Masyarakat Diimbau Waspadai Penyakit Pasca Banjir

Samarinda – Masyarakat terdampak banjir Kota Samarinda diminta mewaspadai sejumlah penyakit yang muncul pasca banjir seperti diare penyakit kulit dan ISPA. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Rustam saat dikonfirmasi lewat telepon, Jum’at (14/6).

Rustam mengatakan meski ketinggian air sempat turun, menurut catatan Posko pengendalian sudah ada masyarakat yang terkena penyakit seperti gatal-gatal, diare, dan hipertensi. Masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit leptospirosisi yang ditularkan melalui tikus. Hewan ini dapat membawa bakteri leptospira yang berbahaya untuk kesehatan

Untuk itu, dirinya menyarankan masyarakat yang mengalami gejala penyakit segera mendatangi sarana kesehatan terdekat. Dinas Kesehatan Kota Samarinda menyediakan 3 posko kesehatan selama 24 jam di daerah Bengkuring, Remaja dan Sempaja.

“Adanya petugas kesehatan menjadi kebutuhan penting dalam kondisi ini. Masyarakat atau korban banjir ini bisa segera mendapatkan penanganan,”terangnya

Pasca banjir Rustam mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan menjaga kebersihan lingkungan. Tujuannya agar tidak menjadi sarang perkembangbiakan penyakit. (diskominfo/ris)

Meiliana : Perlu Koordinasi Berantas Penyalahgunaan Obat dan Makanan

Samarinda – Plt. Sekretaris Daerah Prov. Kaltim Hj. Meiliana mengatakan selama ini Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) RI telah bekerja maksimal dalam melindungi konsumen dari obat dan makanan berbahaya. Namun permasalahan terus bertambah dan makin kompleks, sehingga tanggung jawab BPOM juga berat sedangkan kewenangannya terbatas.

Karena itu BPOM tidak mungkin bisa bekerja sendiri dalam memberantas penyalahgunaan obat dan makanan berbahaya. Maka diperlukan koordinasi dan penindakan yang lebih tegas dari pihak berwenang, misalnya pihak Kepolisian.

“Kita lihat pada bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri maupun hari-hari besar keagamaan lain banyak makanan dan obat-obatan dijual yang memerlukan pengawasan. Ini agar masyarakat terlindungi, mendapat makanan sehat dan halal,” ungkap Meiliana saat membuka acara FGD Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Ruang Tepian 2 Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (29/5).

Sehubungan dengan itu, perlu ada Tim Koordinasi Pembinaan Pengawasan Obat dan Makanan Daerah. Ini sebagai upaya mendukung komitmen semua pihak dalam pengawasan penyalahgunaan obat dan makan. Dengan demikian masyarakat tidak khawatir terhadap obat dan makanan di daerah ini.

FGD dirangkai dengan penandatangan komitmen Tim Koordinasi Pembinaan Pengawasan Obat  dan Makanan daerah di Kaltim. (diskominfo/ris).

Kewajiban Beri ASI Eksklusif, Wagub Resmikan Ruang Laktasi

Samarinda— Pemberian ASI eksklusif merupakan hak dan titik penting bayi karena dipercaya membuat hidup menjadi lebih baik. Pada seribu hari pertama kehidupan, komponen pemberian ASI sangat penting. Kehidupan anak selanjutnya sangat ditentukan pada hari pertamanya.

Pemprov Kaltim juga memberikan perhatian serius kepada pegawai yang memberikan ASI kepada anaknya. Bersama PT Indo Tambangraya Megah Tbk dalam bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR) kepada pemerintah daerah, menyediakan ruang Ibu dan anak (ruang laktasi) bagi ibu menyusui di Kantor Gubernur Kaltim. Ruang ini sebagai dukungan membentuk sumber daya manusia berkualitas dan diresmikan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, Senin (27/5).

Dituturkan gizi, kesehatan, pendidikan, agama, moral, akhlak dan perilaku merupakan tanggung jawab orang tua. Perhatian dan kasih sayang pada anak dimulai sejak dalam kandungan, dilanjutkan saat pasca lahir yang ditandai pemberian gizi dan nutrisi melalui ASI.

“Tumbuh kembang anak dimulai saat usia nol dalam kandungan. Setelah lahir, pemberian ASI eksklusif wajib diberikan Ibu hingga usia dua tahun. Ini juga tak boleh dikesampingan ibu pekerja. Ruang laktasi ini merupakan dukungan penuh untuk memberikan yang terbaik bagi tumbuh kembang anak,” jelas Wagub.

Keberadaan ruang laktasi atau ruang ibu dan anak khusus menyusui di setiap instansi pemerintah dan sarana umum juga swasta sangat penting. Terutama upaya membentuk generasi berkualitas sejak usia dini atau bayi.

“Kami apresiasi PT Indo Tambangraya Megah. Ini sinergi dan dukungan yang luar biasa. Anak menjadi perhatian utama kita bersama. Semoga program ini bisa terus dikembangkan,” ungkap Hadi. (Diskominfo/Cht)

Dinkes Imbau Masyarakat Waspadai Virus Cacar Monyet

Samarinda – Mewaspadai masuknya virus cacar monyet (monkeypox), Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim mengimbau masyarakat senantiasa waspada dan melakukan pola hidup bersih dan sehat.

“Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia apalagi di Kaltim,” ungkap Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Penular (P2PM) Dinkes Kaltim, dr. Ronny Setiawati saat menjadi narasumber dialog interaktif RRI Samarinda, Selasa (28/5).

Dijelaskan, virus cacar monyet ditularkan melalui kontak fisik. Penyakit ini dibawa hewan monyet dan menular kepada manusia. Virus yang berasal dari Afrika Barat ini sudah terdeteksi masuk ke negara Singapura.

Ronny menambahkan masa Inkubasi dari infeksi sampai timbulnya gejala cacar monyet berkisar 5 sampai 21 hari. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Tidak hanya itu, timbulnya gejala mengakibatkan ruam kulit di wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lain. Ruam ini berkembang dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening dan nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga tiga minggu sampai ruam tersebut menghilang.

“Untuk mengantisipasi pemyebaran cacar monyet, masyarakat harus berperilaku hidup sehat seperti cuci tangan yang bersih dan menjaga kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan fix. Kepada pelayan kesehatan punya kewaspadaan ekstra terhadap timbulnya gejala virus cacar monyet tersebut,” tambahnya. (diskominfo/ris).

Korpri Kaltim Gelar Ceramah Agama

Samarinda – Korps pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kaltim mengadakan ceramah agama dengan menghadirkan Ustadz KH. Junaiddi Maksum di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim. Kegiatan sebagai upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjalin silaturahmi karyawan/karyawati lingkungan Pemprov Kaltim, Jum’at (17/5).

“Alhamdulillah kita selalu diberi nikmat dari Allah SWT. Nikmat itu adalah nikmat bulan ramadhan. Wajib disyukuri karena bulan puasa memberikan kesehatan terhadap tubuh kita. Tubuh kita istirahat dengan berpuasa,” ujar Junaidi dalam ceramahnya.

Banyak yang terjadi di tubuh saat berpuasa, proses yang kita tidak tahu dan tidak dapat dilihat, tapi manfaatnya bagus. Dengan puasa, lemak dalam tubuh akan terbakar. Prosesnya tatkala orang kelaparan, mulai siang perut kosong, organ-organ tubuh merasa kelaparan dan stress. Di situlah kolesterol diubah membentuk suatu energi.

“Proses ini menghasilkan lemak baik untuk tubuh, yaitu HDL (high density lipoprotein). Lemak ini dihasilkan guna menghapus flek di pembuluh darah. LDL itu kolesterol jahat, dibersihin sama HDL tadi. Jadi, bisa mengurangi kolesterol. Di samping itu, lemak jelek hasil metabolisme karbohidrat, trigliserida juga hilang,” jelas Ustadz.

Ditambahkan, betapa Allah SWT memberi kemudahan dan manfaat bagi umatnya. Allah menghendaki berpuasa, jika kalian berpuasa sesungguhnya itu lebih baik buat diri umatnya.(diskominfo/tp).

Bina Remaja Untuk Kesiapan Hidup Berkeluarga

Samarinda – Remaja adalah pelaku masa depan baik dalam pembangunan maupun fase berumah tangga. Diperlukan upaya nyata berbagai pihak terkait mempersiapkan remaja menjadi keluarga berkualitas dan terencana. Diantaranya meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku tentang kesehatan serta penyiapan kehidupan berkeluarga. Pembinaan dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja dan orang tua.

“Saat ini masih ada permasalahan mengancam remaja terutama terkait kesehatan reproduksi dan gizi. Dikhawatirkan hal ini berdampak pada kesiapan dalam membangun keluarga,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB Sihabudin  mewakili Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim pada Fasilitasi Forum Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di Aula Kampus Widya Gama Mahakam Samarinda, Selasa (14/3).

Lanjutnya, pendekatan remaja dilaksanakan dengan mencetak pendidikan sebaya dan konselor yang ditempatkan di pusat informasi dan konseling remaja di tempat pendidikan baik itu sekolah, perguruan tinggi dan pesantren. Sedangkan pendekatan orang tua yang memiliki remaja (parenting) dilaksanakan denga pengembangan kelompok bina keluarga remaja.

“Saya berharap remaja dan kelompok sebaya dapat membentengi diri terhadap permasalahan seputar kehidupan remaja itu sendiri. Remaja juga dapat menjadi penyebar informasi positif kepada kelompok sebaya,” tambahnya.

Berdasarkan data kependudukan Kemendagri menyebutkan jumlah anak usia 17 tahun kebawah yang sudah menikah di Kaltim per 31 Desember 2018 sebanyak 231 orang yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 212 orang perempuan. (diskominfo/ris)

 

Usia Remaja Wajib Miliki Perencanaan Berkeluarga

Samarinda – Kesehatan reproduksi remaja adalah kondisi menyangkut sistem, fungsi dan proses reppoduksi remaja yang dimiliki. Dalam kontek pembangunan manusia, pembinaan remaja memiliki peran strategis. Remaja merupakan individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya menjadi sumber daya manusia berkualitas.

“Fasilitasi forum ini guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi dan penyiapan kehidupan berkeluarga,” ungkap Ketua Panitia Forum Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Syahrul Umar  di Aula universitas Widya Gama Mahakam, Selasa (14/5).

Ditambahkan, kesiapan menjadi salah satu kunci terbangunnya ketahanan berkeluarga sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi berkualitas. Berbagai kajian menunjukan remaja perempuan usia 10-14 tahun beresiko meninggal saat hamil dan melahirkan lima kali lebih tinggi dibanding perempuan berusia 20-25 tahun. Selain itu juga beresiko masalah kesehatan reproduksi seperti kanker rahim dan trauma fisik pada organ intim.

“Hasil studi 55 negara berpendapatan menengah keatas dan rendah menunjukan adanya hubungan usia ibu melahirkan dengan angka kejadian stunting. Disimpulkan, makin muda usia ibu melahirkan, makin besar kemingkinan melahirkan anak stunting,” tambah Syahrul.

Kegiatan bertema Pembinaan Remaja dan Penyiapan Kehidupan Berkeluarga ini bertujuan agar remaja dan kelompok sebaya memahami pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi, ketahanan remaja dan persiapan perencanaan berkeluarga bagi remaja. Diharapkan remaja membentengi diri terhadap permasalahan seputar kehidupan remaja. Selain itu remaja juga bisa menjadi penyebar informasi positif terhadap kelompok sebaya. (diskominfo/tp)

 

Tekan Angka Penderita AIDS, Semua Pihak Terlibat

Samarinda — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kaltim menggelar Rapat Koordinasi KPA Kabupaten/ Kota se-Kaltim dan Kaltara di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (2/5).

Dalam pertemuan tersebut Sekretaris KPA Yurnanto menyebut keterlibatan semua pihak baik pemerintah maupun swasta bisa menekan jumlah penderita AIDS di Kaltim yang hingga 2019 berjumlah 7.286 orang bila dihitung kumulatif sejak tahun 2005. 

“Upaya pencegahan dan pengobatan HIV/AIDS adalah tugas bersama mulai dari kesehatan, pendidikan, dan tenaga kerja. Semua memiliki peran termasuk dunia usaha serta kembaga swadaya masyarakat. Peran semua unsur sangat penting menekan penderita AIDS,” sebutnya.

Menurut Yurnanto, KPA tidak menangani penderita AIDS secara langsung karena tugasnya mengkoordinir dan memastikan program yang sudah dilakukan pihak terkait menangani masalah AIDS. Penanganan secara langsung dilakukan Dinas Kesehatan. 

“KPA menjadi dirijen untuk mengkoordinir. Peran instansi terkait sudah lumayan bagus. Kita sudah punya MoU kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja bahkan dengan PKK serta Kanwil Agama. Kalau semua bergerak maka upaya pengendalian AIDS akan berjalan lancar,” terangnya. 

Ditambahkan, rapat tahunan KPA yang mengundang para pengelola program AIDS di seluruh Kabupaten/Kota se-Kaltim dan Kaltara ini untuk mengevaluasi program yang telah dikerjakan dan menetapkan program selanjutnya agar program pengendalian HIV/AIDS di Kaltim bisa berjalan lebih sukses.

Sekarang ini, lanjutnya, persoalannya begitu rumit di masyarakat. Karena kalau bisa mengurangi kasus baru, maka bisa menekan angka penderita dan menuju zero virus infection di 2030.

“Target yang ingin dicapai pastinya mengurangi kasus. Karena tidak bisa menghapus atau menjadikan 0 begitu saja. Tahun 2030 kita baru bisa menuju zero virus infection,” imbuhnya. (Diskominfo/Cht)

Sumber Kehidupan, Kualitas Air Harus Dijaga

Samarinda – Air adalah elemen penting menjaga keberlangsungan hidup makhluk di bumi. Hal yang perlu diperhatikan adalah membangun kesadaran pentingnya menjaga ketersediaan dan kualitas air bagi kehidupan. 

“Air merupakan sumber kehidupan. Kewajiban kita menjaga ketersediaan dan menjaga kualitasnya agar terus digunakan makannya peringatan hari air harus harus menumbuhkan semangat itu,” ungkap Asisten Administrasi Umum Setdaprov. Kaltim H. Bere Ali mewakili Gubernur membuka Peringatan Hari Air Dunia XXVII 2019, di Kantor Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Senin (22/4).

Menurut Bere, tidak ada satupun makhluk di muka bumi bisa bertahan tanpa air. Zat tidak terpisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Bagi manusia masih bisa hidup tanpa listrik. Untuk penerangan bisa menggunakan lilin. Sementara jika tidak ada air, tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk hidup dan penghidupan.

Masyarakat menjaga yang micro seperti hemat menggunakan air dan pemerintah menjaga yang macro seperti membuat kebijakan menjaga kualitas lingkungan untuk keberlangsungan ketersedian dan menjaga kualitas air agar tetap dapat digunakan sebagai sumber kehidupan.

Itu sebabnya PBB dalam deklarasinya mengingatkan beberapa hal penting untuk menghemat penggunaan air, yakni mematikan air keran saat sikat gigi, tidak memasukan sampah dan limbah keair, menyimpan air bekas cucian sayur atau beras untuk siram tanaman, dan menyimpai air cucian pakaian untuk mencuci mobil.

“Makanya mari jadikan peringatan hari air dunia untuk menjadikan air sebagai nilai ekononi yang bisa diirit sebaik-baiknya dan pemerintah menjaga kualitas air jangan sampai ada pencemaran,” ajaknya.

Hadir Kepala BAPPEDA Kaltim Zairin Zain dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kaltim Fredrick Bid. Kegiatan dirangkai peresmian Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Mahakam. (Diskominfo/praba)

Evaluasi Pemberantasan Rabies, Kaltim Gelar Rakor Regional Kalimantan

Balikpapan – Kegiatan Rapat Koordinasi Regional Rabies se Kalimantan tahun 2019 diselenggarakan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim mengangkat tema Penguatan Jejaring Informasi dan Edukasi Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan menuju Pembebasan Rabies di Pulau Kalimantan. Dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Selasa (23/4).

Ketua pelaksana Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya mengatakan maksud pertemuan ini untuk mengevaluasi kegiatan pengendalian dan pemberantasan penyakit rabies tahun 2018. Serta sinkronisasi rencana kegiatan pencegahan dan pengendalian di tahun ini.

Ketua Pelaksana Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya saat menyampaikan laporan kegiatan Rakor Regional Rabies se Kalimantan tahun 2019

Tujuannya guna peningkatan komitmen dan koordinasi pencegahan pemberantasan penyakit rabies regional Kalimantan serta terwujudnya kesepakatan melakukan tindakan konkrit menuju pembebasan rabies di pulau Kalimantan.

“Semoga melalui rakor ini dapat dihasilkan rumusan penting yang dapat ditindaklanjuti secara konkrit dalam menuju Kalimantan bebas rabies tahun 2028,” ucapnya.

Untuk diketahui, peserta diikuti dari lintas sektor terdiri dari pemerintah pusat, provinsi seluruh Kalimantan serta kabupaten kota berjumlah sebanyak 220 orang. (Diskominfo – Rzk)