Featured Post

Arakan Barongsai Puncak Tahun Baru Imlek 2570

SAMARINDA – Hari ini merupakan hari terakhir pergantian Tahun Baru Imlek 2570 di tanggal 5 Februari 2019 lalu. Ditandai pelepasan barongsai Cap Go Meh di Klenteng Thien Le Kong, Jalan Yos Sudarso. Cap Go Meh ini adalah puncak perayaan di hari ke-15 setelah Imlek, Selasa(19/2).

Ada beberapa kegiatan dalam merayakan tahun baru imlek. Sembahyang tolak bala pada 2 Februari, sembahyang pergantian tahun pada 5 Februari dan sembahyang Ceng Beng Cing Ming pada 8 Februari, Ada pula sembahyang Cai Shen 15 Februari, dan sembahyang Cap Go Meh pada 19 Februari ini. Termasuk Samarinda Chinese Culture Festival yang dilaksanakan pada 15,16,17 Februari 2019 yang bertujuan memperkenalkan seni dan budaya Tionghoa kepada masyarakat umum.

Ketua federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kalimantan Timur Robin Jonathan dalam sambutannya mengatakan, Cap Go Meh merupakan acara puncak perayaan imlek. Intinya acara ini adalah mensyukuri keharmonisan kerukunan hidup di tengah keberagaman budaya.

Persiapan Para Atlet Barongsai untuk berarak menuju kota dan mendatangi rumah warga

“Salah satu tradisi yang dilakukan di perayaan Cap Go Meh ini adalah barongsai mengunjungi setiap rumah warga,” ucapnya.

Dia menuturkan perayaan ini pernah terhenti selama 32 tahun selama orde baru. Dan pada orde reformasi diizinkan kembali merayakan tradisi Cap Go Meh ini. “Kami berterima kasih kepada TITD (tempat ibadah tri dharma) Kelenteng Thien Le Kong yang telah memfasilitasi dan mendukung acara yang diselenggarakan ini,” tambah Robin.

Dirinya juga mengimbau para atlet barongsai agar bermain sportif dan menjaga keamanan serta ketertiban. “Jangan mengganggu arus lalu lintas dan hindari yang membuat masyarakat tidak suka,” pungkasnya.

Sementara Walikota Samarinda diwakili Plt asisten I Setkot Samarinda Tejo Sutarnoto menyambut baik kegiatan dan tradisi cap go meh yang dilaksanakan warga Samarinda keturunan tionghoa dan tokoh budaya. Tejo mengungkapkan perayaan ini adalah wahana bersilahturahmi sekaligus menggeliatkan dunia pariwisata kota Samarinda.

“Kami atas nama pemerintah kota dan seluruh masyarakat senantiasa mendukung dan menyambut baik kegiatan rutin kelenteng Thien Le Kong. Semoga perayaan ini, dilaksanakan meriah penuh suka cita dan kegembiraan,” tutupnya sekaligus melepas rombongan naga dan barongsai.

Turut hadir Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya, Wakapolres Samarinda AKBP Dedi Agustono, Kepala Kementerian Agama Kaltim H. Sofyan Noor, dan Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah kota, serta tokoh masyarakat. (Diskominfo/Rey)

Puskesmas Temindung Gelar Minilok Tingkat Kecamatan

Samarinda – Puskesmas Remaja dan Temindung menggelar Mini Lokakarya (Minilok) Lintas Sektoral tingkat Kecamatan Sungai Pinang. Ini sebagai upaya pemantauan kerjasama lintas sektor kecamatan dalam bentuk lokakarya mini. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kecamatan Sungai Pinang, Selasa (19/2).

Camat Sungai Pinang Siti Hasanah mengatakan tujuan minilok ini untuk menginformasikan dan mengidentifikasi capaian kegiatan triwulan sebelumnya pada pemangku kepentingan di Kecamatan Sungai Pinang. Juga membahas masalah yang dihadapi pada kegiatan melalui ganalisa. Selanjutnya diputuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dengan memasukan aspek umpan balik dari masyarakat dan sasaran program.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan 3 bulan sekali di Kecamatan Sungai Pinang. Mudah-mudahan adanya unsur dan elemen yang hadir, dapat menjadikan suatu komitmen bersama dalam mengatasi permasalahan di bidang kesehatan yang ada khususnya di Kecamatan Sungai Pinang ini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Siti Hasanah menyebutkan kesehatan bukan menjadi tanggungjawab Puskesmas maupun Dinas Kesehatan Kota Samarinda saja, melainkan tanggungjawab kita bersama.

“Untuk itu saya mohon kepada para peserta yang hadir hari ini, mari kita menyimak permasalahan apa saja yang dipaparkan dalam kegiatan hari ini,” ujarnya.

Adanya Mini Lokakarya yang merupakan kegiatan rutin di Puskesmas Remaja dan Temindung bertujuan mendapatkan dukungan dan masukan lintas sektoral dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Diskominfo – Rzk)

Gaya Hidup Picu Pergeseran Pola Penyakit

SAMARINDA – Indonesia menghadapi tantangan perubahan pola hidup masyarakat. Ini menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit atau transisi epidemiologi.

Menurut Plt. Sekretaris Daerah Kaltim Hj. Meiliana, pada era 1990 penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis dan Diare merupakan penyakit terbanyak dalam masalah kesehatan. Namun, sejak 2010 penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung dan kencing manis memiliki proposi lebih besar di layanan kesehatan.

“Perubahan pola dan gaya hidup menimbulkan berbagai macam penyakit. Ini mengakibatkan asupan makanan menjadi tidak sehat,” ujarnya pada penyusunan rencana operasional lintas sektor terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), di Ruang Pandurata Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/2).

Pergeseran pola penyakit, menurut Meiliana, menjadi hambatan upaya peningkatan derajat kesehatan dan produktivitas  masyarakat. Ini juga berbanding lurus dengan semakin besarnya biaya pengobatan.

Terbitnya instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mendorong langkah promotif dan preventif terjangkitnya penyakit dengan mengajak masyarakat melakukan pola hidup sehat (GERMAS).

Gerakan tersebut dimaksud menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran perilaku hidup sehat masyarakat Indonesia. Caranya dengan melakukan olahrga teratur, konsumsi sayur dan buah, serta memeriksa kesehatan berkala. (diskominfo/ris)

 

 

 

 

Jelang Pemilu, Danrem Ingatkan Netralitas TNI

SAMARINDA – Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Widi Prasetijono memimpin Upacara Sertijab Dandim 0904/Tanah Gerogot, Dandim 0907 Tarakan dan Danyonif 611/Awang Long, di Lapangan Mako Yonif 611/Awl Jl. Soekarno-Hatta Km 2,5 Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Senin (18/2).

Brigjen TNI Widi Prasetijono menyampaikan beberapa pedoman satuan Korem 091/Aji Surya Natakesuma sehingga melaksanakan tugas pokok sesuai dengan harapan Pimpinan. Diantaranya kepada seluruh Prajurit TNI di Korem 091/Aji Surya Natakesuma tidak memihak kandidat peserta Pemilu dan fokus menjaga stabilitas keamanan pesta demokrasi.

Terkait penggunaan media sosial yang banyak penyebaran informasi yang tidak benar (hoax), Widi memerintahkan seluruh anggota untuk tidak terlibat menyebarluaskan berita yang belum diketahui kebenarannya. Termasuk juga maraknya peredaraan narkoba, Widi mengimbau sekaligus memerintahkan anggota untuk menjauhi narkoba. Serta menjaga jangan sampai anggota dan keluarga terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Saya akan memberikan sanksi yang seberat-beratnya bagi prajurit yang terlibat di dalam peredaran maupun penggunaan narkoba,” tegasnya.

Selain itu, terkait profesionalisme dan militansi prajurit sehingga apapun perintah dan tugas yang dibebankan dapat diselesaikan dengan tuntas dan sukses. “Dengan niat yang tulus, ikhlas kerja keras dan kerja cerdas, saya yakin masyarakat akan menilai positif kinerja kita sebagai Prajurit TNI,” tambah Widi.

Dalam upacara tersebut, jabatan Dandim 0904/Tanah Grogot Kolonel Arh Ardian Patria Chandra diserahkan pada Letkol Czi Widya Wijanarko, Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Hipni Maulana F kepada Letkol Inf Eko Antoni Chandra dan Danyonif 611/Awang Long Mayor Inf Mohamad Rizqi Hidayat kepada Mayor Inf Arfan Affandi.

 

Sumber : Penrem 091/ASN

 

Produk Unggulan Kaltim Hadir Di Rakernas Sekretaris Daerah 2019

SAMARINDA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Sekretaris Daerah seluruh Indonesia (Forsesdasi) tahun 2019 akan dihadiri ribuan Undangan dari berbagai daerah. Ini menjadi peluang pelaku usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) mempromosikan produk unggulan.

Plt Sekdaprov Kaltim Hj. Meiliana menerangkan pelaksanaan Rakernas Forsesdasi 2019 di Sport dan Convention Center Balikpapan pada 20-22 Februari 2019.

“Pada pelaksnaaan Rakernas Forsesdasi besok, Dekranasda melaksanakan pameran produk-produk unggulan Kaltim. Kegiatan ini diharap memberikan nilai tambah bagi pengrajin maupun pelaku usaha. Dan sebagai upaya memperkenalkan produk kepada seluruh sekretaris daerah (sekda) provinsi dan Kabupaten/kota se-Indonesia serta undangan lain,” ujar Meiliana, usai memimpin rapat persiapan penyelenggaraan Rakenas Forsesdasi di Balikpapan, Jumat lalu (15/2).

Dia juga berharap para pengrajin dan stand kuliner makanan khas Kaltim dapat mengikuti pameran tersebut guna memperkenalkan dan mempromosikan produk kerajinan unggulan khas daerah di Kaltim.

“Output dari pameran tersbut harus ada tindakan berkelanjutan. Sehingga diimplementasikan pada seluruh masyarakat dan tentunya menularkan peluang usaha untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” terangnya. (Diskominfo/dir)

Vitamin A Cegah Kebutaan

Samarinda – Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A. Kedua bulan ini dilakukan pembagian suplemen vitamin A bagi anak berusia 6-59 bulan. Kapsul biru (dosis 100.000 IU) diberikan untuk bayi umur 6-11 bulan dan kapsul merah (dosis 200.000 IU) untuk anak 12-59 bulan. Vitamin A kapsul merah juga diberikan kepada ibu yang sedang masa nifas.

Pimpinan Puskesmas Temindung Bambang Soeyanto mengatakan suplementasi vitamin A adalah program pemberian kapsul vitamin A bagi anak usia 6-59 bulan dan ibu nifas yang bertujuan mencegah kebutaan. Vitamin A bisa didapat gratis di pelayanan kesehatan seperti puskesmas, posyandu dan praktik dokter/bidan swasta.

“Selama Februari, sudah melaksanakan program vitamin A keseluruh TK/PAUD dan posyandu. Puskesmas temindung setiap hari buka layanan pemberian vitamin A. Dan juga membuka stand layanan vitamin di Mall Alaya,” ucap Bambang di ruang kerjanya, Senin (18/2).

Ia mengimbau masyarakat terutama ibu-ibu yang memiliki anak 6-59 bulan, segera membawa anak ke puskesmas atau posyandu terdekat untuk diberi vitamin A.

“Diharapkan dengan adanya Diskominfo juga dapat membantu memberikan informasi kepada masyarakat untuk dapat ke puskesmas dan posyandu guna memberikan anak-anaknya vitamin A,” terangnya.

UPTD Puskesmas Temindung dan Mall Alaya Samarinda membuka layanan setiap hari kerja. Senin-Jumat pukul 07.30-11.00 siang melaksanakan program vitamin A menanggulangi kekurangan vitamin A yang masih cukup tinggi khususnya di Samarinda. (Diskominfo – Rzk).

3.012 Warga Binaan Rekam KTP-el

SAMARINDA – Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menginisiasi perekaman KTP elektronik (KTP el) di Rutan dan Lapas kelas IIA Samarinda. Ini dalam rangka mendukung dan menyukseskan pendataan kependudukan di Kaltim serta penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu), baik Pilpres maupun Pileg 2019.

Kepala DKP3A Kaltim Halda Arsyad mengatakan perekaman KTP-el sebanyak 3.012 warga binaan. Pelaksanaan digelar dua hari 16-17 Februari lalu. Ada 3.012 warga binaan yang belum melakukan perekaman KTP-el. Terbagi Lapas Narkotika 1.175 warga binaan, Rutan Sempaja 1.349 warga binaan dan Lapas Sudirman Samarinda 488 warga binaan.

“Petugas perekaman didatangkan dari Kabupaten/Kota se-Kaltim. Pekan depan (26/02)dijadwalkan akan melakukan perekaman di Lapas Perempuan, Lapas Anak dan Rutan Kelas IIB di Tenggarong Kabupaten Kukar,” ucap Halda.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Iwan Setiawan, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kaltim Abdul Munif dan Kepala Lapas Natkotika Kurnia serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota se Kaltim.

Sumber: DKP3A Kaltim

Rakor PPLH 2019, Kaltim Menuju Bebas Sampah

SAMARINDA – Berbicara tentang Provinsi Kalimantan Timur 5 tahun mendatang adalah mendayagunakan SDA yang tidak merusak lingkungan. Hal ini sejalan visi Kaltim 2018-2023 yaitu berani untuk Kalimantan Timur yang berdaulat. Berdaulat menuju kaltim bebas sampah adalah komitmen menjaga lingkungan serta membangun kesadaran pengelolaan sampah dan lingkungan hidup.

“Berdaulat menuju Kaltim bebas sampah bukan tema biasa. Harus mampu kita wujudkan bersama,” kata Plt Sekprov Kaltim Hj. Meiliana mewakili Gubernur pada Rapat Koordinasi (Rakor) Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) se-Kaltim 2019 di Hotel Le Grandeur Balikpapan, Minggu (17/2).

Rakorda PPLH tahun ini mengangkat tema Berdaulat Menuju Kaltim Bebas Sampah, Sampahku Tanggungjawabku.  Dilaksanakan tiga hari 17 – 19 Februari 2019. Rakorda dilakukan dalam rangka sinergi maupun penyelesaian isu-isu lingkungan hidup di Kaltim, khususnya meningkatkan upaya Kaltim bebas sampah.

“Tema ini sangat relevan dengan kondisi daerah sekarang. Telah terjadi penurunan kualitas lingkungan hidup di wilayah Kaltim seperti peningkatan jumlah bencana banjir. Selama ini pengelolaan sampah merupakan salah satu permasalahan pembangunan dan menjadi isu strategis di kota dan kabupaten di Kaltim,” imbuh Meiliana.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi menjelaskan Pemerintah Kota Balikpapan meminta dukungan agar menjadi percontohan dalam pengelolaan lingkungan khususnya pengelolaan sampah.

“Dukung Balikpapan jadi percontohan sampah dan pengelolaan lingkungan hidup, ” ujar Rizal.

Rizal mengungkapkan pihaknya sangat fokus dalam pengelolaan lingkungan ataupun pegelolaan sampah. Dia mencontohkan salah satu tempat yang masih terjaga lingkungan dan juga persoalan sampah yakni kawasan-kawasan hutan lindung Sungai Wain.

Selain pertemuan, kegiatan Rakorda diisi Sidang Komisi. Dan Site Visit ke lokasi pengelolaan sampah, yaitu Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST)  Kota Hijau dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Manggar. (Diskominfo/Rey).

 

Erni Semangati Anak Penderita Kanker

SAMARINDA – Memperingati Hari Kanker Anak Sedunia, Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltim Hj. Erni Makmur Hadi Mulyadi memberi semangat pada anak penderita kanker di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Syahrani (RSUD AWS) Samarinda.

“Kita harus yakin tidak ada penyakit Allah SWT kirimkan yang tidak ada obatnya. Tetap optimis berusaha dan berdoa,” terangnya pada peringatan Hari Kanker Anak Sedunia, di Ruang Rembulan, RSUD AWS Samarinda, Minggu (17/2).

Erni mengatakan, hari kanker anak sedunia bukanlah peringatan penyakitnya. Ada beberapa pelajaran bisa diambil. Diantaranya rasa syukur bagi yang masih diberi kesehatan. Bagi anak-anak penderita, para orang tua harus bersemangat memberi motivasi kesembuhan dengan ikhtiar maksimal.

Penyakit Kanker masih menjadi momok menakutkan didunia saat ini karena penyebab kematian pertama di dunia.

“Semoga monentum peringatan hari kanker anak sedunia menjadi momentum untuk mengingatkan kembali penyakit kanker terus mengintai anak-anak di indonesia,” harap Erni.

Selain itu, TP PKK mengapresiasi semangat dan kepedulian sahabat hati, komunitas generasi milineal binaan Yayasan Pelita Bunda yang melaksanakan kegiatan ini.

“Saya salut dan terima kasih kepada komunitas generasi milenial yang membuktikan kepedulian tinggi untuk kesejahteraan anak-anak,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Eni mendoakan agar para penderita kanker mendapatkan kesembuhan dan bisa kembali pulih. Anak-anak penderita kanker juga dihibur berbagai game, dongeng, menyanyi , menari, menggambar dan lain-lainnya.(diskominfo/ris)

DLH Fokus Kurangi Sampah Plastik

SAMARINDA – Pengurangan sampah plastik menjadi fokus pemerintah terkhusus Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda. Apalagi setelah mengetahui timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berjumlah 601,25 Ton/hari dengan presentase sampah plastik sebanyak 19% atau 114,24 Ton/hari.

Dalam mengatasi hal itu, pemerintah Kota Samarinda terus mengkaji berbagai program yang dilaksanakan daerah lain. Diantaranya Kota Banjarmasin dan Kota Balikpapan yang berhasil mengatasi masalah sampah plastik dengan bertahap.

“Tahapan dimulai mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari seperti tas dan sedotan plastik. Setelah ini berhasil baru masuk ke tahapan berikutnya. Program harus dilaksanakan berkelanjutan. Terus disosialisasikan dan rencana diresmikan 21 April mendatang,” jelas Kepala Dinas DLH Nur Rahmani, Sabtu lalu (16/2).

Yama, panggilan akrab Nur Rahmani, mengatakan ini menjadi dukungan dalam aksi diet kantong plastik. Diet kantong plastik bukan berarti anti plastik melainkan menghindari penggunaan plastik sekali pakai. Daripada menggunakan plastik dalam waktu singkat, lebih baik pilih kantong pengganti yang ramah lingkungan.

Saat ini masih tahap pengenalan. Namun setelah tanggal 21 April nanti maka pasar modern tidak diperkenankan lagi menggunakan kantong plastik.

“Masyarakat diminta tidak khawatir. Dikarenakan pasar modern akan mengganti plastik dengan kantong yang lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan berkali-kali,” tegas Yama.

Harapannya, masyarakat mendukung sepenuhnya prgram ini. Ke depan akibat pengurangan sampah ini akan berdampak positif sehingga lingkungan dapat hidup lebih baik. (DISKOMINFO/Lely)