Featured Post

Diskominfo Kaltim Kembali Gelar Apel Rutin

Samarinda—Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kaltim kembali menggelar apel pagi setelah beberapa pekan sempat terhenti di karenakan beberapa bagian kantor di lakukan tahapan renovasi.

Upacara langsung di pimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Kaltim Diddy Rusdiansyah di ikuti oleh seluruh staff jajarannya.

Diawali dengan pembacaan sepuluh prinsip tata pemerintahan yang baik, nawacita dan visi misi RPJMD Kaltim 2019-2023 “Berani Untuk Kaltim Berdaulat”.

Dalam kesempatan itu, Diddy mengungkapkan rasa syukur karena bisa melaksanakan kembali rutinitas setiap hari senin yakni apel pagi.

Dirinya mengatakan beberapa bagian kantor akan dilakukan renovasi, dan pengerjaan tersebut akan terus berlanjut secara representatif.

“Alhamdulillah setelah sekian lama kita tidak melaksanakan rutinitas setiap hari senin yakni apel pagi, kini kita melaksankannya kembali, walaupun kantor masih dalah tahapan renovasi. Dan renovasi ini akan berjalan terus secara representatif, tujuannya agar keadaan kantor menjadi lebih baik kedepan,”ungkap diddy,Senin(30/9).(Diskominfo/Rey)

Festival Erau 2019 Resmi Di Buka

Festival Erau 2019 Resmi Di Buka

Tenggarong- Sultan Ing Martadipura H. Adji Muhammad Arifin, membuka secara resmi Festival Adat Erau 2019, yang berlangsung di Museum Mulawarman, Minggu (8/9).

Pembukaan tersebut didampingi Gubernur Kalimantan Timur, H Isran Noor, Bupati Kukar Edi Damansyah,  dengan di iringi dentuman keras yang berada di depan Museum Mulawarman Tenggarong sebagai tanda pembukaan Erau 2019.

Festival yang bertemakan Eroh Berpijak Awal, Kerabat Tirakat, Kampung Tirakat, Rakyat Tirakat, Berharkat Beberkat. Juga dihadiri Walikota Samarinda H. Syaharie Ja’ang, Wakil Walikota Samarinda HM Barkati, Bupati Kutim Ismunandar serta pejabat lainnya.

Gubernur Kaltim H Isran Noor menyampaikan, penyelenggaraan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara merupakan peristiwa sakral yang harus tetap dijaga untuk melestarikan adat istiadat dan budaya sekaligus menjadi momentum untuk menyukseskan tahun kunjungan wisata Kaltim tahun 2019.

“Erau Adat Kutai ini peristiwa sakral yang harus kita lestarikan. Bukan hanya itu, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menyukseskan tahun kunjungan wisata Kaltim tahun 2019,” kata Isran.

Menurutnya, Kaltim sangat terbuka dengan kultur berbagai daerah di nusantara, Upaya dalam melestarikan dan mewariskan nilai-nilai adat budaya ini harus menjadi kewajiban bersama agar tetap dihargai bangsa sendiri maupun bangsa lain di dunia.

Lanjutnya,  Kaltim sangat terbuka dengan kultur berbagai daerah di nusantara, Upaya dalam melestarikan dan mewariskan nilai-nilai adat budaya ini harus menjadi kewajiban bersama agar tetap dihargai bangsa sendiri maupun bangsa lain di dunia.

“Orang Kutai sejak dulu tidak pernah menolak kedatangan budaya dari seluruh nusantara. Semuanya diterima dengan lapang dada. Dan itu budaya Kutai. Oleh sebabnya, Kaltim khususnya Kutai Kartanegara menjadi penyumbang dan kontributor persatuan dan kesatuan bangsa,”Ucapnya.

Bupati Kutai Kartanegara Dalam kesempatan yang sama menambahkan, kegiatan Adat Erau tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana erau selalu menjadi agenda rutin yang bersamaan dengan agenda tahunan Nasional Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu Tenggarong Internasioan Folk Arts Festival (TIFAF).

Dijelasnakanya, Tahun ini, acara adat erau,  dilaksanakan sendiri oleh yang mulia sultan beserta kerabat khusus adat eraunya. Dulunya kan jadi satu dengan kegiatan Pemkab Kukar yaitu hari ulang tahun Tenggarong atau TIFAF. Ini merupakan hasil musyawarah/rapat kami bersama yang mulia sultan, dimana erau ini dilaksanakan sendiri. Nanti tanggal 21 September baru kita lanjutkan dengan TIFAF.

Berharap, budaya adat Kutai serta ajang internasioanl ini akan terus berkembang di tanah Kutai. Selain menjaga tradisi budaya khas kerajaan Kutai, juga dapat selalu memperkenalkan kepada dunia bahwa kerajaan Kutai juga kaya akan budaya yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh turun temurun keluarga kesultanan Kutai.

Acara juga dirangkai dengan menyalakan 7 buah brong/obor yang dilakukan oleh pejabat daerah di Kaltim yakni Gubernur Kaltim H. Isran Noor, Bupati Kukar Edi Damansyah, Walikota Samarinda H. Syaharie Ja’ang, Wakil Walikota Samarinda HM Barkati, Bupati Kutim Ismunandar serta pejabat lainnya.

Diketahui, Tiang Ayu merupakan tombak pusaka yang disematkan di sebuah kantung kain berwarna kuning. Tombak pusaka itu bernama sangkok piatu, tombak milik raja pertama Kutai, Aji Batara Agung Dewa Sakti. Setelah ritual tersebut dilanjutkan dengan upacara pembukaan dan disuguhkan tarian senandung Melayu Kutai.

Sebelumnya Pesta Adat Erau 2019, telah melakukan prosesi Beluluh oleh Sultan Ing Martadipura H. Adji Muhammad Arifin dan permaisuri, Rabu (4/9/2019) di Kedaton Kutai Kartanegara yang berlangsung dengan baik.

Untuk Replika Naga nantinya akan diturunkan ke sungai Mahakam yang dinamakan Belimbur pada acara puncak erau, Minggu (15/9/2019). Selanjutnya akan dilanjutkan oleh Pemkab Kukar dengan kegiatan Tenggarong Internasional Folk Arts Festival (TIFAF) yang akan dimeriahkan oleh para peserta internasional dari beberapa negara baik Eropa maupun Asia juga wilayah bagian Timur Tengah. (Diskominfo/Rey)

Diskominfo Kaltim Launching Aplikasi Aspirasi Etam

Diskominfo Kaltim Launching Aplikasi Aspirasi Etam

Samarinda – Di era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat pesat. Hal ini menjadi nilai positif dan dapat dimanfaatkan Pemerintah dalam hal meningkatkan layanan kepada masyarakat, untuk menampung dan menyalurkan aspirasi/aduannya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Tuntutan masyarakat atas tata kelola pemerintahan yang baik menjadikan pemberian pelayanan sebagai salah satu sektor yang perlu mendapat prioritas, khususnya terkait manajemen pelayanan aspirasi dan aduan masyarakat yang ada di sektor publik. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan prioritas utama dibidang pelayanan atas aspirasi/pengaduan yang berasal dari masyarakat.

Pelayanan yang baik, efisien dan efektif dapat memberikan harapan akan terpenuhinya rasa keadilan dan tersalurkannya aspirasi masyarakat. Layanan aspirasi masyarakat merupakan elemen penting bagi instansi daerah, karena layanan ini bertujuan memperbaiki kinerja dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah.

Maka, dengan itu Dinas Komunikasi dan Informatikan Kaltim mengadakan Rapat Koordinasi Media Massa dan Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Senin (9/9).

Acara ini juga bersamaan dengan di launchingnya aplikasi Aspirasi Etam sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya melalui Seksi Pengelolaan Domain dan Aplikasi, Bidang Aplikasi Informatika, memiliki peran penting dalam urusan pengembangan aplikasi dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Menjalankan amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik yang mewajibkan kepada seluruh badan publik untuk memberikan dan menyebarluaskan informasi kepada publik” Ungkap Sekretaris Diskominfo Kaltim Eka Wahyuni saat membacakan laporan panitia.

Eka juga menambahkan Dengan diterapkannya aplikasi Aspirasi Etam ini, diharapkan aspirasi/aduan masyarakat dapat terlayani dan meningkatkan kinerja ASN agar pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.

Diharapkan pengembangan aplikasi ini akan lebih meningkatkan kualitas dan meminimalkan kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses penggunaannya.

 

Dokumentasi Acara Kejuaraan Terbuka Voli Piala Gubernur 2019

Acara Pembukaan Kejuaraan Terbuka Bola Voli se Indonesia Piala Gubernur Kaltim 2019 di Gor Segiri Samarinda pada senin (9/9).

 

Gubernur Kaltim Isran Noor menjadi Pembina Upacara Haornas ke 36

 

Gubernur Kaltim Menyerahkan Bonus kepada Atlet berprestasi.

 

Foto Bersama, tampak hadir Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim H Fathul Halim, Kadispora Kaltim Syirajudin, sejumlah Kepala Perangkat Ddaerah Lingkup Pemprov Kaltim dan Aanggota Forkopimda Kaltim.

Kaltim Siap Implementasikan FCPF-Carbon Fund

Kaltim Siap Implementasikan FCPF-Carbon Fund

SAMARINDA- Program penurunan emisi merupakan bagian upaya yang signifikan dari pemerintah Provinsi dan Nasional dalam mengurangi deforestasi dan degradasi hutan dan untuk memastikan langkah untuk pembangunan hijau kaltim dan Indonesia.

“Saya meminta agar daerah menjalankan program ini secara sungguh-sungguh, karena Kaltim ditunjuk sebagai percontohan awal pelaksanaan program ini dan juga melibatkan negara dalam kesepakatannya,” ucapnya pada Launching dan Talkshow proses Pre- Negosiasi ERPA FCPF-Carbon Fund di Kaltim, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/9).

Menurut Gubernur Kaltim H. Isran Noor, menyebutkan  masyarakat Kaltim telah lama bertindak dalam menekan terjadinya penurunan  emisi dengan cara menjaga hutan-hutan Kaltim agar lestari. Meskipun Emission Reductions Payment Agreement (ERPA) belum ditandatangani, Kaltim sudah lebi dulu memprogramkan, terbukti  kaltim sudah melakukan penurunan emisi karbon.

Untuk itu, Kaltim siap mengimplementasikan Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-Carbon Fund) tahun 2020-2024. Hal ini selaras dengan visi Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat, khususnya dalam misi keempat yakni Berdaulat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam yang berkelanjutan. Penting menjadi catatan, bahwa setiap gerak pembangunan Kaltim harus tetap mendorong pertumbuhan ekonomi yang memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan hidup.

Dengan Talkshow yang dilaksanakan hari ini Gubeenur Isran berharap dapat digunakan sebaik-baiknya oleh para peneliti, masyarakat lokal dan pihak-pihak lainnya, sehingga nantinya hasil dari kegiatan ini bisa dimuat dalam kesepakatan.

Sementara itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLHK, Emma Rachmawaty bahwa dalam implementasi program penurunan emisi melalui mekanisme FCPF-Carbon Fund tahun 2020-2024 di Kaltim masih memerlukan dukungan kebijakan nasional. Tidak itu saja, upaya yang sudah dilakukan oleh Pemprov Kaltim untuk menginternalisasikan program penurunan emisi ke dalam RPJMD provinsi dan kabupaten merupakan keniscayaan. Keterlibatan  pihak swasta, masyarakat adat dan lokal, serta mitra pembangunan lainnya sangat diperlukan agar program ini berhasil.

Selain itu, Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Agus Justianto mengatakan memasuki tahap negosiasi ERPA FCPF-Carbon Fund ini, saya berharap dapat semakin memperkuat komitmen Kaltim dalam melaksanakan pembangunan rendah emisi. Walaupun proses pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru di Kaltim, namun upaya pembangunan rendah emisi akan tetap menjadi komitmen Pemprov Kaltim. (diskominfo/ris)

Baznas Kaltim Semarakkan Kegiatan Festival Muharram

Baznas Kaltim Semarakkan Kegiatan Festival Muharram

Samarinda— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Prov Kaltim menggelar kegiatan Karnaval Festival Muharram 1.000 Anak Yatim. Kegiatan ini dalam rangkaian perayaan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1441 Hijriah yang dipusatkan di Halaman Masjid Baitul Muttaqien Islamic Centre Kaltim Samarinda, Minggu (7/9).

Ketua BAZNAS Kaltim Fachrul Ghazi menyebut festival diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya lomba habsy, tabliq akbar yang digelar Sabtu Malam hingga pukul 12 malam, pawai 1.000 anak yatim, lomba mewarnai, talkshow tentang zakat tumbuh bermanfaat di Kaltim, pembagian sovenir, hiburan penampilan marching band, termasuk bazar khusus bagi anak yatim dengan menukarkan kupon untuk membeli, serta penyerahan santunan bagi 1.000 anak yatim

“Ingin anak-anak yatim tersebut tersenyum tidak hanya Ramadhan saja, tapi sepanjang masa. Melalui kegiatan seperti ini mereka pasti senang dan bergembira,” katanya.

Di tempat yang sama, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim, Moh Jauhar Efendi menuturkan kegiatan tersebut setidaknya menggambarkan potensi umat Islam yang beragam beraneka warna dan dengan bermacam coraknya bisa bersatu padu merayakan momen tahun baru hijriah.

Karenanya, dia mengajak semua memberikan perhatian bagi anak yatim. Melalui kegiatan Festival Muharram 1.000 Anak Yatim menumbuhkan semangat memberi perhatian bagi anak yatim. Serta menunjukkan kekuatan dan spirit kebangkitan umat Islam di era Milenium abad ke 21 ini.

“Wajar kiranya jika ada ummat Islam merayakan dengan membuat kegiatan positif yang menggugah semangat kebangkitan umat Islam seperti karnaval ini. Semoga kegiatan yang kita selenggarakan membawa kebaikan bagi kita semua. Utamanya bagi anak yatim yang diberikan perhatian ummat muslim Samarinda melalui karnaval ini,” ucapnya. (Diskominfo Kaltim / Cht)

Peringati ke 74 Tahun, RRI Gelar Jalan Sehat

SAMARINDA—- Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda menggelar jalan sehat dalam rangka memperingati hari Radio ke 74 tahun. Minggu (8/9)

Kurang lebih 500 orang terpantau ikut meramaikan jalan santai dimaksud. Sejak pukul 06.00 pagi masyarakat sudah berkumpul untuk mengikuti kegiatan jalan sehat yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini.

Sebelum memulai kegiatan jalan sehat para peserta juga bersama-sama melakukan pemanasan dengan melakukan senam

Tepat pukul 07.00 pagi jalan sehat yang diikuti angkasawan angkasawati, pensiunan RRI serta masyarakat kota Samarinda dilepas oleh Kepala RRI Samarinda Khalidiraya. Para peserta jalan sehat bergerak dengan menggunakan rute dimulai dari Kantor RRI Samarinda, melewati Jl. Wahid Hasyim dan kembali menuju kantor RRI.

Dalam jalan sehat ini memperebutkan ratusan undian merarik, seperti sepeda gunung, kulkas,mesin cuci , kipas angin, kompor gas  dan ratusan undian menarik lainnya.

Disela-sela jalan sehat Khalidiraya mengatakan, Jalan sehat ini merupakan rangkaian kegiatan hari Bakti radio ke 74 tahun 2019 selain kegiatan olahraga juga menggelar bakti sosial dengan mengunjungi pensiunan pegawai yang sakit dan ke makam para pensiunan serta memberikan bantuan sembako kepada panti Asuhan yang ada di kota Samarinda.

“Memang setiap tahun kita adakan jalan sehat dan terbukti hari ini kita bagikan 500 kupon itupun masih kurang,” katanya

Khalidiraya mengatakn, untuk puncak peringatan Hari Radio ke-74 tahun 2019 akan dilaksanakn upacara bendera dihalaman kantor RRI dan Syukuran penyulutan obor di Studio Sikarut  pada tanggal 11 September 2019.

Sementara salah seorang peserta jalan sehat, Sumardi mengatakan walaupun sudah purna tugas di RRI, para pensiunan ikut dilibatkan dan diperhatikan. Tentunya dengan usia RRI yang genap ke 74 diharapkan bisa eksis ditengah maraknya perkembangan media massa di tanah air. (diskominfo/ris)

Prajurit Yonif Raider 600/Modang Mengajar Mengaji

MANGGARIS——Menjaga perbatasan dari penyusupan asing, sudah menjadi tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Meski menghadapi berbagai keterbatasan, namun mereka diharuskan mampu melaksanakan seluruh tugasnya dengan baik. Selain menjalani tugas pokok sebagai penjaga perbatasan dan mengamankan perbatasan, TNI juga harus mampu membina warga lokal, bekerja sama dengan masyarakat setempat memberi penyuluhan pertanian, berkebun menanam jagung dan ubi di kebun tadah hujan yang tandus serta mengelola sawah, maupun lainnya.

Di samping tugas pokok pengamanan perbatasan RI tersebut, TNI juga memiliki kemampuan manunggal dengan rakyat melalui Pembinaan Teritorial. Dengan kata lain, Selama ini, TNI sesuai jati dirinya (sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional), selain mampu melaksanakan tugas pengamanan perbatasan sebagai tugas pokoknya Satgas Pamtas, juga mampu membantu masyarakat sekitar perbatasan dengan hal yang sangat baik dan sangat dirasakan langsung manfaatnya, seperti dengan ikut membantu warga / anak-anak sekitar pos-pos penjagaan membaca, menulis dan lain sebagainya. Bahkan tak ada juga prajurit tersebut berlaku sebagai guru ngaji terhadap anak-anak di daerah setempat, sebagaimana yang berlangsung di lingkungan warga Muslim perbatasan RI-Malaysia.

Dansatgas Yonif Raider 600/Modang Mayor Inf Ronald Wahyudi menuturkan dengan keterbatasan yang ada Personel Pos membuat Pondok untuk anak-anak belajar mengaji di depan Pos Sei Ular. Di Pondok berukuran 2,5×4 meter ini anak-anak belajar membaca ayat suci Al Quran dengan bimbingan personel Pos.

“Selama masa pertumbuhan dan perkembangan mental anak-anak, pendidikan agama merupakan unsur penting yang harus di tanamkan karena hal tersebut merupakan tiang pondasi untuk masa depan mereka,”terangnya

Lanjutnya, tahap demi tahap tingkat demi tingkat minat anak-anak yang awalnya hanya berjumlah 5 sampai 8 orang mulai bertambah setiap minggunya, dan saat ini tercatat sekitar 20 anak-anak beragam usia rajin setiap sore datang ke Pos untuk menimba ilmu agama dan mempertebal pondasi agamanya”, jelasnya.

Selain itu juga masyarakat berencana akan memberikan bantuan berupa tenaga dan bahan untuk memperluas dan memperbaiki Pondok tempat anak-anak mereka belajar mengaji supaya menambah minat anak-anak sekitar datang ke Pos untuk belajar Mengaji.

“Program ini akan kami jadikan program tetap dan akan kami sosialisasikan ke seluruh jajaran Pos Satgas Yonif Raider 600/Modang supaya dapat lebih dekat dengan masyarakat sekitar”, tegas Dansatgas.

Sumber Penrem 091/ASN

Jalan Sehat RRI Samarinda

Jalan santai diawali dengan senam bersama di Halaman RRI samarinda

 

“Olahraga menyehatkan tubuh dan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” hal tersebut diungkapkan Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda, Khalidiraya

 

Kepsta LPP RRI Samarinda melepas peserta jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Radio yang ke 74

 

Dilihat dari pantauan peserta jalan sehat tampak memenuhi jalan

Sebelum pengundian doorprize masyarakat dihibur oleh artis ibu kota Samarinda

Kepsta RRI membacakan nomor undian pemenang hadiah utama

Foto bersama dengan pemenang hadiah utama jalan sehat

 

 

 

Dokumentasi Workshop PPID Dan Aspirasi Etam

Suasana workshop pemuktahiran PPID dan Aspirasi Etam di Aula Kudungga Kantor Diskominfo Kaltim

 

Sekretasi Diskominfo Kaltim Hj Eka Wahyuni (tengah) mewakili Kepala Diskominfo secara resmi membuka kegiatan workshop PPID dan Aspirasi Etam

 

Kegiatan workshop dihadiri 15 OPD lingkup pemprov kaltim

 

Narasumber Diskominfo Kaltim Fery saat menjelaskan workshop Aspirasi Etam

 

Foto Bersama perwakilan 15 OPD lingkup pemprov kaltim usai mengikuti workshop PPID dan Aspirasi Etam