke website  PPID Utama.

“Tujuan kita dengan workshop ini untuk mewujudkan PPID dilingkungan Pemprov Kaltim yang berkompeten dalam rangka pelaksanaan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik.  Pemuktahiran informasi dan dokumentasi guna mewujudkan Kaltim yang terbuka dan informatif,” jelasnya. (Diskominfo/Cht)

Puluhan Guru Ikuti Diklat Pendidikan Era Revolusi industri 4.0

SAMARINDA –Puluhan Guru-Guru Se-Kalimantan Timur mengikuti Pelatihan Implementasi Pendidikan Industri 4.0. Pelatihan tersebut berkat kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim dengan Dinas Pendidikan Provinsi kaltim dan Kementrian Pendidikan, bertempat di Gedung Kudungga Kantor Diskominfo Provinsi Kaltim (20/8).

Dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Diddy Rusdiansyah dalam sambutanya menyampaikan pentingnya meningkatkan kecerdasan masyarakat dengan adanya aplikasi -aplikasi pendidikan yang ada di smartphone dan kedepanya akan bekerja sama dengan Perpustakaan daerah provinsi Kaltim untuk melakukan menyebarkan link buku online.

Lanjut, tujuan diadakannya pelatihan ini untuk membekali para guru yang terkendala teknis dalam aplikasi online. Adapun Tantangan yang dihadapi para guru saat ini iyalah semua kegiatan yg dilakukan para siswa sudhh beralih ke teknologi. Dimana para siswa memperoleh informasi dan ilmuu dari aplikasi di smartpone .

diharapkan dengan adanya pelatihan ini para guru bisa berkolaborasi kemajuan teknologi industri 4.0 dalam dunia pendidikan.

Dunia pendidikan sekarang mengikuti perkembangan zaman , dengan adanya aplikasi-aplikasi berkonten pendidikan mempermudah para siswa memperoleh ilmu secara langsung melalui smartphone .

Mempermudah Transaksi Pegelolaan Persediaan melalui Aplikasi SIKAP

Samarinda – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Prov Kaltim mengadakan Sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Kaltim untuk Aset Persediaan (SIKAP) Tahun 2019 yang dilaksanakan di Gedung Olah Bebaya Halaman Kantor Gubernur Katim pada Senin (19/8).

Kepala BPKAD Prov Kaltim Muhammad Sa’duddin memberikan sedikit sambutan sekaligus membuka acara secara resmi mengatakan bahwa sosialisasi ini menjadi dampak positif dalam rangka penyamaan persepsi dan pemahaman dikalangan Pengurus Barang dan Pengurus Barang Pembantu terkait pengelolaan persediaan yang baik dan benar.

“Lakukan Gerakan perubahan dimulai dari sekecil apapun, karena pasti akan memberikan hasil. Saya juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jerih payah Pengurus Barang dan  Pengurus Barang Pembantu dalam menata pelaksanaan pengelolaan barang milik daerah dan pengelola keuangan” ujarnya.

Dia mengatakan Pelaksanaan akutansi dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan bagi Pemerintah Daerah selama ini berbasis kas. Sejak 2015 penerapan Standar Akutansi  Pemerintah (SAP) yang mengacu pada Berbasis Akrual.

“Dengan penerapan kebijakan SAP yang berbasis akrual dituntut kepada Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan lebih dini perangkat teknologi atau system aplikasi yang mempermudah Pengurus Barang dalam menjalankan  transaksi persediaan setiap saat secara periodik” katanya.

Dia menambahkan sejak 5 tahun terakhir ini Pengurus Barang dan Pengurus Barang Pembantu seluruh Perangkat Daerah dan UPTD Pemprov Kaltim telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI atas laporan keuangan.

“System pengendalian intern ini sangat di perlukan dan berpengaruh terhadap kinerja pengelolaan persediaan serta pengelolaan keuangan. Peran dan fungsi nya juga dapat dengan mudah dipertanggungjawabkan” tambahnya.

Harapnya, seluruh peserta Sosialiasasi SIKAP Tahun 2019 untuk Persediaan dapat menambah pengetahuan serta menambah wawasan terhadap pengelolaan persediaan.

Medsos Bantu Sosialisasikan Program Generasi Berencana

SAMARINDA— Generasi muda saat ini sangat erat dengan penggunaan teknologi, mulai dari mencari informasi, bermain maupun berinteraksi di media sosial. Hanya saja kemajuan teknologi ini tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga bisa menimbulkan dampak negatif.

Maraknya penggunaan media sosial di kalangan remaja menjadi salah satu tantangan dalam pembinaan remaja saat ini. Media sosial apabila digunakan dengan baik dapat membantu mensosialisasikan program generasi berencana dengan jangkauan yang sangat luas. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Kaltim, Eli Kisnaeli, usai membuka acara penguatan digital leadership bagi pengelola program BKR yang digelar di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Senin (5/8).

Eli mengatakan BKKBN selalu memberikan informasi dan mengedukasi para remaja agar dapat menjadi remaja yang berprestasi dan berkualitas, memanfaatkan media online agar dapat lebih dekat dengan para remaja.

Lanjutnya, Remaja sebagai pengguna aktif terbanyak dan hampir setiap hari menggunakan media sosial. Secara langsung pesan atau informasi yang ada di media sosial sangat cepat tersebar pada kalangan remaja. Belum sempurnyanya kematangan pemikiran remaja membawa pengaruh negarif terhadap informasi yang tidak baik melalui sosial. Seperti yang diketahui, media sosial merupakan wadah bagi remaja untuk menuangkan kebebbasan berekspresi baik itu bentuk gambar ataupun pesan-pesan yang terkadang menyesatkan.

Dia juga mengatakan saat ini mesia sosial dan internet menjadi sumber utama masyarakat dalam mencari informasi, oleh karena itu media sosial dapat dimanfaatkan dengan baik agar penyebarluasan informasi tentang program generasi berencana agar cakupan kelompok Bina Ketahanan Remaja (BKR) dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) bisa berkembang dibera digital saat ini.

Diharapkan para remaja menjadi generasi penerus bangsa yang mampu dihandalkan dengan berkarya dan manfaatkan teknologi dengan baik dan mengisi dengan kegiatan yang positif. (diskominfo/ris)

24 Tim Berlomba Rubah Kawasan Citra Niaga Versi Digital

Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mengadakan Hackathon 2.0 ajang ini merupakan ajang berkumpulnya para penggiat teknologi, penggiat IT, mahasiswa, dan programmer untuk membangun aplikasi atau software yang menjadi solusi masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi pengembangan proyek perangkat lunak yang ditujukan untuk kelompok penggiat bidang TIK yang berdomisili di Kalimantan Timur. Kegiatan kali ini mengusung tema “Smart Citra Niaga” Acara berlangsung 3 – 4 Agustus 2019 di Command Center Diskominfo Samarinda.

Sebanyak 24 tim akan memperebutkan total hadiah 22,5 Juta Rupiah, Mereka akan membuat aplikasi tentang pengembangan kawasan Citra Niaga dalam bentuk digital. “Bersama kita rubah image citra niaga, hari ini kita tantang semua para programmer untuk merubah image citra niaga dalam versi digital,” Ujar Kadis Kominfo Samarinda.

Citra Niaga pada tahun 1989 terpilih menjadi pemenang penghargaan di bidang arsitektur yaitu Aga Khan Award for Architecture (AKAA). Namun saat ini kawasan Citra Niaga mulai dilupakan

Aji Syarif hidayatullah, Kadis Kominfo Samarinda membuka acara ini mengungkapkan saya bangga berada disini saya tidak bekerja sendiri di Kota ini, namun banyak warga yang membantu mengambangkan Kota dengan julukan TEPIAN.

“Kalian yang membuat kota ini akan terkenal, kali ini objeknya Citra Niaga, buat kawasan Citra Niaga mampu menarik masyarakat untuk berkunjung kesana,” Tambah Syarif.

Citra Niaga harus jadi salah satu destinasi yang dikunjungi saat jalan-jalan ke ibu kota Kalimantan Timur ini. Dibangun di area seluas 2,7 hektare, Citra Negara merupakan pusat kerajinan dan oleh-oleh khas Samarinda. (diskominfo/tp)

Ibrahim Optimis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

Berau – Puluhan peserta Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA X KTNA) dari 10 Kabupaten/Kota mengikuti temu teknis dengan lembaga penyuluh pertanian, kelautan, perikanan, dan kehutanan. Kegiatan ini memberikan edukasi para petani memasuki era industri pertanian, di SDN 01 Kampung Labanan Jaya Kecamatan Teluk Bayur, Minggu (21/7).

Di kesempatan itu, Kepala Dinas Pangan dan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kaltim H. Ibrahim dalam pemaparannya mengatakan, keberadaan penyuluh saat ini memiliki paradigma berbeda. Yaitu tidak lagi menempatkan petani sebagai objek melainkan harus sebagai subjek pembangunan.

Ia juga menjelaskan memasuki industri 4.0, sektor pertanian lambat laun harus mengikuti perkembangan teknologi sistem penggunaan internet dalam prosesnya. Sektor pertanian menjadi subjek revolusi industri yakni menggunakan pertukaran data sebagai basis utama proses produksi.

Di masa depan, produsen mesin pertanian diprediksi berlomba-lomba menghadirkan teknologi pertanian yang semakin canggih.

“Prinsip industri 4.0 bagaimana bisa memanfaatkan teknologi, terutama bidang pertanian. Saya kira ini sangat bermanfaat bagi para petani khususnya. Yang penting kembali kepada manusianya, asal mau belajar dan mau mengembangkannya,” ujarnya.

Ibrahim berharap temu teknis ini mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan penyuluh terhadap inovasi teknologi, teridentifikasinya teknologi yang dibutuhkan dan perlu disempurnakan. Ia juga optimis tahun 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Untuk itu, perlu kesiapan baik dari Sumber Daya Manusia (SDM) dan alat-alat yang memadai.

“Harapan kita memasuki tahun 2045, Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dan harus dipersiapkan terutama Sumber Daya Manusia (SDM). Termasuk alat-alat dan teknologi dan membuatkan lahan sebagai sumber basis ekonomi kita,” imbuh Ibrahim.

Turut hadir Kepala Biro Ekonomi Kaltim H. Nazrin dan Sekjen Pekan Daerah X Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) Yadi Sofyan Noor.

Acara mengangkat tema Kita Wujudkan Kemandirian dan Kedaulatan Pangan di Kaltim Melalui Sinkronisasi Program Pembangunan Pertanian, Kelautan dan Perikanan serta Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (Diskominfo/Rey)

 

Sa’bani : e-Katalog Upaya Cegah Korupsi Pengadaan Barang/Jasa

Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Prov Kaltim Sa’bani membuka acara Sosialisasi E-Katalog di Hotel Midtown Samarinda pada Selasa (16/7). Sosialisasi ini merupakan acara penting guna memberikan wawasan step by step cara melakukan pemesanan barang melalui e-katalog.

“Tentu saja ini memberikan wawasan baru jika memerlukan barang dapat memanfaatkan aplikasi yang sudah diakui LKPP. Ini bagian dari e-Katalog yang memudahkan pengadaan barang dan jasa daripada mengadakan lelang terbuka,” ujar Sa’bani.

Dijelaskan, sebagai Center Of Excellence (Pusat Keunggulan) dan upaya modernisasi pengadaan, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kaltim akan membentuk katalog Lokal dan sektoral daerah. Ini juga sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi,

“e-catalog ini untuk mencegah korupsi dan kolusi bidang pengadaan barang dan jasa. Semoga saja kebijakan pengadaan barang/jasa dalam e-purchasing bisa diwujudkan khususnya di Kaltim, sehingga meningkatkan kesejahteraan dan daya saing masyarakat,” tambah Sa’bani.(Diskominfo/dir)