Puluhan Mobil Hias, Ramaikan Pawai Pembangunan HUT RI Ke-74

Samarinda–Sebanyak puluhan mobil hias baik dari Lingkungan Pemprov Kaltim, Pemkot Samarinda, komunitas dan organisasi kemasyarakatan meriahkan Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang Ke-74.

Namun pawai tahun ini ada yang membedakan dari tahun-tahun sebelumnya yakni peserta yang diizinkan untuk berjalan kaki hanya yang bertugas sebagai pembawa bendera dengan diiringi carnaval dan didampingi oleh duta pariwisata saja.

Rute untuk pejalan kaki dan kendaraan hias pun di buat jalur yang berbeda. Untuk pejalan kaki menempuh rute dari Taman Samarendah  menuju Jalan Awang Long – Jalan Gajah Mada – Jalan Gunung Semeru – Jalan Milono dan kembali ke Taman Samarendah.

Sedangkan untuk pawai kendaraan hias dimulai dari Stadion Segiri – Jalan Bhayangkara – Taman Samarendah – Jalan Awang Long – Jalan Gajah Mada – Jalan R.E. Martadinata – Jalan P. Antasari – Jalan Juanda – Jalan Wahab Syaharanie – Jalan M. Yamin dan finish di Stadion Madya Sempaja.

Usai menghadiri kegiatan tersebut, Gubernur Kaltim H. Isran Noor mengungkapkan kegiatan pawai ini adalah wujud yang dilaksanakan sebagai bentuk realisasi dari sebuah kegembiraan serta ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.

“terlihat wajah kegembiraan mereka baik peserta pawai dan masyarakat sekitar, dan itu mereka lakukan dengan kesadaran penuh tanpa disuruh, juga tanpa di biayai oleh pemerintah. Inilah wujud rasa syukur kita dalam mensyukuri nikmat kemerdekaan yang di berikan Allah SWT,” ungkap Isran, Minggu (18/8).

Sementara itu Walikota Samarinda H. Syaharie Jaang mengatakan, peraturan baru untuk pawai tahun ini bukan untuk melarang partisipasi pejalan kaki namun di berlakukannya ketentuan tersebut adalah meminimalisir terjadinya kemacetan.

“Kan kita tahu kalau aktivitas masyarakat, kegiatan dan lain sebagainya harus tetap dilakukan. Kalau misalnya terjadi kemacetan sampai enam jam atau delapan jam, kan kasian. Makanya kita batasi, karena dengan menggunakan kendaraan hanya memerlukan waktu dua dua jam acara bisa selesai lalu kegiatan lainnya bisa berjalan dengan normal,” tambahnya.(Diskominfo/Rey)

 

Isran : Bantu Pemerintah Bangun Kaltim

Samarinda – Malam syukuran Dirgahayu Hari Ulang Tahun ke – 74 Republik Indonesia pemerintah Kaltim di Plenary Hall Samarinda, Jalan Wahid Hasyim, Sabtu (17/8).

Gubernur Kaltim Isran Noor hadir didampingi istri Norbaiti Isran Noor, Dia mengaku bersyukur rakyat Indonesia khususnya Kaltim telah memperingati HUT Kemerdekaan RI hingga ke 74 dan bersedia hadir di malam syukuran Kemerdekaan RI.

“Semangat bukan karena makanan yang ada disini, tapi pertemuan malam ini untuk membangun silaturahmi dan semangat kebersamaan, Saatnya kita selalu bersyukur apa yang telah diperjuangkan dan dilakukan para pahlawan kita. Yang sudah merebut negara ini dari penjajah. Mari kita jaga kesatuan dan persatuan bangsa ini,” Tegas Isran.

Isran mengajak rakyat Kaltim untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan demi pembangunan daerah.

“Karena tanpa dukungan masyarakat, pemerintah tentu tidak akan bisa bekerja dengan baik,” Tambah Isran

Malam Syukuran dimeriahkan dengan pemberian ratusan doorprize hingga 5 perjalanan ibadah dan penampilan artis ibukota vokalis Kikan (eks vokalis Band Cokelat) dan Candil yang membuat para anak muda yang hadir tampak bersemangat menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. (diskominfo/tp)

DD Dan DK Bisa Dimanfaatkan Untuk Dekela

SAMARINDA —-Kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan melalui Dana Desa (DD) dan Dana Kelurahan (DK) diharap bisa sekaligus dimanfaatkan untuk mendukung Desa dan Kelurahan Layak Anak (Dekela).

Hal tersebut diungkapkan Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim, Moh Jauhar Efendi saat membuka pelatihan gugus tugas Kabupaten/kota layak anak dengan analisis pengarusutamaan hal anak se Kaltim, di Hotel Grand Victoria Samarinda, Kamis (15/8)

Jauhar mengatakan dengan terbentuk Dekalana dan Kelana secara otomatis mendorong pembentukan KLA secara utuh di wilayah Kaltim.

Menurutnya KLA adalah kota atau kabupaten yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hal anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintahan, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Maka dari itu diharapkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dibentuk hingga tingkat kecamatan, maupun desa dan kelurahan, begitu juga harus segera dibentuk Kecamatan Layak Anak (Kelana).

Untuk menjadi KLA dibutuhkan proses yang pnjang dan kerja keras Pemerintah bersama masyarakat dan dunia usaha secara terintegrasi, terencana dan menyeluruh. (diskominfo/ris)

TMMD Dukung Program Percepatan Pembangunan Nasional

Samarinda—TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) telah berjalan selama 39 tahun dengan sebutan ABRI Masuk Desa dalam mendukung pemerintah program percepatan pembangunan.

Hal itu di katakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengahadiri upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 Kodim 0901/Samarinda yang berlangsung di GOR Madya Sempaja, Jalan M Yamin, Kamis (8/8).

Hadi mengatakan dalam sejarahnya TMMD awalnya bernama ABRI masuk desa (AMD) digagas oleh Jenderal M Yusuf yang merupakan bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral.

“TMMD sebagai upaya mendukung pemerintah dalam program percepatan pembangunan nasional,”tegasnya.

Ia juga menjelaskan dalam rangkaian pelaksanaan kegiatan TMMD ini, terdiri dari pembangunan fisik dan non fisik. Pembangunan fisik terdiri dari pembangunan jalan sepanjang satu kilo meter untuk menghubungkan dua desa.

“Sebelumnya, jika masyarakat melewati wilayah itu harus berputar kurang lebih sampai lima kilometer, namun dengan ada jalan ini yang sudah dibangun sudah terhubung dengan baik,”tuturnya.

Sedangkan pembangunan non fisik ia menyebutkan kegiatan tersebut terdiri dari penyuluhan bahaya narkoba, pendidikan bela negara dan cinta tanah air sehingga meningkatkan animo masyarakat untuk berminat menjadi TNI.

“Kegiatan non fisik bertujuan untuk meningkatkan animo masyarakat seperti pendidikan bela negara cinta tanah air dan mengajak pemuda pemudi agar minat bergabung menjadi anggota TNI,”Ujarnya.

Ia beralasan Samarinda sebagai daerah kunjungannya di karenakan, dalam menentukan lokasi ia memilih secara acak dan sekaligus meninjau lokasi tempur yang berada di Kota Balikpapan.

“Kita acak, kemarin saya melaksanakan upacara penutupan di Banten. Kemudian sekarang kita coba bisa melaksanakan di Samarinda dan sekaligus saya ingin melihat wilayah latihan tempur yang ada di Balikpapan sehingga kita kombinasikan di satu acara ini,”ungkapnya.

Terkait penganugrahan dirinya oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke 21 , ia mengaku bersyukur karena dengan amanah yang diberikan. Menurut Hadi ia bertanggung jawab untuk selalu menjaga budaya dan kearifan lokal yang sudah lama di tinggalkan.

“Ini adalah kearifan lokal, yang harus selalu di lestarikan dan saya juga bangga mendapatkan gelar dari sultan Kutai karena ini adalah amanah kepada saya untuk selalu melestarikan kebudayaan lokal,”tutupnya.(Diskominfo/Rey)

Ketua DWP Kaltim Terus Dorong Kualitas SDM

Samarinda—Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kaltim Sonya Evelyn Saini mengatakan pengurus dan anggota DWP terus didorong untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini untuk mengoptimalkan peran perempuan dalam mensukseskan program pembangunan nasional.

“DWP selaku mitra strategis pemerintah ikut berperan dalam pembinaan bagi  masyarakat sebagai bentuk keterlibatan membangun Kaltim. Peningkatan SDM pengurus dan anggota diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi anggota DWP,” tegasnya bertepatan dengan Hari Dharma Wanita Persatuan yang jatuh pada Senin (5/8).

Sonya mengakui kemampuan dan kompetensi anggota DWP akan terus dilaksakanan hingga selesai masa kepengurusannya. Selain terlibat dalam pembangunan di daerah, kemampuan dan keterampilan yang dimiliki diharap mampu meningkatkan taraf hidup kaum perempuan.

“Perempuan memiliki kemampuan yang harus terus dikembangkan. Meskipun sebagian besar pekerjaan dipegang oleh laki-laki, namun perempuan harus dapat mengambil peran di dalamnya. Karena itu, diharapkan agar kaum perempuan terus berlatih dengan mengembangan kapasitas dirinya.

Diakuinya,DWP Kaltim selalu anggotanya untuk terus berkiprah dan berkarir untuk memberdayakan dirinya, mampu mandiri secara ekonomi, dan berperan lebih luas untuk turut menggerakkan program pembangunan nasional. (Diskominfo/Cht)

Lakukan MoU, Komitmen Kaltim Laksanakan PUG

Samarinda – Rapat Koordinasi serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Percepatan Pembangunan Daerah antara Pemprov dan Kabupaten/Kota se Kaltim dengan Kementerian/Lembaga terkait digelar di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Selasa (30/7).

Mewakili Gubernur Kaltim, Plt Asisten I Sekprov Kaltim Fathul Halim menyampaikan penandatangan MoU ini merupakan wujud komitmen pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan di Kaltim.

“Pemprov Kaltim berkomitmen dalam meningkatkan peran serta aktif perempuan dalam pembangunan. Ini sejalan dengan visi 2018-2023, Berani untuk Kaltim Berdaulat. Dengan misi, Berdaulat dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing, terutama Perempuan, Pemuda dan Penyandang Disabilitas,” jelas Fathul Halim.

Menurutnya, pelaksanaan strategi PUG oleh Pemerintah Daerah telah diinisiasi dengan pembentukan kelembagaan, baik dengan pembentukan Pokja maupun tim teknis dan tim focal point. Ini juga diperkuat dengan komitmen menerbitkan Perda, Pergub, dan Perwali guna penerapan pengarusutamaan gender dalam pembangunan.

“Kita juga sudah melakukan berbagai advokasi, pelatihan, dan sosialisasi pada banyak pihak. Adanya pelatihan fasilitator dengan harapan SDM terlatih dan tersertifikasi memiliki keseragaman kemampuan mendampingi daerah melaksanakan strategi PUG,”  sebutnya.

Hasilnya pun sudah terlihat. Diantaranya keberhasilan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan Anugrah Parahita Ekapraya (APE). Awalnya dari 2011 APE Pratama hingga pada 2018 menjadi APE Peringkat Madya.

Namun demikian, Fathul mengakui pelaksanaan PUG masih dihadapkan kendala keterbatasan SDM, khususnya tingkat kabupaten/kota. Serta keterbatasan anggaran dalam pendampingan dan pembinaan di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

“Semoga rakorda ini dapat mengatasi kendala tersebut agar rumusan dan kesepakatan semua pihak dan pemangku kepentingan optimal. Selain mendukung pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” harap Fathul.(Diskominfo/dira)

Dukung Pembangunan di Kaltim, Kualitas SDM Harus Merata

Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim menduduki peringkat ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta dan Yogyakarta. Indeks terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2018.

Menurut Kepala BPS Provinsi Kaltim Atqo Mardiyanto, saat ini pembangunan manusia Kaltim di level Nasional cukup tinggi. Kondisi ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kaltim. Namun, peningkatan sumber daya manusia (SDM), yang merupakan unsur IPM, harus merata ke seluruh daerah.

“IPM Kaltim menunjukkan pertumbuhan positif. Namun status pembangunan manusia belum mengalami kenaikan. Di tingkat provinsi di level Nasional memang cukup tinggi. Tapi begitu masuk ke kabupaten/kota, terjadi perbedaan cukup jauh antara Kota Samarinda dan Kabupaten Mahulu. SDM harus merata untuk kelola pembangunan Kaltim,” jelasnya saat menjadi narasumber Dialog Halo Kaltim Pro 1 RRI Samarinda, Senin (29/7).

Atqo menjabarkan, pemerataan SDM perlu dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran daerah. Pasalnya, SDM merupakan faktor penting mendorong pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan.

“SDM merupakan aset penting pembangunan ekonomi Kaltim termasuk sektor industri. Dengan SDM terampil, berpengaruh pada kualitas manusia seiring peningkatan potensi kerja di suatu daerah. Kondisi ini memberi imbas pada perekonomian dan pembangunan di Bumi Etam,” tuturnya. (Diskominfo/Cht)

Data Terpilah, Jamin Pemenuhan Hak Anak Lebih Baik

Samarinda – Upaya menjamin pemenuhan hak dalam keluarga lebih baik maka diperlukan data terpilah anak menurut jenis kelamin dan usia. Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kaltim (DKP3A) menggelar Pengumpulan/Pengolahan Data Terpilah Anak Kaltim di ruang tepian 1 Kantor Gubernur.

”20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diundang. Kegiatan ini juga mengundang nara sumber dari Badan Pusat Statistik, Dinas Tenaga Keja dan Transmigrasi Kaltim,” ungkap Kepala DKP3A Halda Arsyad, Kamis (25/7).

Di perspektif gender, penyediaan data, analisis dan pelaporan menurut jenis kelamin dimaksud untuk menyajikan data dan informasi tentang pengalaman khusus sebagai perempuan dan laki-laki. Data menurut jenis kelamin ini merupakan data dasar melakukan analisa gender dan dikombinasi dengan variable lain seperti umur, pendidikan, status sosial-ekonomi, latar belakang budaya, kecacatan.

Selain itu, data terpilah berdasarkan jenis kelamin menjadi inti dalam menghasilkan gender statistik. Yaitu informasi yang mengandung isu gender sebagai hasil dari analisis gender.

Kegiatan ini dilakukan untuk membangun koordinasi antara OPD pada pelaksanaan pengumpulan/pengolahan data terpilah anak dan meningkatkan ketersediaan data yang responsive gender dan peduli anak di Kaltim.(Diskominfo/tp)

Bupati Berau Sambut Tamu Peserta Peda X KTNA

Berau – Pekan Daerah X Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA X KTNA) sebagai ajang tukar menukar informasi ilmu pengetahuan teknologi pertanian dan nelayan. Hal itu disampaikan Bupati Berau Muharram pada jamuan makan malam sekaligus ramah tamah di Balai Mufakat – Tanjung Redeb, Berau, Jum’at (19/7).

“Tujuan kegiatan ini membangun silahturahim petani dan tukar menukar informasi bidang perkebunan, pertanian dan nelayan yang target akhirnya melakukan sinergi supaya mampu meningkatkan produktifitas petani dan nelayan,” ujarnya.

Untuk itu, Ia berharap para petani dan nelayan khususnya Kaltim menghasilkan produk teknologi yang nantinya dipamerkan di PEDA KTNA nanti.

“Tentu ini tidak akan berfaedah maksimal bila dampaknya tidak dapat dirasakan bagi peningkatan produktifitas para petani dan nelayan khususnya di kaltim,” imbuhnya.

Turut hadir Duta Besar Republic Seychelles Niko Barito beserta rombongan, Ketua Umum PEDA X KTNA Winarno Tohir, Gubernur Kaltim Isran Noor beserta istri, Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh. Hadir juga mantan Sekretaris Daerah Prov. Kaltim Ir. H Rusmadi, mantan Plt. Sekda Prov Kaltim Hj. Meiliana dan seluruh Pejabat struktural baik lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau. (Diskominfo/Rey).

Berikut nama daerah dan jumlah peserta

a. Provinsi 120 orang,

b. Kabupaten Paser 103 orang,

c. Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) 177

d. Kota Balikpapan 103 orang.

e. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) 400 orang,

f. Kota Samarinda 182 orang

g. Kutai Barat 45 orang.

h. Kabupaten Mahakam Ulu 72 orang,

i. Kutai Timur 203,

j. Kota Bontang 45,

k. Kabupaten Berau 381.

Total 1.831 orang.

 

 

Gubernur Pantau Pengerukan Awal SKM

Samarinda – Gubernur Kaltim Isran Noor meninjau pelaksanaan proyek normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) sebagai upaya antisipasi banjir Samarinda. Bekerjasama dengan berbagai instansi terkait, termasuk TNI, pengerukan awal Sungai Karang Mumus (SKM) dilaksanakan di Gang Nibung, Jalan Dr. Sutomo Samarinda, Senin (15/7).

Gubernur Isran Noor mengapresiasi baik kerjasama Kodam VI Mulawarman dalam pengerukan SKM. Pekerjaan ini menjadi prioritas sehingga kerjasama dengan TNI diharapkan bisa mempercepat pekerjaan.

“TNI terlibat pengerukan karena memiliki kemampuan mengerjakan. Mulai dari alat dan sumber daya manusia. Pemerintah dibolehkan menunjuk sesuai ketentuan yang berlaku. Anggota TNI juga ahli mengerjakan kegiatan ini,” ujar Isran.

Gubernur menyampaikan, karena proyek penanganan banjir ini tidak kecil, maka dirinya mengusulkan ke pemerintah pusat dan kementerian terkait agar menjadi program strategis nasional. Ini agar semua bisa dibiayai pusat meskipun proyeknya berada di daerah.

Sementara Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto menuturkan, sesuai mandat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004, salah satu tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain perang (OMSP) adalah membantu menanggulangi bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.

“Salah satu tugas TNI adalah membantu pemerintah daerah dan mengatasi bencana alam. Realisasinya, adalah kerjasama dengan Pemprov dalam melaksanakan kegiatan pengerukan SKM,” ujar Subiyanto.

Kegiatan pengerukan SKM ini, Subiyanto menurunkan kurang lebih 60 personil guna mendukung pengerjaan termasuk dukungan alat berat. Subiyanto menargetkan pengerukan SKM di kawasan Gang Nibung ini bisa selesai dalam waktu satu setengah bulan sepanjang 1,2 kilometer.

Turut hadir Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo widyanto, Danrem 091/ASN Brgjen TNI Widi Prasetijono, Walikota Samarinda H.Saharie Jaang, dan instansi terkait, serta unsur lainnya yang terlibat. (Diskominfo/Rey)