SMS Palsu Mengganggu? Laporkan saja!

SAMARINDA– Dengan pesatnya perkembangan industri online shop (olshop) akhir-akhir ini, masyarakat semakin memanfaatkan jasa transfer dana sebagai mekanisme pembayaran, dimana pembeli dan penjual tidak perlu bertatap muka langsung. Sarana transfer dana memang memudahkan transaksi keuangan Anda. Sarana tersebut relatif mudah, menghemat waktu, tidak memerlukan biaya tambahan jika transfer dilakukan antar bank yang sama, bahkan bisa menambah poin transaksi yang dapat diakumulasikan menjadi reward tertentu bagi sebagian bank.

Namun akhir-akhir ini banyak pengguna telepon genggam menerima SMS dari nomor yang tidak dikenal, berisi permintaan untuk mentransfer sejumlah dana ke nomor rekening tertentu. Anda perlu waspada, bisa saja Anda sedang dijadikan target korban penipuan dengan modus transfer dana.

Seringkali masyarakat tidak sadar bahwa mereka sedang dijadikan target penipuan. Beberapa korban lantas tergesa-gesa melakukan transfer dana, terlebih saat mereka memang sedang melakukan suatu transaksi jual-beli. Hal tersebut biasanya didasari oleh dugaan bahwa pengirim SMS adalah pihak yang dituju (si penjual). Sementara, dana telah terlanjur ditransfer ketika pengirim menyadari bahwa SMS bukan berasal dari lawan transaksinya.

Kebanyakan pelaku penipuan sengaja membuat rekening palsu dengan menggunakan identitas tidak benar atau palsu agar kemudian hari tidak dapat ditangkap pihak kepolisian atas laporan tindak penipuan. Namun seiring dengan upaya perbankan meningkatkan prinsip mengenal nasabah (Know Your Customer/ KYC), nampaknya semakin membatasi ruang gerak penipu.

Belakangan, semakin marak modus dimana pelaku kejahatan meminjam identitas orang lain (identitas benar/ real) untuk membuka suatu rekening tabungan di bank, di mana selanjutnya buku tabungan dan kartu ATM atas rekening tersebut diberikan kepada pelaku dengan memberikan imbalan sejumlah uang. Pada akhirnya, rekening tersebut digunakan pelaku untuk menampung sementara dana hasil tindak kejahatan penipuan.

Agar tidak semakin banyak korban di kemudian hari, mari bantu berantas penipuan dengan modus transfer dana dengan cara:

  1. Pastikan untuk selalu mengecek kembali nomor rekening serta nama yang tertera dalam SMS sudah benar dan sesuai dengan rekening tujuan Anda, sebelum bertransaksi.
  2. Tolak permintaan identitasdiri dari orang yang tidak anda kenal, apalagi untuk keperluan membuka rekening yang selanjutnya tidak anda gunakan.
  3. Laporkan screen capturenomor rekening dalam SMS tersebut melalui e-mail Layanan Konsumen OJK (konsumen@ojk.go.id) atau hubungi 1500-655. Ingat ya, harus ada NOMOR REKENING dan NAMA BANK untuk dapat ditindaklanjuti oleh OJK.

 

Dikutip dari ojk.go.id

                                                                                                                                                                                             

 

Pentingnya Pendidikan Agama untuk Melindungi Anak Kita dari Narkoba.

Samarinda–‘Pahlawan Narkoba Melawan Narkoba’ tema ini yang diangkat pada Launching SaRAN (Siaran Radio Anti Narkoba) dan Dialog interaktif diluar studio RRI Samarinda, Selasa (14/11) bertempat di Kampus Universitas Nahdatul Ulama Samarinda.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan LPP RRI Samarinda melaunching SaRAN (Siaran Radio Anti Narkoba) di Universitas termuda Kaltim Universitas Nahdatul Ulama. Narkoba atau narkotika dan obat-obatan berbahaya adalah bahan kimia baik sintetik ataupun organik yang merusak sistem kerja saraf. Pengertian narkoba oleh kementerian kesehatan diartikan sebagai NAPZA. Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Narkoba dapat menyebabkan ketagihan, terganggu pada bagian saraf dan atau mampu tidak sadarkan diri.

KH. Abdul Rasyid, Ketua Yayasan UNU berkata dalam sambutannya kita memerlukan pengetahuan agama untuk membentengi diri kita dari narkoba.

Mahasiswa UNU selalu diberikan pemahanan terhadap ilmu agama di tengah krisis multi dimensional (krisis moral/ kepribadian) yang melanda bangsa Indonesia seperti sekarang ini,  berbicara pendidikan agama Islam terasa sinis dan pesimistis kalau tidak dibarengi dengan pemahaman mengenai agama secara utuh dan komprehensif. Apalagi agama sedang dihujat dan disudutkan dengan istilah terorisme, anarkisme oleh kelompok tertentu. KH. Abdul Rasyid, Ketua Yayasan UNU “Kita memerlukan pengetahuan agama, makan yang baik, makanan harus yang halal terlebih untuk keluarga kita”, ujar Rasyid.

Kapolres Samarinda Vendra Riviyanto tampak antusias memberikan jawaban kepada mahasiswa UNU Kaltim.

Kapolres Samarinda Vendra Riviyanto dalam sambutannya berkata “Upaya membentengi diri kita adalah cara ampuh apalagi dengan agama, kita bagian dari masyarakat siap memberikan informasi  siap membantu pihak kepolisian untuk memberantas narkoba di sekitar kita’. Kota Samarinda menempati peringkat pertama terkait dengan peredaran maupun penyalahgunaan  narkoba di Kalimantan Timur. (diskominfo/tp)

 

 

 

 

 

600 Gram Narkoba Jenis Sabu Diringkus

NUNUKAN – Siang hari tadi (23/08) pukul 13.35 wita bertempat di halaman Polres Nunukan Jalan Ujang Dewa Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara telah digelar kegiatan press release terkait penangkapan kurir narkoba golongan 1 jenis sabu.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, S.I.K, Kasdim 0911/Nnk Mayor Inf Biringallo, S. Sos dan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) Letkol Inf Fardin serta dihadiri oleh insan pers Nunukan.

Keberhasilan penangkapan barang haram tersebut berhasil berkat adanya sinergitas tim gabungan yakni Kodim 0911/Nunukan (Nnk) , Polres Nunukan dan Satgas Pamtas Yonif Raider 613/Rja.

Kurir yang berinisial (Nd) dan (Ks) tak berdaya lagi saat diringkus oleh tim gabungan yang sudah memantau dalam beberapa hari sebelum penangkapan. Penangkapan terjadi didua tempat berbeda yakni di Desa Bambangan Pulau Sebatik dan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Dengan total tangkapan kurang lebih 600 Gram beserta barang bukti lainnya telah diamankan. Pelaku atas nama inisial (Ks) mengakui bahwa barang haram tersebut akan dibawa menuju Pare-pare Sulawesi menggunakan Kapal muatan penumpang KM. Bukit Siguntang milik PT. Pelni.

Kapolres Nunukan menegaskan bahwa hasil tangkapan ini berkat adanya sinergitas antara TNI dan Polri yang kuat dan solid.

“Ini sudah menjadi bukti bahwa disini (Nunukan) TNI dan Polri benar-benar serius dalam menangani masalah narkoba. Dengan bersinergi dan terus menjaga soliditas dalam melakukan penyelidikan dan penangkapan jaringan narkoba yang ada di wilayah Nunukan dapat lebih efektif dan tajam. Sehingga kedepannya diharapkan tidak ada lagi yang berani melakukan aksi-aksi membawa barang haram tersebut”, tegasnya. Sumber Penrem 091 ASN

Tolak Ukur Pemberian Remisi Didasarkan Prilaku

SAMARINDA—Gelora semangat untuk mengisi kerdekaan tentunya harus menjadi milik segenap lapisan masyarakat, tak terkecuali bagi warga binaaan permasyarakatan. Meskipun secara hukum mereka dirampas kemerdekaannya, namun itu hanyalah kemerdekaan fisik semata, karena sesungguhnya mereka tetap memiliki kemerdekaan untuk terus berkarya.

Pemerintah memberikan apresiasi terhadap warga binaan permasyarakatan yang telah mengikuti pembinaan dengan baik melalui remisi. Hal tersebut dijelaskan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Yasona H Laoly dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Gubernur Kaltim, H. Awang Faroek Ishak pada acara Pemberian Remisi Umum kepada Narapidana dan Anak dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan ke 73, di Lapas Kelas II A Samarinda, Kamis (16/8)

Menurutnya, remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan tujuan sistem permasyarakatan. Remisi diberikan sebagai wujud apresiasi pencapaian diri yang tercermin dari sikap dan prilaku sehari-hari. Perbaikan itu tercermin dari sikap warga binaan yang taat selama menjalani pidana, lebih disiplin, lebih produktif dan dinamis.

Tolak ukur pemberian remisi tidak didasarkan  pada latar belakang pelanggaran hukumannya, akan tetapi didasarkan  pada prilaku mereka selama menjalani pidana. Remisi  dapat dipandang sebagai sebuah instrumen yang penting dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan, yaitu dalam kerangka untuk memberikan stimulasi bagi narapidana agar selalu berkelakuan baik.

Dalam tataran yang demikian dapat dikatakan bahwa remisi merupakan alat untuk memodifikasi prilaku narapidana. Karena, jika mereka tidak mempunyai prilaku baik maka hak remisi tidak akan diberikan.

Pemberian remisi saat ini diatur oleh Peraturan Menteri Nomor 3 tahun 2018 memiliki mekanisme yang sangat transparan dan sudah berbasis sistem yang mendayagunakan teknologi informasi. Digitalisasi pemberian remisi didorong menjadi upaya untuk memangkas proses birokrasi berbelit yang sarat dengan peluang-peluang transaksional.

Proses ini juga akan di buka seluas-luasnha agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan melalui aplikasi agar pemberian remisi lebih transparan dan akuntabel. (diskominfo/ris)

Remisi,Picu Kedisiplinan Narapidana

Samarinda— Berdasarkan undang-undang No. 12 tahun 1995 tentang Permasyarakatan pada Pasal 14 Ayat (1) yaitu Narapidana berhak mendapatkan pengurangan masa pidana (Remisi) dan Peraturan Menteri No.3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata cara pemberian Remisi, Asimilasi, CMK, Pembebasan Bersyarat, CMB dan CB.

Remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mencapai tujuan sistem Permasyarakatan dimana diberikan sebagai perwujudan dari apresiasi pencapaian perbaikan diri dari sikap maupun prilaku sehari-hari menjadi lebih disiplin dan produktif serta taat dalam menjalani pemidanaannya, maka pemberian remisi didasarkan pada prilaku selama menjalani pidana. Hal tersebut merupakan stimulus bagi Narapidana agar selalu berkelakuan baik dan menjadi manusia yang produktif.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Kallimantan Timur Agus Saryono melaporkan bahwa tujuan pemberian remisi adalah sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri.

Agus Saryono saat melaporkan tujuan pemberian remisi pagi tadi (16/8) di Lapas Kelas II A Samarinda.

“Hal ini juga sekaligus memotivasi diri, sehingga dapat mendorong warga binaan untuk mendapatkan hak remisinya, selain itu remisi juga bertujuan untuk mengurangi over kapasitas dalam Lapas/Rutan dan menghemat pengeluaran Keuangan Negara”tukasnya

Ditambahakannya juga sampai saat ini tercatat RU.I 5.063 orang (pengurangan hukuman), sedangkan RU.II sebanyak 81 orang (langsung bebas pada tanggal 17 Agustus 2018). Jumlah keseluruhanWarga Binaan di Kalimantan Timur dan Utara yang mendapat Remisi Umum tahun 2018 sebanyak 5.114 orang. (Diskominfo/dir)

Cegah Kekerasan Melalui PATBM

SAMARINDA—— Maraknya kasus anak yang dilaporkan menunjukan bahwa keluarga, lingkungan sekitar sekolah dan masyarakat belum mampu memberikan perlindungan  yang memadai kepada anak.

Hasil pantauan yang diperoleh  dari KPAI dari tahun 2011 hingga 2014 tercatat 2178 kasus, 2012 tercatat 3512 kasus, 2013 tercatat 4311 kasus dan 2014 tercatat 5066 kasus. Situasi yang tidak memadai ini  mendapat respon dari Pemerintah Indonesia dengan mengeluarkan kebijakan dan program yang mendukung pemenuhan hak anak  dan perlindungan  anak.

Hal tersebut diterangkan Sekretaris Dinas Kependudukan, Pemberdayaan pereempuan dan Perlindungan Anak (DKPPPA) Zaina Yurda Kaltim pada acara Pelatihan Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat  (PATBM) di Hotel Grand Victoria Samarinda, Selasa (14/8)

Menyadari hal tersebut Pemerintah akhirnya membentuk satu program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang dimulai tahun 2015. Dalam mengimplementasikan kebijakan PATBM tersebut sampai tingkat desa dan kelurahan. Pada tahun 2016 Kementerian PPPA mengembangkan model di 136 desa/kelurahan yang berada di 68 Kabupaten/kota di 34 Provinsi.

Kali ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam hal ini Dinas Kependudukan, Pemberdayaan pereempuan dan Perlindungan Anak  kembali  membentuk fasilitator dan aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di 6 Kabupaten/kota dengan harapan dapat menindaklanjuti kekerasan anak yang ada diwilayah yang belum terjangkau  oleh Pemerintah.

Provinsi Kaltim salah satunya yang telah mengembangkan program tersebut hingga saat ini  berkembang di  kabupaten/kota.  Salah satu yang menjadi pilot project adalah Kabupaten Paser dan Kota Bontang dan berkembang ke beberapa Kabupaten dan kota di Kaltim.

Dimana Kaltim sendiri telah membentuk 3 fasiliator Provinsi, 59 fasilitator Kabupaten/kota dari 8 Kabupaten dan kota dan aktivis berjumlah 1.090 orang aktivis di 7 kabupaten/kota di Kaltim.

Seperti yang diketahui, PATBM merupakan inisatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman  sikap dan prilaku yang memberikan perlindungan kepada anak.

Untuk itu, Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dengan tujuan dan fungsi pencegahan  kekerasan dan perlindungan kepada anak. (diskominfo/ris)

 

Cegah Kekerasan Perempuan Anak Lewat Diskusi Tematik

SAMARINDA—– Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia bersama Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DKPPPA) Prov. Kaltim menggelar Diskusi Tematik Staf Khusus Menteri dalam rangka meningkatkan komitmen, pemahaman  dan pengetahuan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Diskusi Tematik tersebut mengambil tema “Peran Mahasiswa dalam Perlindungan Anak” digelar di Ruang Rapat Badan Kesbangpol Kaltim, Selasa (7/8)

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris DKPPA Kaltim, Zaina Yurda, dihadiri oleh Mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Samarinda.

Zaina dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut, kegiatan ini merupakan upaya untuk menghadirkan ruang diskusi bersama mahasiswa untuk membangun kesadaran anak muda dalam mengambil peran penting dalam masayarakat.

“Yang jelas, kita ingin keterlibatan mahasiswa baik yang Negeri maupun yang swasta bisa melakukan peran serta dalam perlindungan perempuan dan anak, karena mereka adalah ujung tombak,”tuturnya

Seperti yang diketahui, menurut data yang ada di Kaltim untuk data kekerasan perempuan dan anak   cukup besar, untuk itu dengan kegiatan ini nanti dapat menekan dan menurunkan tingkat kekerasan.

Mahasiswa diharapkan bisa berperan langsung dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, karena ada beberapa program pengabdian masyarakat yang ada di tingkat perguruan tinggi, sehingga nantinya mereka bisa langsung dilakukan di masyarakat sebagai perpanjang tangan terkait perlindungan perempuan dan anak.

Hal ini menunjukan begitu pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya perlindungan anak, termasuk mahasiswa yang merupakan sumber daya manusia yang potensial bagi bangsa ini.

Diakhir sambutannya Zaina sangat mengharapkan kegiatan ini dapat  memperoleh gambaran perspektif dan peran mahasiswa dalam perlindungan anak serta tersampaikannya sosialisasi tentang berbagai pengaruh negatif terhadap anak dan pentingnya upaya perlindungan anak. (diskominfo/ris)

 

 

 

 

 

 

Pangdam: Waspada Ancaman Teroris

TANJUNG REDEB – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarnan, Mayjen TNI Subiyanto beserta rombongan Komando Daerah Militer (Kodam) VI/Mulawarman, berkunjung ke PT Berau Coal, Senin (21/05/2018), dalam agenda Safari Ramadhan Pangdam VI/Mulawarman di Kabupaten Berau.

 

Didampingi Komandan Resort Militer (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Irham Waroihan dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0902/TRD, Letkol CPN Rony Nuswantoro Hadi serta rombongan, disambut oleh Arief Wiedhartono, Direktur PT Berau Coal dan Robin Wirawan, Direktur Sinar Mas Mining beserta beberapa perwakilan manajemen PT Berau Coal bertempat di Eboni Meeting Room.

 

”Mewakili jajaran Direksi dan karyawan Berau Coal (BC), kami mengucapkan selamat datang untuk Panglima Kodam VI/Mulawarman dan jajaran, sebuah kebanggaan dan kebahagiaan bagi Berau Coal dipilih sebagai salah satu tempat kunjungan dalam agenda Safari Ramadhan Pangdam VI/Mulawarman di Kabupaten Berau, dimana Pangdam akan memberikan arahan dan wejangan serta berbagi ilmu bagi seluruh manajemen Berau Coal yang ada di Head Office Tanjung Redeb,” ujar Arief Wiedhartono dalam sambutannya.

 

Arief juga mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasama dan dukungan yang sangat baik dari jajaran Kodam VI/Mulawarman dan Kodim 0902/TRD dalam kerjasama stabilitas keamanan, sehingga secara umum Berau sangat kondusif untuk menjalankan usaha operasional pertambangan.

 

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Subiyanto menyampaikan, kunjungan ini selain untuk meningkatkan silaturahmi, juga bertujuan untuk memperkenalkan diri, mengingat saya baru genap 2 bulan menjabat sebagai Pangdam VI/Mulawarman, juga beberapa staf baru lainnya. Selain itu juga, tentu saja pertemuan ini diharapkan dapat menjaga dan menguatkan kerja sama yang baik antara Berau Coal dengan Kodam VI/Mulawarman.

 

“Seperti yang diketahui, Berau Coal adalah salah satu Obyek Vital Nasional, sehingga keberadaan dan kegiatan operasionalnya perlu dijaga keamanannya, itupun sudah tertulis sebagai tugas TNI,” ujarnya.

 

Dalam sambutannya, Pangdam juga menyinggung isu keamanan dan terorisme yang saat ini kembali mencuat pasca kasus yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya dan Mapolda Riau. Pangdam menegaskan, bahwa kita semua wajib waspada.

 

Seluruh masyarakat kini perlu waspada, oleh karena itu Pangdam menekankan untuk terus berkoordinasi yang baik dengan aparat keamanan, selalu bekerja sama dengan Polres dengan Kodim dan Korem, terutama di bidang keamanan. Jika ditemukan hal-hal yang mencurigakan, langsung lakukan pelaporan dan koordinasi dalam penanganannya.

 

Pangdam juga mengajak seluruh yang hadir untuk mendorong jika ada anak dan saudara yang ingin menjadi tentara ataupun masuk SMA Taruna Nusantara agar didukung.

“Saya secara pribadi menginginkan banyak penerus prajurit terbaik kedepannya,” ungkapnya.

 

Sebagai penutup, Pangdam juga menyebutkan bahwa koordinasi dan kerjasama antara TNI khususnya Kodim 0902/TRD dan PT Berau Coal telah berjalan baik. Beberapa program bersama, antara lain TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dalam membuka akses jalan di Labanan, Melati Jaya, Gurimbang dan Tasuk, dukungan program pembangunan rumah anggota dan dukungan pembangunan TK Kartika Yon Armed 18/Komposit. (Penrem 091/ASN)

Danrem Ingatkan Waspada Aksi Terorisme

 

Samarinda———Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) menyelenggarakan Komunikasi Sosial dengan Keluarga Besar TNI (KBT), Generasi Muda, FKPI, PPM dan masyarakat di Hall Makorem 091/ASN Jl. Gajah Mada Samarinda Kaltim, Selasa (15/5/2018).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu metode pembinaan teritorial sebagai sarana untuk mencapai kesepahaman dan persepsi tentang pemberdayaan wilayah pertahanan di darat dengan seluruh komponen bangsa.

Tujuannya, memelihara hubungan antara prajurit Korem 091/ASN dengan Keluarga Besar TNI (KBT), generasi muda dan masyarakat yang lebih harmonis serta berpartisipasi dalam menyikapi dan mengatasi sejumlah permasalahan bangsa.

Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Irham waroihan S.Sos, mengatakan, pertemuan ini merupakan komunikasi sosial dengan menggelar tatap muka bersama dengan keluarga besar TNI sejak menjabat menjadi Danrem di Samarinda sudah empat kali menggelar acara serupa di Korem 091/ASN.

“Program ini bagian dari suatu pembinaan dan penghargaan dari kita pada orang tua kita, pada adik-adik kita termasuk rekan-rekan kita yang menjadi keluarga besar TNI,” kata Danrem.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Mari Kita Wujudkan Rasa Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Bela Negara Bagi Keluarga Besar TNI Melalui Bebas Narkoba dan Terhindarnya dari Pergaulan seks bebas guna menjaga keutuhan NKRI”.

Melalui Komsos TNI kita jalin silaturahmi antara TNI dengan Komponen masyarakat dan Keluarga Besar TNI (KBT) dalam rangka mewaspadai Proxy War di wilayah NKRI termasuk baru-baru ini terdapat Aksi Terorisme yang ada di Mako Brimob dan di Surabaya ”.

Mari kita sama sama melaksanakan pengawasan dan merapatkan barisan demi keutuhan NKRI yang kita cintai ini. ” Mari kita merapatkan barisan, menyatukan langkah untuk menjaga keamanan di Bumi Kalimantan Timur sehingga terhindar dari Aksi Terorisme’, ajak Danrem.

Danrem juga berharap keluarga besar TNI dapat menyikap dan lebih awas terhadap Proxy War dan penyalahgunaan narkoba serta Aksi Terorisme.

(Penrem 091/ASN)

Rapatkan Barisan Tingkatkan Kewaspadaan Lawan Terorisme

Samarinda — Tanggap menyikapi aksi terorisme yang terjadi di mako Brimob dan di Kota Surabaya, Kepolisan Daerah Provinsi Kalimantan Timur bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kodam VI Mulawarman  selenggarakan   pernyataan sikap dan doa bersama lintas agama,tokoh agama,tokoh masyarakat,tokoh adat,dan tokoh pemuda se- Kalimantan Timur, Senin 14 mei 2018 di Ballrom Hotel Senyiur.

Pernyataan sikap yang dibacakan oleh perwakilan tokoh lintas agama masyarkat dan pemuda berbunyi;

Kami mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di Mako Brimob dan Kota Surabaya.

Kami siap menjaga keutuhan NKRI yang ber-Bhineka Tunggal Ika dengan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kami menolak dan melawan aksi terorisme dalam bentuk apapun di Bumi Etam Kaltim.

Kami siap menjaga kerukunan antar umat beragama, demi terjalinnya toleransi dan hubungan yang harmonis antar umat beragama di Bumi Kaltim.

Kami siap mendukung TNI dan Polri untuk menanggulangi dan memberantas aksi terorisme dalam bentuk apapun, guna menjaga kondusifitas wilayah Kaltim yang aman dan damai.

Dalam sambutanya Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto sebagai penanggung jawab  mengatakakan, bahwa pentingngnaya meujudkan suasana kondusif di Indonsesia khususnya di Kalimantan Timur “mari bersatu rapatkan barisan tinggalkan rasa kesukuan perbedaan agama dan perbedaan pandangan politik untuk secara bersama memerangi terorisme” ujarnya.

“Jangan berikan sejengkal tanah untuk terorime bertempat di bumi etam” tegasnya.

Sama dengan Priyo, Pangdam VI Mulawarman Mayjend Subiyanto berpesan agar kegiatan yang dilakukan ini bukan hanya serimonial saja, tetapi juga perlu ada kerjasama lapisan masyarakat,

“informasi dari masyarakat itu sangat penting terorisme ibarat sel kangker yang berdampingan dengan sel yang baik yang keberadaanya berdampingan sehinga untuk mendeteksinya perlu peran serta seluruh elemen masyarakat

Gubernur Kalimantan Timur yang hadir masih menggunakan seragam kedinasanya didampingi Pangdam,Kapolda dan Ketua Kerukunan Umat Beragama mebubuhkan tanda tangan sebagai penolakan , perlawanan terhadap aksi terorisme

Dalam sambutanya Gubernur menyampaikan agar Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia segera mengesahkan UU Terorisme agar menjadi dasar Aparat untuk dapat bertindak dalam penanganan aksi terorisme,

“ Berkaca pada masa lalau kaltim pernah menjadi persinggahan /persembunyian teroris besar yang akhirnya tertangkap kemudian kasus pengeboman  gereja 2016 lalu ini membuktikan bahwa kalim tidak menutup kemungkinan menjadi tempat atau bahakan sasaran trorisme . Oleh sebab itu tingkatkan kewaspadaan dikalangan masyarakat, saya akan mengerakan seluruh perangat daerah mulai dari tingkat Kabupaten Kecamatan,dan RT untuk dapat mencegah aksi terorisme.

Selain penandatangan ada acara dirangkai dengan doa bersama yang di panjatkan oleh perwakilan seluruh pemuka agama . acara ditutup dengan foto bersama. (Win)