Gaya Hidup Picu Pergeseran Pola Penyakit

SAMARINDA – Indonesia menghadapi tantangan perubahan pola hidup masyarakat. Ini menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit atau transisi epidemiologi.

Menurut Plt. Sekretaris Daerah Kaltim Hj. Meiliana, pada era 1990 penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis dan Diare merupakan penyakit terbanyak dalam masalah kesehatan. Namun, sejak 2010 penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung dan kencing manis memiliki proposi lebih besar di layanan kesehatan.

“Perubahan pola dan gaya hidup menimbulkan berbagai macam penyakit. Ini mengakibatkan asupan makanan menjadi tidak sehat,” ujarnya pada penyusunan rencana operasional lintas sektor terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), di Ruang Pandurata Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/2).

Pergeseran pola penyakit, menurut Meiliana, menjadi hambatan upaya peningkatan derajat kesehatan dan produktivitas  masyarakat. Ini juga berbanding lurus dengan semakin besarnya biaya pengobatan.

Terbitnya instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mendorong langkah promotif dan preventif terjangkitnya penyakit dengan mengajak masyarakat melakukan pola hidup sehat (GERMAS).

Gerakan tersebut dimaksud menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran perilaku hidup sehat masyarakat Indonesia. Caranya dengan melakukan olahrga teratur, konsumsi sayur dan buah, serta memeriksa kesehatan berkala. (diskominfo/ris)

 

 

 

 

Vitamin A Cegah Kebutaan

Samarinda – Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A. Kedua bulan ini dilakukan pembagian suplemen vitamin A bagi anak berusia 6-59 bulan. Kapsul biru (dosis 100.000 IU) diberikan untuk bayi umur 6-11 bulan dan kapsul merah (dosis 200.000 IU) untuk anak 12-59 bulan. Vitamin A kapsul merah juga diberikan kepada ibu yang sedang masa nifas.

Pimpinan Puskesmas Temindung Bambang Soeyanto mengatakan suplementasi vitamin A adalah program pemberian kapsul vitamin A bagi anak usia 6-59 bulan dan ibu nifas yang bertujuan mencegah kebutaan. Vitamin A bisa didapat gratis di pelayanan kesehatan seperti puskesmas, posyandu dan praktik dokter/bidan swasta.

“Selama Februari, sudah melaksanakan program vitamin A keseluruh TK/PAUD dan posyandu. Puskesmas temindung setiap hari buka layanan pemberian vitamin A. Dan juga membuka stand layanan vitamin di Mall Alaya,” ucap Bambang di ruang kerjanya, Senin (18/2).

Ia mengimbau masyarakat terutama ibu-ibu yang memiliki anak 6-59 bulan, segera membawa anak ke puskesmas atau posyandu terdekat untuk diberi vitamin A.

“Diharapkan dengan adanya Diskominfo juga dapat membantu memberikan informasi kepada masyarakat untuk dapat ke puskesmas dan posyandu guna memberikan anak-anaknya vitamin A,” terangnya.

UPTD Puskesmas Temindung dan Mall Alaya Samarinda membuka layanan setiap hari kerja. Senin-Jumat pukul 07.30-11.00 siang melaksanakan program vitamin A menanggulangi kekurangan vitamin A yang masih cukup tinggi khususnya di Samarinda. (Diskominfo – Rzk).

Erni Semangati Anak Penderita Kanker

SAMARINDA – Memperingati Hari Kanker Anak Sedunia, Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltim Hj. Erni Makmur Hadi Mulyadi memberi semangat pada anak penderita kanker di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahrani (RSUD AWS) Samarinda.

“Kita harus yakin tidak ada penyakit Allah SWT kirimkan yang tidak ada obatnya. Tetap optimis berusaha dan berdoa,” terangnya pada peringatan Hari Kanker Anak Sedunia, di Ruang Rembulan, RSUD AWS Samarinda, Minggu (17/2).

Erni mengatakan, hari kanker anak sedunia bukanlah peringatan penyakitnya. Ada beberapa pelajaran bisa diambil. Diantaranya rasa syukur bagi yang masih diberi kesehatan. Bagi anak-anak penderita, para orang tua harus bersemangat memberi motivasi kesembuhan dengan ikhtiar maksimal.

Penyakit Kanker masih menjadi momok menakutkan didunia saat ini karena penyebab kematian pertama di dunia.

“Semoga monentum peringatan hari kanker anak sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan kembali penyakit kanker terus mengintai anak-anak di indonesia,” harap Erni.

Selain itu, TP PKK mengapresiasi semangat dan kepedulian sahabat hati, komunitas generasi milineal binaan Yayasan Pelita Bunda yang melaksanakan kegiatan ini.

“Saya salut dan terima kasih kepada komunitas generasi milenial yang membuktikan kepedulian tinggi untuk kesejahteraan anak-anak,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Eni mendoakan agar para penderita kanker mendapatkan kesembuhan dan bisa kembali pulih. Anak-anak penderita kanker juga dihibur berbagai game, dongeng, menyanyi , menari, menggambar dan lain-lainnya.(diskominfo/ris)

Biro Kesra Persiapkan Rakor Rabies Se-Kaltim

Samarinda – Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar rapat persiapan terkait Rapat Koordinasi Rabies se-Kaltim. Menurut rencana, Rakor akan dilaksanakan bulan April 2019. Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim H. Elto saat memimpin rapat persiapan mengatakan Rakor Rabies nanti sebagai upaya menemukan jalan keluar mengeliminasi penyakit Rabies.

“Kali ini kita akan menjadikan bukan hanya sekedar rakor. Tapi juga bertindak lebih dalam untuk pengurangan penyakit Rabies ini sendiri, bukan hanya seperti yang tahun-tahun sebelumnya” ujar Elto di Ruang Rapat Tenguyun Kantor Gubernur, Selasa (12/2).

Seperti diketahui, rabies itu banyak terdapat pada hewan liar yang tidak mengenal batas wilayah. Biasanya terdapat di hutan-hutan dan sulit untuk diawasi. Untuk itu diperlukan koordinasi agar rabies ini tidak menjadi wabah di masyarakat.

Rencananya, Biro Kesra akan mengundang 2 orang dari Pusat untuk menjadi pembicara. Rapat ini dihadiri perwakilan dari Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. (Diskominfo/dir)

Peran Petugas Penyuluh Cegah Penyebaran Penyakit

SAMARINDA – Semua rumah sakit pada dasarnya memiliki prosedur pengendalian dan pencegahan penyebaran infeksi. Petugas wajib menerapkan tindakan pencegahan guna menghindari meluasnya penyakit. Namun, risiko memang tidak pernah sepenuhnya bisa terhindari. Meski terkesan bersih dan steril, rumah sakit merupakan sumber banyak penyakit menular yang mengintai setiap pengunjung.

“Selain tanggung jawab pihak rumah sakit, diperlukan kesadaran pasien dan keluarga memahami proses penyebaran penyakit. Selain juga pemberian edukasi melalui berbagai media. Namun, biasanya di rumah sakit kekurangan petugas yang bisa memberikan pemahaman ini,” ujar Kepala Urusan Humas Rumah Sakit Samarinda Medika Citra Langoday Aldo di ruang kerjanya, Kamis (7/2) lalu.

Untuk itu, perlu diperbanyak petugas yang mampu memberikan edukasi ke masyarakat sehingga memahami proses penyebaran penyakit. Selain itu beberapa himbauan baik berupa tulisan dan gambar dibuat di beberapa titik yang dapat dibaca serta dipahami pengunjung.

“Yang kami butuhkan sekarang adalah membuka masukkan dan memberikan dukungan kepada pemerintah provinsi untuk menyusun program diklat kesehatan. Salah satunya bagi petugas penyuluh kesehatan,” jelas Aldo.

Harapannya, Kaltim dapat membuat program edukasi pelayanan kesehatan bagi petugas penyuluh. Sehingga ke depan dapat menjadi salah satu provinsi yang memiliki mutu dan kualitas rumah sakit terbaik di Indonesia. (DISKOMINFO/Lely)

Komunitas Support Kanker Kaltim Siapkan Program Ditahun 2019

SAMARINDA – Pekan Raya Samarinda menjadi sarana informasi bagi masyarakat Samarinda. Salah satunya mengenai kesehatan. Masih dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia tanggal 4 Februari lalu, Komunitas Support Kanker memberikan pengetahuan dan juga ilmu mengenai kanker yang patut diketahui masyarakat.

Sedikitnya informasi yang didapat masyarakat tentang kanker, contoh kasus kanker serviks, membuat banyak perempuan takut melakukan pemeriksaan papsmear. Dengan berbagai alasan antara lain malu, takut, atau tidak mempunyai biaya. Ini tidak sebanding dengan waktu dan biaya pengobatan bila terdiagnosa kanker. Belum lagi dampak secara sosial serta psikis yang bersangkutan.

Pencegahan dan penanggulan belum maksimal jika dilakukan pemerintah atau komunitas saja. Semua pihak memiliki peran yang penting. Hal ini menjadi pembahasan ketika mengunjungi stan Komunitas Support Kanker.

Astrid salah satu Relawan menjelaskan bahwa pencegahan angka kanker dapat ditekan melalui berbagai program. Diantaranya Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan lembaga sosial yang berfokus pada pencegahan kanker, pendidikan kesehatan yang sejak dini. Seperti pencegahan kanker payudara dengan melakukan periksa payudara sendiri (sadari) sejak usia 10 tahun atau mengalami menstruasi pertama;

Di tingkat sekolah perlu ada program roadshow edukasi kanker saat murid atau mahasiswa baru pada masa orientasi. Program lain sekolah memiliki satu guru UKS yang dijadikan kader kesehatan kanker yang dilatih melakukan deteksi dini. Selain tim kesehatan menjalin mitra dengan komunitas kanker yang didalamnya banyak pasien melewati pengalaman pengobatan medis kanker.

“Kami sangat membutuhkan dukungan pemerintah terkait keberadaan komunitas support kanker di Kalimantan Timur untuk dijadikan mitra bersama dalam program kanker,” harap Astrid.

Selain itu, realisasi lahan & rumah singgah bagi penderita dan pengadaan ambulans menjadi salah satu harapan terbesar komunitas ini untuk dapat terus mendukung Kalimantan Timur dalam penanganan akan kanker.(DISKOMINFO/Lely)

Lawan Kanker Bersama Komunitas Support Kanker

SAMARINDA – Hari kanker menjadi peringatan tahunan yang diadakan tanggal 4 Februari untuk meningkatkan kesadaran global terhadap penyakit kanker. Hari Kanker Sedunia pertama kali diinisiasi Union for International Cancer Control (UICC) untuk mendukung Deklarasi Kanker Dunia yang dibuat pada 2008. Tujuan dari UICC adalah menurunkan angka kematian akibat penyakit kanker.

Dan untuk tahun 2019 ini, tema yang diangkat “Saya adalah dan saya akan” (I Am and I Will). Tema ini bermakna mengajak semua pihak terkait menjalankan perannya masing masing dalam mengurangi beban akibat penyakit kanker.

Bertepatan HUT Kota Samarinda ke 351 dan Pemerintah Kota Ke 59 maka Hari Kanker Dunia 4 Februari 2019 dimanfaatkan Komunitas Support Kanker untuk mengedukasi kepada masyarakat tentang kanker serta memperkenalkan program organisasi lebih luas.

Para penyintas kanker, pendamping kanker & Pejuang kanker tentunya tidak melewatkan kesempatan ini untuk menyampaikan informasi bagi masyarakat. Mulai dari pengertian kanker, bagaimana kanker, jenis kanker, pencegahan maupun penanggulangannya serta masih banyak informasi yang dijelaskan.

Astri yang merupakan salah satu pendamping kanker menyampaikan yang menjadi perhatian paling utama adalah Realisasi Lahan & Rumah Singgah Kanker KSK untuk pasien kanker yang tidak mampu (GRATIS).

“Kami memohon dukungan kepada masyarakat dalam mendukung pengobatan medis kanker di Rumah Sakit Abdul Wahab sjahranie kota samarinda sebagai rujukan nasional ke 4 pelayanan medis kanker di Indonesia,” jelas Astrid.

Untuk itu bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Komunitas Support Kanker dapat langsung mengunjungi stand Komunitas Support Kanker yang berada diposisi G27 pintu masuk (stand pertama) mulai dari jam 10 pagi s.d jam 10 malam pada tanggal hari ini 4 s.d 10 februari 2019. (DISKOMINFO/Lely)

Kaltim Belum Dinyatakan KLB DBD

SAMARINDA –  Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat di sebagian besar daerah di Indonesia. Kendati demikian Provinsi Kalimantan timur belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kaltim belum bisa dikatakan KLB, karena syaratnya belum terpenuhi,” demikian ditegaskan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kaltim Drg. Suharsono, di Samarinda, Rabu (30/1).

Suharsono mengatakan, dibanding tahun 2017 kasus DBD di Kaltim pada tahun 2018 terjadi peningkatan. Tapi peningkatan ini secara provinsi belum dapat dinyatakan KLB. Karena ada beberapa kriteria apabila ada peningkatan kasus dua kali di periode yang sama tahun sebelumnya dan kematian akibat DBD meningkat 50% dalam kurung waktu yang sama.

Menurutnya, sudah ada Kabupaten yang sudah menetapkan kejadian luar biasa yaitu Kabupaten Paser. Karena pada bulan November 2018 lalu terjadi kasus peningkatan yang tinggi disertai dengan kematian.

Kabupaten Paser, lanjutnya, di tahun 2017 tidak ada kematian akibat DBD. Tahun 2018 Paser tidak mengirimkan data tertulis kepada Dinkes, tetapi pada saat penetapan KLB Kabupaten Paser terjadi kasus kematian pada 5 orang, sehingga Bupati Paser menetapkan ini sebagai kejadian luar biasa.

Untuk mengatasi kasus DBD di Kaltim khususnya kabupaten yang menyatakan KLB, Dinkes juga memberikan suport kepada kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan jentik-jentik secara berkala di daerah masing-masing dengan 3M plus (menutup, menguras dan mengubur) dan menaburkan bubuk larvasida.

Tidah hanya itu, untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus kematian, Dinkes Kaltim juga menghimbau seluruh tenaga kesehatan lebih pro aktif melakukan kewaspadaan dini dengan mendeteksi kasus DBD di wilayah masing-masing. 

“Di tahun 2019, kita terus melakukan upaya-upaya pencegahan supaya kabupaten/kota tidak kecolongan lagi, karena melihat perubahan iklim cuaca memang saat ini rawan untuk penyakit DBD,” tegasnya (diskominfo/ris)

foto: www.google.com

Intensitas Hujan Meningkat Waspada DBD

SAMARINDA— Intensitas hujan yang sering terjadi belakangan ini perlu diwaspadai, karena banyak menimbulkan genangan air di lingkungan tempat tinggal. Genangan air tersebut dapat menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus dague penyebab penyakit denam berdarah dengue (DBD).

Dalam rilisnya Kementerian Kesehatan menyebutkan, diakhir Dedember Kemenkes menerima laporan kasus DBD ada di 22 provinsi di Indonesia, bahkan sudah masuk kategori KLB (Kejadian Luar Biasa) di 4 wilayah yakni Kabupaten Kapuas, Provinsi Sulawesi Utara, Kota Manado, dan Kabupaten Manggarai Barat.

Virus dengue biasanya menginfeksi nyamuk aedes betina saat dia menghisap darah dari seseorang yang sedang dalam fase demam akut (viraemia), yaitu 2 hari sebelum panas sampai 5 hari setelah demam timbul.

Nyamuk menjadi infektif 8-12 hari (periode inkubasi ekstrinsik) sesudah menghisap darah penderita yang sedang viremia dan tetap infektif selama hidupnya. Melalui periode inkubasi ekatrinsik tersebut, kelenjar lufak nyamuk bersangkutan akan ditularkan ketika nyamuk tersebut menggigit dan mengeluarkan cairan ludahnya ke dalam luka gigitan ke tubuh orang lain. Setelah masa inkubasi di tubuh manusia selama 34 hari (rata-rata selama 4-6 hari) timbul gejala awal penyakit.

Gejala awal DBD antara lain meliputi demam tinggi yang muncul mendadak dan berlangsung sepanjang hari. Disertai juga dengan nyeri kepala, nyeri saat menggerakkan bola mata, dan nyeri punggung. Kadang disertai dengan tanda-tanda perdarahan.

Pada kasus yang lebih berat, juga disertai nyeri ulu hati, radang saluran cerna, syok, dan bisa menyebabkan kematian Masa inkubasi penyakit ini antara 3-14 hari dan umumnya berlangsung selama 4-7 hari.

Selain itu, pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat adalah dengan 3M+ yaitu yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas.

Pencegahan juga dapat dilakukan dengan menabutkan larvasida untuk tempt yang tidak mungkin dilakukan pengurasan air atau mengeringkan air, dimana larvasida berfungsi untuk membunuh  larva nyamuk.

Untuk itu, masyarakat dihimbau agar waspada terhadap DBD, apabila terasa demam segera memeriksakan diri ke puskesmas atau kerumah sakit. (diskominfo/ris)

Referensi: Kemenkes RI

Foto         : www.google.com

4 Tanaman Obat Yang Disarankan Kemenkes

SAMARINDA—-Tanaman tradisional yang sifatnya mudah di temui di lingkungan rumah ternyata banyak menyimpan banyak manfaat bagi kebutuhan tubuh, khususnya kesehatan. Keberadaan tanaman tradisional mampu memenuhi kebutuhan pengobatan di Indonesia melalui metode alternatif.

Dari sekian banyak jenis tanaman ada 4 jenis tanaman yang berguna untuk dijadikan obat tradisional dan telah dikaji oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI.

Yang pertama adalah Lengkuas yang merupakan salah satu jenis obat alternatif yang berguna untuk penyembuhan penyakit kulit seperti panu dan kutu air. Bagi penderita penyakit kulit, disarankan untuk memilih jenis lengkuas putih dan lengkuas merah yang diambil bagian rimpang (akar tinggal atau sisa serabut

Proses penggunaannya, dengan cara ditumbuk dan dicampur tepung beras, digunakan sebagai tapal pada perut pasca bersalin.

Kedua jeruk nipis banyak memiliki kasiat sebagai obat batuk, obat penurun panas, dan obat pegal linu. Buah jeruk nipis mengandung vitamin B1, vitamin C, asam sitrat, asam amino, minyak atsiri dan asam siturun.

Berikutnya yang ketiga Seledri, Tanaman seledri yang biasa digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak, ternyata juga berguna untuk kesehatan. Dalam herba seledri juga mengandung falvonoid apigenin yang dapat menurunkan tekanan darah.

Kemudian, jenis tanaman lain yang bisa dijadikan obat tradisional, yakni daun serai wang. Daun dan akar sereh wangi berkhasiat sebagai penghangat badan, peluruh keringat, dan obat kumur. Adapun kandungan yang terdapat dalam daun serai wangi meliputi saponin, flavonoid dan polifenol.

Selain itu daun serai wangi juga bisa dijadikan sebagai obat pegal linu. Cara penggunaannya Serai direbus dengan dua gelas air sampai menyusut kita-kira menjadi satu gelas, dinginkan, kemudian saring, dan minum selagi hangat. (diskominfo/ris)

Referensi : Kemenkes RI

Foto : www.google.com