Featured Post

Dokumentasi : Sosialisasi Dan Evaluasi Kepatuhan Pelayanan Publik

Suasana Sosialisasi dan Evaluasi Kepatuhan Penyelenggara Pelayanan Publik UU 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik berlangsung di Ruang Rapat Ruhui Rahayu Kantor Gubernur

Kepala Biro Organisasi Setda Prov Kaltim Rozani Erawadi membuka serta memberikan arahan dalam Sosialisasi dan Evaluasi Kepatuhan Pelayanan Publik

Kabbag Tatalaksana Biro Organisasi saat memimpin kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Kepatuhan Pelayanan Publik

Kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Kepatuhan Pelayanan Publik diikuti ASN lingkup pemprov kaltim

Hadir dari Ombudsman sebagai Narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Kepatuhan Pelayanan Publik

Dokumentasi Pembukaan Kaltim Expo 2019

Asisten II Setda Prov Kaltim Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Abu Helmi memberikan sambutan pada pembukaan Kaltim Expo 2019 di Convention Hall Samarinda, Rabu (21/8).

 

Kepala Bidang Promosi DPMPTSP Kaltim Restiawan Baihaqi membacakan laporan panitia.

 

Usai membuka acara Abu Helmi berkeliling ke stand pameran Kaltim Expo, Salah satunya berkunjung ke stand Bankaltimtara tampak Dirut Zainuddin Fanani mengalungkan untaian melati ke Abu Helmi.

 

Asisten II Setda Prov Kaltim Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Abu Helmi berfoto bersama Dirut Bankaltimtara Zainudin Fanani dan jajaran.

 

Asisten II Setda Prov Kaltim Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Abu Helmi secara simbolis memberikan Kartu Indonesia Anak (KIA) kepada beberapa anak.

 

Abu Helmi berfoto bersama penerima Kartu Indonesia Anak (KIA).

 

Abu Helmi mencicipi kelapa kopyor di stand Dinas Perkebunan Kaltim di dampingi Kadisbun Kaltim Ujang Rachmad dan Kadis Peternakan Kaltim Dadang Sudarya.

 

Abu Helmi minum segelas susu sapi di stand Dinas Peternakan Kaltim di dampingi Kadis Peternakan Kaltim Dadang Sudarya dan kadisbun Ujang Rachmad.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Upaya Meningkatkan Mutu Pelayanan Publik

Samarinda – Sosialisasi dan Evaluasi Kepatuhan Penyelenggara Pelayanan Publik terhadap Undang-Undang 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik di laksanakan di Ruang Rapat Ruhui Rahayu pada Rabu (21/8).

Kepala Biro Organisasi Setdaprov Rozani Erawadi yang membuka acara serta memberikan sedikit arahan tentang pelayan publik mengatakan bahwa perlunya Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam melakukan survey untuk mengetahui tingkat kepuasan pelayanan publik yang di rasakan oleh masyarakat.

“Kami harapkan bapak ibu tetap melaksanakan survey kepuasan masyarakat sebagai bagian dalam kita menelaah bagaimana pelayanan kita kepada masyarakat sehingga kita tahu ada kemajuan atau perkembangan positif dalam rangka penyelenggaraan pelayanan publik.” Ujarnya.

Dia mengatakan sebagaimana di ketahui dalam Visi dan Misi RPJMD 2019-2024, pelayanan publik ada pada poin kelima yaitu berdaulat dalam mewujudkan birokrasi pemerintah yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan publik.

“Acara ini bukan saja untuk menjalankan undang-undang tetapi juga dalam rangka menjalankan misi poin kelima Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, saya sampaikan kehadiran dan aktifitas perangkat daerah / ASN adalah dalam rangka pelayanan.” Kata Rozani

Menurutnya, Perangkat daerah merupakan instrumen dalam rangka penyelenggara urusan pemerintah yang fungsi nya untuk melindungi, melayani, mengayomi, mensejahterakan masyarakat itulah urusan pemerintah. Entah pelayanan langsung kepada masyarakat atau berupa layanan administratif.

“Dalam peningkatan Pelayanan Publik memang perlunya dilakukan evaluasi dan gebrakan untuk inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat, dan untuk ASN kita harus bisa beradaptasi kepada masyarakat agar mengerti apa yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan publik” tambahnya.

Aswin: Tenaga Arsiparis Kaltim Masih Kurang

SAMARINDA—–Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim, HM Aswin mengakui hingga saat ini Kaltim masih kekurangan tenaga arsiparis baik arsiparis ahli maupun arsiparis terampil.

“Kaltim masih kekurangan tenaga arsiparis dan ini sangat berpengaruh terhadap pengelolaan tertib arsip,” ungkapnya belum lama ini

Menurutnya, faktor sumber daya manusia (SDM) dari segi jumlah dan kualitas masih menjadi titik lemah penyelenggaraan kearsipan di Kaltim. Hingga saat ini masih kekurangan tenaga arsiparis baik arsiparis ahli maupun arsiparis terampil.

Lanjutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2012 tentang Kearsipan yang diimplementasikan melalui dokumen pelaksanaan anggaran perangkat daerah mewajibkan setiap unit kerja ataupun perangkat daerah minimal harus memiliki dua orang arsiparis.

Karena, tidak mungkin pengelolaan arsip akan lebih baik jika SDM arsiparis di tiap perangkat daerah tidak tersedia. Kedepan harus dibahas strategi agar ketersediaan SDM kearsipan Minimal satu dinas iada tenaga arsiparisnya.

Tambahnya pihaknya selalu mengusulkan kepada pemerintah untuk penyediaan formasi tenaga arsiparis. Guna memenuhi kebutuhan kecukupan tenaga arsiparis di setiap perangkat daerah. (diskominfo/ris)

Raih Tujuh Emas, Dansa Kaltim Amankan Tiket Menuju PON 2020 Di Papua

Samarinda—Tim Dansa Kaltim berhasil mengamankan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX 2019 di Papua usai meraih 7 medali emas pada Pra PON yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 Agustus di Hotel Mercure Sanur, Denpasar, Bali.

Dengan peraihan tersebut kaltim mendapatkan kuota maksimal pada PON 2020 di Papua mendatang.

Ketua Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kaltim Tri Murti Rahayu mengatakan, dansa Benua Etam mendapat kuota 7 couple/pasang atau keseluruhan 14 atlet.

Para juara grup ini juga bebas memilih mengikuti nomor yang akan diikuti di PON.“ Tapi tidak boleh ganti nomor, tidak boleh ganti pasangan juga. Pokoknya apa yang diikuti di PON, harus sama dengan yang di Pra PON,” Jelasnya Tri Murti Rahayu di ruang kerjanya, Selasa(20/8).

Tri sendiri mengakui persaingan di PON nanti akan lebih ketat. Oleh karenanya, meskipun berhasil menjadi pemuncak grub, pihaknya akan terus mengevaluasi kembali atlet-atlet nya.

“Nantinya Kaltim akan menghadapi atlet-atlet daerah lain seperti dari DKI Jakarta serta Bali termasuk Sulawesi Utara. Menurutnya, meskipun Sulut masih berada di bawah Kaltim, namun memiliki nomor tanding lain yang lebih unggul dibanding Kaltim,”bebernya.

Pihaknya juga meminta kepada para atlet setelah Pra PON ini pihaknya tetap meminta kepada atlet untuk tetap melakukan latihan secara intensif dan saat ini sudah ada 11 atlet dansa yang namanya masuk TC Desentralisasi Mandiri.

Pengprov berharap, kuota untuk TC Mandiri bisa ditambah sehingga genap menjadi 14 atlet.

Mengenai target di PON nanti, Tri mengatakan minimal mereka bisa mempertahankan 3 hingga 4 medali emas dari 17 nomor yang dipertandingkan diantaranya Cha-cha, synchronize latin dan synchronize standart ditambah hip-hop.

“Minimal mereka bisa mempertahankan 3 hingga 4 medali emas dari 17 nomor yang dipertandingkan, dan Tiga nomor ini yang benar-benar kita pertahankan, syukur-syukur bisa empat ditambah hip-hop,”pungkasnya.

Sementara dalam waktu dekat ini, pengprov juga berencana mengirimkan atlet mengikuti kejuaraan di Kuala Lumpur yang berlangsung antara September-Oktober serta satu kejuaraan lain di Bangkok pada November mendatang.

Untuk diketahui dari hasil Pra-PON tersebut, tim tuan rumah Bali telah menerjunkan 26 pedansa dan sukses menyabet medali emas terbanyak, dengan total 8 emas, 6 perak, 3 perunggu, sekaligus pemuncak klasmen Grup A.

Disusul oleh DI Jogjakarta dengan 5 emas, 6 perak, dan 2 perunggu. Untuk posisi ketiga di raih Jawa tengah 3 emas, dan 2 perunggu, di peringkat ke empat disusul Sumatera Utara dengan 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu dan di posisi ke lima Papua Barat dengan 2 perak dan 1 perunggu.

Sementara di grup B emas terbanyak dikumpulkan tim kontingen Kalimantan Timur dengan perolehan 7 emas, 9 perak dan 10 perunggu dan pemuncak grup C yakni DKI Jakarta dengan total 7 medali emas, 7 perak dan 3 perunggu.(Diskominfo/Rey)

Kutim Ditunjuk Tuan Rumah Turnamen LDN 2019 Kaltim

Sangatta—Liga Desa Nusantara seri Provinsi Kaltim akan kembali bergulir di Kabupaten Kutai Timur mulai dari tanggal 21 hingga 24 Agustus 2019 dengan Kecamatan Rantau Pulung (Ranpul) sebagai tuan rumah.

Turnamen tersebut merupakan kompetisi dalam kategori sepak bola amatir yang oleh pesepak bola usia muda di bawah usia 19 tahun dari seluruh pelosok desa-desa di Indonesia.

Hal itu menjadi ajang pembuktian para pesepak bola muda dari desa-desa untuk masuk nantinya menjadi pemain nasional.

Tim Official Sepak Bola Kutim, Syahmidar mengaku optimis Kutim bisa kembali mempetahankan gelar Liga Desa Nusantara seri provinsi Kaltim yang akan datang.

“Untuk Kutim sendiri (kesiapan kekuatan), Allhamdulilah sudah siap. Tahun lalu kita menjuarai tingkat provinsi Kaltim. Bahkan kita (Kutim) yang mewakili ketingkat Nasional,” ucap Syahmidar saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Senin(19/8).

Ia juga menyampaikan pesan dari Bupati Kutim Ismunandar, pemain-pemain yang mengikuti kompetisi tersebut harus melibatkan putra-putri asli daerah dan perlunya pembinaan sampai ketingkat nasional, sehingga akan memberikan kontribusi yang positif untuk mencegah kenakalan remaja.

“Harapan beliau dengan diisi banyak pemain asli daerah, memberikan kontribusi positif pada anak-anak Kutim salah satunya mencegah atau mengantisipasi kenakalan remaja saat ini,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan pesan dari camat Ranpul yakni ucapan terima kasih karena ditunjuk kembali sebagai tuan rumah Liga Desa Nusantara seri provinsi Kaltim serta mendapat predikat terbaik se Indonesia dalam pelaksanaannya sebelumnya.

Diketahui Liga Desa Nusantara seri Provinsi Kaltim akan di ikuti lima daerah yakni Kutai Kertanegara, Kutai Barat, Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan Kutai Timur.(Diskominfo/Rey).

Perdagangan Orang Di Kaltim Capai 14 Kasus

SAMARINDA—- Sejak tahun 2017-2019 telah terjadi perdagangan orang sebanyak 14 kasus di Kaltim.  Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Halda Arsyad, disaat memberikan arahan pada acara  Rapat Koordinasi Teknis Perlindungan Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Hotel Grand Victoria Samarinda. Selasa (20/8).

Halda menjelaskan berdasarkan data dari aplikasi online Simfoni pada tahun 2017 di Kota Bontang 2 orang korban anak dan Kota Samarinda 2 orang korban anak. Kemudian, Tahun 2018 di Kabupaten Kutai Timur 2 orang korban dewasa, Kabupaten Paser 2 orang orban anak dan Kabupaten 1 orang korban anak. Selanjutnya, bulan Agustus 2019 1 orang korban dewasa dan 2 oran korban anak, di Kota Samarinda 1 orang korban dewasa dan 1 orang korban anak.

Melihat fakta tersebut, perdagangan orang  menjadi masalah serius dan perlu adanya suatu sistem institusi pelaksana yang desentralistis, lebih kuat secara politis, penganggaran dan memiliki daya jangkau termasuk efektifitas lebih jauh hingga ke episentrum permasalahan di daerah. “Dengan perhatian semua pihak pemangku kepentingan, saya yakin upaya pencegahan dan penanganan perdagangan orang dapat dilakukan,” ujarnya.

Sejauh ini Pemerintah telah memiliki langkah konkret untuk mencegah, mengakhiri kekerasan, perdagangan manusia dan ketidakadilan yaitu dengan adanya program Threee Ends. Upaya pencegahan perdagangan orang dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti pembentukan gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang, melakukan perjanjian kerjasama pencegahan dan penanganan perdagangan orang dengan berbagai Provinsi, beber Halda.

Berdasarkan pengalaman yang telah terjadi baik kekerasan terhadap perempuan  dan anak maupun tindakan pidana perdagangan orang dipandang perlu adanya tempat sebagai sarana berkoordinasi dalam hal pencegahan dan penanganan sekaligus menyusun rencana strategis bagi peningkatan upaya pemulihan korban. (diskominfo/ris)

 

 

Danrem Pimpin Sertijab 14 Pejabat TNI

SAMARINDA—- Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen Widi Prasetijono memimpin langsung acara serah terima jabatan di Markas Korem 091/ASN, Selasa (20/8).

Danrem menuturkan serah terima jabatan maupun alih jabatan pada dasarnya merupakan bagian dari upaya Pimpinan TNI AD khususnya jajaran Kodam VI/Mulawarman untuk meningkatkan kualitas pembinaan satuan, pemantapan manajemen organisasi serta pembinaan karier personel TNI-AD agar dapat mengembangkan profesionalisme dan mampu melaksanakan tugas – tugas kewilayahan.

Perlu disadari, bahwa kondisi dan situasi wilayah Kodim yang relatif kondusif dan aman hingga saat ini, adalah cermin dari kinerja satuan yang mampu bersinergi dengan semua instansi terkait, hal tersebut dapat dibuktikan dengan terlaksananya berbagai kegiatan yang bersifat program maupun non program, sehingga dapat saya nilai satuan telah bekerja dengan baik.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terlaksananya berbagai kegiatan yang bersifat program maupun non program, sehingga dapat saya nilai satuan telah bekerja dengan baik. Namun demikian keberhasilan tersebut hendaknya tidak membuat pejabat Dandim lengah dan berpuas diri, tetapi harus lebih meningkatkan kinerja di satuan masing – masing

Oleh karena itu dalam pelaksanaan tugas ke depan perlu memperhatikan Ancaman terorisme di wilayah sebagai salah satu wujud ancaman nyata terhadap keutuhan wilayah, kedaulatan bangsa dan keselamatan seluruh bangsa Indonesia.

Berikutnya masalah penyalahgunaan Narkoba, dimana Narkoba merupakan ancaman yang nyata bagi ketahanan bangsa, karena sudah masuk pada seluruh tingkat kehidupan sosial.

“Untuk itu, saya perintahkan kepada pejabat Dandim baru agar memerangi secara serius permasalahan Narkoba, lakukan tindakan pencegahan secara internal dan eksternal di satuan masih-masing,” pintanya

Sedangkan pejabat baru dan lama diantaranya:

1. Kasi Pers Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Kolonel Inf Andi Kusworo menempati jabatan baru sebagai Apers Kasdam VI/Mlw, digantikan Letkol Inf Windarto yang sebelumnya menjabat sebagai Pabandya-1/Mindik Spaban II/Bindik Spersad.

2. Dandim 0901/Samarinda, Letkol Inf M Bahrodin menempati jabatan baru sebagai Kasrem 101/Antasari, digantikan Kolonel Kav Tomi Kaloko Utomo yang sebelumnya menjabat sebagai Pamen Denma Mabes AD

3. Dandim 0903/Tanjung Selor, Letkol Inf Sigit Hengki Purwanto menempati jabatan baru sebagai Kesbrigif 24/Bulungan, digantikan Letkol Inf Aswin Kartawijaya yang sebelumnya menjabat sebagai Pabandya-3/SDM Spaban III/Wanwil Sterad.

4. Dandim 0906/Tenggarong, Letkol Czi Bayu Kurniawan menempati jabatan baru sebagai Wakazi Kostrad, digantikan Letkol Inf Charles Yohanes yang sebelumnya menjabat sebagai Dansat Intel Kopassus.

5. Dandim 0909/Sangatta, Letkol Inf Kamil Bahren Pasha menempati jabatan baru sebagai Waasops Kasdivif 1 Kostrad, digantikan Letkol Czi Pabate yang sebelumnya menjabat sebagai Danyon Zipur 17/AD Kodam VI/Mlw.

6. Dandim 0910/Malinau, Letkol Arh Yudi Suryatin menempati jabatan baru sebagai Wakapendam VI/Mulawarman (Mlw), digantikan Letkol Inf Nopid Arif yang sebelumnya menjabat sebagai Dandim 1007/Banjarmasin.

7. Dandim 0911/Nunukan, Letkol Czi Abdillah Arif menempati jabatan baru sebagai Pabandya-1/Binsiap Apwil & Sarpras Spaban II/Puanter Sterad, digantikan Letkol Czi Eko Pur Indriyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Danden Inteldam Jaya.

Sumber Penrem 091/ASN

Wagub : Semua Wajib Mensukseskan FORNAS V Di Samarinda

Samarinda – Perhelatan Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) V akan di selenggarakan di Samarinda 15 – 18 November mendatang.

Panitia semakin mantap usai merapatkan barisan di ruang Ruhui Rahayu, Senin (19/8).
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang hadir pada kali ini berpesan kepada seluruh panitia “Jar urang banjar, jangan bari supan (yang artinya jangan bikin malu),” Ungkap pria berjenggot tipis ini.

Tri Sukses pada event kali ini adalah Sukses Penyelenggaran dan Kebugaran, Sukses Budaya dan Pariwisata dan Sukses ekonomi kerakyatan. Jika acara sukses masyarakat Kaltim semakin sejahtera.

Hadi berharap Tri Sukses tadi bukan sekedar simbol, “Disini ada kadis kominfo dan Karo Humas, Segera Promosikan event luar biasa ini,” Imbuh Hadi.

Hadi juga bercerita kegemarannya berolahraga mulai dari basket, tenis meja dan bermain kasti dan bermain kartu.

Pesut Mahalam akan menjadi Maskot pada event kali ini, diberi nama Busu (paman dalam bahasa Kutai). Pembukaan akan berlangsung di Stadion Sempaja Samarinda. (diskominfo/tp)

Wakili Gubernur, Asisten Adum Lantik 9 Pejabat Administrator Dan Pengawas

Samarinda – Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim H Fathul halim mewakili Gubernur Kaltim mengambil sumpah/janji jabatan dan melantik 9 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pejabat administrator dan pengawas dilingkungan Pemprov Kaltim yang berlangsung diruang rapat BKD Kaltim Jl M Yamin, Senin (19/8).

H Fathul Halim mengatakan pelantikan ini dilaksanakan dalam rangka mengisi jabatan lowong yang jumlahnya cukup banyak untuk kebutuhan organisasi agar penyelenggaraan tata kelola Pemprov Kaltim semakin baik.

“Pelantikan jabatan ini adalah amanah pimpinan yang harus dijaga dalam menjalankan roda pemerintahan Provinsi Kaltim,” ujar Fathul.

Selain itu, pejabat administrator dan pengawas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi kemajuan jaman terlebih bidang informasi dan teknologi (IT) yang maju dan berkembang. Karena saat ini banyak program pemerintahan yang berbasis IT.

Setelah pengambilan sumpah janji/jabatan pejabat administrator dan pengawas dilakukan penandatanganan fakta integritas dan perjanjian kerja secara simbolis disaksikan Asisten Administrasi Umum H Fathul halim.

Hadir, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kaltim Hj Ardiningsih, Kepala BPKAD Kaltim Muhammad Sa’aduddin dan Kepala Biro Hukum Setdaprov Kaltim Suroto. (Diskominfo – Rzk)