BNNP Kaltim Kembali Musnahkan Empat Paket Sabu-Sabu

Samarinda–Sebanyak 4 paket sabu dengan berat mencapai hampir lebih dari 10 Gram/brutto berhasil di musnahkan oleh pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim dari hasil pengungkapan 3 kasus narkotika yang terjadi di beberapa daerah di Kaltim.

Barang bukti tersebut berupa narkotika golongan satu jenis metamfetamin (sabu-sabu).

Kegiatan pemusnahan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP Halomoan Tampubolon dan di hadiri oleh perwakilan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Syaiful Adenan serta Kabag Ren Polres Samarinda, Kompol Darsono.

Dari hasil keterangan yang diberikan oleh Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon Ia menjelaskan, barang haram yang dimusnahkan tersebut adalah sisa barang bukti yang kasusnya sudah mendapat penetapan pihak pengadilan negeri dan sudah melalui uji laboratorium forensik.

Dari 3 Laporan Kasus Narkotika (LKN) sedikitnya ada 4 poket  narkotika jenis sabu yang di musnahkan. Yang pertama adalah barang bukti dari LKN bulan Juni 2019, dengan tersangka bernama Ipin dengan barang bukti sebanyak 2 poket sabu yang dikemas dalam plastik.

“Salah satunya seberat 4,5 gram/brutto dan satu poket lainnya 4,51 gram/brutro.” ucap H.Tampubolon
di kantor BNNP Kaltim, Rabu kemarin(28/08).

Ia membeberkan dari 2 kasus narkotika lainnya yakni, LKN nomor 28 tahun 2019 dengan tersangka bernama Arnold dengan barang bukti satu poket sabu seberat 4,78 gram/brutto dan LKN nomor 30 tahun 2019, dengan tersangka bernama Yusuf alias Bendol dengan barang bukti 1poket sabu seberan 4,0 gram.

“Untuk kasus narkotika, dengan tersangka Yusuf alias bendol ini juga sudah mendapat ketetapan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) kota Bontang.” Ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, pemusnahan tersebut dilakukan berdasarkan amanat undang-undang narkotika, dimana setiap barang bukti narkotika yang berbahaya dan dapat berubah bentuk harus dimusnahkan setelah ada ketetapan dari pihak kejaksaan serta uji laboratorium.

Dirinya menambahkan, meskipun barang bukti yang di musnahkan pada hari ini jumlahnya tidak terlalu besar. Namun pemusnahan barang bukti ini sebgai upaya guna memutus jaringan narkotika yang beredar di Kalimantan timur.

Untuk di ketahui dari 3 kasus narkotika ini, sedikitnya terdapat 3 orang tersangka yakni Ipin, Arnold dan Yusuf.

Dengan adanya kasus tersebut, tentang peredaran sabu-sabu mereka kini dikenakan Pasal 114 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman diatas 20 tahun penjara.(Diskominfo/Rey)

Peringatan HUT RI, 5.829 Narapidana Kaltimtara Diberi Remisi

Samarinda— Sebanyak 5.829 narapidana Kaltim dan Kaltara memperoleh pengurangan jatah hukuman dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atau remisi yang diberikan secara simbolis oleh Gubernur Kaltim Isran Noor di Lapas Kelas II A Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (16/8).

Rinciannya sebanyak 5.753 menerima remisi umum I atau pengurangan masa tahanan 1 – 6 bulan dan sebanyak 76 orang menerima remisi umum II atau bebas pada 17 Agustus 2019.

Dalam sambutannya, Isran mengatakan remisi sebagai bentuk apresiasi bagi yang berhasil menunjukan prilaku baik, meningkatkan kuailtas dan kompetensi diri untuk hidup mandiri dalam mengembangkan ekonomi nasional saat kembali ke masyarakat.

“Bagi yang mendapat remisi bebas, diharapkan jangan kembali lagi. Lebih baik bisa berkumpul bersama keluarga,” pesannya.

Senada, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltim Yudi Kurniadi mengatakan, remisi umum yang diberikan dalam rangkaian HUT ke-74 sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan memotivasi diri warga binaan lain agar berkelakuan baik.

Remisi ada hak bagi warga binaan pemasyarakatan. Remisi sendiri menjadi stimulus narapidana agar berkelakuan baik sehingga mampu menjadi masyarakat produktif,” katanya. (Diskominfo/Cht)

Perangi Narkoba Jadi Prioritas Pemerintah Bersama Masyarakat

Samarinda — Salah satu tantangan Pemerintah saat ini adalah kejahatan narkoba. Indonesia menjadi pasar menggiurkan bagi peredaran narkoba. Sudah banyak kasus ditimbulkan narkoba baik materi maupun non materi serta kerugian besar tiap tahun bagi Indonesia. Keresahan kalangan masyarakat ini menjadi prioritas untuk diperangi dan dilawan sampai tuntas.

Hal ini ditegaskan Gubernur Kaltim Isran Noor membacakan sambutan Wakil Presiden pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Gedung Olah Bebaya, Rabu (26/6).

“Memerangi narkoba sampai tuntas menjadi prioritas pemerintah bersama masyarakat. Oleh karena itu dukungan sangat dibutuhkan dalam mengemban tugas dan amanah yang diberikan rakyat. Jika masyarakat sehat maka negara kuat,” tegasnya.

Isran menyebut penanggulangan narkotika harus dilakukan terstruktur, sistematis dan melibatkan komponen bangsa. Dilakukan seimbang melalui pendekatan hukum dan kesehatan, sosial serta pendidikan. Sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terlaksana dengan baik.

“Sebab menghadapi ancaman kejahatan narkotika dengan modus operandi yang kian beragam, dibutuhkan komitmen, semangat dan tekad yang kuat dalam mengatasi permasalahannya,” ungkapnya.

Indonesia, lanjutnya, memiliki cita-cita sebagai negara dengan ekonomi terkuat kelima di tahun 2045. Dan untuk mewujudkan tantangan tersebut diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan tangguh. SDM merupakan penggerak pembangunan terhadap kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa dan negara.

“SDM unggul dan tangguh harus dilaksanakan sedini mungkin yaitu dengan melindungi dan menjaga anak-anak agar tidak terjerumus dengan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan generasi muda menjadi kader bangsa guna menghadapi tantangan pembangunan, serta bertanggung jawab terhadap masa depan kehidupan bangsa dan negara,” paparnya. (Diskominfo/Cht)

Milenial Diajak Serius Perangi Narkoba

Samarinda — Generasi Milenial memiliki peran penting untuk memerangi dan memberantas narkoba. Ajakan ini diserukan di berbagai kegiatan termasuk pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Gedung Olah Bebaya Komplek Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (26/6).

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim Brigjen Pol Raja Haryono menyebut narkoba sudah menjadi ancaman dan musuh nyata yang merusak masyarakat baik generasi muda dan tua. Juga pengaruh Narkoba telah masuk di segala profesi seperti, artis, politisi, PNS. Kaltim berada di peringkat lima besar nasional dan dianggap tingkat prevelensi cukup tinggi sehingga membahayakan generasi muda di masa datang.

“Milenial saat ini menjadi sasaran narkoba dan rentan terhadap penyalahgunaan Narkotika. Maka dari itu generasi muda atau kaum Milenial harus serius dan berani melawan ancaman narkoba. Tak hanya itu, seluruh elemen masyarakat harus bersinergi dengan pihak terkait untuk berjuang bersama,” sebutnya.

Raja Haryono mengungkapkan selama periode tahun 2018 BNN, Polri dan Bea Cukai melakukan kerjasama dalam penindakan tindak pidana narkotika. Hasil tersebut menjadi bukti keseriusan aparat penegak hukum dalam melawan kejahatan narkotika dan komitmen yang tegas serta kerja keras memberantas jaringan sindikat narkotika.

Saat ini, Indonesia sedang memacu diri untuk meningkatkan pembangunan kompetensi bangsa. Oleh karenanya diperlukan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berintelektual. Hal ini merupakan harapan Indonesia untuk menjadi negara besar dalam beberapa tahun ke depan.

“Generasi milenial harus semangat menyadarkan seluruh komponen bangsa dalam membangun solidaritas. Ini sebagai upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat,” tegasnya. (Diskominfo/Cht)

Berita Foto : Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional 2019

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dihadiri Gubernur Kaltim, Forkopimda, TNI, Polri, Ketua MUI Prov Kaltim serta pihak-pihak terkait. Kegiatan mengusung tema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas” di gedung Olah Bebaya Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (26/6)

 

Kepala BNN Kaltim Brigjen Pol Drs Raja Haryono membacakan sambutan Kepala BNN RI menyebut saat ini Indonesia memacu diri meningkatkan prestasi pembangunan kompetensi bangsa. Karenanya diperlukan sumber daya manusia khususnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berintelektual

 

Gubernur Kaltim Isran Noor membacakan sambutan Wakil Presiden RI menyebut Indonesia memiliki cita cita sebagai negara dengan ekonomi terkuat kelima tahun 2045, sehingga diperlukan SDM yang unggul dan tangguh

 

Pemberian penghargaan kepada BNN Kab Berau, BLKI Samarinda, SMK Kehutanan Samarinda serta Jajaran TNI atas upayanya dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara mandiri

 

Pemberian penghargaan kepada PT Pama Persada Nusantara Jobsite Jembayan, PT Kideko Jaya Agung, Pemenang Video Kreatif Competition serta Pemenang Duta Anti Narkoba 2019 atas partisipasinya dalam P4GN

Isran Harapkan Pengawasan Peredaran Narkoba Maksimal

Samarinda – Gubernur Kaltim Isran berharap Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim dapat memaksimalkan pengawasan dan tindakan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di seluruh wilayah Kaltim.

Hal itu diungkapkan Gubernur saat memberikan arahan pada audiensi Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim Brigjen Pol Raja Haryono didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon di ruang rapat kerja Gubernur, Senin (17/5).

“Terus jalan kerjasama dengan lintas sektor hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Adanya sinergitas tersebut diharap dapat meminimalisir peredaran gelap narkoba di Kaltim,” ujar Isran.

Dia menambahkan meskipun Kaltim posisi prevalensinya turun ke peringkat lima nasional namun pemberantasan dan pengawasan peredaran gelap narkoba harus dilakukan terpadu. Apalagi sekarang telah menyebar sampai ke desa dan tidak mengenal usia.

“Oleh karena itu BNNP harus bisa bersinergi lintas sektor untuk penanggulangan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika,” harap mantan Bupati Kutai Timur itu.

Sementara itu, Raja Haryono mengatakan maksud dan audensi selain bersilaturahmi juga menyampaikan rencana peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (Hani) Tahun 2019 yang dilaksanakan 26 Juni 2019 di Pendopo Odah Etam.(Diskominfo/Dir)

BNN Kaltim Musnahkan Ratusan Paket Sabu

Samarinda – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim berhasil melakukan pemusnahan barang bukti yang berlokasi di Kantor BNNP Kaltim, Jalan Rapak Indah Samarinda. Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim AKBP Halomoan Tampubolon mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari tiga laporan di lokasi berbeda.

“Hari ini kita bersama dengan instansi terkait khususnya kejaksaan, Polresta Samarinda, Dinas kesehatan dan Balai Pengawas Obat Dan Makanan (POM) melakukan pemusnahan terhadap barang bukti kasus Narkotika ditangani BNN Prov Kaltim. Yaitu di TKP Salok Api Darat, Kecamatan Samboja, Jalan Nusantara Samarinda dan Jalan Belatuk VII  Samarinda,” ucap Halomoan. Senin (17/6).

Berdasarkan laporan, ketiga pelaku yang tertangkap BNNP Kaltim masuk dalam jaringan peredaran narkotika. Ada bandar, ada penjualan, dan ada yang mengawasi. Tetapi mereka masuk dalam jaringan peredaran narkotika dan ikut memasarkan barang terlarang itu.

Dirinya mengungkapkan, barang bukti ini harus dimusnahkan karena termasuk barang berbahaya. Setelah dilakukan pemusnahan ini, berkas perkara akan segera diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Provinsi Kaltim untuk diproses lebih lanjut.

“Mungkin dalam waktu dekat sudah bisa lanjut ke tahap kedua setelah ada petunjuk dari kejaksaan. Masih ada beberapa orang  yang masih perlu dilakukan penindakan lebih lanjut, karena diduga barang ini berasal dari daerah Kalimantan Utara,” ujar Tampubolon.

Total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 338,39 gram sabu – sabu. Rincian, dua poket sabu-sabu seberat 97,88 gram yang berasal dari TKP Kelurahan Salok Api Darat-Kecamatan Samboja, satu paket seberat 4,98 gram dari lokasi penangkapan di Jalan Nusantara-Samarinda. Serta 590 paket sabu-sabu siap edar seberat 236,03 gram brutto atau 57,82 gram netto yang didapat dari Jalan Belatuk VII-Samarinda.(Diskominfo/Rey)

Korban Napza Harus Didukung Agar Menjadi Baik

SAMARINDA — Hadirnya komunitas Persaudaraan Korban Napza Kalimantan Timur (Perbansakti) mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi. Pada acara Family Gathering Perbansakti di Ruang Ruhui Rahayu, Hadi mengungkapkan komunitas ini merupakan wadah aktifitas guna menyelamatkan korban napza, Rabu (6/3).  

Menurut Hadi, setiap orang pernah melakukan kesalahan namun yang terpenting memiliki kesadaran memperbaiki diri. Tapi tak jarang masyarakat belum bisa membedakan korban ingin baik dan mereka yang memang sulit memperbaiki diri. 

Pemerintah dan Perbansakti, lanjutnya, harus bisa mengklasifikasikan kelompok ini. Mereka yang ingin baik jangan sampai dijauhi karena nantinya memperburuk kondisi psikologis mereka.

“Korban napza perlu penyembuhan yang serius, tak bisa main-main. Selain itu mereka harus didukung agar menjadi lebih baik sehingga bisa bersosialisasi dengan masyarakat,” katanya. (Diskominfo/Cht) 

Heru: Kaltim Masuk Wilayah Rawan Narkoba

SAMARINDA – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Heru Winarko mengatakan Kaltim masuk lima besar daerah rawan peredaran narkoba.

“Berdasarkan peringkat, saat ini Kaltim berada di peringkat lima. Tapi peredaran narkoba disini rawan sekali. Karena berbatasan langsung Negara tetangga sehingga mudah masuk baik melalui darat, laut maupun udara,” terangnya saat sambutan pada Tatap Muka Jajaran Forkompinda dan Tokoh Masyarakat di Pendopo Lamin Etam, Kamis (21/2).

Dia menambahkan penggunaan narkoba Kaltim cukup besar sekitar 2,1 juta orang dengan rincian 57% merupakan pengguna coba pakai, 27 % pengguna teratur dan 16% dikategorikan pecandu.

Heru membeberkan ada tujuh kawasan sarang narkoba. Diantaranya Kampung Pelita, Sungai Dama, Lambung Mangkurat, Jalan Pesut, Selili, Kampung Baru Ulu dan Kampung Baru Pelabuhan. Dari kawasan itu, lima diantaranya berada di Samarinda dan dua di Kota Balikpapan.

Untuk itu, jebolan Akademi Kepolisian 1985 itu berpesan persoalan narkoba tak hanya menjadi urusan BNN. Namun perlu keterlibatan dan dukungan semua pihak.  Heru mengajak Pemprov. Kaltim dan seluruh instansi maupun masyarakat di Kaltim untuk mengubah kawasan sarang narkoba menjadi kawasan bersih.

“Ini merupakan PR bagi kita semua bagaimana tempat-tempat ini bisa dibersihkan dari peredaran Narkoba. Juga diharapkan di seluruh Kaltim,” ungkapnya (diskominfo/ris).

 

 

 

 

Atasi Narkoba Dengan Menekan Peredarannya

SAMARINDA – Dampak buruk penyalahgunaan narkoba menyentuh hampir setiap lapisan masyarakat. Untuk mengatasi hal itu diperlukan sinergi semua pihak guna mencapai tujuan Indonesia bebas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Permasalahan narkoba bisa diatasi jika ada sinergi dengan berbagai pihak di daerah. Juga dengan menekan penawaran dan permintaan barang di pengedar dan pengguna,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Heru Winarko pada Tatap Muka dengan jajaran Forkompinda dan Komponen Masyarakat di Pendopo Lamin Etam, Kamis (21/2).

Menurutnya, Kaltim memang jadi sasaran peredaran narkoba tidak hanya nasional namun internasional. Apalagi Bumi Etam berada di posisi ketiga peredaran narkotika di seluruh Indonesia. Namun hal itu bisa ditekan hingga turun posisi kelima.

“Jangan hanya berhasil menurunkan peringkat. Tetapi kita juga meminta kepada Pemprov. Kaltim untuk menekan penawaran dan permintaan dalam peredaran gelap narkoba,” pintanya.

Upaya pencegahan peredaran narkotika di kaltim tidak hanya sampai disini. Perlu peran serta segenap lapisan masyarakat agar mengurangi prevalensi pengguna dan mempertahankan agar tidak ada narkoba masuk lagi ke Kaltim.

Untuk mengatasi peredaran narkoba, Heru berharap keterlibatan semua pihak mulai dari  kepala desa, lurah, babinsa dan Bhabinkamtibnas serta seluruh komponen masyarakat menutup lubang-lubang tikus yang sering digunakan dalam penyelundupan narkoba. (diskominfo/ris)