DKP3A Kaltim Terus Tingkatkan Kemampuan Digitalisasi Personil

Samarinda – Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terapan teknologi informasi dan komunikasi berbasis database kependudukan tahun 2019, Bimtek ini berlangsung di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Jumat (30/8).

Kebagai ketua panitia Kabid Fasilitasi Pelayanan Adminduk DKP3A Kaltim Iwan Setiawan menuturkan “Meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas dalam mengolah dan menyajikan informasi database kependudukan dan memberikan pemahaman kepada petugas tentang pentingnya melakukan inovasi secara online berbasis database kependudukan menuju dikcapil Go Digital,” Ujar Iwan.

Iwan juga menambahkan agar terciptanya petugas yang smart, handal dan terampil serta mengetahui tugas dan fungsinya dengan baik dan terwujudnya sistem pelayanan publik serta terwujudnya digitalisasi dokumen kependudukan.

Acara dibuka oleh kepala dinas DKP3A Kaltim Halda Arsyad dan nara sumber 2 nara sumber lainya, Kasubdit Tata Kelola dan Sumber Daya Manusia Teknologi Informasi dan Komunikasi Direktorat PIAK Nurlailawati dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara Samuel Parrangan.

Dan diikuti oleh operator SIAK, Administrator database pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kabupaten/Kota Se Kaltim yang jumlahnya 40 peserta.

Pelatihan Disain Kemasan Produk

Samarinda-Dinas PERINDAKOP Provinsi kaltim bidang UPTD P2KUKM menggelar pelatihan Disain Kemasan Produk bagi para pelaku UKM ,kegiatan tersebut di mulai tanggal 26-28 agustus.Di ikuti 33 peserta dagai berbagai kota.

Tujuan diadakannya pelatihan ini agar para pelaku UKM memahami pentingnya strategi usaha dengan mengolah Disain kemasan produk yang menarik, supaya mempengaruhi konsumen dan memberikan respon positif.

Dengan mempunyai disain menarik dapat menambah nilai jual suatu produk ,pada era perkembangan zaman saat ini pesaing industri akan semakin ketat dan tuntutan mutu.

Daya tarik dan keindahan produk yank dihasilkan akan mengikuti persaingan pasar yang kompetitiv baik pasar lokal, luar daerah Kaltim maupun internasional.

Acara tersebut di buka langsung Kepala dinas Perindustrian Perdagangan Koprasi dan UKM .Provinsi KALTIM Ir.Fuad Asaddin ( PERINDAKOP PROV . KALTIM)

“Kegiatan ini adalah salah satu upaya pemerintah memeratakan kesehjahteraan dan peningkatan Ekonomi bagi UKM khususnya peserta dan masyarakat luas ,dan memahami peluang pengembangan potensi serta menambah kreatifitas UKM dala usaha”kata Fuad Asaddin dalam sambutanya.

Kegiatan pelatihan ini bekerja sama dengan DINAS PERINDAKOP PROV.KALTIM, POLITEKNIK jurusan Disain Produk.Dinas Kesehatan . (Diskominfo/BGS)

Puluhan Guru Ikuti Diklat Pendidikan Era Revolusi industri 4.0

SAMARINDA –Puluhan Guru-Guru Se-Kalimantan Timur mengikuti Pelatihan Implementasi Pendidikan Industri 4.0. Pelatihan tersebut berkat kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kaltim dengan Dinas Pendidikan Provinsi kaltim dan Kementrian Pendidikan, bertempat di Gedung Kudungga Kantor Diskominfo Provinsi Kaltim (20/8).

Dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Diddy Rusdiansyah dalam sambutanya menyampaikan pentingnya meningkatkan kecerdasan masyarakat dengan adanya aplikasi -aplikasi pendidikan yang ada di smartphone dan kedepanya akan bekerja sama dengan Perpustakaan daerah provinsi Kaltim untuk melakukan menyebarkan link buku online.

Lanjut, tujuan diadakannya pelatihan ini untuk membekali para guru yang terkendala teknis dalam aplikasi online. Adapun Tantangan yang dihadapi para guru saat ini iyalah semua kegiatan yg dilakukan para siswa sudhh beralih ke teknologi. Dimana para siswa memperoleh informasi dan ilmuu dari aplikasi di smartpone .

diharapkan dengan adanya pelatihan ini para guru bisa berkolaborasi kemajuan teknologi industri 4.0 dalam dunia pendidikan.

Dunia pendidikan sekarang mengikuti perkembangan zaman , dengan adanya aplikasi-aplikasi berkonten pendidikan mempermudah para siswa memperoleh ilmu secara langsung melalui smartphone .

BKKBN Kaltim Latih PKB dan PLKB Gunakan SIGA

Samarinda — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kaltim menerapkan Sistem Informasi Keluarga (SIGA). Ini memberi kemudahan pengelola data dan informasi mengintegrasikan data statistik bagi petugas Keluarga Berencana (KB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB),

Karenanya, agar sistem tersebut dapat dikelola dengan baik, 30 orang petugas KB lapangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kaltim diberi pelatihan SIGA di ruang belajar BKKBN Kaltim selama empat hari, Rabu (24/7).

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli mengatakan SIGA menjadi hal penting bagi BKKBN. Karena berfungsi sebagai alat monitor dan perencanaan, pengukuran kinerja dan peta kerja setiap tingkatan wilayah Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

“BKKBN menerapkan sistem informasi terbaru dan akuntabel, SIGA namanya. Karenanya haruslah didukung sistem yang meliputi data, informasi, indikator, prosedur, perangkat, teknologi dan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan pengelolaan terpadu dalam program KKBPK,” katanya.

Eli menjelaskan, SIGA dirancang berbasis teknologi informasi memberi kemudahan pengelola data dan informasi, pemangku kepentingan di seluruh tingkatan wilayah dalam pengelolaan data pelaporan dan statistik rutin. Termasuk pengambilan keputusan mendukung pelaksanaan kegiatan operasional lapangan.

“Makanya SDM harus disiapkan dengan baik. Melalui kegiatan ini, diharapkan peningkatan kapasitas dan komitmen petugas operator, PKB/PLKB kabupaten berkaitan pengelolaan data dan informasi,” imbuhnya. (Diskominfo/Cht)

P4S Ingin Tingkatkan Sumber Daya Manusia Di Kaltim

Berau— Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) merupakan lembaga masyarakat yang berperan aktif mendukung pembangunan pertanian dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) petani. Konsep pertanian dalam arti yang luas di P4S bertujuan mensejahterakan masyarakat terutama di pedalaman.

Hal itu disampaikan Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Law Kawar Kabupaten Kukar Jumanan Tarigan pada Temu Profesi di SMAN 6 Kampung labanan jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Senin (22/7).

Dikatakan, konsep pertanian secara luas itu ruang lingkupnya tidak hanya proses tanam-menanam atau budidaya saja. Melainkan semua mencakup kegiatan pertanian baik tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan serta perikanan.

Konsep yang dibuat pun saling menguntungkan baik sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.

“Konsep kami, makan yang kita tanam, tanam yang kita makan. Artinya dari hulu ke hilir itu disiapkan satu tempat, jadi kawasan tersebut saling menguntungkan simbiosis mutualisme,” tuturnya.

Dirinya memberikan contoh peternak ayam. Selain ternaknya, kotoran ayam bisa digunakan untuk pertanian. Limbah pertanian bisa digunakan untuk perternakan, Dan sebaliknya, limbah peternakan bisa untuk perikanan. Inilah konsep dalam arti luas itu, sektor manapun bisa saling menguntungkan.

Ia menuturkan, terkait konsep yang disajikan ini menjadi upaya mengatur dan mengembangkan usaha pegurus kelompok tani. Kemudian, mengukur kekuatan dan menyadari kelemahan menghadapi permasalahan terutama sektor pertanian.

Lembaga yang dipimpinnya merupakan mitra kerja pemerintah berfungsi dalam pemberdayaan petani dengan menyebarkan dan menyampaikan informasi teknologi berorientasi agribisnis di perdesaan. Ia berharap, Pemerintah selalu mendukung kegiatan ini, sehingga Kaltim menghasilkan SDM berkualitas di sektor pertanian.

“Semoga pemerintah mendukung kegiatan pusat pelatihan Kaltim. Ironi karena sumber daya manusia kaltim tertinggal dibanding pulau lainnya. Untuk itu, lebih diproritaskanlah SDMnya,” pungkasnya.(Diskominfo/Rey)

IKAMAJA Kaltim Ajak Generasi Muda Bertani

Berau – Pemerintah melakukan berbagai upaya menarik minat generasi muda desa terjun ke sektor pertanian. Ini sebagai cara agar pemuda menjadi penggerak pembangunan pertanian.

Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA) Ngatno di acara Temu Profesi Pekan Daerah X Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA X KTNA), di SMAN 6 Kampung Labanan Jaya, kecamatan teluk bayur, Senin(22/7).

Diungkapkan, lambatnya regenerasi petani menjadi persoalan penting sektor pertanian yang mengancam kedaulatan pangan pemerintah. Persoalan ini tak hanya muncul di level nasional namun juga global.

Kedatangan Ngatno di kegiatan ini bertujuan membawa misi pemuda tani. Selama di Jepang, para peserta magang diperkenalkan cara bertani dengan teknik modern, pengembangan wawasan bisnis, pengenalan komoditas berprospek bisnis, manajemen usaha tani modern, informasi pasar, dan berbagai informasi lain.

“Kami Ikatan Alumni Magang Jepang membawa misi. Pemuda tani mau berusaha bertani, regenerasi tani sampai mau memperkenalkan pertanian di tingkat anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, magang usaha pertanian ke Jepang merupakan program Departemen Pertanian mulai tahun 1984. Bekerja sama dengan asosiasi pertanian Jepang dan sekarang alumni tersebut memiliki sekitar 1800 orang.

Setiap tahun, Indonesia mengirim 60 sampai seratus orang ke Jepang dan mengaplikasikan ilmunya baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

“Alumni kami seluruh Indonesia mencapai 1800 orang. Mereka yang sudah pulang ke tanah air akan mandiri untuk berusaha tani,” bebernya.

Ngatno berharap setelah Pekan Daerah Kontak Tani ke 10 (PEDA X KTNA) berakhir, generasi muda Indonesia khususnya pemuda desa bidang Agribisnis semakin jauh minat bertani.

“Jangan takut bertani. Mari cari inovasi terbaru yang lebih ke agribisnis sehingga pemuda senang bertani. Dan pemuda harus lebih modern dan milenial menggunakan media sosial yang ada lebih menarik,” pungkasnya.

Kegiatan dihadiri sebanyak 140 orang dirangkai diskusi peserta PEDA X KTNA 2019 dengan narasumber. Hadir Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan & Hortikultura H. Ibrahim, Kadis Perkebunan Kaltim Ir. Ujang Rachmad dan Kepala Dinas Pertanian Perternakan Berau Mustakim Suharjana.(Diskominfo/Rey)

Madrasah Harus Punya Standar Kualitas

Samarinda — Penyiapan sumber daya manusia berkualitas dan unggul merupakan orientasi pendidikan semua jenis dan strata pendidikan. Madrasah sebagai lembaga pendidikan berbasis masyarakat memiliki peran tanggung jawab yang sama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim Sofyan Noor menegaskan Madrasah harus memiliki standar kualitas agar mendapat pengakuan dari masyarakat. Salah satu indikator mutu pendidikan madrasah adalah kualitas lulusannya. Sedangkan, aspek penting peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan adalah kualifikasi guru, mutu manajemen, fasilitas (sarana dan prasarana), kurikulum, sistem yang diterapkan dan dana tersedia.

“Harapannya ada standar target. Ini agar mendapat pengakuan madrasah berkualitas. Karena itu perlu ditekankan adanya peningkatan dalam bimbingan teknis akreditasi,” tegasnya dihadapan peserta Bimtek Akreditasi Madrasah Tahun 2019, Selasa lalu (16/7).

Lebih lanjut Sofyan menjelaskan, ada delapan standar yang harus dipenuhi. Salah satunya menentukan visi dan misi. Upaya menentukan visi dan misi diperlukan diskusi yang panjang, tidak serta merta karena kemauan kepala madrasah. Visi dan misi harus disosialisasikan kepada semua orang dan diketahui semua unsur di sekolah. Guru, murid, orang tua murid bahkan tukang sapu pun perlu tahu visi dan misi Madrasah tersebut.

“Bahkan tukang sapu sekolah juga perlu tahu supaya dia menyapu, melaksanakan tugas kebersihan sesuai dengan visi dan misi sekolah,” tambahnya.

Selain itu, untuk bisa mencapai standar Madrasah yang berkualitas, Sofyan memberikan tiga cara dalam bekerja kepada para peserta. Yaitu detail, cermat dan teliti. Detail yang dimaksud yaitu menguasai semua persoalan tugasnya, cermat yaitu fokus dan menghayati. Sedangkan teliti adalah responsif dan evaluatif. (Diskominfo/Cht)

Berita Foto : Pemberian Bantuan Ketua Dekranas Kepada UMKM Kaltim

Pemilik Mangsi Coffee I Made Windu Segara Senet memberikan ilmu tentang bisnis pada acara Sinergi program kegiatan Kementrian Koperasi dan UKM dengan Dekranas dan TP PKK di Ballroom Hotel Senyiur Samarinda, Senin (15/7).

 

I Made Windu Segara Senet sharing tentang hak cipta dengan pengerajin lokal asal Kaltim.

 

Petani gula aren asal Samarinda menjadi narasumber tentang kemasan memikat pembeli.

 

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) Hj. Mufidah Jusuf Kalla memberi bantuan kepada pengrajin UMKM di Kaltim.

 

Hj. Mufidah Jusuf Kalla (kebaya hijau) berfoto bersama penerima bantuan.

 

Hj. Mufidah Jusuf Kalla mengalungkan tanda peserta.

 

Lima pria memamerkan pakaian khas bermotif sarung Samarinda.

 

Para model memeragakan pakaian bermotif sarung Samarinda.

 

Hj. Mufidah Jusuf Kalla memantau kerajinan khas Samarinda di pelataran Ballroom Hotel Senyiur Samarinda.

 

Hj. Mufidah Jusuf Kalla memantau kerajinan khas Samarinda di pelataran Ballroom Hotel Senyiur Samarinda.

Gubernur Buka Latsar CPNS Gelombang II

Samarinda – Pelaksanaan Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) 2019 gelombang II dibuka Gubernur Kaltim H.Isran Noor di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Prov. Kaltim. Diikuti CPNS golongan II dan III  angkatan X, XI dan XII Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikapapan, Rabu (10/7).

Gubernur Isran dalam arahannya mengatakan Latsar merupakan kegiatan untuk persyaratan menjadi PNS. Sebagai unsur persyaratan formalitas yang diwujudkan dengan sertifikasi. Dirinya juga mengapresiasi para peserta karena dari 5.000 orang yang mengikuti tes ASN tahun 2018 lalu diterima hanya 270 orang.

“Saudara semua mendapatkan keistimewaan dari segi ukuran yang dipedomani untuk lulus atau tidak lulus,” ujar Gubernur.

Selain itu, Latsar merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kompetensi ASN. Khususnya para guru, dokter dan tenega kesehatan lain yang profesional, berintegritas serta mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Di kesempatan itu, Isran berpesan agar setiap pegawai bekerja profesional, transparan serta mengedepankan kepentingan masyarakat dalam aspek penyelenggaraan pemerintah.

Sementara, Plt Kepala BPSDM Kaltim HM. Aswin menjelaskan Latihan dasar (Latsar) golongan III angkatan X, XI dan golongan angkatan II angkatan XII dan XIII dilaksanakan selama 51 hari kerja. Dimulai 10 Juli sampai 4 september 2019 dengan rincian 21  hari kerja pembelajaran klasikal dan 30 hari kerja pembelajaran non klasikal ditempat kerja.

Peserta latsar gelombang II berjumlah 150 orang. Terdiri angkatan X golongan III berjumlah 40 orang pendidik dan angkatan XI golongan III berjumalah 39 orang tenaga kesehatan. Sementara angkatan XII golongan II berjumlah 38 orang tenaga kesehatan di lingkungan Pemprov. Kaltim dan Pemkab Kubar. Juga angkatan XIII golongan II berjumlah 33 orang tenaga kesehatan di lingkungan Pemkot Balikpapan. (diskominfo/ris)

Berita Foto : Pembukaan Latsar CPNS Gelombang II

Dalam laporannya, Plt Kepala BPSDM Kaltim, HM Aswin  mengatakan ASN yang berkarakter dibentuk oleh nilai-nilai dasar profesi ASN, Rabu (10/11).

 

Hadir Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim Bere Ali, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sa’duddin, Kepala BKD Kaltim Ardiningsih dan Instruktur Lastar.

 

Pengucapan janji peserta pelatihan dasar.

 

Gubernur Kaltim H. Isran Noor mengapresiasi para peserta Latihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) karena dari 5.000 orang yang mengikuti tes ASN tahun 2018 lalu diterima 270 orang.

 

Gubernur Isran mengalungkan tanda peserta.

 

Gubernur Isran berfoto bersama peserta Lastar CPNS Prov. Kaltim Gelombang II