Bapenda Kaltim Berikan Kemudahan Masyarakat Lewat Pegadaian

Samarinda– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim terus berupaya melakukan terobosan kebijakan yang diterapkan di daerah. Salah satunya dengan inovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan mempermudah pembayaran pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor.

Kepala Bapenda Provinsi Kaltim Ismiati mengatakan berbagai terobosan dilakukan untuk  mempermudah pembayaran pajak daerah. Diantaranya kerjasama dengan pihak Perbankan, PT Kantor Pos dan Indomart sebagai upaya untuk mempermudah dalam penerimaan pajak daerah. Terbaru kerjasama dengan PT Pegadaian untuk lebih memberikan kemudahan kepada masyarakat.

“Ragam inovasi terus kita berikan termasuk kemudahan kepada masyarakat. Ini salah satu langkah kami untuk memperbanyak pilihan pembayaran pajak. Sebelumnya pembayaran bisa dilakukan di beberapa perbankan. Nantinya juga bisa dibayar di Pegadaian. Baik di kantor cabang maupun agen-agen Pegadaian,” katanya pada acara Penandatanganan MoU E-Samsat Pegadaian di Hotel Senyiur, Selasa (13/8).

Menurut Ismiati, kerjasama dengan Pegadaian merupakan langkah penting agar masyarakat mendapatkan kemudahan dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Hal ini juga memberikan alternatif  baru kepada masyarakat dan tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak kendaraan bermotornya.

“Kami terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk membayar pajaknya diberbagai layanan. Melalui kerjasama dengan berbagai pihak dan penambahan  sarana serta pelayanan yang lebih mendekatkan kepada masyarakat. Kita harap dengan ini PAD kita terus meningkat dengan kemudahan membayar pajak,” tuturnya. (Diskominfo/Cht)

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Isran Minta Lakukan Inovasi

Samarinda— Pertumbuhan ekonomi dilihat dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Kaltim berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Prov Kaltim sudah mulai meningkat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim yang terus meningkat dari tahun ke tahun sebagai bukti Pemprov terus bekerja keras meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Meski begitu, Gubernur Kaltim Isran Noor tetap meminta agar seluruh pihak terkait dalam pertumbuhan ekonomi daerah terus melakukan inovasi guna meningkatkan pendapatan daerah.

“Kondisi perekonomian Kaltim bangkit signifikan 2 tahun belakang ini sebesar 2,2 persen. Artinya sudah menyamai pertumbuhan ekonomi Nasional. Dari segi pertumbuhan, APBD kaltim sudah mulai meningkat. Upaya inovasi dan terobosan yang mungkin bisa kita lakukan. Ini akan terus kita tingkatkan,” katanya saat menghadiri Rapat Kerja Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Penandatanganan MoU antara Gubernur dengan Bupati dan Walikota se-Kaltim tentang Peningkatan Pajak Daerah di Hotel Bumi Senyiur, Selasa (13/8).

Isran menyebut, adanya penandatangan kerjasama yang dilakukan oleh Gubernur Kaltim dan Bupati/Walikota se-kaltim merupakan salah satu langkah untuk membuat inovasi baru. Terutama untuk percepatan pembangunan Kaltim terutama di daerah Kab/Kota yakni dalam upaya meningkatkan pendapatan dari sektor pajak.

“MoU ini untuk meningkatkan pendapatan daerah kita. Kesepakatan dalam rangka mendukung optimalisasi pajak daerah Provinsi yang strategis untuk meningkatkan bagi hasil pajak Provinsi kepada Kab/Kota. Inovasi dan optimalisasi penting, jika tidak kita akan mengalami keterlambatan dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dari daerah lain,” tegasnya. (Diskominfo/Cht)

Dorong Sumber Daya Terbarukan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Kaltim

Samarinda—Hingga saat ini, Kaltim masih tergantung pada sumber daya alam (SDA) yang  tak terbarukan yaitu batu bara dan migas. Ketika terjadi gejolak karena SDA tersebut, maka perekonomian Kaltim mengalami kontraksi. Maka kebijakan pemerintah menekankan Kaltim perlu melakukan transformasi perekonomian melalui sumber daya terbarukan.

Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Saur Parsaoran menuturkan pembangunan perkebunan menjadi tulang punggung dan sektor utama merupakan upaya transformasi ekonomi berbasis SDA terbarukan. Hal itu bisa terwujud melalui peningkatan daya saing dan nilai tambah produk perkebunan.

“Kita bicara tentang pertumbuhan ekonomi. Industri pengolahan di Kaltim sebesar 80 persen dari minyak bumi dan gas. Adanya Maloy sebagai usaha bagaimana kita berusaha agar transformasi ekonomi berhasil. Kita dorong agar sumber bahan baku yang terbarukan bisa menjadi tulang punggung perekonomian di Kaltim,” paparnya saat menjadi narasumber dialog Publika TVRI Kaltim, Rabu (8/7)

Menurut Saur, komoditi unggulan perkebunan yang mempunyai potensi dan prospek yang sangat baik untuk ditumbuh kembangkan di Kaltim adalah Karet. Karet bisa berperan menggerakan ekonomi Kaltim di masa mendatang, menggantikan peranan minyak dan gas serta batu bara yang lambat laun akan menipis dan habis.

Saur menyarankan agar Karet dapat berkembang dengan baik di Kaltim, para petani bisa langsung menjualnya kepada perusahaan industri pengolahan karet yang ada di Samarinda Seberang, yaitu PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC). Perusahaan tersebut merupakan perusahaan patungan antara anak perusahaan Barito Pasific Group dengan Michelin Group.

Adanya pabrik pengolahan itu akan mendukung peningkatan harga penjualan produksi pertanian di Kaltim. “Karet merupakan sektor industri yang cukup menjanjikan. Program karet harus kita berdayakan lagi. Pabrik pembuatan ban ada di Samarinda. Adanya pabrik pengolahan itu akan mendukung peningkatan harga penjualan produksi pertanian Karet di Kaltim,” tuturnya. (Diskominfo/Cht)

Selama Juli 2019, Inflasi Kaltim sebesar 0,30 Persen

Samarinda – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Kalimantan Timur adalah indikator komposit yang menunjukan tingkat perkembangan demokrasi di Kaltim. Tingkat capaiannya dikukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yaitu kebebasan sipil, hak politik dan lembaga-lembaga demokrasi.

Badan Pusat Statistik Kaltim melaksanakan sosialisasi hasil kegiatan membahas indeks harga konsumen/inflasi perkembangan pariwisata, perkembangan nilai tukar petani, perkembangan ekspor dan impor, pertumbuhan produksi manufaktur dan indeks demokrasi Indonesia. mengundang kalangan pers, dinas, badan dan instansi di ruang Video Vonference BPS Kaltim, Kamis (1/8).

IDI Kaltim tahun 2018 sebesar 73,88 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan angka IDI 2017 yang sebesar 72,86. Capaian kinerja demokrasi Kaltim tersebut masih berada pada kategori sedang. Klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokan menjadi tiga kategori yakni Baik (indeks lebih dari 80), Sedang (indeks antara 60-80) dan buruk (indeks kurang dari 60.

“Jika dirinci menurut kota, pada Juli 2019 Samarinda mengalami inflasi sebesar 0,59 % dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 140,15. Sedangkan Balikpapan mengalami deflasi -0,08% dengan IHK 142,24,” Ungkap Atqo Mardiyanto.

Fluktuasi angka IDI mencerminkan dinamika situasi demokrasi di wilayah Kaltim. IDI sebagai alat ukur perkembangan demokrasi yang khas dan memmang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunya kondisi demokrasi regional. IDI disusun berdasarkan kejadaian sehingga potret yang dihasilkan merupakan refleksi realitas yang terjadi di Kaltim.

Mardiyanto juga menambahkan pada bulan Juli 2019, lima kelompok memberikan andil positif yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga dengan andil 0,129%, kelompok bahan makanan 0,065% diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dengan andil sebesar 0,041%, kelompok sandang sebesar 0,032%, kelompok kesehatan 0,031% dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,012%. Sementara kelompok transportasi dan komunikasi memberikan andil negatif yaitu sebesar -0,012%.

Jelang Idul Adha, Harga Ayam Melonjak

Samarinda – Harga daging ayam potong di beberapa pasar tradisional Samarinda mengalami kenaikan sejak dua minggu lalu. Terlebih menjelang Idul Adha 1440 H, ukurannya lebih kecil dari biasanya. Kenaikan harga daging ayam ini berlaku di Pasar Kemuning Kelurahan Loa Bakung.

Pedagang ayam Suryati mengaku naiknya harga ayam sudah terjadi sejak akhir Juni 2019 lalu. Hingga saat ini, harga ayam potong semakin tinggi dan tak pernah turun lagi.

“Habis lebaran harusnya memang turun. Terus mau Idul Adha lagi jadi mungkin berpengaruh. Kalau yang kecil beratnya sekitar 1 kilo lebih harganya Rp. 0 ribu per ekor, yang sedang 2 kilogram dijual Rp.65 ribu per ekornya. Terus yang besar bisa mencapai Rp.70 ribu per ekor,” jelas Suryati ditemui di sela aktivitas dagangnya, Kamis pagi (18/7).

Menurutnya, tingginya harga ayam berpengaruh terhadap pengiriman, karena suplai dari peternaknya semakin sedikit. Diperkirakan harga ayam terus melonjak dan mencapai puncak pada pertengahan Agustus atau jelang lebaran haji.

“Pembeli yang belum tahu kenaikan harga ayam potong, sering mengeluh dan tidak jarang batal membeli. Makanya kita juga jualannya nggak banyak kayak biasanya, paling buat langganan saja,” ucapnya. (Diskominfo/Cht).

Inovasi Kemasan, Upaya Beri Nilai Lebih Produk

Samarinda —  Persaingan bisnis menjadi tantangan pengusaha agar lebih terdorong menciptakan kreativitas usaha. Salah satu kunci utama sukses menembus pasar adalah melakukan inovasi dengan memberi nilai lebih produk sekaligus melakukan strategi pemasaran yang jitu.

Founder dan CEO Kopi Mangsi, Made Windu Segara Senet mengajak wirausaha lokal Kaltim untuk lebih kreatif dan berinovasi terutama menciptakan kemasan produk. Menurutnya, salah satu penyebab lemahnya daya saing produk Indonesia adalah kemasan yang kurang menarik. Padahal kemasan merupakan salah satu daya tarik konsumen memilih produk.

“Kita kurang inovatif membuat desain kemasan yang berani dan menarik. Bentuk kemasan adalah sisi penting. Buatlah kemasan yang beda dengan produk serupa lainnya. UMKM yang memproduksi makanan bisa melakukan banyak inovasi desain,” kata Made saat menjadi pembicara pada Sinergitas Kementrian Koperasi dan UKM dengan Dewan kerajinan Nasional (DEKRANAS) di Samarinda, Senin (15/7).

Made Windu menyebut manfaat kemasan selain wadah dan pelindung produk juga sebagai sarana memberi informasi dan memasarkan produk. Selain itu, kemasan juga mampu mengarahkan konsumen memilih dari sekian banyak produk jenis sama.

“Poin utama pentingnya kemasan adalah menarik perhatian konsumen. Desain yang unik, materi yang murah pun bakal terlihat mewah. Dengan cara ini produk UMKM berani bersaing dengan produk pabrikan yang penuh daya tarik itu,” sebutnya. (Diskominfo / Cht)

GPN Diyakin Mampu Mempermudah Masyarakat

SAMARINDA — Era millenial menjadi zaman dimana generasi yang berada didalamnya tidak terlepas dari teknologi dan internet. Hal ini menuntut segala hal harus dapat dilakukan dengan praktis. Salah satunya dalam melakukan pembayaran atau payment.

Amellya sebagai mahasiswa yang tergabung dalam Generasi Bank Indonesia (GenBi) pada acara “Sosialisasi GPN dengan tema Era Baru Sistem Pembayaran Indonesia” beberapa saat lalu bertempat di Ballroom Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan bahwa ini merupakan program yang diusung oleh Bank Indonesia yaitu Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN.

“GPN adalah sebuah sistem yang memudahkan masyarakat saat melakukan transaksi pembayaran Non tunai menggunakan kartu debit di toko atau merchant,”jelas Amel, (12/7).

Ditambahkan Amel saat ditemui usai sosialisasi bahwa GPN memiliki banyak manfaat dan keuntungan antara lain adalah biaya transaksi akan menjadi lebih lebih murah, biaya MDR (Merchant Diskon Rate) yang tadinya dikenakan hingga 3% turun menjadi sekitar 1% dengan menggunakan karto berlogo GPN.

Selain itu, dengan memasang logo GPN dalam kartu debit, maka masyarakat tidak perlu lagi memiliki banyak kartu debit dari sejumlah bank. Sebab, tidak semua kartu debit dapat terkoneksi dengan seluruh ATM atau mesin EDC (Electronic Data Capture).

Tentunya ini menjadi satu lagi kemudahan yang bisa dirasakan oleh masyarakat dengan tidak harus membawa uang berbentuk fisik terlebih dengan nominalnya yang banyak.

Harapannya, masyarakat dapat menerima secara terbuka berbagai perubahan dan menjadikan teknologi sebagai bentuk kemudahan dari perubahan zaman. (DISKOMINFO/Lely)

Antisipasi SDA Habis, Masyarakat Harus Dilatih Wirausaha

Samarinda – Masyarakat Kalimantan Timur harus dilatih untuk menjadi wirausaha andal di daerahnya sendiri. Suatu saat, sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kaltim akan habis. Untuk itu, pengembangan sumber daya manusia di bidang kerajinan harus ditingkatkan kualitasnya.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltim Hj. Nor Baiti Isran Noor dalam sambutannya pada kunjungan kerja Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Hotel Bumi Senyiur, Senin (15/7).

“Gas akan habis, minyak akan habis, batubara akan habis, tetapi sumber daya kearifan lokal Kaltim bila diolah menjadi baik insya Allah bisa bersaing dengan provinsi lain. Termasuk kerajinan baik itu ukiran ukiran, tenun, tas serta kalung,” ucapnya.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Prov. Kaltim Hj. Nor Baiti Isran Noor.

Dituturkan, kerajinan di Kaltim memiliki motif lebih baik dalam gambar dan corak. Dirinya optimis ini menjadikan motivasi peserta yang mengikuti kegiatan. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik serta mendorong pengrajin lebih giat berusaha agar dapat bersaing dengan daerah lain.

“Mari kita manfaatkan kedatangan Dekranas Pusat dengan membawa program-program dan bantuan untuk usaha kecil dan menengah. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat kaltim,” serunya.

Nor Baiti juga mengajak seluruh pengurus menjalankan program-program yang telah ditentukan sebaik mungkin. Terutama berkaitan dengan program pokok Dekranas. Disamping itu, pengurus juga selalu meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap organisasi agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.

“Memang tidak mudah untuk mewujudkan tujuan tersebut. Tetapi harus optimis dengan komitmen yang kuat, dengan kerja keras dan kerja cerdas, InsyaAllah apa diharapkan tercapai,” pungkasnya.

Hadir dalam acara itu Gubernur Kaltim H. Isran Noor, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) Braman Setyo, Istri Wakil Gubernur Erni Makmur Walikota dan Bupati beserta istri se-Kaltim. (Diskominfo/Rey).

Ketua MUI Kaltim : Jadikan Sedekah Amalan Utama

Samarinda — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim KH. Hamri Has mendukung berdirinya Komunitas Gerakan Infaq Beras di Kaltim, khususnya Samarinda. Dirinya juga mengajak seluruh umat muslim Kaltim menjadikan sedekah sebagai amalan utama kehidupan sehari-hari.

“Mari bersedekah setiap saat. Karena sedekah tidak membuat kita miskin. Mari jadikan sedekah amalan utama dalam kehidupan sehari-hari bagi umat muslim, selain amalan lainnya yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Sedekah, lanjutnya, tidak akan membuat manusia miskin. Bahkan, setiap umat muslim yang bersedekah diyakini mendapat berkah dan balasan terbaik Allah SWT. Hamri berharap kegiatan itu dilaksanakan berkelanjutan di Samarinda maupun di seluruh Kaltim. Karena, kegiatan tersebut dinilai banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak yatim piatu.

Ketua Gerakan Infaq Beras Samarinda Dedy Trisna menuturkan GIB adalah gerakan berbasis sosial atau nirlaba bertujuan memenuhi kebutuhan untuk santri, dhuafa, yatim piatu dan penghafal Qur’an. GIB berdiri di Pontianak tahun 2012 lalu kemudian berkembang di Samarinda tahun 2017 dan kota-kota besar lainnya.

“Penerimanya para penghafal Alquran serta yatim piatu di pesantren dan panti asuhan. Sementara penyumbang beras berasal dari orang tua asuh, donator dan masyarakat umum,” katanya.

Dedy mengaku pada mulanya terkumpul para relawan sebanyak 10 orang dan berhasil mengumpulkan 10 karung beras. Hingga tahun 2019 bisa mengumpulkan  12 ton lebih dan sudah dibagikan ke empat ribu lebih penerima infaq.

GIB merupakan kegiatan legal dan resmi karena terdaftar di Basnas dan Kementrian Hukum dan HAM. Sehingga masyarakat tak perlu khawatir pendistribusian infaq beras tersebut. (Diskominfo/Cht)

Kaltim Akan Gelar Gerakan Indonesia Sadar Wakaf

Samarinda – Sesuai kesepakatan tiga lembaga yaitu Bank Indonesia, Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan UNIDA Gontor akan meluncurkan Gerakan Indonesia Sadar Wakaf yang digelar Minggu 23 Juni 2019 di Mesjid Baitul Mutaqqien Islamic Center Samarinda.

Dialog Publika TVRI Kaltim mengangkat tema “Gerakan Indonesia Sadar Wakaf”. Narasumber Wakil ketua MUI Kaltim KH. Muhammad Haiban, Manajer Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Timur Ayi Supriadi dan Divisi Najir BWI Kaltim H. Muhammad Syahrin dengan pembawa acara Erwinsyah, Rabu, (19/6).

“Ini merupakan gerakan edukasi masyarakat bagaimana nantinya Wakaf sebagai motor penggerak perekonomian, Kalimantan Timur disepakati untuk menggelar acara perdana Gerakan Indonesia Sadar Wakaf,” Kata Ayi.

Wakaf menurut hukum Islam berarti menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama zatnya kepada seseorang atau nadzir (penjaga wakaf). Baik berupa perorangan maupun badan pengelola dengan ketentuan hasil atau manfaatnya digunakan untuk hal yang sesuai syari’at Islam.

Berdasarkan ketentuan agama, waqaf bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mendapatkan kebaikan dan ridha-Nya. Mewakafkan harta benda jauh lebih utama dan lebih besar pahalanya daripada bersedekah biasa. Karena sifatnya kekal dan manfaatnya pun lebih besar. Pahalanya akan terus mengalir kepada wakifnya meskipun dia telah meninggal. (diskominfo/tp)