Featured Post

Baznas Kaltim Semarakkan Kegiatan Festival Muharram

Baznas Kaltim Semarakkan Kegiatan Festival Muharram

Samarinda— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Prov Kaltim menggelar kegiatan Karnaval Festival Muharram 1.000 Anak Yatim. Kegiatan ini dalam rangkaian perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijriah yang dipusatkan di Halaman Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre Kaltim Samarinda, Minggu (7/9).

Ketua BAZNAS Kaltim Fachrul Ghazi menyebut festival diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya lomba habsy, tabliq akbar yang digelar Sabtu Malam hingga pukul 12 malam, pawai 1.000 anak yatim, lomba mewarnai, talkshow tentang zakat tumbuh bermanfaat di Kaltim, pembagian sovenir, hiburan penampilan marching band, termasuk bazar khusus bagi anak yatim dengan menukarkan kupon untuk membeli, serta penyerahan santunan bagi 1.000 anak yatim

“Ingin anak-anak yatim tersebut tersenyum tidak hanya Ramadhan saja, tapi sepanjang masa. Melalui kegiatan seperti ini mereka pasti senang dan bergembira,” katanya.

Di tempat yang sama, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim, Moh Jauhar Efendi menuturkan kegiatan tersebut setidaknya menggambarkan potensi umat Islam yang beragam beraneka warna dan dengan bermacam coraknya bisa bersatu padu merayakan momen tahun baru hijriah.

Karenanya, dia mengajak semua memberikan perhatian bagi anak yatim. Melalui kegiatan Festival Muharram 1.000 Anak Yatim menumbuhkan semangat memberi perhatian bagi anak yatim. Serta menunjukkan kekuatan dan spirit kebangkitan umat Islam di era Milenium abad ke 21 ini.

“Wajar kiranya jika ada ummat Islam merayakan dengan membuat kegiatan positif yang menggugah semangat kebangkitan umat Islam seperti karnaval ini. Semoga kegiatan yang kita selenggarakan membawa kebaikan bagi kita semua. Utamanya bagi anak yatim yang diberikan perhatian ummat muslim Samarinda melalui karnaval ini,” ucapnya. (Diskominfo Kaltim / Cht)

Peringati ke 74 Tahun, RRI Gelar Jalan Sehat

SAMARINDA—- Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda menggelar jalan sehat dalam rangka memperingati hari Radio ke 74 tahun. Minggu (8/9)

Kurang lebih 500 orang terpantau ikut meramaikan jalan santai dimaksud. Sejak pukul 06.00 pagi masyarakat sudah berkumpul untuk mengikuti kegiatan jalan sehat yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini.

Sebelum memulai kegiatan jalan sehat para peserta juga bersama-sama melakukan pemanasan dengan melakukan senam

Tepat pukul 07.00 pagi jalan sehat yang diikuti angkasawan angkasawati, pensiunan RRI serta masyarakat kota Samarinda dilepas oleh Kepala RRI Samarinda Khalidiraya. Para peserta jalan sehat bergerak dengan menggunakan rute dimulai dari Kantor RRI Samarinda, melewati Jl. Wahid Hasyim dan kembali menuju kantor RRI.

Dalam jalan sehat ini memperebutkan ratusan undian merarik, seperti sepeda gunung, kulkas,mesin cuci , kipas angin, kompor gas  dan ratusan undian menarik lainnya.

Disela-sela jalan sehat Khalidiraya mengatakan, Jalan sehat ini merupakan rangkaian kegiatan hari Bakti radio ke 74 tahun 2019 selain kegiatan olahraga juga menggelar bakti sosial dengan mengunjungi pensiunan pegawai yang sakit dan ke makam para pensiunan serta memberikan bantuan sembako kepada panti Asuhan yang ada di kota Samarinda.

“Memang setiap tahun kita adakan jalan sehat dan terbukti hari ini kita bagikan 500 kupon itupun masih kurang,” katanya

Khalidiraya mengatakn, untuk puncak peringatan Hari Radio ke-74 tahun 2019 akan dilaksanakn upacara bendera dihalaman kantor RRI dan Syukuran penyulutan obor di Studio Sikarut  pada tanggal 11 September 2019.

Sementara salah seorang peserta jalan sehat, Sumardi mengatakan walaupun sudah purna tugas di RRI, para pensiunan ikut dilibatkan dan diperhatikan. Tentunya dengan usia RRI yang genap ke 74 diharapkan bisa eksis ditengah maraknya perkembangan media massa di tanah air. (diskominfo/ris)

Prajurit Yonif Raider 600/Modang Mengajar Mengaji

MANGGARIS——Menjaga perbatasan dari penyusupan asing, sudah menjadi tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meski menghadapi berbagai keterbatasan, namun mereka diharuskan mampu melaksanakan seluruh tugasnya dengan baik. Selain menjalani tugas pokok sebagai penjaga perbatasan dan mengamankan perbatasan, TNI juga harus mampu membina warga lokal, bekerja sama dengan masyarakat setempat memberi penyuluhan pertanian, berkebun menanam jagung dan ubi di kebun tadah hujan yang tandus serta mengelola sawah, maupun lainnya.

Di samping tugas pokok pengamanan perbatasan RI tersebut, TNI juga memiliki kemampuan manunggal dengan rakyat melalui Pembinaan Teritorial. Dengan kata lain, Selama ini, TNI sesuai jati dirinya (sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional), selain mampu melaksanakan tugas pengamanan perbatasan sebagai tugas pokoknya Satgas Pamtas, juga mampu membantu masyarakat sekitar perbatasan dengan hal yang sangat baik dan sangat dirasakan langsung manfaatnya, seperti dengan ikut membantu warga / anak-anak sekitar pos-pos penjagaan membaca, menulis dan lain sebagainya. Bahkan tak ada juga prajurit tersebut berlaku sebagai guru ngaji terhadap anak-anak di daerah setempat, sebagaimana yang berlangsung di lingkungan warga Muslim perbatasan RI-Malaysia.

Dansatgas Yonif Raider 600/Modang Mayor Inf Ronald Wahyudi menuturkan dengan keterbatasan yang ada Personel Pos membuat Pondok untuk anak-anak belajar mengaji di depan Pos Sei Ular. Di Pondok berukuran 2,5×4 meter ini anak-anak belajar membaca ayat suci Al Quran dengan bimbingan personel Pos.

“Selama masa pertumbuhan dan perkembangan mental anak-anak, pendidikan agama merupakan unsur penting yang harus di tanamkan karena hal tersebut merupakan tiang pondasi untuk masa depan mereka,”terangnya

Lanjutnya, tahap demi tahap tingkat demi tingkat minat anak-anak yang awalnya hanya berjumlah 5 sampai 8 orang mulai bertambah setiap minggunya, dan saat ini tercatat sekitar 20 anak-anak beragam usia rajin setiap sore datang ke Pos untuk menimba ilmu agama dan mempertebal pondasi agamanya”, jelasnya.

Selain itu juga masyarakat berencana akan memberikan bantuan berupa tenaga dan bahan untuk memperluas dan memperbaiki Pondok tempat anak-anak mereka belajar mengaji supaya menambah minat anak-anak sekitar datang ke Pos untuk belajar Mengaji.

“Program ini akan kami jadikan program tetap dan akan kami sosialisasikan ke seluruh jajaran Pos Satgas Yonif Raider 600/Modang supaya dapat lebih dekat dengan masyarakat sekitar”, tegas Dansatgas.

Sumber Penrem 091/ASN

Jalan Sehat RRI Samarinda

Jalan santai diawali dengan senam bersama di Halaman RRI samarinda

 

“Olahraga menyehatkan tubuh dan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda, Khalidiraya

 

Kepsta LPP RRI Samarinda melepas peserta jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Radio yang ke 74

 

Dilihat dari pantauan peserta jalan sehat tampak memenuhi jalan

Sebelum pengundian doorprize masyarakat dihibur oleh artis ibu kota Samarinda

Kepsta RRI membacakan nomor undian pemenang hadiah utama

Foto bersama dengan pemenang hadiah utama jalan sehat

 

 

 

Dokumentasi Workshop PPID Dan Aspirasi Etam

Suasana workshop pemuktahiran PPID dan Aspirasi Etam di Aula Kudungga Kantor Diskominfo Kaltim

 

Sekretasi Diskominfo Kaltim Hj Eka Wahyuni (tengah) mewakili Kepala Diskominfo secara resmi membuka kegiatan workshop PPID dan Aspirasi Etam

 

Kegiatan workshop dihadiri 15 OPD lingkup pemprov kaltim

 

Narasumber Diskominfo Kaltim Fery saat menjelaskan workshop Aspirasi Etam

 

Foto Bersama perwakilan 15 OPD lingkup pemprov kaltim usai mengikuti workshop PPID dan Aspirasi Etam

AFPI Dukung OJK Berikan Masyarakat Literasi Keuangan

Samarinda – Pesatnya pertumbuhan industri jasa keuangan, serta melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan finansial yang lebih mudah dijangkau membuat industri fintech peer-to-peer lending (fintech lending) berkembang dengan cepat. Bersamaan dengan hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas industri fintech lending juga terus menggalakkan perluasan inklusi dan inklusi dan literasi terkait fintech lending melalui program sosialisasi rutin bertajuk “Fintech Days 2019” yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Kamis (5/9).

Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) kembali mendukung OJK dengan menggelar acara “Fintech Exibition 2019” di Samarinda, Kalimantan Timur. Bersinergi bersama OJK dan AFPI menyelenggarakan acara ini sebagai sarana berbagi pengehatuan dan informasi anatara para perusahaan fintech lending yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK dengan masyarakat yang akan menjadi penggunanya.

Fintech Exibition 2019 telah diadakan di Big Mall Samarinda dari tanggal 3 – 4 September 2019 lalu, lebih dari 50 perusahaan fintech lending seperti Danamas, Tokomodal dan fintag turut hadir untuk memudahkan masyarakat yang selama ini memiliki pertanyaan seputar fintech lending agar dapat memperoleh informasi terkait layanan dan produk fintech lending secara lengkap.

“Fintech Exibition digelar sebagai salah satu cara kami untuk hadir lebih dekat dengam masyarakat khususnya pengguna layanan fintech lending, serta menjadi salah satu wujud komitmen AFPI dalam mendukung semangat pemerintah dalam mempercepat peningkatan literasi keuangan Indonesia,” Ujar Pandu Wakil kepala bidang institusional dan humas asosiasi pendanaan bersama Indonesia.

Acara ini juga merupakan rangkaian dari Fintech Days 2019 yang diselenggarakan oleh OJK. Acara seminar yang bertajuk “Membangun Industri Fintech Lending Terpercaya” mengundang berbagai pembicara dari berbagai instansi seperti OJK, Kementrian Kominfo RI, hingga Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Tidak ketinggalan pemaparan mengenai perlindungan konsumen oleh Direktorat Pelayanan Konsumen OJK serta Satgas Waspada Investasi.

Sebagai informasi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) merupakan organisasi yang mewadahi pelaku usaha fintech peer to peer lending atau fintech pendanaan online di Indonesia. AFPI ditunjuk OJK sebagai asosiasi resmi penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi di Indonesia.

Halda: Curhat Lebih Baik Ke Puspaga

SAMARINDA– Setiap orang pasti memiliki masalahnya masing-masing, maupun masalah berat ataupun ringan kedua-duanya sama-sama membutuhkan cara untuk menyelesaikan, namun bukan cara menulis permasalahan di status media sosial. Sebab dengan curhat ke media sosial tidak akan mendapatkan solusi tetapi malah justru berdampak hancurnya suatu hubungan, baik hubungan dalam rumah tangga, maupun hubungan dengan anak-anak.

“Jangan curhat di medsos, karena bukan solusi yang didapat tapi kehancuran, kalau ke Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) paling tidak akan menemukan solusi,” terang

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Halda Arsyad di Samarinda.

Halda mengatakan banyak faktor yang memicu kehancuran hubungan rumah tangga, orang ketiga, perselingkuhan dan curhat anak-anak remaja di medsos.

Curhat di Puspaga jelasnya, paling tidak menemukan solusi dari suatu permasalahan, baik maslaah rumah tangga, masalah anak ataupun bagi mereka yang baru mau membina suatu hubungan rumah tangga.

Selain itu, Puspaga diperuntukan untuk masyarakat umum dan tidak dipungut bayaran dan bertujuan untuk membantu para orang tua  bagaimana menghadapi suatun permasalahan yang terjadi.

Halda juga memberi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk datang dan berdiskusi secara gratis untuk datang ke Puspaga atau dapat menghubungi saluran telepone 08115539490.

Kepala BPOM Samarinda Pastikan Tidak Ada Peredaran Obat Palsu

Samarinda— Peredaran obat palsu masih menjadi permasalahan utama yang perlu diwaspadai masyarakat. Untuk itu diperlukan tingkat kesadaran masyarakat sebelum membeli obat atau mengonsumsi obat. Sebaiknya masyarakat harus jeli melihat label obat palsu atau tidak.

Namun, Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda  memastikan indikasi peredaran obat generik palsu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara tidak terjadi. Hal ini dirinya tegaskan terkait banyaknya obat generik palsu yang beredar di Pulau Jawa.

Pengawasan terhadap apotek dan toko obat di dua provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus dilakukan, guna memberikan kepastian kepada masyarakat konsumen obat yang dikonsumsi merupakan asli bukan ilegal atau palsu.

“Khusus untuk di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara BPOM Samarinda sudah melakukan pengawasan kepada apotek-apotek dan rumah sakit yang dianggap potensi terjadi penyaluran obat dari luar seperti obat generik palsu,” katanya Kamis (5/9)

Menurutnya, kasus yang sempat terjadi di dunia kesehatan berupa pengemasan ulang obat generik menjadi paten tidak terjadi di di dua Provinsi.  Bahkan sampai saat ini Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masih aman dari obat generik palsu.

Meski demikian, BPOM menyarankan kepada masyarakat apabila membeli obat sebaiknya beli di tempat yang resmi. Pembelian obat di warung-warung, di pinggir jalan, maupun secara daring (online) harus diantisipasi masyarakat. Artinya, cara pembelian obat yang tidak sembarangan akan meminimalisir konsumsi obat palsu.

“Jika membeli obat yang kemasannya kurang menyakinkan sebaiknya jangan dibeli,” tegasnya.

STIPER Wisuda 129 Mahasiswa, SDM Handal Sokong Kemajuan Pertanian Kutim

KUTIM —  Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur kembali mewisuda 129 mahasiswanya, Selasa (3/9). Prosesi wisuda angkatan XIV tahun 2019 ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG), kawasan Bukit Pelangi, Sangatta Utara. Berlanjutnya kegiatan wisuda STIPER tentunya menjadi bukti eksistensi dan berkembangnya perguruan tinggi andalan Kabupaten ini.

“Tentunya ini menyokong sumber daya manusia yang handal dibidang pertanian serta guna mendukung program Gerakan Pembangunan Desa Mandiri dan Terpadu (Gerbang Desa Madu),”jelas Ismu usai mengikuti rangkaian prosesi wisuda.

Ditambahkannya bahwa wisuda bisa disebut proses akhir yang pasti akan disambut suka cita oleh setiap mahasiswa tanpa terkecuali, baik Sarjana, Magister atau Doktor. Tapi sejatinya wisuda bukanlah proses akhir, tapi garis start dari pertempuran sebagai manusia dan seorang intelektual untuk menaklukan lingkungan, mendapatkan pekerjaan dan berbakti kepada orangtuanya.

Selain itu menjadi seorang wisudawan bukanlah sebatas pada euforia kegembiraan saja, namun merupakan gerbang awal untuk menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya. Sebab, seorang wisudawan adalah aktor yang memegang peranan penting dalam membangun Indonesia di masa depan.

“Sukses bukan hanya milik mereka yang lulus tepat waktu dan punya IPK tinggi melainkan jiwa entrepreneur dan pengalaman di lapangan tentunya bisa membuat pribadi yang kuat dalam pengembangan diri. Selain tetap menjalani progress pendidikan yang lebih tinggi lagi,”jelasnya. (DISKOMINFO/Lely)

Dokumentasi Persiapan Festival Erau 2019

Para Dewa meminta izin kepada Sultan Kutai Kartanegara sebelum melakukan prosesi Menjamu Benua di 3 titik yang ada di Tenggarong, Mangkurawang, Museum dan Rapak Mahang.

 

Prosesi Adat Beluluh yang menandakan Erau Adat Kutai. Upacara Sakral tersebut dilakanakan di dalam ruang Utama Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

 

Museum Mulawarman yang di tutup terhitung dari tanggal 2-16 september 2019, akan buka seperti biasa pada 17 september 2019.

 

Sepasang replika Ular Naga Bini dan Replika Ular Naga Laki yang memakan waktu selama dua minggu, dengan menggunakan bahan kayu, rotan serta kain dan lem. Dua ekor naga yang telah dibentuk lalu di balut dengan kain kuning. Setelah itu di pasang kepalanya dilanjutkan dengan menempekan sisik yang terbuat dari kain yang terdiri dari 12 warna, panjang ular naga ini mencapai 17 meter dengan diameter 85 sentimeter.

 

Replika Ular Naga Bini. Didepan naga tersebut telah diletakkan sesajen yang berisikan buah pisang, pinang gula merah, telor ayam kampong, rokok dari daun, dan kelapa yang di atasnya ditancapkan jarum, selain itu juga ada dupa yang di bakar dan di jaga supaya terus menyala

 

Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing