Peserta Diharap Mampu Tingkatkan Pemahaman Pengambilan Kebijakan

Samarinda – Sosialisasi dan TOT Integrasi Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) ke Dalam Sistem Perencanaan Pembangunan Desa di tingkat Kabupaten memiliki beberapa tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Diantaranya, mampu memahami konsep dasar perencanaan pembangunan partisipatif dan konsep dasar SIPBM menyangkut perspektif, dasar hukum, dan kebijakan benar.

Dalam laporannya Ketua Panitia Pelaksana, Isnaini Trikorawati mengatakan peserta sosialisasi dan TOT yang merupakan pengambil kebijakan dan para pihak berkepentingan harus memiliki kompetensi 7 M.

“Diantaranya mampu memahami konsep dasar dan kebijakan integrasi SIPBM ke sistem perencanaan pembangunan desa dengan benar, mampu memfasilitasi pelaksanaan tahapan perencanaan pembangunan desa dan mampu memfasilitasi pelaksanaan tahapan SIPBM,” jelasnya di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Senin (3/12).

Sejalan dengan itu, Isnaini berharap gelaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kaltim ini dapat meningkatkan pemahaman pengambil kebijakan dan pihak terkait tentang pentingnya data-data mengenai kondisi desa yang nyata dihasilkan SIPBM dalam mendukung sistem perencanaan pembangunan desa.

“Sesuai tujuannya kegiatan bertujuan mensosialisasikan program integrasi SIPBM ke dalam sistem perencanaan pembangunan desa. Data yang dihasilkan dapat dijadikan dasar menyusun rencana pembangunan desa sehingga menjadi efektif dan efisien sesuai kondisi dan kebutuhan desa,” katanya. (Diskominfo – Rzk)

 

Tingkatkan Kompetensi Wartawan, Endro : PWI Terus Jalin Kerjasama

Samarinda – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Endro S Efendi berharap Humas Kabupaten/Kota di Kaltim dapat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Biro Humas Setda, Rabu (14/11).

Endro mengatakan kerjasama dengan Biro Humas Setda Prov Kaltim, pihaknya melaksanakan UKW selama 2 hari pada 14-15 November 2018. UKW diikuti 21 peserta wartawan media cetak dan elektronik di Kaltim. Mereka terbagi sebanyak 14 peserta ditingkat muda dan sebanyak 7 peserta ditingkat madya.

Ia menilai, PWI Kaltim selalu bekerjasama dengan pihak lain untuk membantu meringankan beban wartawan agar wartawan sebagai mitra pemerintah dan swasta bisa bersama-sama meningkatkan kompetensinya.

Selain PWI juga ada organisasi profesi lain yang anggotanya berkompeten yang saat ini diakui oleh Dewan Pers, organisasi profesi wartawan selain PWI adalah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Aliansi Jurnalis Independent (AJI). Ketiga organisasi ini bersama-sama memiliki tanggungjawab yang sama untuk meningkatkan profesionalisme wartawan.

Oleh karena itu PWI Kaltim selalu bekerjasama dengan pihak lain, untuk membantu meringankan beban wartawan agar wartawan sebagai mitra pemerintah dan swasta bisa bersama-sama meningkatkan kompetensinya.

Ketua PWI Kaltim saat menyampaikan sambutan pada sosialisasi UKW

“Kita berharap secara bertahap seluruh anggota PWI Kaltim dan semua wartawan di Kaltim dapat mengikuti UKW ini. Dari 350 anggota PWI Kaltim, baru sekitar 150 orang yang telah memiliki kartu UKW, tentu ini masih sangat terbatas,” ucap Endro.

Menurutnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan Pemerintah Kabupaten/Kota bisa bekerjasama dengan PWI. Dan nantinya Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota diharapkan hanya bekerjasama dengan media yang pengelolaannya sudah memiliki uji kompetensi. Ini penting agar pemerintah benar-benar mengutamakan profesionalisme dan kompetensi, karena ini amanah dari Dewan Pers yang dilindungi oleh UU Dewan Pers no 40 tahun 1995. (Diskominfo –Rzk).

Pentingnya Informasi Kependudukan Yang Lengkap dan Akurat

Samarinda—Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Data Kependudukan dan KTP Elektronik untuk kepentingan pelayanan publik dan pembangunan di sektor lain dilakukan di hotel Grand Victoria Samarinda, Kamis (15/11).

Dalam upaya merealisasikan pembangunan yang berwawasan kependudukan diperlukan dukungan data dan informasi kependudukan yang lengkap dan akurat, sehingga memudahkan para perencana dan pengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan dan menyusun program pembangunan yang berwawasan kependudukan. Salah satu informasi yang sangat penting bagi perencana kependudukan adalah data kependudukan, oleh karena itu ketersediaan data kependudukan diberbagai tingkatan administrasi pemerintah menjadi faktor kunci keberhasilan pelaksanaan program pembangunan.

Peserta Bimtek dari OPD lingkup Pemprov Kaltim berfoto bersama nara sumber dan panitia.

Kebijakan pelayanan bidang administrasi kependudukan adalah memberi kepastian hak dasar atas penduduk yang berwujud dokumen danselanjutnya dipergunakan untuk pelayanan publik lainnya, baik dari data kependudukan maupun dokumen kependudukan dengan tujuan umum untuk kesejahteraan penduduk.

Kelapa Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Prov Kaltim Ardiansyah mewakili Gubernur Kaltim membuka acara tersebut, Ditjen kependudukan dan catatan sipil Kemendagri RI M. Fazal, Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (DKP3A) Kaltim Hj Halda Arsyad yang menjadi nara sumber kali ini, puluhan peserta dari kabupaten/kota Se Kaltim dan OPD tingkat pemprov Kaltim.

Dokumen kependudukan yang ditingkatkan kualitas pelayanannya sesuai Permendagri tersebut paling sedikit antara lain Kartu Keluarga, KTP-el, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian dan Surat Keterangan Pindah. (diskominfo/tp)

Wartawan Diharap Beri Kontribusi Positif Untuk Kaltim Lewat Media

Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi berharap seluruh wartawan di Kaltim dapat menjadi wartawan yang berkompeten dan bisa menjadi faktor pencetus berkembangnya pembangunan di Indonesia melalui tulisan khususnya di Kaltim.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Biro Humas Setda menggelar Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Kaltim dengan tema “Menuju Wartawan Profesional Berwawasaan dan Beretika” di Pendopo Lamin Etam, Rabu (14/11).

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan uji kompetensi wartawan ini sangat penting karena wartawan jika salah penulisan dan salah informasi, beritanya akan menjadi berita dunia sekarang ini. Jika dulu koran lokal, sekarang semua serta mendunia karena dengan sistem teknologi yang baru seperti media sosial.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjutnya, sangat menghargai dan sangat berharap wartawan di Kaltim bisa memberikan kontribusi positif untuk membangun Kaltim lewat media. Melalui informasi bisa membangun persepsi dan persepsi bisa membangun tindakan, sehingga jika kita menyampaikan informasi kemudian dibuat dan ditulis oleh wartawan sesuai dengan informasi yang ada, maka akan membuat persepsi itu menjadi lebih baik.

Foto Bersama Wakil Gubernur Kaltim, Ketua PWI Kaltim dan Departemen Bidang Organisasi dan Pembinaan Daerah PWI Pusat

“Saya berharap tidak adanya berita-berita hoax yang kemudian akan memecah belah persatuan dan kesatuan. Kita harapkan wartawan harus mampu meluruskan berita hoax, bukan justru malah menyebarluaskannya, wartawan juga harus mampu mengidentifikasi, menggali, mencari informasi dengan detail dan benar agar berita itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kaltim,” ujar Hadi.

Untuk diketahui Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan tahun 2018 di ikuti sebanyak 21 peserta yang terbagi sebanyak 14 orang ditingkat muda dan sebanyak 7 orang ditingkat madya.

Hadir juga dalam acara tersebut Cahyono Adi dari Departemen Bidang Organisasi dan Pembinaan Daerah PWI Pusat, serta Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi. (Diskominfo – Rzk)

21 Wartawan Ikuti Uji Kompetensi

SAMARINDA— Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Humas dan Protokol Setda menggelar Sosialisasi Uji Kompetensi Wartawan tahun 2018, yang dilaksanakan di Pendopo Lamin Etam, Kantor Gubernur Kaltim. Rabu (14/11) 

Tidak hanya sosialisasi, Humas Prov. Kaltim juga menfadilitasi bagi wartawan untuk mengikuti sertifikasi uji kompetensi secara gratis.

Kepala Bagian Internal-Eksternal Humas Pemprov Kaltim, Andik Riyanto mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan yang ke 2 setelah tahun 2013 diikuti 15 peserta.

Sementara, tahun 2018 meningkat jumlah pesertanya bukan 15 lagi, tetapi ada 21 peserta, disayangkan ditingkat utama  masih belum ada yang mengukuti kegiatan ini, yang mengikuti hanya tingkat muda sebanyak 14 orang dan untuk tingkat madya hanya 7 orang.

Menurut Andik, uji kompetensi sangat penting sekali, diketahui pesertanya rata-rata masa kerjanya 15-20 tahun baru mengikuti uji kompetensi ini. 

“Tentunya bagi wartawan yang belum mengikuti kedepan dapat mengikutinya,” pintanya

Lebih lanjut terang Andik, kedepan wartawan harus berkompeten dalam bidangnya, ketika wartawan tidak berkompeten dan mempunyai kesalahan taruhannya Republik Indonesia.

Tentunya dari uji kompetensi bukan hanya teknik skill , tetapi diharapan regulasi media massa benar-benar menjadi ajuan para wartawan karena wartawan adalah mitra yang perlu mendapat bekal seperti ini, sehingga tidak ada lagi  pelanggaran-pelanggaran kode etik dan Undang-Undang Pers. (diskominfo/ris)

Sako Pramuka SIT Kaltim Ikuti Perkemahan Ukhuwah Nasional

SAMARINDA- 708 peserta Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT) Kaltim yang  akan mengikuti perkemahan Ukhuwah  Nasional  IV  di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta 16-19 November 2018, resmi dilepas Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (10/11).

Hadi mengatakan perkemahan Ukhuwah  juga dapat dijadikan ajang untuk bertukar informasi,  menambah wawasan, ilmu pengetahuan dan pengalaman.

Selain itu, ajang perkemahan ukhuwah dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan relaksasi,  maksudnya para  siswa  di sekolah mungkin mengalami kejenuhan  mengikuti  pelajaran seperti matematika, bahasa Inggris,  bahasa Arab, Bahasa Indonesia  setiap hari, dengan relaksasi dan rekreasi ini ada semangat dan ada gairah baru ada energi baru hingga pulang dari berkemah harusnya menjadi lebih giat dalam belajar.

Tambahnya, perkemahan  jambore  nasional maupun semacam itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai ajang silaturahmi agar peserta bisa mendapatkan hal-hal yang positif.

Begitu juga dalam mengikuti beberapa perlombaan  dihatapkan pesertab tetap menjaga nama baik daerah  dan selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding.

Kontingen Sako Pramuka SIT Kaltim berjumlah 708 peserta terdiri sari 57 regu (570 peserta)  serta pendamping dan pembimbing yang berasal dari 7 kabupaten kota yaitu  Samarinda, Balikpapan, Kukar, Paser, PPU, Bontang dan Kabupaten Berau.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Hadi Mulyadi menyerahkan bendera pramuka kepada  pimpinan kontingen  Sako Pramuka Sekolah Terpadu (SIT) Kaltim Bimansyah.(diskominfo/ris)

Disdukcapil Harus Bisa Belajar Sejajar

SAMARINDA—- Sebanyak 40 orang petugas Fornt Office (FO) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/kota se Kaltim mengikuti Bimbingan Teknis yang diselenggarakanOleh Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prov. Kaltim, di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Sabtu (20/10)

Pelatihan ini diberikan untuk memberikan pembekalan pada petugas Fornt Office bagaimana prosedur pelayanan yang baik, ramah dan cepat bagi masyarakat. Pelayanan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan animo masyarakat terhadap pengurusan administrasi kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyambut baik kegiatan Bimbingan Teknis Petuga Fornt Office Dinas Kependudukan Provinsi dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/kota se Kaltim.

Menurut Pj. Sekretaris Daerah Prov. Kaltim Hj. Meiliana, kegiatan ini sangat penting untuk menjadi bekal khususnya petugas Fornt Office agar setelah ini bersama-sama dapat mewujudkan pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil yang berkualitas menuju pelayanan yang membahagiakan masyarakat.

Harus diakui bahwa hingga saat ini pelayanan kependudukan dan pencatatan sipil secara umum masih belum membahagiakan masyarakat. Bahkan setelah mendapatkan giliran pelayanan kadang masyarakat masih tidak mendapatkan informasi yang jelas kapan akan diterbitkan.

Sebagai contoh, masih banyak warga mengeluhkan ketidak jelasan waktu mendapatkan KTP-el walaupun sudah dilakukan perekaman data penduduk pada waktu yang lalu. Sementara di Daerah sering kali mengalami ketiadaan blangko KTP-el dari Dirjen Adminduk.

“Untuk kepentingan rakyat, Pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik, kedepan Disdukcapil harus bisa belajar sejajar, kalau bisa lebih baik dalam hal pelayanan, “terangnya (diskominfo/ris)

Pokja PPID Diminta Habis-habisan Serahkan Jiwa Raga Untuk Kemajuan Desa

Balikpapan – Pelaksanaan Orientasi Tugas Kelompok Kerja (Pokja) Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) TA 2018 yang dilaksanakan 13 – 18 Oktober 2018, di Balikpapan berakhir. Kegiatan tersebut ditutup Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Moh Jauhar Efendi ditandai pelepasan tanda peserta secara simbolis bagi perwakilan peserta perempuan dan laki-laki.

Dalam arahannya saat menutup kegiatan, Rabu (17/10) malam, di Balikpapan, Jauhar menyampaikan pesan penting bagi peserta. Ia meminta Pokja PPID memaknai isi lagu Padamu Negeri yang dinyanyikan di awal acara dengan habis-habisan menyerahkan jiwa dan raga untuk kemajuan desa.

“Tadi semua sudah penuh semangat menyanyikan Padamu Negeri Kami Berjanji, Padamu Negeri Kami Berbakti, Padamu Negeri Kami Mengabdi, Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami. Sekarang saatnya mewujudkan isi lagu tersebut dengan penuh komitmen siap membangun negeri melalui desa,” ujarnya.

Karenanya ia berharap peserta yang sudah banyak menerima materi dari para narasumber langsung melakukan langkah-langkah konkret di Kabupaten dalam melaksanakan Program Inovasi Desa (PID). Diantaranya ditandai segera melaksanakan Bursa Inovasi desa bagi kabupaten yang belum melaksanakan sebagai bagian percepatan pelaksanaan PID.

Kegiatan sendiri diikuti sekitar 26 peserta dengan pendekatan dibagi dalam dua kelas, yakni kelas umum dan kelas khusus. Tujuan pelaksanaan orientasi dalam rangka menyukseskan pelaksaan PID di Kaltim.

 

Sumber : DPMPD Prov Kaltim

Perlunya Pengembangan SDM TIK dan Kehumasan

Samarinda – Focus Group Discussion (FGD) Profil dan Pemetaan SDM Bidang TIK dan Kehumasan pada ASN Provinsi yang diadakan oleh Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Banjarmasin di ruang WIEK Dinas Kominfo Prov. Kaltim pagi tadi (25/9) bertujuan untuk mendapatkan Informasi tentang kondisi SDM TIK dan SDM Kehumasan saat ini, mengetahui Informasi tentang Harapan-harapan Pemprov akan kemampuan  SDM TIK dan SDM Humas, serta mendapatkan gambaran mengenai Peranan SDM TIK dan  Humas dalam menyokong Pembangunan Daerah.

FGD dibuka oleh Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin dan dipimpin oleh Moderator dari B(B)PSDMP untuk menggali beberapa kebijakan, potret permasalahan, langkah kongkret yang telah dilakukan, serta dokumentasi atau laporan publikasi kegiatan dari setiap Pemerintah Provinsi di 20 Provinsi lokasi kajian.

Pengembangan kapasitas SDM TIK  dirasa sangat perlu untuk mendukung E-Government dan pentingnya Pengembangan SDM Kehumasan sangat perlu untuk mendukung percepatan penyampaian informasi terkait program dan kebijakan Pemerintah.

Oleh karena itu, pusat pengembangan profesi dan sertifikasi Balitbang SDM Kominfo melakukan profiling dan pemetaan SDM TIK dan Kehumasan Pemerintah Provinsi se Indonesia melalui survey dan juga melalui FGD. Dengan mengetahui kondisi dan potensi ASN bidang TIK dan Kehumasan kedepannya dapat dirancang strategi untuk melakukan pengembangan potensi SDM pada bidang tersebut.

Kepala BPSDM Kominfo Banjarmasin Ricky H Paat sedikit menerangkan bahwa bidang TIK dan Kehumasan adalah salah satu profesi yang juga menjadi pembinaan bagi tenaga –tenaga dibawah kementerian kominfo yang dalam hal ini di bawah Direktor Jenderal IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Kami di badan Ditbang melaksanakan kegiatan untuk bimbingan teknis baik itu untu ASN maupun kegiatan bersertifikasi bidang TIK dan Kehumasan.” Ujarnya. (Diskominfo/dir)

Hasil Rekrutmen TPP Kaltim 2018 Diumumkan

Samarinda – Rangkaian panjang pelaksanaan Rekrutmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Provinsi Kaltim tahun anggaran 2018 telah berakhir. Sesuai jadwal, Senin (17/9) hari ini, hasil rekrutmen yang sudah ditetapkan akan diumumkan secara luas melalui website resmi DPMPD Kaltim (http://dpmpd.kaltimprov.go.id) dan papan pengumuman di Kantor DPMPD Kaltim.

“Sabtu (15/9) kemarin kita sudah rapat penetapan sesuai dengan hasil seleksi tes tertulis, wawancara, dan tes komputer yang diikuti peserta. Hari ini tinggal diumumkan agar mereka yang lulus bisa persiapan mengikuti tahapan selanjutnya, yakni pelatihan pratugas dan kontrak kinerja penempatan penugasan,” ungkap Kepala DPMPD Kaltim, Moh Jauhar Efendi saat memimpin apel pagi, di Halaman Kantor DPMPD Kaltim, Senin (17/9).

Menurut Jauhar, secara umum pelaksanaan rekrutmen berjalan lancar. Ditandai jumlah pelamar yang cukup membludak dan pelaksanaan seluruh tahapan seleksi berjalan lancar, baik untuk yang dilakukan sistem jemput bola di Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Berau, serta terpusat di Samarinda.

Hasilnya, dari 562 pelamar untuk 149 kuota yang tersedia tercatat hanya 375 pelamar yang lolos ke seleksi tes tertulis, 271 peserta lolos ke tes wawancara, dan 268 peserta tes komputer. Namun demikian yang lolos seluruh tahapan ditetapkan sebagai TPP hanya 146 peserta atau masih kurang tiga untuk memenuhi kuota TPP yang kosong di seluruh wilayah Kaltim.

“Yang khawatir Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI). Sebab kuotanya untuk provinsi. Artinya penugasnnya ditetapkan provinsi. Takutnya ada yang tidak siap ditempatkan di daerah tertentu. Tapi mudahan semua bersedia sehingga kuota kosongnya tidak bertambah lagi,” katanya.

Sejalan dengan itu, panitia seleksi akan segera menghubungi mereka yang lolos sebelum diberikan pelatihan pratugas. Harapannya saat pratugas sudah mantap dengan posisi masing-masing, sehingga tidak ada uang negara yang rugi akibat sudah dilatih selama satu minggu kemudian mundur.

Jauhar juga meminta jajarannya segera menyiapkan surat untuk melakukan seleksi tahap berikutnya. Ini untuk mengisi kekosongan akibat tidak terpenuhinya kuota kosong hasil rekrutmen kemarin.
“Kalau diperkenankan tim saja turun kelapangan melakukan rekrutmen. Mudahan dananya tercukupi. Ingin semua bisa terisi. Mudahan mendatang bisa terpenuhi,” harapnya.

Untuk diketahui, Kuota TPP se Kaltim sebanyak 475 orang. Namun demikian masih terjadi kekurangan sebanyak 149 orang yang akan diisi melalui rekrutmen. Hasilnya hanya 146 peserta yang lolos atau masih berlum terisi tiga kuota lowong. (Diskominfo – Rzk).

 

Foto : Dok DPMPD Kaltim