Dokumentasi RAKOR BAKOHUMAS Kaltim

Samarinda – Rapat Kerja Badan Koordinasi Kehumasan (BAKOHUMAS) Mengambil tema “Peran Kehumasan Dalam Menyongsong Provinsi Kalimantan Timur Sebagai Ibu Kota Negara”. Di ruang Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Kamis (14/11). Nara sumber pada acara ini adalah Wisnu Nugroho (Pimpinan Redaksi Kompas), menyampaikan materi ‘Peran Humas di Era Revolusi 4.0’ dan I Made Kertayasa (TVRI Kaltim) dengan materi ‘Percepatan penyampaian berita dalam rangka IKN’.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Program Beasiswa Bantu Wujudkan Generasi Baru Lebih Unggul

KUTIM — Generasi muda saat ini harus siap menuju perubahan besar dalam menghadapi revolusi industri keempat atau industry 4.0. Perubahan dan kemampuan baru diperlukan untuk membangun sistem produksi yang lebih maju, kreatif, serta inovatif. Termasuk pula generasi muda dibidang keagamaan.

Disinilah peran pemimpin daerah dalam mengambil kebijakan yang mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, salah satunya kebijakan pendidikan melalui program beasiswa. Penyaluran beasiswa ini memiliki tujuan untuk membantu para anak didik atau mahasiswa dapat mencari ilmu sesuai atas bidang yang hendak dikuasai. Terpenting bagi yang memiliki masalah dalam keadaan pembiayaan.

Dalam hal ini Bupati Kutai Timur Ismunandar berkesempatan menyampaikan amanah umat melalui Baznas Kutim, untuk menyerahkan bantuan beasiswa kepada para mahasiswa Kutim yang menimba ilmu di Universitas Nadhalatul Ulama (NU) Kaltim di Samarinda.

“Bantuan beasiswa ini sebesar Rp 248 juta dan diterima langsung oleh Rektor Universitas NU Kaltim H Farid Wadjdy,”jelasnya (1/9).

Ditambahkannya, melalui beasiswa ini kedepan dapat mewujudkan generasi baru yang lebih pintar dan cerdas. Dukungan beasiswa membuat peluang  seseorang terlebih kaum muda bisa memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Dari sini akan terwujud sumber daya orang baru yang lebih bisa menjawab tantangan zaman yang terus maju ini.

“Semoga, beasiswa ini dapat mendukung puluhan mahasiswa Kutim yang menimba ilmu di Universitas NU Kaltim lebih berkembang, sehingga saat lulus nanti menjadi generasi yang unggul serta agamis,”tutur Ismu. (DISKOMINFO/Lely)

Kesbangpol Kota Samarinda Gelar Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris

Samarinda–Guna membentuk karakter dan jiwa kedisiplinan bagi generasi muda, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda mengadakan lomba ketangkasan baris berbaris tingkat pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Samarinda, yang dilaksanakan di halaman rumah jabatan Walikota Samarinda, jalan S. Parman, Selasa (3/9).

Kegiatan tersebut di buka langsung oleh  Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda Sucipto Wasis.

Dalam sambutannya Sucipto mengungkapkan, kegiatan ini selain bermanfaat bagi keterampilan fisik juga sekaligus membentuk kepribadian yang berjiwa leadership.

“Kegiatan ini selain bermanfaat sebagai sarana untuk membentuk keterampilan fisik dapat juga dijadikan momentum untuk melakukan pembinaan karakter generasi muda sebagai pemimpin bangsa,”tuturnya.

Ia juga menambahkan, Pemerintah Kota Samarinda tetap melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda, untuk mencegah pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.

Dirinya berharap ketangkasan baris- berbaris ini, dapat dijadikan sebagai ajang untuk meningkatkan kebersamaan, kekompakan serta jiwa leadership terhadap generasi muda sebagai tulang punggung masa depan bangsa.

“Untuk itu kami berharap kegiatan ini tidak hanya membentuk fisik saja melainkan mental anak-anak bangsa, dan itu merupakan upaya sebagai mencegah generasi kita supaya terhindar dari kenakalan remaja khususnya penyalahgunaan narkoba,”pungkasnya. (Diskominfo/Rey)

SRA Adalah Tujuan Semua Pendidikan

Samarinda – Berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di sekolah merupakan pertanda bahwa banyak pihak yang belum paham dalam memenuhi dan mengakui hak anak.

Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim melakukan pelatihan konvensi hak anak dan sekolah ramah anak bagi pendidik dan tenaga kependidikan, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DKP3A Kaltim Noer Adenany mewakili kepala dinas DKP3A Kaltim membuka acara.di Hotel Selyca Samarinda, Senin (2/9).

“Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, non formal dan informal yang aman, bersih dan sehat serta peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainnya,” Ungkap Dany sapaan akrab Noer Adenany.

Mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemanuhan hak dan perlindungan anak di dunia pendidikan.

Sebagaimana yang kita ketahui, “Pasal 54 Undang-Undang perlindungan anak Nomor 35 Tahun 2014 menyatakan bahwa “Anak didalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau tema-temannya di sekolah yang bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainya,” Tegas Dany.

Acara yang dihadiri Deputi bidang tumbuh kembang anak, Asdep pemenuhan hak anak atas pendidikan, kreativitas dan budaya Kementrian PP dan PA Republik Indonesia Ibu Elyi, Unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Agama serta perwakilan DKP3A Kabupaten/Kota Se-Kaltim. (diskominfo/tp)

Kaltim Harus Siapkan SDM Handal dan Berkualitas

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan salah satu program prioritas pembangunan di Kaltim merupakan sektor pendidikan. Hal ini  dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung terwujudnya percepatan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Kaltim.

“Membangun Kaltim tentu tidak mudah, karena luasnya hampir sama pulau Jawa, sementara SDM masih terbatas. Jumlah penduduknya juga terbatas hanya 3,5 juta jiwa, sehingga perlu mempersiapkan SDM berkualitas dan andal,” katanya baru-baru ini.

Menurut Hadi, peningkatan kualitas SDM yang unggul, merupakan kewajiban semuanya, apalagi jika kemudian Provinsi Kaltim ditetapkan sebagai ibukota negara, maka semua harus dipersiapkan, agar jangan sampai penduduk Kaltim khususnya di setiap daerah menjadi terpinggirkan.

“Kita harus tetap menjadi warga unggul, salah satunya melalui peningkatan kuliatas SDM, melalui pendidikan dan keterampilan, makanya kita akan terus mempersiapkan dan meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana, baik pendidik atau guru yang merupakan faktor penentu meningkatnya kualitas SDM anak-anak kita semua, bukan hanya diperkotaan tetapi juga di pedesaan dan perbatasan,” terangnya.

Pemprov Kaltim masih memprioritaskan program pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Kaltim tetap berlanjut, hal itu tertuang dalam Visi Provinsi Kaltim tahun 2018-2023 yaitu berdaulat dalam peningkatan SDM yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.

“Pendidikan harus terdepan, selain kualitas juga berintegritas dan berdedikasi tinggi agar terbentuk generasi penerus yang cerdas, berkarakter bahkan berakhlak mulia. Amanah dari negara tidak saja untuk pemerintah daerah, tetapi semua pihak termasuk lembaga pendidikan untuk berkontribusi dalam merealisasikannya,” imbuhnya.

Tenaga Kebidanan Sebagai Investasi Pembangunan SDM Produktif

SAMARINDA – Mewakili Gubernur Kaltim, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Elto menghadiri wisuda dan angkat sumpah Ahli Madya Kebidanan Akedemi Kebidanan (Akbid) Bunga Husada (Bunda) Samarinda tahun akademik 2018-2019, di Hotel Swiss-Bel Borneo Samarinda, Kamis (22/8/2019).

Elto mengucapkan selamat kepada wisudawati yang telah berhasil mengikuti pendidikan di Akbid Bunda Samarinda. Dia menyemangati wisudawati untuk terus belajar guna meningkatkan kompentensi kebidanan.

“Saya apresiasi yayasan dan Direktur Akbid Bunda beserta jajarannya. Karena telah berupaya membantu Pemprov dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya mendidik tenaga kebidanan yang dapat memenuhi kebutuhan bidan di Kaltim,” kata Elto.

Tenaga kebidanan maupun tenaga kesehatan lainnya di Kaltim diharapkan mampu memberikan andil yang besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan mayarakat.

“Tenaga kebidanan memiliki peranan penting untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sehingga terwujud derajat pelayanan kebidanan yang setinggi-tingginya sebagai investasi pembangunan SDM produktif,” ujarnya.

Sementara Direktur Akbid Bunda Samarinda Hj Datin Fediani menyebutkan wisuda dan angkat sumpah ahli madya Akbid Bunda Samarinda diikuti 46 wisudawati untuk tahun akademik 2018-2019 angkatan ke-XI.

Puluhan Guru Ikuti Diklat Pendidikan Era Revolusi industri 4.0

SAMARINDA –Puluhan Guru-Guru Se-Kalimantan Timur mengikuti Pelatihan Implementasi Pendidikan Industri 4.0. Pelatihan tersebut berkat kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim dengan Dinas Pendidikan Provinsi kaltim dan Kementrian Pendidikan, bertempat di Gedung Kudungga Kantor Diskominfo Provinsi Kaltim (20/8).

Dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Diddy Rusdiansyah dalam sambutanya menyampaikan pentingnya meningkatkan kecerdasan masyarakat dengan adanya aplikasi -aplikasi pendidikan yang ada di smartphone dan kedepanya akan bekerja sama dengan Perpustakaan daerah provinsi Kaltim untuk melakukan menyebarkan link buku online.

Lanjut, tujuan diadakannya pelatihan ini untuk membekali para guru yang terkendala teknis dalam aplikasi online. Adapun Tantangan yang dihadapi para guru saat ini iyalah semua kegiatan yg dilakukan para siswa sudhh beralih ke teknologi. Dimana para siswa memperoleh informasi dan ilmuu dari aplikasi di smartpone .

diharapkan dengan adanya pelatihan ini para guru bisa berkolaborasi kemajuan teknologi industri 4.0 dalam dunia pendidikan.

Dunia pendidikan sekarang mengikuti perkembangan zaman , dengan adanya aplikasi-aplikasi berkonten pendidikan mempermudah para siswa memperoleh ilmu secara langsung melalui smartphone .

Berita Foto : Penyerahan Ijazah Universitas Terbuka (UT) Kaltim

Wakil Gubernur Hadi Mulyadi (dua kanan) menghadiri Upacara Penyerahan Ijazah Universitas Terbuka Kaltim Program Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana yang di gelar di Ballroom Hotel Mesra Samarinda, Senin (29/7).

 

Hadir juga Direktur Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Kaltim Rusna Ristasa, Kelompok Belajar (POKJAR) dari seluruh Kabupaten dan Kota di Kaltim serta 600 Peserta terdiri dari FMIPA, FISIP & Fekon.

 

Wakil Gubernur Hadi Mulyadi saat memberikan sambutan sekaligus membuka Upacara Penyerahan Ijazah.

 

Terakhir Foto Bersama Wakil Gubernur Hadi Mulyadi bersama Seluruh Anggota Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Kaltim.

Dua Remaja Kaltim Ikuti Pusdiklat Paskibra Nasional

Samarinda – Dua pelajar Kaltim, Yudho Krisnahadi dari Kota Balikpapan dan Arina Qanita Kabupaten Paser, mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Paskibraka Nasional dari 25 Juli hingga 23 Agustus 2019 di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Cibubur, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Syirajudin menyampaikan agar memperhatikan materi pelatihan yang ditetapkan dan mengikuti arahan instrukutur maupun pelatih. Dirinya juga mengingatkan agar menjaga kesehatan, menjaga perilaku, sopan santun terhadap sesama,

“Di Pusdiklat nanti bertemu teman-teman seluruh tanah air. Semuanya memiliki latar belakang berbeda, baik budaya, kebiasaan termasuk dalam berbicara. Kalian harus mampu bersosialisasi serta menyesuaikan diri, selalu berbuat terbaik dan menunjukkan keramahan Kaltim selama berada di karantina,” pesannya.

Di kesempatan itu, Syiradjudin meminta untuk perkenalkan budaya dan pariwisata Kalimantan Timur, agar lebih banyak yang tahu tentang Kaltim sehingga tertarik datang ke Benua Etam.

“Harapannya, kalian tampil pada 17 Agustus 2019 di Istana Negara berada di Pasukan 8 dan bertugas di pagi hari. Sehingga memberi kebanggaan Kaltim terutama Kota Balikpapan dan Kabupaten Paser yang diwakili,” ungkapnya.

Yudho dan Ariana ditetapkan terbaik dan mewakili Kaltim sebagai Paskibraka Nasional setelah melewati proses seleksi. Meliputi parade, samapta, baris-berbaris, psikotest, wawancara, kesenian daerah, pengetahuan umum dan kemampuan berbahasa Inggris.

Terpilih sebagai wakil Kaltim untuk menjadi Calon Paskibraka (CAPAS) di Istana Negara dan bergabung dengan 66 pelajar lainnya dari 33 Provinsi yang berlangsung akhir Mei 2019 lalu. (Diskominfo/tp)

Kukar Terbanyak Kasus Pernikahan Usia Anak

Samarinda – Anak menjadi fokus utama pembangunan bangsa yang harus dijaga. Masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah dalam upaya memberi fasilitasi pemenuhan dan perlindungan khusus anak.

Hal itu menjadi pembahasan Dialog Publika TVRI Kaltim dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 mengusung tema Menjaga Anak Menjaga Nasib Bangsa, Selasa (23/7).

Kasi Perlindungan Anak Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Siti Khotijah, mengatakan setiap orang tua diminta memenuhi hak dan menyiapkan anak Indonesia menjadi pemimpin masa depan dengan memanfaatkan peluang yang ada.

Perempuan yang akrab disapa Oshin ini menyampaikan, pola pengasuhan anak telah bergeser mengakibatkan keluarga tak lagi menjadi tempat yang nyaman bagi anak.

“Keluarga bahkan tak bisa menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak,” ujarnya.

DKP3A Kaltim, lanjut Oshin, tahun ini mengusung tema Peran Keluarga Penopang Perlindungan Anak, dengan sub tema Tingkatkan Kualitas Pelayanan Tumbuh Kembang dan Perlindungan Khusus Anak Melalui Pencegahan Pernikahan Usia Anak.

Tema ini diangkat kerena banyaknya kasus pernikahan usia anak di Kaltim. Selama tahun 2017 ada sebanyak 444 anak dengan rincian laki-laki 71 anak dan perempuan 373 anak.

“Sedangkan tahun 2018 meningkatkan menjadi 472 dengan rincian laki-laki sebanyak 92 anak dan perempuan 380 anak. Sepanjang tahun 2017 sampai dengan 2018 mencapai 916 kasus. Kasus ini terjadi di delapan kabupaten/kota kecuali Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” ujarnya.

Hadir pula dalam dialog kali ini, Koordinator Tim Reaksi Cepat Pencegahan Penanganan TPPO dan Perlindungan Anak Kaltim Adji Suwignyo.(Diskominfo/tp).