Enam Anak Muda Samarinda Ikuti JPD Tingkat Provinsi

SAMARINDA – Jambore Pemuda Daerah (JPD) Kota Samarinda berhasil memilih enam orang yang akan mengikuti tingkat Provinsi Kaltim. Kegiatan pemilihan dilakukan selama dua hari. Dari 26 peserta yang mendaftar diseleksi menjadi 10 orang. Selanjutnya terpilih enam orang terbaik berdasarkan skor tertinggi.

Ditemui usai rapat, Juri Bahasa Inggris Rahmat Azazi Rhomantoro mengatakan adanya jambore ini menjadikan generasi muda mampu berfikir, bertindak dan berinovasi secara personal maupun kelompok. Partisipasi dan peran anak muda menjadi penentu rasa cinta kebudayaan dan kesenian daerah yang harus dikembangkan.

“Berbagai pengalaman serta keilmuan akan menjadikan para pemuda dan pemudi memiliki integritas dan kapabilitas dalam menumbuhkan daya saing dalam memacu SDM yang berkualitas,” jelas Rahmat.

Rahmat mengharapkan peserta yang terpilih dapat memberikan hasil terbaik sebagai wakil Kota Samarinda dalam Jambore Pemuda Daerah Tingkat Provinsi di Kota Bontang. Sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan di Kota Samarinda. Adapun enam peserta antara lain Agus Setiaji,  M. Novan, Aditya Alexander, Soraya Annis, Musdalifah dan Widya Sri.

Juri yang ditunjuk adalah Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Samarinda Bambang (Juri Pengetahuan Umum), Perwakilan Duta Pemuda Kaltim 2018 Rahmat Azazi Rhomantoro (Bahasa Inggris) dan Perwakilan Dosen Polnes Broadcast Education/Duta Pemuda Kaltim 2017 Ayu Permatasari (Personality dan Komunikasi).

Selain itu Seniman Kaltim Buyung selaku Juri Pemuda dan Seni Budaya serta Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Samrinda Asmuransyah. (DISKOMINFO/Lely).

Samarinda Gelar Jambore Pemuda

SAMARINDA – Kegiatan Jambore Pemuda Daerah (JPD) tahun 2019 kembali diadakan. Ini merupakan event tahunan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Samarinda. Seperti tahun sebelumnya, JPD dilaksanakan dua hari pada 12 dan 13 Februari di Rumah Jabatan Walikota Samarinda. Kegiatan diikuti 26 peserta dari berbagai universitas, fakultas, sekolah, kecamatan, dan kelurahan. 

Untuk tanggal 12 Februari dimulai tes tertulis dan interview. Dilanjutkan tanggal 13 Februari yaitu unjuk bakat dan prakarya. Dari 26 peserta dipilih 10 orang terbaik yang selanjutnya disaring menjadi enam untuk mewakili Kota Samarinda. Terdiri 3 laki-laki dan 3 wanita. 

Dhien Fitrianda sebagai peserta menyampaikan kegiatan ini memberi banyak dampak positif. Karena memberi inspirasi dan pengalaman anak muda Samarinda dengan berbagai latar belakang.

“Menariknya ketika terpilih maka berjumpa dengan anak muda lain yang berasal 10 kabupaten/kota di Kaltim. Hal ini membuat lebih mengenal lagi budaya dan kesenian yang ada di kaltim,” jelas dara yang biasa dipanggil Dinda itu.

Dirinya berharap JPD dapat menjadi wadah pengembangan minat dan bakat memajukan daerah melalui potensi anak muda yang kreatif dan inovatif. (DISKOMINFO/Lely)

DFC Hancurkan Impian Korpri

Samarinda – Tim Diskominfo Futsal Club (DFC) Kalimantan Timur berhasil meraih kemenangan dalam laga pertama pertandingan turnamen futsal HUT Pemprov Kaltim ke – 62. Tim asuhan Sandy Al Gamar itu mengalahkan tim futsal Sekretariat KORPRI Kaltim dengan skor 4-1 di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (4/2).

Walaupun persiapan hanya seminggu, namun itu tak menyurutkan semangat pemain dalam berlatih guna mempersiapkan diri sebaik mungkin mengikuti turnamen antar OPD Pemprov Kaltim tersebut. Dengan kemenangan laga pertama ini, Sandy Al Gamar mengapresiasi semangat juang para pemain. Dia menilai timnya berhasil mengatur penguasaan bola sehingga keluar menjadi pemenang di laga awal ini.

“Ini patut disyukuri. Ini juga kemenangan pertama kalinya sejak tim futsal Diskominfo mengikuti pertandingan futsal antar OPD maupun Umum yang pernah kami ikuti sebelumnya. Laga selanjutnya kami akan berusaha memaksimalkan peluang agar dapat terus melaju ke babak berikutnya,” ungkapnya.

Foto bersama sebelum kickoff para pemain tim futsal Diskominfo dan Sekretariat KORPRI

Selanjutnya, Diskominfo kaltim akan berhadapan dengan tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim yang akan berlangsung Kamis (7/2)mendatang.

Tim serta Oficial berharap persiapan laga selanjutnya menghadapi BNNP Kaltim, permainan tim futsal Diskominfo semakin baik lagi dan fokus agar mampu melangkah lebih jauh lagi di turnamen futsal antar OPD ini.

“Peluang menang tentu saja ada. Tim juga pasti bekerja keras bermain baik. Dukungan logistik juga sangat diperlukan guna menjaga semangat para pemain,” harap pria beranak dua itu. (Diskominfo – Rzk)

Wagub Buka Pertandingan Olahraga Antar OPD Kaltim

Samarinda – Pertandingan olahraga antar OPD di lingkungan Pemprov Kaltim diharap dapat menciptakan kebersamaan dan silaturahmi antara Apratur Sipil Negara. Kebersamaan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dimulai dengan langkah nyata. Jika silaturahmi terjalin baik maka ketika melaksanakan tugas terbangun koordinasi dan komunikasi yang baik juga.

“Saya berharap selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini dapat menjaga kebugaran kita setiap saat untuk rajin berolahraga. Jika Kita bisa bugar jasmani maupun rohani maka dapat melaksanakan tugas kenegaraan dengan baik,” kata Hadi Mulyadi usai membuka pertandingan Olahraga antar OPD Pemprov Kaltim di Halaman Kantor Gubernur, Jumat (1/2).

Menurutnya, dengan pertandingan Olahraga antar OPD Kaltim ini dapat melihat bibit-bibit prestasi diantara para peserta. Yang memiliki keahlian luar biasa, tentu akan kita promosikan dalam acara level nasional maupun internasional.

Pertandingan olahraga antar OPD Pemprov Kaltim ini resmi dibuka ditandai tendangan bola ke arah gawang secara simbolis oleh Wakil Gubernur kaltim H Hadi mulyadi, Plt. Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat M Sa’bani dan Asisten Administrasi Umum Bere Ali. (Diskominfo – Rzk).

Jaang Buka Borneo Karate Open Turnamen

SAMARINDA – Walikota Samarinda Syaharie Ja’ang untuk kedua kalinya membuka Lebah Bukit Wira (LBW) Borneo Karate Open Turnament yang berlangsung di GOR Segiri, Jum’at (25/1).

Dalam Sambutannya Ja’ang merasa senang karena kejuaraan ini terus berlanjut dari tahun ke tahun.

“Saya merasa senang karena kejuaraan ini dilaksanakan berkelanjutan. Apalagi dalam rangka HUT kota Samarinda. Tahun lalu saya yang membuka kejuaraan ini dan tahun ini kembali membuka masih dalam rangka HUT Kota Samarinda,” ucap Jaang dalam sambutannya.

“Saya juga bangga kejuaraan ini diikuti anak-anakku semua sebagai kegiatan positif dan juga nilai perjuangan,” tambahnya.

Ja’ang merasa bangga karena adanya kegiatan ini sebagai bukti anak-anak bisa berprestasi dan juga sebagai nilai perjuangan yang melanjutkan estafet pembangunan khususnya di bidang olahraga.

“Tidak apa-apa saya menandatangani sertifikat piagam kejuaraan ini sebanyak 400 lembar selama hampir 2 jam. Saya maunya piagam ini tanda tangan basah walikota, bukan scanner yang diminta panitia. Karena ini sebuah kebanggaan dan bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan sebagai bukti pelajar berprestasi di olahraga,” imbuhnya.

Karena lanjutnya, Pemkot membuat kebijakan dalam penerimaan siswa baru untuk pelajar yang berprestasi, termasuk prestasi olahraga. Apresiasi terhadap kejuaraan ini, Jaang juga menggratiskan biaya sewa gedung GOR Segiri.

“Saya tadi mengingatkan kepada kepala UPTD Sarana dan Prasarana, agar menggratiskan ini. Jadi panitia tidak perlu membayar sewa gedung ini, uangnya bisa untuk pembinaan,” pungkasnya.

Kejuaraan  Borneo Karate Open Turnament ini bukan hanya dari Kaltim. Tetapi juga diikuti dari Kalimantan Selatan dan provinsi lainnya. (Diskominfo/Rey)

Empat Cabor Meriahkan HUT ke 62 Provinsi Kaltim

SAMARINDA – Empat Cabang Olahraga (cabor) yakni futsal, tarik tambang, tenis meja dan bola voli dipertandingkan dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 62 Provinsi Kalimantan Timur tahun 2019, yang dilaksanakan 1 Februari 2019 mendatang.

Kepala Biro Umum Setdaprov Kaltim Sayid Adiyat menjelaskan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memeriahkan HUT Provinsi Kaltim. Tahun ini Biro Umum bekerjasama dengan Korpri Kaltim akan menggelar empat Cabor.

“Kegiatan ini selain memeriahkan HUT ke-62 Provinsi Kaltim, juga sebagai upaya menjaga dan mempererat tali silaturahmi antar karyawan dan karyawati di lingkungan Pemerintah Provinsi,” ungkap Adiyat usai rapat pembentukan panitia penyelenggara cabor, di Ruang Rapat Tepian II Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (23/1).

Dijelaskan, untuk Futsal hanya diikuti kategori putra, sementera tenis meja, bola voli dan tarik tambang kategori putra dan putri. Dan pelaksanaannya dipusatkan di halaman kantor Gubernur Kaltim,

Berdasarkan informasi, tambah Adiyat, ada beberapa OPD yang sudah tercatat mengikuti pertandingan diantaranya cabor bola voli  21 tim putra dan 12 tim putri. Sedangkan cabor tarik tambang 16 tim putra dan 10 tim putri.

Adiyat juga berpesan walaupun pertandingan masih dua pekan lagi, seluruh panitia penyelenggara masing-masing perwakilan oraganisasi perangkat daerah terus berkoordinasi dan berkomunikasi, baik kesiapan lapangan, peralatan dan kesiapan lainnya.

Kaltim Gelar Kejuaraan Tenis Lapangan

Samarinda – Pengurus Daerah Persatuan Tenis Lapangan (Pengda Pelti) Kalimantan Timur bersama Pemerintah Provinsi kaltim berencana menggelar Kejuaraan Terbuka Tenis Lapangan. Pengda Pelti telah menetapkan tanggal pelaksanaan Kaltim Open Turnamen pada 1 – 7 April 2019. Upacara pembukaan disarankan 03 April 2019 dan rencananya dibuka Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

Hal ini disampaikan dalam rapat persiapan Pemprov Kaltim dengan Pengda Pellti Kaltim di Ruang rapat Dispora Kaltim Kompleks Stadion Madya Sempaja Samarinda, selasa (22/1) lalu.

Rapat yang dipimpin Kadispora Kaltim M. Syirajudin dihadiri Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Ego Arifin serta sejumlah pengurus Pengda Pelti Kaltim.

“Kaltim open Turnamen ini akan menggelar tiga kategori yakni Kategori Junior, Kategori Senior dan Kategori Veteran yang diperuntukan khusus untuk petenis Kalimantan Timur. Rencananya dilaksanakan di lapangan Segiri dan lapangan Vorvo. Apabila cuaca hujan atau kurang mendukung maka pertandingan bisa dialihkan di Lapangan Tenis Indoor Korem,” ungkap Syirajudin.

Untuk kategori Junior dan Senior, dirinya meminta Pengda Pelti melapor ke PB Pelti Pusat agar tidak terjadi bentrok jadwal dengan kejuaraan lain dan dimasukkan dalam agenda resmi PB Pelti Pusat. Tujuannya agar atlet di luar Kaltim tertarik mengikuti.

Pihaknya juga siap membantu teknis maupun non teknis dan diharapkan semua bekerja sama demi suksesnya kegiatan ini. “Untuk pelaksanaan teknis dilapangan diserahkan Pengda Pelti Kaltim. Panitia akan bentuk tiga bagian yaitu Panitia Besar, Panitia Pelaksana dan Panitia dari Dispora Kaltim dengan tupoksi berbeda,” tambahnya.

Untuk itu, Pengda Pelti Kaltim segera melapor kepada PB Pelti agar dapat masuk agenda pertandingan. Mengingat ini menentukan peringkat pemain yang ikut bertanding dengan beberapa syarat dan peraturan yang harus dipenuhi. 

Kaltim Siap Jadi Tuan Rumah FORNAS V

Samarinda – Dipercaya sebagai sebagai Tuan Rumah Penyelenggaran Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) V tahun 2019, Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim bersama Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat (FORMI) Kaltim melakukan sejumlah persiapan guna memantapkan kegiatan nasional tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Syirajuddin melakukan audiensi dengan Gubernur Kaltim Isran Noor di ruang kerjanya. Didampingi Wakil Sekjen Forminas Asdiar Bachtiar, Pakar olahraga rekreasi Sri Sudono Sumarto dan Ketua tim Verifikasi penentuan tuan rumah Fornas Djainal A Simanjuntak, Kamis (17/1).

“Saya harapkan agar kepercayaan nasional kepada Kaltim menggelar FORNAS V ini dapat dilaksanakan dengan persiapan matang, perencanaan rapi dan penyelenggaraan sukses. Sehingga dapat memberikan rasa puas seluruh kontingen yang hadir. Disamping tentunya menjaga nama baik Kalimantan Timur,” ujar Gubernur Isran Noor.

Isran juga menekankan agar pertemuan ini dibahas persiapan pelaksanaan dan tanggung jawab penyelenggara Daerah serta Formi Nasional selaku Panitia Pusat. Sehingga ajang perhelatan olahraga tradisional dapat terlaksana dengan baik, lancar dan sukses.

FORNAS di Kaltim diharapkan tidak hanya menonjolkan pertandingan olahraga tradisional, namun menjadi pesta olahraga rekreasi, pengenalan pariwisata Kaltim, pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ini agar Fornas Kaltim membawa dampak positif pembinaan ekonomi masyasrakat.

Kaltim ditunjuk Formi Nasional sebagai tuan rumah penyelenggara FORNAS V tahun 2019 melalui surat Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat (FORMI) Nasional nomor 001/A/FORMINAS/I/2019 tertanggal 04 Januari 2019. Dianggap paling siap oleh tim Verifikasi penentuan tuan rumah Fornas mengungguli Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat yang juga menjadi nominator tuan rumah.

Jelang Pra-PON 2019, Asprov PSSI Kaltim Seleksi Atlet

SAMARINDA – Berakhirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim yang berakhir 12 Desember 2018 lalu, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim akan melakukan seleksi atlet muda berbakat. Ini dilakukan guna memperkuat tim sepak bola Kaltim dalam Pra-PON 2019 medatang di Ende Kupang.

Ketua Asprov PSSI Kaltim Yunus Nusi menjelaskan selama pelaksanaan cabang olahraga sepak bola Porprov VI Kaltim kemarin, pihaknya telah membentuk tim talent scouting. Mereka telah menyaring beberapa pemain yang nantinya ikut memperkuat Kaltim.

“Talent scouting sudah memberikan laporan, sudah kelihatan calon-calon pemain untuk memperkuat Pra-PON. Sebagian besar lahir dari Porprov, tapi ada juga sebagian dari pemain Liga 2 dan Liga 1. Setelah terkumpul, nanti mereka dipanggil untuk kembali mengikuti seleksi yang digelar Asprov PSSI Kaltim pada Januari 2019,” ungkapnya.

Menurut Yunus Nusi, ada 5 kabupaten kota yang mendominasi skuad tim sepak bola Kaltim yang akan dibentuk. Diantaranya Kutai Kartanegara, Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, dan Bontang.

“Januari nanti kita akan panggil mereka semua, untuk kita seleksi. Saya lihat dalam Porprov kemarin mereka seharusnya sudah bisa menjadi pemain yang cukup professional. Dengan teknik dan skill yang cukup mempuni,” ujar Nusi.

Untuk diketahui, Yunus Nusi memperkirakan kuota pemain akan berjumlah 28 hingga 30 atlet. Semua tergantung  dari besar kecilnya anggaran yang dimiliki. Usai dipanggil seleksi pada January hingga Mei 2019. Kemudian akan melakukan pematangan tim karena Pra-PON diperkirakan bergulir pada September 2019 nanti.

“Kita seleksi terus sampi bulan Mei, karena setelah itu kita sudah pematangan, karena Pra-PON akan dilaksanakan pada September nanti,” tutupnya. (Diskominfo/Rey)

dilansir dari : kaltim.tribunnews.com/sport

Foto               : Google

Kutim Juara Umum Porprov Kaltim VI 2018

SANGATTA – Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) Kalimantan Timur (Kaltim) ke VI tahun 2018 resmi ditutup Bupati Kutai Timur H Ismunandar, yang mewakili Gubernur Kaltim. Penutupan ditandai penekanan tombol sirene oleh Bupati Kutim, didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRD Kutim, dan Ketua Umum KONI kaltim Zhudi Yahya, Rabu (12/12/2018) kemarin malam.

Ismunandar mengucapkan selamat kepada para atlet yang telah memberikan yang terbaik pada ajang Proprov. Dia juga menghimbau, agar para atlet jangan berpuas diri, jadikan ini sebagai ajang asa diri untuk event yang lebih tinggi.

“Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia Besar Porprov, Juri, Wasit, Dewan Hakim serta seluruh kontingen Cabor Kabupaten/Kota Se-Kaltim,” ujar Ismunandar.

Menurut Ismunandar, rangkaian acara berjalan lancar. Sukses dalam pelaksanaan, sukses prestasi, sukses administrasi dan sukses perekonomian serta pemberdayaan berbagai potensi daerah Kaltim, terutama dalam membina, mengembangkan dan memajukan keolahragaan di Kaltim dengan tetap menjunjung tinggi semangat sportifitas.

Sebelumnya, Ketua Umum KONI Kaltim Zhudy Yahya mengatakan melalui pelaksanaan Porprov ini telah terseleksi atlet terbaik di Kaltim, pada kelas nomor tanding dimasing-masing Cabor. Para atlet tersebut akan dipersiapkan untuk mengikuti pra PON ke-20 tahun 2019 dan tetap melalui proses sesuai dengan program yang disusun oleh KONI Provinsi Kaltim.

Dengan berakhirnya Porprov tersebut, tuan rumah Kutai Timur keluar menjadi Juara pertama dengan perolehan medali emas 183, perak 131 dan perunggu 150, jadi total perolehan medali Kutim adalah 464 medali.

Sementara itu, Juara kedua jatuh pada Kota Samarinda, dengan perolehan medali 167 emas, 123 perak dan 141 perunggu, dengan total perolehan 431 medali. Di urutan ketiga, berhasil diraih Kota Balikpapan dengan perolehan medali 129 emas, 143 perak, 213 perunggu dengan total perolehan medali 485.

Juara ke empat diraih oleh Kutai Kartanegara (Kukar) dengan perolehan medali emas 118, perak 128, perunggu 154, total perolehan medali 400. Posisi kelima Berau, perolehan medali emas 38, perak 47, perunggu 84 dan total perolehan medali 169. Keenam jatuh ketangan Bontang dengan perolehan medali emas 32, perak 63, perunggu 108 dengan total medali 203.

Ketujuh Penajam Paser Utara dengan perolehan medali emas 32, perak 30 dan perunggu 58. Posisi kedelepan diduduki Kutai Barat dengan perolehan medali emas 26, perak 31 dan perunggu 60.

Disusul Paser diurutan kesembilan, dengan perolehan medali, emas 17, perak 33 dan perunggu 45. Dan Terakhir Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dengan perolehan medali, emas 6, perak 17 dan perunggu 29. (Diskominfo/Rey)

Sumber  : Humas Pemkab. Kutim