BPNT Siap Tingkatkan Perekonomian di Kaltim

Balikpapan – Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan pangan Pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya. Melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan yang bekerjasama dengan Bank Penyalur BPNT.

Gubernur Kaltim Isran Noor dalam sambutan Rakor dan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menyampaikan bahwa ini dimaksudkan mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

“Tujuan BPNT ini adalah untuk ketahanan pangan di dalam masyarakat. Sehingga diharapkan meningkat, sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan,” ujar Isran di Hotel Grand Senyiur Balikpapan Jumat (8/2).

Isran berharap agar melalui sosialisasi ini para Petugas Pemerintah, Pengelola e-Warung dan masyarakat sendiri penerima dapat memahami tugas dan tanggung jawab, serta haknya dengan baik. Kedepan melalui rapat Koordinasi ini dapat menjadi salah satu program meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kalimantan Timur. (Diskominfo/dir)

Kaltim Presentasi Program Penurunan Emisi Karbon Di AS

SAMARINDA – Pemprov Kaltim terlibat dalam program penurunan emisi karbon yang didanai Bank Dunia. Konsep program bakal dipresentasikan dihadapan 34 negara donor yang tergabung dalam Tim Forest Carbon Partnership Fasility, di Washington DC – Amerika Serikat pada 5-6 Pebruari 2019 nanti.

“Dokumen ini berisi tentang program-program pengurangan emisi dari degradasi dan deforestasi hutan akibat kegiatan usaha dilakukan sektor industri berbasis lahan seperti batubara, kehutanan, perkbunan, dan pertanian,” ujar Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim, Profesor Daddy Ruhyat, di Samarinda, Kamis (31/1).

Setelah paparan, dokumen yang telah disahkan Bank Dunia disosialisasikan Gubernur kepada isntansi terkait. Antara lain Organisasi Perangkat Daerah lingkup Kaltim, Bupati/Walikota, praktisi usaha dan masyarakat adat. Pelaksanaan pengurangan emisi karbon ini juga sudah masuk dalam program rencana strategis Pemprov Kaltim.

Target pelaksanaan dimulai tahun 2020 hingga 2024 mendatang. Negara-negara donor memberikan plafon Indonesia, melalui Kaltim, dengan target penurunan emisi karbon 20 juta ton. Kompensasinya, Bank Dunia memberikan insentif USD 100 juta dengan perhitungan USD 5 per ton karbon. Diawali ditahun 2022 dan 4 tahun setelah implentasi, hingga pelaksanaan selesai.

“Kaltim mempertaruhkan nama baik. Terutama di Indonesia. Kaltim satu-satunya yang diberikan kepercayaan pemerintah nasional melaksanakan program ini,” kata Daddy.

Di sisi lain, Ia mengaku Pemprov Kaltim sudah punya komitmen terhadap menjaga kualitas lingkungan sebelum adanya program penurunan emisi karbon tersebut. Program itu dilaksanakan beberapa OPD sesuai urusan masing-masing. Seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kaltim melalui pembentukan program kampung iklim di tujuh kabupaten. Targetnya membentuk 150 kampung iklim hingga 2023.

Isran Nilai Pengurus MES Mampu Kembangkan Ekonomi Syariah

Samarinda – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wimboh Santoso  melantik Pengurus Wilayah MES Kaltim. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi didaulat memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah Provinsi Kalimantan Timur Periode 1440-1443 Hijriah. Pelantikan disaksikan Gubernur Kaltim Isran Noor di  Ruang Rapat Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kamis (31/1).

Dalam sambutannya, Gubernur Isran mengatakan ekonomi syariah sebagai bagian pola pikir, sikap dan tindakan umat Islam dalam menerapkan hukum ekonomi berlandaskan syariat islam.

Gubernur Kaltim Isran Noor saat memberikan Sambutan pada acara Pelantikan Pimpinan Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pagi tadi (31/1) di ruang rapat Ruhui Rahayu kantor Gubernur Kaltim.

“Seperti diketahui, Majelis Ulama Indonesia sejak 2000-2003 telah mengeluarian fatwa keharaman Bunga. MUI melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) juga memberikan dukungan untuk pendirian bank syariah. Maka saat ini tumbuh dan berkembanglah bank syariah, sekaligus menjadi pesaing bank kompensional,” ujarnya

Isran mengatakan ekonomi syariah sudah seharusnya dikembangkan. Pengurus MES dinilai berkompeten dan mampu mengembangkan ekonomi syariah secara bersama-sama.

“Bank syariah harus mampu bersaing dalam industri perbankan nasional. Untuk itu diperlukan dukungan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan keterlibatan umat islam yang lebih banyak lagi dalam melakukan transaksi keuangannya pada bank-bank syariah,” terang Isran.

Menurut dia, Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim sudah sepatutnya menjadikan ekonomi syariahnya semakin besar.

“Negara Eropa saja seperti Inggris telah menunjukan kemajuan perkembangan konsep ekonomi syariah. Luar biasa, itu artinya konsep pemikiran syariah sudah besar,” tambahnya.

Isran berharap agar perkembangan yang baik bank syariah, secara langsung juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

“Kita semua bermimpi bagaimana Islam memberi kontribusi terhadap pembangunan ekonomi. Terlebih Kaltim dikaruniai sumber daya alam yang luar biasa dengan didukung iklim indah. Tanaman mudah tumbuh dan hewan bisa hidup dengan sehat,” ujarnya. (Diskominfo/dir)

Gojek Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja Di Sektor Informal

Samarinda – Sebagai perusahaan transportasi roda dua, Gojek tumbuh menjadi on-demand mobile platform dan aplikasi terdepan yang menyediakan layanan lengkap. Mulai dari transportasi, logistik, pembayaran, layanan antar makanan dan berbagai layanan on-demand lainnya.

Head of Regional Corporate Affairs for East Indonesia Gojek Indonesia Mulawarman mengatakan Gojek adalah perusahaan teknologi berjiwa sosial bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor informal. “Bergabung dengan Gojek, rekan-rekan pekerja sektor informal ini otomatis meningkatkan taraf hidup. Karena terakses ke rekening tabungan, asuransi serta cicilan untuk memenuhi keperluan rumah tangga,” ucapnya saat menjadi narasumber Diskusi Media Digital Membangun Kaltim, Selasa (29/1).

Ketiga dari kiri, Mulawarman Head of Regional Corporate Affairs for East Indonesia Gojek Indonesia saat menjadi Narasumber pada acara Diskusi Media Digital Membangun Kaltim

Visi misi Gojek sendiri adalah ingin meningkatkan taraf hidup pekerja sektor informal yang memang sulit mendapatkan kesempatan untuk bekerja di suatu instansi. Dan juga usaha mikro yang berada di suatu kota.

Ditambahkan, selama ini Gojek masuk selalu memikirkan jangka panjang terlebih dahulu dan potensi masyarakatnya.

“Ketika masuk kota, Gojek melihat kota ini memiliki potensi atau tidak. Kita coba berdiskusi dengan pihak pemerintah, masyarakat lalu kita mulai sosialisasi ke masyarakat pada umumnya,” tambah Mulawarman.

Gojek sendiri tetap mempertahankan kearifan lokal. Jadi ketika masuk wilayah mencoba bersosialisasi apa sih benefitnya dengan bergabung dengan gojek. Yang diutamakan adalah rekan-rekan ojek pangkalan yang ingin bergabung bersama kami sebagai mitra.

Gojek juga memberikan program swadaya. Program swadaya ini adalah program dimana Gojek bekerjasama dengan pihak ke tiga untuk mengurangi biaya operasional yang dikeluarkan mitra driver Gojek. Sehingga pendapatan yang mereka terima bisa lebih maksimal.

Adapun untuk dampaknya terhadap UMKM, Gojek memfasilitasi dengan delivery service antara lain layanan gofood.

“Jadi selama ini UMKM terbatas dengan customer yang datang langsung ke toko ataupun restaurant. Sekarang mereka kita fasilitasi dengan pengantaran gratis dengan layanan gofood ini,” tutupnya. (Diskominfo – Rzk)

IWAPI Kunjungi Wagub, Bahas Festival Kudapan

Samarinda–Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kaltim bertemu Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi Di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Jumat (25/1).

Dipimpin Wakil Ketua I IWAPI Kaltim Fitri Susilowati menjelaskan kegiatan mereka di bidang ekonomi tergabung dalam Komunitas Pengusaha UMKM Kudapan.

Kehadiran disambut Hadi Mulyadi bersama istri Erni Makmur dalam suasana ceria. Sambil memperkenalkan produk Mpek-mpek, Pudding dan berbagai makanan ringan lain. Wagub Hadi antusias mendengar penjelasan dan tidak sabar makan itu.

“Memang ibu-ibu rumah tangga sebaiknya produktif, Jangan kerjaannya hanya memposting poto atau buat status di media sosial,” katanya.

Hadi menjelaskan banyak potensi usaha yang bisa dikerjakan ibu rumah tangga guna menambah pendapatan. Apalagi sekarang media sosial cukup membantu untuk memasarkan produk.

“Dari pemerintah mengucapkan terima kasih karena berusaha menumbuhkan perekonomian. Harapan kita UMKM bisa terus berkembang. Pemerintah terus mendukung baik regulasi maupun sarana yang diperlukan agar pertumbuhan ekonomi bisa baik dan masyarakat Kaltim bisa sejahtera,” ungkap Hadi.

Rencananya Festival Kudapan akan diadakan bulan April menjelang Hari Kartini, untuk lokasi masih dibicarakan kembali nanti.

GoJek Gandeng Polresta Launching Pembayaran SIM dan SKCK

Samarinda – Upaya meningkatkan layanan dan pengembangan masyarakat, GoJek menggandeng Polresta Samarinda mengadakan pembinaan keselamatan dan keamanan berkendara untuk mitra pengemudi. Yaitu meluncurkan program inovasi pembayaran Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) secara nontunai melalui aplikasi GoPay (uang elektronik di sistem GoJek).

Terobosan pembayaran digital Go-Pay ini, akan beroperasi sesuai dengan jam kerja. Di awal tahun ini terdapat 2 stand, diantaranya di depan ruang pembuatan SIM di Polresta Samarinda dan RSUD AW Sjahranie.

City Head Go-Jek Samarinda Rusdi Umas menjelaskan kerjasama pembayaran SIM dan SKCK ini diharapkan mempermudah akses layanan keuangan masyarakat Indonesia, khususnya di Kaltim.

“Launching di Samarinda merupakan kota ke- 9 dan ini merupakan kota pertama di Kalimantan,” ujar Rusdi di kantor Polresta Samarinda, Selasa (15/1). .

Rusdi berharap tahun 2019 ada inovasi baru yang diluncurkan lagi dalam pembayaran cash menjadi cashless payment. Dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam bertransaksi non tunai.

Untuk diketahui, masyarakat pengguna layanan ini akan mendapatkan promosi cash bank (deposit) 20 persen hingga tanggal 31 Maret 2019 mendatang.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto berharap adanya sistem pembayaran cashless payment ini mempermudah para pemohon SIM dan SKCK dalam pelayanan oleh Satlantas Polresta Samarinda.

“Kami berterima kasih kepada manajemen Go-Jek, melalui sistem Go-Paynya dengan ini masyarakat Samarinda khususnya sangat terbantu,” kata Vendra. (Diskominfo – Rzk)

Foto : Whatsapp

Pemerintah Sedang Siapkan Peraturan Transportasi Online

Jakarta – Pemerintah ingin memberikan payung hukum yang jelas mengenai kegiatan transportasi online. Saat ini telah dibuat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus dan masih digodok lagi khusus untuk ojek online nya.

“Semua mempunyai payung hukum untuk bekerja dan Pemerintah memonitornya di lapangan. Yang paling penting adalah kalau pekerjaan ini memberikan ruang kerja bagi masyarakat luas,” ujar Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan wartawan usai silaturahmi dengan pengemudi online di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1).

Mengenai target selesainya peraturan ojek online, Presiden menjawab bahwa undang-undang untuk roda dua memang secara hukum internasional itu tidak ada. Oleh sebab itu, kita memberikan payung hukum lewat peraturan menteri.

“Ada diskresi di situ dan targetnya secepat-cepatnya,” ungkap Presiden.

Sumber : www.kominfo.go.id Foto : Google

Kenaikan Harga Tidak Pengaruhi Kepadatan Penumpang APT Pranoto

Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan meski ada lonjakan harga, tarif maskapai masih di bawah batas atas yang diatur Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Namun maraknya pemberitaan mengenai harga ini mendorong pihaknya akan memanggil sejumlah direktur utama maskapai penerbangan guna membicarakan kenaikan harga tiket domestik tersebut.

Hasil keputusan terkait penyesuaian tarif penerbangan domestik akan dirilis INACA (Indonesia National Air Carrier Association) bersama stakholder penerbangan lain siang ini pukul 14.00 WIB. Demikian disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan di Jakarta, Minggu (13/1).

Hengki menjelaskan bahwa dalam pertemuan tadi, INACA menyampaikan kepada Menteri Perhubungan terkait hasil pembahasan dengan para maskapai selama dua minggu ini perihal tarif penerbangan yang dirasakan memberatkan masyarakat. 

“INACA telah menyampaikan hasilnya kepada kami, dan siang ini sekitar pukul 14.00 WIB mereka akan mengumunkannya melalui konferensi pers di Restoran Batik Kuring, kawasan SCBD Jakarta Selatan,” tutup Hengki.

Untuk diketahui, hasil dari pertemuan itu adalah maskapai penerbangan di Indonesia memastikan akan mulai menurunkan harga tiket pesawat. Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanuddin menegaskan faktor bisnis dan keselamatan penerbangan akan tetap terjaga meskipun harga tiket pesawat turun.

“Berdasar hasil rapat direksi maskapai, otoritas penerbangan dan Menteri Perhubungan, ditetapkan skema agar harga tiket bisa lebih murah,” ujar Tengku.

Sementara untuk kenaikan harga tiket maskapai penerbangan tidak banyak berpengaruh bagi penumpang Bandara APT Pranoto. Menurut Humas Bandara APT Pranoto Samarinda Ahmad saat dikonfirmasi bahwa harga tiket tidak mempengaruhi kepadatan penumpang di Bandara yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu itu.

“Tidak ada penurunan jumlah penumpang. Malah kenaikan terlebih semenjak Lion Air membuka rute Samarinda – Surabaya. Sekitar 2000-an penumpang per hari yang datang dan pergi melalui Bandara APT Pranoto,” ujar Ahmad.

Penguatan Peran UMKM Dalam Peningkatan Ekonomi

SAMARINDA – Mengawali tahun 2019 menjadi langkah baru dalam perubahan yang lebih baik dengan mengacu pencapaian yang sudah diraih. Tidak terkecuali bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memaksimalkan Visi dan Misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2018-2023.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kalimantan Timur di tahun 2019 ingin menguatkan peran dan potensi Bidang yang ditanganinya. Ini mengingat UMKM sebagai penggerak ekonomi Indonesia berperan dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Termasuk juga peran masyarakat di bidang industri, perdagangan dan koperas.

Kepala Dinas Perindagkop Kaltim Fuad Asaddin menyampaikan UMKM menjadi salah satu bidang yang tidak terpengaruh pasang surutnya perekonomian daerah. Contohnya ketika Kaltim mengalami penurunan ekonomi pada tahun 2017-2018, geliat UMKM tidak ikut mengalami penurunan.

“Mengingat semakin pentingnya peran UMKM menuntut perlunya standarisasi untuk terus membuat UMKM mampu berkelanjutan dalam skala yang lebih besar. Karena diakui usaha kecil menengah ini lebih tahan ketika menghadapi penurunan ekonomi,” jelas Fuad.

Hal ini mengingat UMKM bukan lagi wadah  kecil yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Namun ke depan UMKM dapat menjadi panutan dalam peningkatan ekonomi ditengah persaingan pasar modern.

“Sehingga dengan memfokuskan peluang UMKM d itahun 2019 ini melalui standarisasi produk, pemanfaatan SDA, pengembangan SDM, dan kerjasama berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dapat menjadikan UMKM sebagai solusi dalam pengangguran dan kemiskinan di Kaltim,” pungkasnya. (DISKOMINFO/Lely)

Ekonomi Kreatif Di Sektor Syariah

Samarinda–Undang-Undang No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008, maka pengembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. Dengan progres perkembangannya yang impresif, yang mencapai rata-rata pertumbuhan aset lebih dari 65% pertahun dalam lima tahun terakhir, maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian nasional akan semakin signifikan.


Dialog Publika 26 Desember 2018 mengangkat tema “Mengenal Ekonomi Syariah” dengan nara sumber Nazrin Kepala Biro Ekonomi Setda Prov Kaltim dan Prabu Dewanto selaku Kepala Tim Pengembangan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim. Dialog interaktif berdurasi 60 menit di laksanakan di studio LPP TVRI Kaltim ini bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim.


Potensi Kaltim untuk mengembangkan Perbankan Syariah dinilai sangat baik menurut Prabu Dewanto, ini terlihat pada pagelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) yang dilaksanakan di Balikpapan, Senin (28/10) lalu. Acara ini sekaligus untuk mengenalkan konsep ekonomi syariah kepada masyarakat di Kaltim. Berdasarkan pengalaman krisis beberapa kali ekonomi syariah tahan banting dan tidak terpengaruh dengan gejolak ekonomi dunia. Prabu menilai, “UMKM di sektor fashion hijab cukup menjanjikan, banyak UMKM fashion yang sangat kreatif disini” ujarnya. 


Bank Indonesia perwakilan Kaltim melirik sektor lain dalam pengembangan ekonomi syariah, Pesantren merupakan peluang untuk berkontribusi pada peningkatan pendapatan pesantren itu sendiri, dimana para santri diajarkan untuk beternak hewan seperti sapi, kambing. Selain beternak para santri juga diharap bisa berkebun. Konsep seperti ini akan dikembangkan di pesantren yang ada di Kaltim. (diskominfo/tp)