Puluhan Guru Ikuti Diklat Pendidikan Era Revolusi industri 4.0

SAMARINDA –Puluhan Guru-Guru Se-Kalimantan Timur mengikuti Pelatihan Implementasi Pendidikan Industri 4.0. Pelatihan tersebut berkat kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim dengan Dinas Pendidikan Provinsi kaltim dan Kementrian Pendidikan, bertempat di Gedung Kudungga Kantor Diskominfo Provinsi Kaltim (20/8).

Dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Diddy Rusdiansyah dalam sambutanya menyampaikan pentingnya meningkatkan kecerdasan masyarakat dengan adanya aplikasi -aplikasi pendidikan yang ada di smartphone dan kedepanya akan bekerja sama dengan Perpustakaan daerah provinsi Kaltim untuk melakukan menyebarkan link buku online.

Lanjut, tujuan diadakannya pelatihan ini untuk membekali para guru yang terkendala teknis dalam aplikasi online. Adapun Tantangan yang dihadapi para guru saat ini iyalah semua kegiatan yg dilakukan para siswa sudhh beralih ke teknologi. Dimana para siswa memperoleh informasi dan ilmuu dari aplikasi di smartpone .

diharapkan dengan adanya pelatihan ini para guru bisa berkolaborasi kemajuan teknologi industri 4.0 dalam dunia pendidikan.

Dunia pendidikan sekarang mengikuti perkembangan zaman , dengan adanya aplikasi-aplikasi berkonten pendidikan mempermudah para siswa memperoleh ilmu secara langsung melalui smartphone .

Berita Foto : Penyerahan Ijazah Universitas Terbuka (UT) Kaltim

Wakil Gubernur Hadi Mulyadi (dua kanan) menghadiri Upacara Penyerahan Ijazah Universitas Terbuka Kaltim Program Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana yang di gelar di Ballroom Hotel Mesra Samarinda, Senin (29/7).

 

Hadir juga Direktur Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Kaltim Rusna Ristasa, Kelompok Belajar (POKJAR) dari seluruh Kabupaten dan Kota di Kaltim serta 600 Peserta terdiri dari FMIPA, FISIP & Fekon.

 

Wakil Gubernur Hadi Mulyadi saat memberikan sambutan sekaligus membuka Upacara Penyerahan Ijazah.

 

Terakhir Foto Bersama Wakil Gubernur Hadi Mulyadi bersama Seluruh Anggota Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Kaltim.

Dua Remaja Kaltim Ikuti Pusdiklat Paskibra Nasional

Samarinda – Dua pelajar Kaltim, Yudho Krisnahadi dari Kota Balikpapan dan Arina Qanita Kabupaten Paser, mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Paskibraka Nasional dari 25 Juli hingga 23 Agustus 2019 di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Cibubur, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Syirajudin menyampaikan agar memperhatikan materi pelatihan yang ditetapkan dan mengikuti arahan instrukutur maupun pelatih. Dirinya juga mengingatkan agar menjaga kesehatan, menjaga perilaku, sopan santun terhadap sesama,

“Di Pusdiklat nanti bertemu teman-teman seluruh tanah air. Semuanya memiliki latar belakang berbeda, baik budaya, kebiasaan termasuk dalam berbicara. Kalian harus mampu bersosialisasi serta menyesuaikan diri, selalu berbuat terbaik dan menunjukkan keramahan Kaltim selama berada di karantina,” pesannya.

Di kesempatan itu, Syiradjudin meminta untuk perkenalkan budaya dan pariwisata Kalimantan Timur, agar lebih banyak yang tahu tentang Kaltim sehingga tertarik datang ke Benua Etam.

“Harapannya, kalian tampil pada 17 Agustus 2019 di Istana Negara berada di Pasukan 8 dan bertugas di pagi hari. Sehingga memberi kebanggaan Kaltim terutama Kota Balikpapan dan Kabupaten Paser yang diwakili,” ungkapnya.

Yudho dan Ariana ditetapkan terbaik dan mewakili Kaltim sebagai Paskibraka Nasional setelah melewati proses seleksi. Meliputi parade, samapta, baris-berbaris, psikotest, wawancara, kesenian daerah, pengetahuan umum dan kemampuan berbahasa Inggris.

Terpilih sebagai wakil Kaltim untuk menjadi Calon Paskibraka (CAPAS) di Istana Negara dan bergabung dengan 66 pelajar lainnya dari 33 Provinsi yang berlangsung akhir Mei 2019 lalu. (Diskominfo/tp)

Kukar Terbanyak Kasus Pernikahan Usia Anak

Samarinda – Anak menjadi fokus utama pembangunan bangsa yang harus dijaga. Masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah dalam upaya memberi fasilitasi pemenuhan dan perlindungan khusus anak.

Hal itu menjadi pembahasan Dialog Publika TVRI Kaltim dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 mengusung tema Menjaga Anak Menjaga Nasib Bangsa, Selasa (23/7).

Kasi Perlindungan Anak Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Siti Khotijah, mengatakan setiap orang tua diminta memenuhi hak dan menyiapkan anak Indonesia menjadi pemimpin masa depan dengan memanfaatkan peluang yang ada.

Perempuan yang akrab disapa Oshin ini menyampaikan, pola pengasuhan anak telah bergeser mengakibatkan keluarga tak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi anak.

“Keluarga bahkan tak bisa menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak,” ujarnya.

DKP3A Kaltim, lanjut Oshin, tahun ini mengusung tema Peran Keluarga Penopang Perlindungan Anak, dengan sub tema Tingkatkan Kualitas Pelayanan Tumbuh Kembang dan Perlindungan Khusus Anak Melalui Pencegahan Pernikahan Usia Anak.

Tema ini diangkat kerena banyaknya kasus pernikahan usia anak di Kaltim. Selama tahun 2017 ada sebanyak 444 anak dengan rincian laki-laki 71 anak dan perempuan 373 anak.

“Sedangkan tahun 2018 meningkatkan menjadi 472 dengan rincian laki-laki sebanyak 92 anak dan perempuan 380 anak. Sepanjang tahun 2017 sampai dengan 2018 mencapai 916 kasus. Kasus ini terjadi di delapan kabupaten/kota kecuali Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” ujarnya.

Hadir pula dalam dialog kali ini, Koordinator Tim Reaksi Cepat Pencegahan Penanganan TPPO dan Perlindungan Anak Kaltim Adji Suwignyo.(Diskominfo/tp).

Era Digital, Guru Harus Inovasi Berikan Materi Pelajaran

Samarinda – Guru merupakan ujung tombak menentukan maju mundurnya pendidikan. Selain pengajar, guru juga memiliki kewajiban mendidik anak bangsa penerus pembangunan.

Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi meminta guru meningkatkan kompetensi seiring perkembangan zaman. Ini sebagai upaya membentuk guru profesional dan berkualitas. Apalagi memasuki era digital, guru dituntut kreatif dan inovatif dalam memberi materi pelajaran.

“Mau tidak mau, suka atau tidak suka guru dituntut lebih profesional agar mampu mendorong peserta didik berdaya saing di era pasar bebas,” ungkap Hadi di Samarinda, Senin (22/7).

Menurut Hadi, hal terpenting yang dilakukan guru adalah menciptakan suasana kelas menyenangkan dan interaktif. Penerapan metode mengajar yang tepat dan memahami karakteristik siswa sangat diperlukan. Guru tidak boleh ketinggalan zaman dan harus mampu menggunakan fasilitas terbaru guna menunjang dan mempermudah proses belajar mengajar.

“PGRI harus lebih gigih memperjuangkan kebijakan pendidikan dan nasib guru agar semakin baik sebagaimana tertuang dalam peundang-undangan,” imbuhnya.

Wagub Hadi berharap guru di Kaltim juga mematuhi kode etik guru. Juga meningkatkan komitmen serta profesionalisme dengan memberikan layanan terbaik bagi peserta dan masyarakat. (diskominfo/ris).

Peringati Hari Anak, Jadikan Lingkungan Anak Bahagia

Samarinda – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kota Samarinda menggelar peringatan Hari Anak Nasional di Samarinda Squere Jalan M.Yamin, Selasa (23/7).

Tujuan Hari Anak Nasional (HAN) dirayakan adalah memunculkan kepedulian semua pihak mewujudkan lingkungan berkualitas bagi anak melalui pola pengasuhan yang baik.

“Peringatan hari anak nasional setiap 23 Juli merupakan momentum memperhatikan keberadaan anak anak. Terutama bagaimana lingkungan masyarakat bisa membuat anak bahagia, gembira dan mendapatkan hak nya dengan baik,” ujar Eryka.

Ditambahkan, anak berhak mendapatkan perlindungan, pendidikan dan kasih sayang sepenuh hati orang di sekitar. Semua orang dewasa wajib membuat anak merasa aman dan nyaman, tidak menakuti dengan perlakuan dan hal-hal buruk.

“Berita kekerasan anak yang dilakukan orang terdekat di Samarinda beberapa waktu lalu merupakan pukulan bagi pendidik dan masyarakat sekitar. Jika ada anak yang diperlakukan tidak wajar wajib diawasi dan laporkan kepada pihak terkait,” pesannya.

Orang dewasa dan masyarakat merupakan model memberi contoh dan prilaku yang baik. Cara bersikap dan perilaku akan dicontoh. Maka jadilah selalu orang tua dan masyarakat yang bijak agar anak-anak merasakan hal baik dan dipenuhi haknya sebagai anak.

“Terakhir, pesan saya kita semua berusaha, belajar dan berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaan anak-anak di Indonesia terutama di lingkungan. Tetaplah menjadi orang tua hebat untuk anak yang hebat,” pungkas Eryka. (diskominfo/tp)

Wagub Hadi : Gedung Baru Menjadi Semangat Prestasi

Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi berharap peresmian gedung baru menjadi motivasi dan penambah semangat dalam meningkatkan prestasi siswa-siswi SMA Budi Luhur Samarinda.

“Siswa-siswi SMA Budi Luhur Samarinda, harus selalu meningkatkan prestasinya sehingga mengharumkan sekolah maupun daerah. Para guru maupun pengurus yayasan termotivasi untuk meningkatkan kerja dan kinerja dalam membangun dan mendidik anak bangsa di Kaltim,” ungkap Wagub pada Peresmian Gedung SMA Budi Luhur, Samarinda, Kamis (10/7).

Menurutnya, tingginya partisipasi swasta dalam pembangunan dunia pendidikan, meringankan pemerintah dalam upaya bersama meningkatkan SDM Kaltim. Pembangunan gedung tersebut menelan biaya yang tidak sedikit. Karena itu gedung SMA budi luhur ini hendaknya dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

Maka dari itu, dirinya memberikan apresiasi kepada yayasan pembinaan dan pemberdayaan Insani Hud yang ikut berpartisipasi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pembangunan SMP dan SMA Budi Luhur.

“Karena kita menyadari pemerintah tidak sanggup menyediakan sarana, prasarana dan guru untuk seluruh masyarakat Kaltim. Sehingga partisipasi pihak swasta dalam peningkatan SDM itu sangat luar biasa,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Yayasan Pembinaan dan Pemberdayaan Insani Hud Samarinda Wildan Taufik dalam laporannya menerangkan keberadaan yayasan berdiri sejak 2008. Luas wilayah yayasan sekitar tujuh hektar dan pembebasannya dilakukan bertahap.

Pembangunan gedung baru SMA Budi Luhur Samarinda, Yayasan dibantu beberapa donator dan relawan hingga selesai seperti yang diresmikan. Temasuk pondok pesantern yang sudah berjalan beberapa tahun.

Siswa yang berada di SMA Budi Luhur saat ini, lanjut Wildan, terdiri pelajar siswa putra 253 orang dan putri 254 orang. Kemudian siswa pondok pesantern reguler sebanyak 70 siswa dan tahun lalu SMA Budi Luhur telah meluluskan 48 siswa. (diskominfo/ris)

 

 

 

 

Berita Foto : Peresmian SMA Budi Luhur Samarinda

Wakil Gubernur Kaltim H.Hadi Mulyadi tiba di Mugirejo untuk meresmikan Gedung SMA Budi Luhur Samarinda, Kamis (11/7).

 

Para siswa menunggu kedatangan Wagub Hadi Mulyadi.

 

Kepala Sekolah SMA Budi Luhur Edy Purwanto mengatakan peresmian gedung baru SMA budi luhur baru 90 persen proses finishing. Karena bertepatan tanggal 15 Juli siswa baru masuk belajar jadi dipercepat peresmiannya.

 

Ketua Yayasan Pembinaan Pemberdayaan Insani Samarinda Wildan Taufik  memiliki wacana untuk membangun SD  yang terintegrasi dengan kegiatan pesantren.

 

“Agar bisa meraih prestasi , maka siswa harus rajin  belajar dan belajar lebih keras lagi,” ujar Wagub Hadi Mulyadi.

 

Penandatanganan prasasti oleh Wagub Hadi yang didampingi Kepala Sekolah SMA Budi Luhur, Ketua Yayasan, Dandim 0901/ASN, Camat dan Lurah Mugirejo.

 

Peresmian Gedung ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wagub Hadi.

 

Bangunan Gedung SMA Budi Luhur yang baru diresmikan berlantai 5.

Sa’bani Harapkan PPDB Online Sesuai Jadwal

Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Sa’bani memimpin rapat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2019. Dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK serta sejumlah Kepala PPDB Online di ruang rapat sekretariat Disdikbud Kaltim, Jumat (5/7).

Sa’bani mengharapkan pengumuman hasil penerimaan online untuk SMA dan SMK wilayah Kaltim sesuai jadwal yang ditentukan, yakni pada 8 Juli mendatang.

“Beberapa hari ini sistem PPDB Online mengalami gangguan sehingga ada keluhan dari masyarakat. Ini harus direspon kepala sekolah. Kita pelu menyikapi ini agar tidak ada masalah kemudian hari yang membuat masyarakat gelisah,” kata Sa’bani.

Karenanya, lanjut Sa’bani, hari jumat ini semua sekolah akan menutup pendaftaran bagi pindahan luar daerah, prestasi dan sebagainya. Jika masih ada kuota maka dimasuk ke jalur zonasi biasa. Kemudian, jalur zonasi akan ditutup pada Sabtu 6 Juli pukul 13.00 Wita.

“Hari senin depan, hasilnya akan diumumkan sebagaimana rencana semula. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan saya sudah meminta kepada penyedia jasa untuk segera memperbaiki  sistem yang mengalami masalah di beberapa sekolah,” ucapnya. (Diskominfo/dir)

Wagub Tinjau PPDB Online Kukar

Tenggarong – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi melakukan peninjauan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di Kabupaten Kutai Kartanegara Tenggarong pada Kamis (4/7).

Sebelumnya, Wagub melakukan peninjauan PPDB di Kota Balikpapan.

Peninjauan ini, Hadi ingin memastikan proses PPDB Online ini berjalan lancar. Juga ingin mengetahui kendala yang dihadapi di lapangan. Beberapa sekolah yang dikunjungi diantaranya SMK N 2, SMK N 3, SMAN 1, SMAN 2 Tenggarong.

“Kita akan pantau terus sistem zonasi ini. Dan segala masukan ataupun keluhan pendaftar akan dikumpulkan guna dicari solusinya. Entah kita tambah sekolah atau kelas saja, sehingga semuanya bisa berkesempatan untuk belajar,” ujar Hadi

Dalam tinjauannya, Hadi Mulyadi didampingi Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Kaltim Idhamsyah.