Konsumen Harus Cerdas Ketika Membeli Barang

Samarinda – Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UMKM (Perindagkop dan UMKM) Kaltim melaksanakan kegiatan Edukasi konsumen cerdas bagi ASN di lingkungan Pemprov Kaltim di Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (9/5).

Dalam arahannya, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kaltim Fuad Assadin mengatakan saatnya konsumen berdaya. Hal ini merupakan keinginan pemerintah agar konsumen berperan optimal. Baik sebagai agen perubahan maupun subjek pelaku yang menentukan ekonomi Indonesia.

Kadis Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim Fuad Assadin menjadi moderator pada acara edukasi konsumen cerdas bagi ASN di lingkungan pemerintah Provinsi Kaltim.

“Pemerintah dirasa perlu membangun moment kesadaran, kepedulian dan pemahaman untuk memerankan sesuai hak dan kewajiban. Konsumen harus cerdas, mandiri dan memanfaatkan produk dalam negeri,” ujar Fuad.

Sementara Plt. Sekdaprov Kaltim Meiliana dalam sambutannya mengatakan konsumen memiliki hak terhadap barang yang dibeli. Untuk diperlukan kejelian dalam membeli produk. Mulai pengemasan hingga kandungan bahan yang digunakan.

“Konsumen sering terjebak tampilan barang namun tidak melihat kualitas. Merkea yang cerdas pasti melihat kualitas ketimbang tampilan. Sekarang bulan puasa banyak sekali makanan yang dijual di pasar ramadhan. Kemungkinan ada memakai pengawet dan pewarna. Ini tidak boleh dibiarkan karena merusak tubuh,” jelas Meiliana. (diskominfo/tp)

Mendiknas : Pemilu Adalah Proses Pembelajaran Warga Negara

Samarinda – Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Katim HM Sa’bani, Kamis (2/5).

Meskipun bukan hari libur nasional, Hari Pendidikan Nasional dirayakan di Indonesia. Upacara diawali pengibaran bendera merah putih, kemudian mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila dan pembacaan teks UUD 1945.

Sa’bani, membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi, mengatakan Bangsa Indonesia baru saja berhasil melewati tahap puncak perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tanggal 17 april 2019 yang lalu.

Menurutnya, dilihat dari sudut pandang pendidikan, dalam Pemilihan Umum terjadi proses pembelajaran setiap warga Negara. Proses belajar pada hakikatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju ke kedewasaan.

“Dalam hal ini semakin dewasa dalam berdemokrasi. Perlu diketahui bersama terbentuknya warga Negara yang demokratis merupakan tujuan pendidikan nasional kita,” ujarnya.

Dikatakan, menjadi wajar dalam pesta demokrasi meninggalkan jejak akhir yang menimbulkan keretakan bahkan perpecahan. Dalam momentum ini tanggung jawab nasional dipertaruhkan. Tanggung jawab untuk menjaga asset vital bangsa yang tak ternilai harganya, yaitu semangat kerukunan, persaudaraan dan persatuan.

Acara dirangkai penyerahan piagam dan tropi penghargaan Kepala Daerah, Camat, Kepala Sekolah, Guru dan Puskesmas atas keberhasilan membina dan mengembangkan usaha kesehatan sekolah/madrasah di wilayahnya. Serta lomba sekolah/madrasah, SMP dan SMA sehat tingkat Kaltim 2018.

Tampak hadir Forkopimda Kaltim, Staf Ahli Gubernur Kaltim, pimpinan OPD Lingkup  Pemprov Kaltim, Kepala Sekolah, Gguru, Anggota TNI/Polri, ASN, Mahasiswa, dan Pelajar. (Diskominfo/dir)

Disdikbbud Kaltim Lepas Siswa SKOI

Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim melepas siswa kelas XII SMA Negeri Khusus olahragawan UPT Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) tahun ajaran 2018/2019. Kegiatan dilakukan Gubernur Kaltim H. Isran Noor diwakili Plt. Sekretaris Daerah Hj. Meiliana di Aula Utama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Selasa (16/4).

Dalam arahannya Meiliana mengatakan selain sukses pendidikan, siswa juga diharapkan sukses prestasi olahraga. Karena itu, meskipun telah lulus dalam pendidikan juga perlu mendapat pelatihan dan bimbingan sehingga terus berprestasi. Pemprov juga bangga dengan prestasi yang pernah dicapai di berbagai kejuaraan olahraga nasional hingga internasional.

Dikatakan, tantangan terberat kedepan adalah mempertahankan lima besar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Untuk itu, harus disiapkan atlet andalan di berbagai cabang olahraga untuk menghadapinya.

“Teruslah belajar dan berlatih menjadi olahragawan berprestasi sehingga menjadi atlet andal berkualitas. Apalagi mampu meraih medali emas di ajang olahraga nasional nanti,” tegasnya.

Untuk diketahui, 95 siswa SKOI Kaltim yang selesai menyelesaikan pendidikan berasal dari 27 cabang olahraga. Diantaranya catur, panahan, senam, sepak bola, tenis lapangan dan bulu tangkis.

Siswa Raudhatul Athfal Kunjungi Kantor Gubernur Kaltim

Samarinda – Puluhan murid Rodhatul Athfal (RA) 99 Bengkuring Samarinda mengunjungi Kantor Gubernur Kaltim. Dipimpin Kepala Sekolah Karmila dan diterima asisten Wagub Kaltim Deni di Ruang Wakil Gubernur, Jumat (12/4).

“Kami tidak pernah melakukan kunjungan ke kantor Gubernur. Ini baru pertama kali. Anak – anak seringnya hanya memandangi kantor gubernur jika melewati jalan Gajah Mada. Senang sekali karena kali ini keinginan mereka berkunjung tercapai,” ucap Karmila.

Ditambahkan, Dirinya beserta jajaran guru dan orang tua murid mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada Gubernur Kaltim dan Wakil Gubernur karena memberi waktu berkunjung. Ini sebagai pembelajaran dan menambah wawasan. Ada beberapa tema widyawisata yang telah dilakukan. Diantaranya kebun raya, mesjid islamic center dan kali ini berkunjung ke Kantor Gubernur Kaltim.

Raudhatul Athfal  sejajar dengan Taman Kanak-kanak (TK) berada di bawah naungan Kementerian Agama. Berlokasi di RA Tunas Bengkuring Perumahan Tepian Permai Jalan Selada nomor 53 blok C Samarinda. (diskominfo/tp).

Perlu Upaya Membuat Anak Betah di Perpustakaan

Samarinda – Gerakan nasional pembudayaan gemar membaca diselenggarakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Gedung Olah Bebaya Komplek Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Rabu (27/3).

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi membuka acara berpesan agar tumbuhkan minat membaca anak. Dalam sambutannya, Pria yang gemar mengumbar senyum ini salah satu hal penting dan perlu perhatian adalah membentuk kegemaran membaca perpustakaan. Harus ada upaya mendesain sedemikian rupa agar anak betah di perpustakaan.

“Jika ingin membangun anak bangsa yang berbobot maka pastikan anak bangsa kita rajin membaca,” tutur Hadi.

Acara tersebut dirangkai pelantikan Bunda Baca Kota Samarinda melantik Puji Setyowati 0leh Inspektur Perpustakaan Nasional Darmadi .

“Hari ini ada sebuah amanah berat karena selaku bunda baca harus berkolaborasi dan bersahabat dengan masyarakat untuk menyebarluaskan membudayakan kebiasaan membaca menjadi edukasi setiap hari di rumah,” ucap Puji.

Ibu Puji Setyowati (jilbab jingga) dilantik oleh Inspektorat Perpustakaan Nasional RI Darmadi sebagai Bunda Baca Kota Samarinda di Gedung Olah Bebaya, Rabu (27/3).

Puji berharap diselenggarakan acara ini untuk mencintai budaya membaca, lebih dekat dengan buku dan jadikan perpustakaan sebagai sahabat terbaik guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kaltim. Perpustakaan berperan dalam mengembangkan potensi masyarakat pada penguatan mentalitas budaya agar terwujud masyarakat yang berbudaya baca.

Hadir Kepala Dinas Perpustakaan Kaltim Aswin, Kepala Dinas Perpustakaan Kota Samarinda Ananta Fathurrozi, Staf Ahli Pemkot Samarinda Sucipto Wasis, Anggota Komisi X DPR RI Zuhdi Yahya dan tokoh literasi Kaltim Syafrudin Pernyata. (diskominfo/tp)

Diskominfo Kaltim Terima Kunjungan Anak Disabilitas

SAMARINDA – Sebagai bentuk pengenalan anak disabilitas terhadap lingkungan luar, Sekolah Khusus Pelita Bunda melakukan kunjungan ke Dinas Komunikasi Dan Informatika Kaltim. Kedatangan penyandang disabilitas diterima Kepala Dinas Diddy Rusdiansyah beserta staf di aula Kudungga, Rabu (27/3).

Kepala sekolah Pelita Bunda Farah Flamboyant mengatakan tujuan kunjungan ini merupakan pengenalan anak disabilitas terhadap lingkungan luar. “Jadi untuk mengenalkan lingkungan selain rumah dan sekolah itu perlunya melakukan kunjungan-kunjungan,” katanya.

Dirinya menjelaskan kegiatan dilakukan sebulan sekali, tergantung tema yang di angkat. Dan secara kebetulan tema yang diangkat adalah multimedia dan sosial media.

“Kegiatan ini dilakukan sebulan sekali, dan bulan ini mengangkat tema multimedia dan sosial media. Jadi mereka paham apa saja sosial media. Berhubungan dengan itu, kunjungan ini agar mereka tahu ada orang yang mengelola itu semua,” ujarnya.

Farah mengatakan kunjungan terdiri anak-anak PAUD, SD, SMP, dan SMA serta Terapi Individual. Khusus terapi individual, farah menuturkan anak yang sedang menjalani terapi individual merupakan anak yang tidak bisa bersekolah secara klasikal.

“Jadi yang terapi individual belum bisa bersekolah secara klasikal dan ada beberapa anak yang menjalaninya disini,” ujarnya.

Farah mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Diskominfo telah menerima kunjungan ini dengan ramah dan hangat. Diakui, ini adalah kunjungan pertama di kantor Diskominfo Kaltim. Dirinya berharap dalam kunjungannya ini membentuk sarana saling peduli dan saling belajar bersama.

“Ini adalah sarana saling peduli, jadi bukan berati mereka dikasihani. Sebenarnya mereka butuh ruang untuk belajar bersama. Sama seperti anak yang lain,” tutupnya.

Selama kunjungan, anak-anak ini diajak mengenali perangkat atau bagian komputer di Ruang Training Room. Dalam pertemuan, mereka diajak bermain, bernyanyi dan menari bersama.(Diskominfo/Rey)

 

.

 

 

Inovasi Jadi Kunci Utama Asuh Anak

Samarinda – Anak adalah harapan orang tua harapan masa depan keluarga bahkan bangsa. Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan bertanggung jawab menghadapi hidup yang penuh dengan warna.

“Inovasi menjadi hal penting. Inovasi yang diterapkan dan dilaksanakan Kecamatan Samarainda Ulu adalah bagaimana program yang dibuat dapat berguna dan menyentuh langsung ke masyarakat. Kami terus berkerjasama dengan masyarakat dalam meningkatkan kualitas anak,” ungkap Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi saat pertemuan dengan Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan, Kamis (21/3).

Tim penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan kaji tiru ke Kota Samarinda. Dipimpin Wakil Ketua II Herawati Rusdiansyah memuji keberhasilan Kecamatan Samarinda Ulu meraih juara nasional lomba Pola Asuh Anak dan Remaja dan keberhasilan menjalin kerjasama antar OPD di aula Kantor Camat Samarinda Ulu.

Kunjungan Tim Penggerak PKK Kalsel di Aula Serbaguna Kecamatan Samarinda Ulu.

Hadir pada acara Ketua TP PKK Kota Samarinda Puji Setyowati,  Wakil Ketua II TP PKK Kaltim Futum Hubaib, Kadis Pariwisata Kota Samarinda Muhammad Faisal. (diskominfo/tp).

Kaltim Terus Berupaya Kurangi Penggunaan Plastik

Samarinda – Menyadari dampak pengurangan sampah plastik sangat baik bagi Bumi di masa datang, Pemprov Kaltim menunjukan komitmen untuk bertindak menyukseskan program tersebut. Pada Rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan Aids Kaltim, panitia sengaja meyelipkan pencanangan pengurangan sampah plastik melalui kegiatan minum menggunakan gelas kaca.

Sekretaris Diskominfo Kaltim (jilbab hitam) Eka Wahyuni ikut minum air putih menggunakan gelas kaca, Rabu (20/3).

“Kami mohon semua peserta berdiri memegang gelas untuk minum bersama. Kita bersama mencanangkan mengurangi sampah plastik dengan minum air putih menggunakan gelas kaca,” ajak Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Kaltim Jurnanto. di Ruang Tepian I Kantor Gubernur, Rabu (20/3).

Upaya mengurangi penggunaan tas plastik terus dilakukan. Salah satunya mengeluarkan edaran mengurangi kantong plastik. Banyak pusat perbelanjaan tidak lagi memberikan tas plastik untuk pembeli. Pembeli bisa membeli tas ramah lingkungan atau membawa sendiri dari rumah.

Hadir mewakili Gubernur Kaltim Kadis Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kaltim Halda Arsyad, Kepala Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam dr. Fadilah, Kepala Bidang P2PL Dinkes Kaltim Soeharsono dan Sekretaris Diskominfo Kaltim Eka Wahyuni. (diskominfo/tp)

Mahyudin : Ada Filosofi Dalam Empat Pilar Kebangsaaan

Samarinda -Wakil Ketua MPR RI Mahyudin mengatakan ada empat unsur pemersatu bangsa Indonesia. Unsur ini harus tertanam di jiwa masyarakat. Terutama untuk generasi muda penerus perjuangan bangsa.

“Empat pilat inilah alat pemersatu bangsa yang harus ditanamkan di setiap jiwa bangsa indonesia. Untuk menumbuhkan rasa nasiolisme yang kuat. Karena bersatulah maka kita akan menjadi kuat,” ungkap Mahyudin pada Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di ruang Ruhui Rahayu, Senin (18/3).

Pilar pertama berdirinya bangsa adalah Pancasila. Pancasila dinilai memenuhi syarat bagi bangsa Indonesia yang pluralistik dan cukup luas dan besar ini. Pancasila mampu mengakomodasi keanekaragaman yang terdapat dalam kehidupan negara-bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai salah satu pilar kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki konsep, prinsip dan nilai yang merupakan kristalisasi dari sistem kepercayaan yang terdapat di wilayah Indonesia. Sehingga memberi jaminan kokoh kuatnya Pancasila sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pilar kedua adalah Undang-Undang 1945. Diperlukan memahami lebih dulu makna Undang-Undang Dasar untuk kehidupan berbangsa, bernegara dan prinsip terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Pilar ketiga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pilar keempat Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang diungkapkan pertama kali oleh Mpu Tantular, pujangga agung kerajaan Majapahit yang hidup dalam masa pemerintahan Raja Hayam wuruk, di abad ke empat belas (1350-1389).

“Semboyan yang dijadikan prinsip kehidupan itu mengantisipasi adanya keaneka-ragaman. Meskipun berbeda petunjuk tetapi mereka tetap satu dalam pengabdian,” ungkap Mantan Bupati Kutai Timur itu. (diskominfo/tp)

 

Empat Pilar Untuk Masyarakat Indonesia Sejahtera

Samarinda – MPR RI diamanahkan UU melakukan kegiatan pemahaman nilai luhur bangsa kepada masyarakat melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Memberikan pemahaman kepada masyarakat sangat baik, sebab jika memahami betul nilai luhur bangsa maka akan bijak apabila menjadi pejabat publik.

Kesekjenan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerjasama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim menggelar Sosialisasi Empat pilar di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/3).

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat membuka acara mengatakan empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tentram dan sejahtera. Empat pilar itu adalah Pancasila, Undang-Undang dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Ini bukan masalah sederhana. Konsensus empat pilar ini harus benar tertanan di masyarakat. Negara kita luar biasa. 73 tahun dengan 400 suku bangsa 17 ribu pulau dan enam agama tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Hadi.

Acara sosialisasi dihadiri Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Anggota MPR RI Popong Otje Djundjunan, Guru besar Universitas Mulawarman Prof Sarosa Hamongpranoto dan seluruh ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Prov Kaltim. (diskominfo/tp)