Kaltim Akan Gelar Gerakan Indonesia Sadar Wakaf

Samarinda – Sesuai kesepakatan tiga lembaga yaitu Bank Indonesia, Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan UNIDA Gontor akan meluncurkan Gerakan Indonesia Sadar Wakaf yang digelar Minggu 23 Juni 2019 di Mesjid Baitul Mutaqqien Islamic Center Samarinda.

Dialog Publika TVRI Kaltim mengangkat tema “Gerakan Indonesia Sadar Wakaf”. Narasumber Wakil ketua MUI Kaltim KH. Muhammad Haiban, Manajer Bank Indonesia perwakilan Kalimantan Timur Ayi Supriadi dan Divisi Najir BWI Kaltim H. Muhammad Syahrin dengan pembawa acara Erwinsyah, Rabu, (19/6).

“Ini merupakan gerakan edukasi masyarakat bagaimana nantinya Wakaf sebagai motor penggerak perekonomian, Kalimantan Timur disepakati untuk menggelar acara perdana Gerakan Indonesia Sadar Wakaf,” Kata Ayi.

Wakaf menurut hukum Islam berarti menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama zatnya kepada seseorang atau nadzir (penjaga wakaf). Baik berupa perorangan maupun badan pengelola dengan ketentuan hasil atau manfaatnya digunakan untuk hal yang sesuai syari’at Islam.

Berdasarkan ketentuan agama, waqaf bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mendapatkan kebaikan dan ridha-Nya. Mewakafkan harta benda jauh lebih utama dan lebih besar pahalanya daripada bersedekah biasa. Karena sifatnya kekal dan manfaatnya pun lebih besar. Pahalanya akan terus mengalir kepada wakifnya meskipun dia telah meninggal. (diskominfo/tp)

 

 

Dampak Banjir, Harga Kebutuhan Pokok Di Pasar Stabil

Samarinda – Meski sempat terjadi kenaikan harga pasca banjir di Samarinda, namun dipastikan harga kebutuhan pokok di pasaran sejauh ini relatif stabil. Hal tersebut diungkap Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Prov. Kaltim Asmirilda, di Samarinda, Senin (17/6)

“Alhamdullilah sampai saat ini dipastikan harga masih stabil dan tidak bakal ada pelonjakan harga. Kenaikan hanya pada harga cabai besar, keriting, cabe merah dan sayur-sayur lokal,” tambahnya.

Asmi mengatakan berdasarkan pantauan petugas monitoring Disperindagkop dan UKM di beberapa pasar yaitu pasar segiri, sungai dama dan kedondong harga kebutuhan pokok relatif stabil dan hanya beberapa komoditas bahan pokok yang mengalami kenaikan.

Diakui, daya beli masyarakat mengalami penurunan karena akses jalan menuju pasar mengalami kelumpuhan karena banjir. Sehingga enggan keluar rumah dan hal ini mengakibatkan beberapa penjual bahan pokok di pasar sepi.

Menurutnya, Apabila terjadi pergerakan harga menuju ketidakstabilan dan kekuranagn pangan, maka masalah utama pasti di distribusi yang terhambat. Seperti jalan terendam atau jembatan rusak. Namun sampai saat ini distribusi tersebut masih aman dan tidak ada kendala apapun sehingga tidak berpengaruh harga.

Asmi juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir ketersediaan bahan pokok hingga 2,6 bulan ke depan. Karena ada beberapa bahan pokok yang didatangkan dari Sulawesi dan Jawa. (diskominfo/ris)

 

Potensi ZIS Perusahaan Turut Sejahterakan Masyarakat

Samarinda — Wakil Gubernur Hadi Mulyadi menyatakan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) tak hanya bersumber dari perorangan dan lembaga pemerintah. Potensi ZIS perusahaan diharapkan membantu mengangkat kesejahteraan masyarakat dan menekan jumlah penduduk miskin.

“Saya harap perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaltim ikut berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat  sekitarnya. Jangan berzakat saja, tetapi bisa infak dan sedekah juga. Dikeluarkan untuk anak yatim, masyarakat dan lingkungan. Setidaknya ini bagian CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan,” kata Hadi beberapa waktu lalu di Samarinda.

Hadi menuturkan, potensi zakat yang besar bisa diperoleh dari pengusaha Kaltim. Karena itu, ke depan pemerintah akan menagih janji para pengusaha. Meskipun tidak tinggal di Kaltim namun diharapkan menyisihkan sebagian hartanya.

Lebih lanjut disebutkan tanggung jawab sosial perusahaan tidak sekedar program santunan. ZIS yang dikeluarkan dapat membantu masyarakat sekitar seperti peningkatan pendidikan dan kesehatan sehingga kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Termasuk ikut mengentaskan kemiskinan dan menghadirkan lapangan pekerjaan. Dengan demikian pengusaha daerah ikut ambil bagian dalam pelaksanaan pembangunannya,” tuturnya. (Diskominfo/Cht)

Wagub Tutup Pasar Murah Dan Bagi Paket Sembako

Samarinda — Setelah menggelar pasar murah di Samarinda dan Kutai Kartanegara, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) UKM Kaltim menggelar pasar murah barang pokok di halaman kantor Disperindagkop Jalan Basuki Rahmat, Selasa (28/5).

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang hadir dan menutup kegiatan Pasar Murah tersebut mengapresiasi kinerja Disperindagkop dengan kegiatan pasar murah jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Menurutnya, pasar murah memberi jaminan kepastian harga kepada masyarakat. Sebab, jelang lebaran tak jarang sada pedagang memainkan harga.

“Kita berharap bukan hanya menjelang lebaran, tapi kalau bisa setiap bulan diadakan sehingga menjadi pengendali kenaikan harga bahan pokok di pasaran. Hak masyarakat adalah membeli sembako dengan harga pantas. Kalau tahun ini pasar murah berhasil digelar di 10 titik, semoga tahun depan bisa 20 titik,” kata Wagub. 

Setelah menutup acara pasar murah, Wagub didampingi Kepala Disperindagkop serta Karo Ekonomi setdaprov Kaltim melakukan kunjungan ke stan-stan yang dipadati konsumen. Wagub menyempatkan diri berbagi kebahagiaan kepada masyarakat dengan memberi beberapa paket kebutuhan bahan pokok gratis.

Saat disinggung mengenai pembagian tersebut Wagub menuturkan itu hanya bagian dari sedekah di bulan Ramadhan.

“Ini bisa dibilang sedekah. Tidak ada maksud apa-apa. Kita mau berbagi kebahagiaan. Kalau bisa berbuat baik dan membahagiakan orang lain terutama di bulan suci ini sangat dianjurkan. Kita doakan semoga pasar murah seperti ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat manfaatnya,” tutur Hadi. (Diskominfo/Cht).

Sidak Ritel Modern, Disperindagkop Kaltim Pastikan Stok Aman

Samarinda — Jelang Hari raya Idul Fitri 1440 H, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Prov Kaltim meninjau beberapa ritel modern Samarinda yakni Hypermart, Mega Swalayan, Giant dan Farmer Market. Peninjauan dilakukan sebagai upaya pengawasan kebutuhan pokok layak edar terkait masa kedaluwarsa, kemasan dan label halal.

Kepala Disperindagkop Kaltim Fuad Assadin menyebut kegiatan ini memberikan rasa aman dan nyaman, terhindar dari hal-hal yang mengganggu dan merugikan konsumen. Selain itu peninjauan memastikan ketersediaan stok bahan pokok di Bulan Ramadhan dan Lebaran dengan harga stabil.

“Kali ini kami melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan, Majelis Ulama Indonesia serta instansi terkait lainnya. Kami melakukan pengawasan selain masa kadaluarsa dan kondisi kemasan, ada tidaknya label berbahasa Indonesia, kepastian halal, harga eceran tertinggi komoditas tertentu, dan pencantuman daftar barang untuk parcel. Semua itu harus kami pastikan layak konsumsi masyarakat,” paparnya, Rabu (22/5).

Menurut Fuad, peninjauan atau sidak seperti ini guna mengetahui kondisi lapangan ketersediaan kebutuhan pokok hingga pasca lebaran.  Beberapa komoditi dipastikan aman harga dan kestabilannya. Apabila ditemukan temuan yang tidak sesuai, menjadi bahan evaluasi terkait ketersediaan dan harga pasaran.

“Secara umum, hasil pengawasan terkait keamanan tergolong halal dan aman. Kami harapkan, selain pemerintah yang turun tangan, masyarakat juga harus cerdas sebagai konsumen. Caranya aktif bertanya kehalalan, kondisi kemasan dan tanggal kedaluwarsanya untuk memastikan keamanannya,” katanya. (Diskominfo/Cht)

 

Hadi : Potensi Zakat Kaltim Besar, Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Samarinda — Selain puasa, kewajiban lain umat Islam saat bulan Ramadhan adalah membayar zakat. Zakat sebagai rukun islam keempat merupakan instrumen utama ajaran islam yang berfungsi sebagai distributor aliran kekayaan dari masyarakat mampu kepada yang tidak mampu.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menuturkan potensi zakat di Kaltim yang dinilai luar biasa berperan besar memberikan kesejahteraan dari umat dan untuk umat.

“Kita punya kepentingan mendayagunakan zakat ini. Bahkan tidak mustahil, melihat potensi zakat Kaltim yang besar maka manfaatnya bisa dirasakan untuk umat agama lain dalam konteks kemanusiaan,” tuturnya pada acara Kaltim Berzakat di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (22/5).

Lebih lanjut Hadi mengatakan, potensi zakat yang besar diperoleh dari pengusaha yang memiliki usaha di Kaltim. Karena itu, kedepan pemerintah akan menagih janji dari para pengusaha yang bekerja di Bumi Etam, meskipun tidak tinggal di Kaltim namun bersedia menyisihkan sebagian hartanya berupa zakat mal ke Baznas.

“Kita harap janji pengusaha yang kerja di sini. Meskipun tidak tinggal di sini tapi mau mengeluarkan sedikit hartanya ke Baznas agar bermanfaat untuk masyarakat dhuafa,” katanya.

Hadi menghimbau kepada umat Islam agar jangan sampai lupa berbagi dengan sesama. Memperbanyak sedekah tidak hanya di bulan Ramadhan, membayar kewajiban berzakat fitrah maupun zakat mal namun sesuai porsi kepemilikan umat.

“Banyak orang yang tidak ingat terutama zakat mal. Sedekah harian, mingguan, bulanan dan ada zakat tahunan harus menjadi pegangan kita. Tapi jangan pura-pura miskin ataupun pura-pura kaya. Sesuai porsinya. Umat Islam mengeluarkan zakat, Baznas punya kewajiban menjemput zakat,” paparnya. (Diskominfo/Cht)

 

Tahun 2019, Target Zakat Kaltim Rp 12 Miliar

Samarinda— Ketua  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Prov Kaltim Fachrul Gazhi menargetkan perolehan zakat tahun 2019 sebesar Rp 12 miliar. Target tersebut mengacu pada tahun 2017, Baznas berhasil mengumpulkan zakat sebanyak Rp 11,2 miliar dan pada 2018 sebesar Rp 11,3 miliar.

“Penghimpunan zakat 2 tahun kebelakang tembus ke angka lebih dari Rp 11 miliar. Maka tahun 2019 ini targetnya Rp 12 miliar. Nanti akan kita hitung hingga akhir tahun pada Desember 2019,” ungkap Fachrul usai acara Kaltim Berzakat di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (22/5).

Menurutnya, pihak Baznas nanti bekerjasama dengan perbankan untuk mendapatkan data Muzakki (orang yang dikenai kewajiban membayar zakat) yang berlebihan harta. Sehingga, dapat dilakukan pendekatan agar bersedia berzakat melalui Baznas Prov Kaltim.

“Kita kerjasama dengan bank-bank termasuk bank Kaltimtara untuk mendapatkan data Muzakki yang kaya. Kita lakukan pendekatan dan berharap mereka mau berzakat melalui Baznas Kaltim. Sehingga target perolehan kita bisa terpenuhi,” tuturnya.

Fachrul menjelaskan saat ini Baznas Prov Kaltim memberikan kemudahan kepada Muzakki yang berzakat. Seperti menerima layanan pengumpulan zakat tak hanya di kantor saja namun juga di beberapa titik lokasi di daerah tertentu. Ada pula program jemput zakat yang memudahkan Muzakki saat tidak memiliki waktu ke Baznas langsung.

Terakhir, Baznas juga menyediakan mesin Electronic Data Capture (EDC)  jika masyarakat ingin membayar zakat namun tak membawa uang tunai. (Diskominfo/Cht)

Disperindagkop Kaltim Gelar Pasar Murah

Samarinda — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim bekerjasama distributor bahan pangan menggelar pasar murah dalam rangka membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok baik dalam bulan Ramadhan maupun menjelang lebaran. Sejumlah bahan pokok seperti beras, gula, tepung terigu, mentega, susu, dan minyak goreng ditawarkan dengan harga lebih murah dari harga pasar.

Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim Bere Ali saat memantau lokasi pasar murah di belakang kawasan Odah Etam (Dulu Lamin Etam), memberikan apresiasi kepada Disperindagkop yang mengorganisir para agen dan distributor menghadirkan barang murah. Dirinya mengimbau masyarakat menggunakan kesempatan ini untuk berbelanja.

“Pasar murah ini tentu dilaksanakan dalam rangka memberikan satu akses berbelanja yang hemat kepada masyarakat luas. Tadi saya sudah berkeliling ternyata memang harganya harga distributor dijual eceran. Saya sarankan kepada masyarakat gunakan kesempatan ini untuk berbelanja,” sebutnya, Selasa (21/5).

Bere menuturkan, pasar murah ini adalah upaya pemerintah untuk operasi pasar sehingga harga dengan mudah dijangkau masyarakat. Dengan harapan, barang-barang yang dibawa distributor habis diborong masyarakat.

Sebagai contoh, lanjutnya, masyarakat dikejutkan beberapa waktu lalu dengan harga bawang putih yang mahal sampai Rp 120 ribu. Setelah diintervensi Pemerintah Daerah, harganya turun menjadi Rp 40 ribu. Ternyata di pasar murah hanya dijual Rp 30 ribu.

“Ini adalah bagian partisipasi memberikan penawaran harga murah. Jika tak laku tak masalah tapi masyarakat yang rugi. Masyarakat harus diberikan pilihan yang bagus sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi menjelang lebaran,” katanya.

Untuk diketahui, pasar murah sudah di mulai sejak awal bulan Mei di beberapa kelurahan di Samarinda. Setelah tanggl 21 Mei di kawasan Odah etam, berlanjut 22 Mei bekerjasama dengan PKK di kelurahan Makroman. Untuk 23 Mei, pasar murah digelar di Desa Bukit Raya – Kecamatan Tenggarong Seberang .

Selanjutnya, pada 25 Mei menuju Kelurahan Loa Bakung, 27 Mei di Kecamatan Anggana (halaman rumah camat) dan terakhir pada tanggal 28 Mei di halaman kantor Disperindagkop dan UMKM Prov Kaltim Jalan Basuki Rahmat. (Diskominfo/Cht)

BI Kaltim Luncurkan Layanan Penukaran Uang

Samarinda — Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia membuka jasa layanan penukaran uang selama Ramadhan. Penukaran uang dipusatkan di dua tempat perbelanjaan yakni Big Mall dan Mal Plaza Mulia. Kegiatan diikuti 28 Bank dan dua Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Layanan penukaran uang dimulai tanggal 16 – 29 Mei 2019.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim Muhammad Nur mengatakan masyarakat boleh menukarkan uang di waktu yang ditetapkan yaitu pukul 10 pagi hingga 3 sore. Penukaran tidak dikenakan uang administrasi atau gratis tanpa dipungut biaya.

“Jadi kita ingin memberikan yang terbaik. Pelayanan untuk Ramadhan tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu. Dulu hanya seminggu, saat ini kami berikan 2 minggu. Tahun ini disediakan di dua titik sehingga membuat nyaman masyarakat,” terang Nur pada peluncuran layanan penukaran uang di Atrium Big Mall Samarinda, Kamis (16/5).

Uang pecahan yang disiapkan BI, tambah Nur, berupa uang pecahan Rp 2 ribu hingga Rp 100 ribu. Masyarakat yang ingin menukar dalam sekali kunjungan, dibolehkan menukar hingga Rp 4,2 juta. Dirinya juga berpesan masyarakat yang perlu uang pecahan kecil, tidak menukarkan di penukar uang ilegal.

“Selain dua lokasi pusat belanja itu, masyarakat tetap bisa menukarkan uang di semua kantor cabang perbankan di Kaltim tanpa dikenakan biaya. Jangan tukar di penukaran uang illegal. Selain dikenakan biaya tambahan, juga ada risiko beredarnya uang palsu,” ujar Nur. (Diskominfo/Cht)

Jelang Lebaran, BI Kaltim Siapkan Uang Tunai Rp 5,3 Triliun

Samarinda — Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia Kaltim menyiapkan uang tunai Rp 5,3 triliun guna melayani masyarakat yang menukarkan uang. Kepala KPW BI Kaltim Muhammad Nur memastikan pihaknya menyediakan kebutuhan uang layak edar dalam jumlah yang cukup.

“Estimasi kebutuhan uang di Kaltim tahun 2019 sebesar Rp 5,3 triliun. Rinciannya, meliputi Samarinda, Berau, Bontang, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu hingga Kutai Barat sebesar Rp 3,0 triliun. Sedangkan BI Balikpapan Rp 2,3 triliun untuk masyarakat Balikpapan, Penajam Paser Utara dan Paser,” terang Nur pada peresmian layanan penukaran uang di Atrium Big Mall Samarinda, Kamis (16/5).

Nominal uang tersebut, lanjut Nur, merupakan hasil pertumbuhan perkonomian Kaltim selama triwulan pertama tahun 2019. yang meningkat di angka 5,36 persen.

“Tahun ini minat masyarakat terhadap rupiah lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Tetapi dipastikan ketersediaan rupiah di Kas BI mencukupi untuk keperluan masyarakat bumi etam,” tambahnya. (Diskominfo/Cht)