Puluhan Peserta Bersaing Lomba Baca Berita

Samarinda– Sebanyak 49 peserta mengikuti lomba baca berita dalam rangka peringatan hari radio ke-74 tahun 2019. Lomba baca berita tersebut dibuka secara resmi oleh plh. Kabid pemberitaan RRI Samarinda Supriyati dan berlangsung di studio Sikarut RRI Samarinda, Senin pagi (2/9).

Lomba baca berita ini diikuti peserta dari SMA, SMK  dan Mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda, Universitas Nahdaul Ulama dan Untag Samarinda. Para peserta itupun berlomba memikat perhatian dewan juri.

Salah satu dewan juri lomba baca berita Syarifah Kalsum mengatakan, yang dinilai dalam lomba baca berita ini antara lain adalah suara dan tehnik pembacaan.

“Yang akan kita nilai nanti adalah suara mereka, kemudian tehnik, tehnik ini tehnik pembacaan bagaimana dia membacakan ada intonasinya. Kemudian juga penampilan, jadi walaupun di radio kita juga memperhatikan penampilan, penampilan harus rapi walaupun tidak mewah. Jadi ada tiga kategori itu yang  dinilai pada lomba baca berita,” kata Kalsum.

Dalam lomba baca berita ini dilakukan sistem gugur  dan diambil enam orang pemenang, juara satu, juara dua, dan juara tiga serta harapan satu, dua dan tiga.

Lomba Busana Menjadi Ajang Silahturahmi Karyawati

Samarinda –  Sebanyak 23 orang peserta, terdiri dari 13 orang mengikuti lomba busana muslimah dan 10 orang lomba busana ala pejuang ’45.

Pelaksanaan lomba tersebut  oleh Forum Komunikasi Karyawati Provinsi Kalimantan Timur (FKKPKT) yang bekerja sama dengan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

Lomba tersebut dilaksanakan dalam rangka menyemarakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 Tahun 2019.

Dalam kesempatan tersebut hadir serta, Ketua IPHI Meiliana yang membuka acara yang berlangsung di Ruang Rapat Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Senin (26/7).

Beliau mengatakan semangat dari para ASN yang berkontribusi dengan mengikuti lomba sekaligus mewakili masing-masing instansi ini layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya.

“ Saya berharap wanita-wanita dapat menduduki jabatan seperti saya dulu, saya doakan dan saya beri semangat kepada karyawan-karyawati harus tetap bersemangat dan mandiri karena kalau kita bekerja dengan baik, atasan kita sendiri yang akan menilai kinerja kita.”  Ujar meiliana.

Dalam kesempatan yang sama ketua panitia Syarifah Alawiyah mengatakan tujuan lomba ini semata-mata untuk meningkatkan silaturahmi antar karyawati di lingkungan Pemprov Kaltim.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi bagi kita sesama karyawati di lingkup Pemprov Kaltim”, ujarnya.

Ada tiga juri dalam lomba ini, Meiliana sebagai Juri Kehormatan, Syarifah Fitriah Alaydrus dan Ignasius Sabdo. (Diskominfo/dir)

Optimis, Kaltim Masuk Sepuluh Besar Bintang Radio Nasional

Samarinda—Pendaftaran bintang radio RRI Samarinda (BRI) 2019 sudah dibuka sejak tanggal 26 Juli hingga 5 September 2019 dengan kriteria usia 16- 30 tahun. Sedangkan untuk tehnical meeting dilaksanakan pada 6 September, babak penyisihan 7-8 September, 9 September semi final. Sementara grand final sendiri akan dilaksanakan tanggal 11 September malam, karena bertepat dengan hari bakti radio yang ke 74 tahun.

Menanggapi hal ini, Kepala RRI Samarinda Khalidiraya menargetkan nantinya juara pertama putra-putri BRI Samarinda dapat membawa nama harum Samarinda  dengan masuk 10 besar ditingkat Nasional.

“Jadi hari ini merupakan rapat yang ke-3 untuk persiapan bintang radio. Kami sudah menyebarkan surat-surat ke berbagai sekolah dan perguruan tinggi, untuk menjaring peserta-peserta jauh lebih banyak. Agar nanti untuk tahun ini kami mempunyai target agar supaya bisa masuk final di tingkat nasional, harapan saya sih masuk 10 besar,” harapnya usai rapat persiapan, Jum’at (23/8).

Menurutnya, berbagai upaya akan dilakukan diantaranya bagi juara pertama akan ditambah bekal lagi untuk latihan-latihan  sebelum diberangkatkan ke tingkat Nasional. Guna mencapai target tersebut, pihaknya mendatangkan juri yang memang berkompeten di bidang tarik suara, sehingga juara Bintang Radio Indonesia (BRI) dari Samarinda tidak kalah bersaing dengan juara dari daerah lain di Indonesia. (Diskominfo/Cht)

 

Gubernur Kaltim Tutup Pameran Kaltim Expo 2019

Samarinda – Acara Penutupan pameran Kaltim Expo tahun 2019 pada Minggu (25/7) dilaksanakan di Samarinda Convention Hall. Kegiatan rangkaian HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 tahun ini bekerja sama antara Pemerintah Prov Kaltim dengan ADW bersaudara serta didukung berbagai sponsor dan media massa.

Gubernur Kaltim Isran Noor hadir sekaligus menutup Pameran Kaltim Expo 2019 yang telah berjalan selama lima hari (21-25 Agustus 2019) ini mengapresiasi setinggi-tingginya untuk para panitia serta EO yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik.

“Kepada seluruh panitia saya ucapkan terimakasih kepada mereka yang menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, apapun yang kalian laksanakan saya kira ini pantas di apresikan dan diberi penghargaan apalagi terkait dengan kita menyambut hari ulang tahun Indonesia yang ke 74” ujar Gubenur Kaltim Isran Noor.

Dia juga mengatakan dengan adanya kegiatan ini semoga saja dapat meningkatkan usaha dan investasi terutama UKM, karena dianggap paling menyerap tenaga kerja.

“Mudah-mudahan saja kegiatan kita ini meningkatkan investasi dan juga bagaimana mengendalikan konsumsi dimana dua unsur ini adalah yang cukup menentukan dalam pertumbuhan dan juga pengendalian inflasi di daerah.” Katanya.

Dalam kesempatan tersebut telah diumumkan juga Juara Umum yang jatuh kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) prov Kaltim dan meraih tropi bergilir Gubernur Kaltim. (Diskominfo/dir)

Perjalanan Panjang Kaltim Expo, Berjalan Sebelas Tahun

Samarinda – Ajang pameran dan sosialisasi program keberhasilan Pemerintah Provinsi dan pengenalan wisata, budaya, perbankan, perusahaan dan penjualan produk langsung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Timur tidak terasa sudah berlangsung selama 11 Tahun.

Bertajuk Kaltim Expo, event yang digelar setiap bulan Agustus ini sekaligus memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Event ini berkembang dan semakin eksis, karena biasanya dalam kurun dua atau tiga tahun jika event tidak bisa bertahan akan hilang, jadi kalo tadi disinggung masalah roda ekonomi saya memang dari orang pameran jika melihat perputaran ekonomi daerah lihat dari geliat pameran, karena pameran itu berdagang jadi pameran berjalan berarti roda ekonomi berjalan,” Ujar Ketua DPP ASPERAPI Hosea Andreas Runkat.

Pameran merupakan bisnis yang tidak akan mati karena biar bagaimanapun segala jenis usaha memerlukan ekspos, dan ekspos itu dalam bentuk pameran. Pameran tidak akan tergerus oleh waktu dan zaman namun harus berkolaborasi dengan pedagang online.

“Karena ternyata pembeli menyukai dengan melihat langsung produknya yang akan dibeli, mungkin jika di online orang akan mempertimbangkan harga namun jika cek barang lebih ke pameran,” Imbuh pria berbadan besar, Saat memberikan sambutan pada pembukaan Kaltim Expo, Rabu (21/8) di Convention Hall Samarinda.

Kemajuan teknologi tidak bisa dilupakan, setiap pameran seharusnya menjalin kerjasama dengan e-commerce dan online payment.

“Perjalanan sebelas tahun tidak mudah, pesan saya dengan DPD ASPERAPI Kaltim kembangkan terus pameran ini saya berharap ini akan menjadi icon Kaltim, karena pameran yang sudah berjalan sebelas tahun ini pasti memiliki daya tarik khusus bagi warga,” Tutup Hosea. (diskominfo/tp)

Lomba Pantun Bahasa Banjar, Ramaikan Kaltim Expo 2019

Samarinda—Memasuki hari ke dua Expo Kaltim 2019, berbagai jenis kegiatan dan lomba akan meramaikan event tahunan tersebut salah satunya lomba berbalas pantun dengan menggunakan bahasa Banjar yang berlangsung di Convention Hall Stadion Sempaja, Kamis(22/8).

Acara tersebut bekerjasama dengan Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT). Kemeriahan perlombaan berbalas pantun ini terlihat dari tingginya antusias penonton dan pantun-pantun yang dilontarkan masing-masing peserta sangat menghibur penonton.

Dalam kesempatan itu Ketua KBBKT Hamsyi Zamhari mengatakan, tujuan dari lomba tersebut adalah melestarikan dan mengangkat nilai seni budaya melayu.

“Jadi salah satu tujuan kami adalah mengangkat nilai dan seni terutama kerukunan bubuhan Banjar dan juga lomba berbalas pantun ini merupakan kesenian dari tanah melayu karena banjar juga merupakan melayu. jadi ini harus di kembangkan. kebetulan juga Gubernur suka berpantun, jadi Alhamdulillah nyambung berarti,”ujarnya.

sementara itu Sekretaris panitia Nirmala Sari mengungkapkan persiapan lomba ini sekitar 1 minggu. ia juga menambahkan, nantinya pemenang akan diberikan hadiah berupa uang tunai, sertifikat, serta piagam.

“Memang untuk kegiatan lomba pantun di Kaltim Expo ini  untuk persiapannya sendiri memang cukup singkat, hanya memakan kurang lebih satu minggu. Tapi, Alhamdulillah antusias masyarakat Kota Samarinda sangat tinggi dan juga mereka sangat pandai dalam berpantun berbahasa Banjar,”ungkapnya

Dirinya berharap kegiatan tersebut nantinya dan bisa menjadi agenda rutin tahunan.

Senada Anggota Dewan Kesenian Daerah Kaltim yang sekaligus juri Wawan menjelaskan dari 20 peserta yang mengikuti lomba tersebut, dalam menentukan pemenangnya para juri menggunakan sistem gugur.

“Dalam menentukan pemenangnya kita menggunakan sistem gugur dan kita juga melihat dari pesertanya yang bisa berpantun spontan, intonasi, dan tempo peserta. Kita akan menjumlah poinnya,” jelasnya.(Diskominfo/Rey)

Masyarakat Kaltim Diberi Kemudahan Mencari Vendor Pernikahan

Samarinda—Meningkatnya peminat masyarakat Kaltim untuk menyelenggarakan acara spesial seperti pernikahan, membuat banyak jasa khusus yang secara pribadi membantu calon pengantin dan keluarga dalam perencanaan rangkaian acara pesta pernikahan atau yang lebih dikenal dengan sebutan Wedding Organizer (WO) bermunculan.

Melihat antusiasme tersebut, tahun ini event besar Big Wedding Festival (BWF) 2019 kembali hadir untuk memberikan kemudahan masyarakat Kaltim mencari vendor pernikahan.

Founder Big Wedding Festival Agus Go mengatakan pengantin masa kini utamanya yang berasal dari kaum milenial yang juga cenderung kreatif, menyukai konsep yang juga baru. Event tahunan yang di Inisiasi oleh SKY SEVEN ini telah memasuki tahun ketiga dalam penyelenggaraan. Di tahun ini Big Wedding Festival  mengusung konsep Modern in Heritage.

“Saat ini kebanyakan dari kaum Milenial menginginkan kosep yang terbaik dan terbaru. Modern in heritage ini bisa dibilang menjadi trend baru pada pernikahan modern,” katanya saat Technical Meeting & Press Conference di Gedung Paviliun Jl. Muso Salim, Rabu, (21/8).

Dijelaskan Agus, dari total 88 stan yang terdiri dari 5 blok potensial, penyewa yang telah tergabung sebagai peserta merupakan unggulan pernikahan papan atas yang dikelola oleh pengusaha modern dalam bidang usaha. Seperti dekorasi, hair & beauty salon, make up, bridal, wedding organizer, dokumentasi foto dan video, pengelola tempat acara, perhiasan, surat undangan, dan souvenir.

“Bisa dipastikan, BWF adalah ajang yang tepat bagi para calon pengantin yang ingin mempersiapkan pernikahannya karena akan mendapatkan banyak referensi dan berbagai promo menarik. Sisi lainnya, kesempatan yang tepat bagi para pelaku usaha memanfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan pasar. Baik dari sisi penjualan langsung (direct selling), maupun dari sisi edukasinya,” jelasnya.

Untuk diketahui, BWF berlangsung selama 5 hari berlangsung dari tanggal 28  Agustus – 1 September 2019 di Atrium Big Mal Samarinda dibuka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 Wita. Selain itu, nantinya akan hadir bintang tamu spesial yaitu, IFAN ‘Seventeen’ dan beberapa acara lainnya seperti, fashion show, bridal show, make up tutorial, workshop, wedding band performance, games, dan doorprize spesial 2 pasang cincin berlian persembahan Frank n Co. (Diskominfo/Cht)

Vocal Grup Samarinda Sabet Juara Festival Kesenian Daerah

Berau – Rangkaian kegiatan Peda X KTNA menggelar Festival Kesenian Daerah yang diikuti sepuluh kabupaten dan kota se Kaltim di Lapangan Sepak Bola Kampung Labanan Makmur Kecamatan Teluk Bayur, Senin (22/7).

Diajang Festival Kesenian Daerah ini Kota Samarinda keluar sebagai juara satu vocal grup disusul Kabupaten Mahakam Ulu juara kedua dan tuan rumah Kabupaten Berau meraih juara ketiga.

Penampilan peserta KTNA Kota Samarinda dalam ajang Festival Kesenian Daerah

Penghargaan diserahkan Ketua Panitia Peda X KTNA Kaltim 2019, H Ibrahim yang juga Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikuktura Kaltim.

“Semua perwakilan peserta lomba bagus-bagus. Walaupun bertanding tetap kompak menjalin keakraban dan silaturahim sesama anggota KTNA,” ujar Ibrahim.

Vocal Grup Kota Samarinda mengalahkan sembilan perwakilan KTNA kabupaten dan kota se-Kaltim dengan membawakan lagu wajib Kebyar-Kebyar dan lagu pilihan berjudul Tiga Tawai (lagu khas Dayak Kenyah) dan berhak membawa thropy dan piagam penghargaan. (Diskominfo – Rzk).

Outbond Bangun Kesadaran Lingkungan, Tak Sekedar Kompetisi

Berau – Kegiatan outbond dan kesadaran lingkungan yang dilaksanakan panitia Peda X KTNA memainkan lima permainan di kawasan Wisata Buah Labanan (WBL) kampung Labanan Makmur Kecamatan Teluk Bayur, Minggu (21/7).

Menurut Sekretaris Panitia Peda X KTNA Uri Dharma Putra outbond kesadaran lingkungan dan permainan yang dilombakan merupakan pembelajaran prilaku di alam terbuka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

“Tujuan utama kegiatan ini untuk menjalin silaturahim antar peserta KTNA kabupaten dan kota se Kaltim untuk membangun kekompakan, sportivitas dan kreativitas di alam terbuka. Bukan sekedar kompetisi,” ujar Uri.

Oleh karena itu, diharapkan para peserta KTNA yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadikan pelajaran penting bagi pembangunan karakter dan meningkatkan rasa kebersamaan. (Diskominfo – Rzk).

Perang Naga, Libatkan Kabupaten/Kota se-Kaltim

Berau – Sepuluh daerah peserta Peda X KTNA kabupaten/kota mengikuti outbond di Wisata Buah Labanan (WBL), Kampung Labanan Makmur Kecamatan Teluk Bayur. Kegiatan diisi berbagai kegiatan, salah satunya lomba perang naga. Di permainan ini memerlukan kecerdasan berfikir untuk menyelesaikan tantangan, Minggu (21/7).

Rusmulyadi memberikan pengarahan kepada peserta perwakilan KTNA kabupaten dan kota

Instrukur outbond Dispora Kaltim Rusmulyadi mengatakan permainan ini sebagai bentuk pembelajaran perilaku kepemimpinan dan manajemen alam terbuka dengan pendekatan unik dan sederhana tapi efektif.

“Outbond ini salah satu bentuk silaturahmi dan menguji kekompakan tim di saat menghadapi masalah,” ujar Rusmul.

Di perang naga itu, Samarinda keluar sebagai juara pertama. Disusul Penajam Paser Utara, Berau dan Bontang. (Diskominfo – Rzk).