AFPI Dukung OJK Berikan Masyarakat Literasi Keuangan

Samarinda – Pesatnya pertumbuhan industri jasa keuangan, serta melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan finansial yang lebih mudah dijangkau membuat industri fintech peer-to-peer lending (fintech lending) berkembang dengan cepat. Bersamaan dengan hal ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas industri fintech lending juga terus menggalakkan perluasan inklusi dan inklusi dan literasi terkait fintech lending melalui program sosialisasi rutin bertajuk “Fintech Days 2019” yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Kamis (5/9).

Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) kembali mendukung OJK dengan menggelar acara “Fintech Exibition 2019” di Samarinda, Kalimantan Timur. Bersinergi bersama OJK dan AFPI menyelenggarakan acara ini sebagai sarana berbagi pengehatuan dan informasi anatara para perusahaan fintech lending yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK dengan masyarakat yang akan menjadi penggunanya.

Fintech Exibition 2019 telah diadakan di Big Mall Samarinda dari tanggal 3 – 4 September 2019 lalu, lebih dari 50 perusahaan fintech lending seperti Danamas, Tokomodal dan fintag turut hadir untuk memudahkan masyarakat yang selama ini memiliki pertanyaan seputar fintech lending agar dapat memperoleh informasi terkait layanan dan produk fintech lending secara lengkap.

“Fintech Exibition digelar sebagai salah satu cara kami untuk hadir lebih dekat dengam masyarakat khususnya pengguna layanan fintech lending, serta menjadi salah satu wujud komitmen AFPI dalam mendukung semangat pemerintah dalam mempercepat peningkatan literasi keuangan Indonesia,” Ujar Pandu Wakil kepala bidang institusional dan humas asosiasi pendanaan bersama Indonesia.

Acara ini juga merupakan rangkaian dari Fintech Days 2019 yang diselenggarakan oleh OJK. Acara seminar yang bertajuk “Membangun Industri Fintech Lending Terpercaya” mengundang berbagai pembicara dari berbagai instansi seperti OJK, Kementrian Kominfo RI, hingga Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Tidak ketinggalan pemaparan mengenai perlindungan konsumen oleh Direktorat Pelayanan Konsumen OJK serta Satgas Waspada Investasi.

Sebagai informasi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) merupakan organisasi yang mewadahi pelaku usaha fintech peer to peer lending atau fintech pendanaan online di Indonesia. AFPI ditunjuk OJK sebagai asosiasi resmi penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi di Indonesia.

Dokumentasi Fintech Days 2019

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi bersama Kepala OJK Kaltim Dwi Arianto dan Direktur Pengaturan Perizinan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan Pusat Hendrikus Passagi memulai acara Fintech Days 2019 di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Kamis (5/9).

 

Kelapa OJK Kaltim Dwi Ariyanto memberikan sambutan pada gelaran Fintech Days di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Kamis (5/9).

 

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Muyadi memberikan sambutan pada gelaran Fintech Days di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Kamis (5/9).

 

Ratusan mahasiswa dan para tamu memenuhi Ballroom Hotel Aston Samarinda.

 

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi bersama Kepala OJK Kaltim Dwi Arianto dan Direktur Pengaturan Perizinan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan Pusat Hendrikus Passagi dan pejabat terkait menekan tombol pertanda dimulainya sosialisasi Fintech Days 2019.

 

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi bersama pejabat terkait dan peserta berfoto bersama.

 

Usai membuka acara diadakan konferensi pers.

 

Puluhan awak media memenuhi ruangan, OJK Kaltim membuka sesi konferensi pers pada acara Fintech Days 2019.

 

Penggiat UMKM ikut berpartisipasi pada acara Fintech Days 2019.

 

Penggiat UMKM ikut berpartisipasi pada acara Fintech Days 2019.

Zaman Sudah Berubah, Secara Perlahan Ikuti Perkembangan Teknologi

Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi buka acara Fintech Days 2019 dengan tema “Membangun Industri Fintech Lending Terpercaya” di Ballroom Hotel Aston, Kamis (5/9).

Perkembangan bisnis startup yang terus meningkat setiap tahun membuat para startup berlomba untuk mengenalkan produk mereka ke masyarakat. Salah satu yang kini sedang meningkat pesat adalah Fintech (Financial Technology). Munculnya Fintech di Indonesia bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan secara online, meningkatkan literasi keuangan, dan mewujudkan inklusi keuangan di indonesia.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi bersama Kepala OJK Kaltim Dwi Arianto dan Direktur Pengaturan Perizinan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan Pusat Hendrikus Passagi memulai acara Fintech Days 2019 di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Kamis (5/9).

“Pertama saya ucapkan kepada OJK Kaltim yang telah mengadakan acara ini dan acara ini memang sangat penting untuk memberikan sosialisasi dan kesadaran penuh dengan masyarakat bahwa zaman kita sudah berubah, secara perlahan harus beralih ke ekonomi berbasis digital. Sosialisasi ini penting untuk masyarakat khususnya para penggiat UMKM,” Himbau Hadi

Fintech adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan teknologi keuangan yang inovatif dan kreatif untuk merancang dan memberikan produk dan layanan keuangan secara efisien.

Hadi juga menambahkan “Kalimantan Timur mempunyai omzet pasar terbesar di region Kalimantan ini merupakan indikator yang baik yang selalu kita kembangkan dan kita tidak boleh berhenti sampai disini apalagi Kaltim telah ditetapkan sebagai Ibu kota Negara (IKN), Ujar Hadi saat diwawancai awak media.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi bersama Kepala OJK Kaltim Dwi Arianto dan Direktur Pengaturan Perizinan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan Pusat Hendrikus Passagi dan pejabat terkait menekan tombol pertanda dimulainya sosialisasi Fintech Days 2019.

Melalui rangkaian acara Fintech Days dan Fintech Exibition mulai 3 – 5 September ini diharapkan semakin banyak masyarakat mendapat informasi bermanfaat agar mendapatkan kemudahan akses layanan keuangan melalui layanan yang diberikan.

Acara ini dihadiri Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hendrikus Passagi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto, Kabinda Kaltim Brigjen TNI Masrumsyah, dan ratusan mahasiswa dan penggiat UMKM di wilayah Samarinda. (diskominfo/tp)

 

Agustus 2019 Deflasi Kaltim -0,19 Persen

Samarinda – Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indIkator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (Inflasi/Deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukan pergerakan harga dari paket komiditas yang di konsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat Inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Badan Pusat Statistik Kaltim melaksanakan sosialisasi hasil kegiatan membahas indeks harga konsumen/inflasi perkembangan pariwisata, perkembangan nilai tukar petani, perkembangan nilai tukar petani, perkembangan ekspor dan impor, pertumbuhan produksi manufaktur dan indeks demokrasi Indonesia. Mengundang kalangan pers, dinas, badan dan instansi di ruang Video Conference BPS Kaltim, Senin (2/9).

“Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Agustus 2019 mengalami deflasi sebesar -0,19 persen, atau terjadi perubahan IHK dari 141,05 pada bulan Juli 2019 menjadi 140,79 pada bulan Agustus 2019. Inflasi tahun kalender pada bulan Agustus 2019 sebesar 1,69 persen dan inflasi tahun sebesar 1,74 persen,” Ujar Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwitjahyono.

Deflasi di Kalimantan Timur dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok transporasi dan komunikasi yang mengalami deflasi sebesar sebesar -1,24 persen serta kelompok bahan makanan sebesar -0,37 persen.

Anggoro juga menambahkan Pada bulan Agustus 2019 Kalimantan Timur mengalami deflasi sebesar -019 persen. Sedangkan pada periode yang sama dua tahun sebelumnya, yaitu pada Agustus 2018 Kaltim mengalami inflasi sebesar 0,15 persen dan pada Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar -0,28 persen.

Pelatihan Disain Kemasan Produk

Samarinda-Dinas PERINDAKOP Provinsi kaltim bidang UPTD P2KUKM menggelar pelatihan Disain Kemasan Produk bagi para pelaku UKM ,kegiatan tersebut di mulai tanggal 26-28 agustus.Di ikuti 33 peserta dagai berbagai kota.

Tujuan diadakannya pelatihan ini agar para pelaku UKM memahami pentingnya strategi usaha dengan mengolah Disain kemasan produk yang menarik, supaya mempengaruhi konsumen dan memberikan respon positif.

Dengan mempunyai disain menarik dapat menambah nilai jual suatu produk ,pada era perkembangan zaman saat ini pesaing industri akan semakin ketat dan tuntutan mutu.

Daya tarik dan keindahan produk yank dihasilkan akan mengikuti persaingan pasar yang kompetitiv baik pasar lokal, luar daerah Kaltim maupun internasional.

Acara tersebut di buka langsung Kepala dinas Perindustrian Perdagangan Koprasi dan UKM .Provinsi KALTIM Ir.Fuad Asaddin ( PERINDAKOP PROV . KALTIM)

“Kegiatan ini adalah salah satu upaya pemerintah memeratakan kesehjahteraan dan peningkatan Ekonomi bagi UKM khususnya peserta dan masyarakat luas ,dan memahami peluang pengembangan potensi serta menambah kreatifitas UKM dala usaha”kata Fuad Asaddin dalam sambutanya.

Kegiatan pelatihan ini bekerja sama dengan DINAS PERINDAKOP PROV.KALTIM, POLITEKNIK jurusan Disain Produk.Dinas Kesehatan . (Diskominfo/BGS)

Produk Unggulan Enceng Gondok

Samarinda -Dinas Perindutriana , perdagangan , koprasi dan UKM bersama mahasisiwa universitas Widya Gama melakukan penyuluhan ke para pelaku industri rumahan kerajinan Enceng Gondok di kelurahan lempake (14/8)

Enceng gondok merupaka bahan baku untuk kerajinan , salah satu produk yang di olahh darii enceng gondok seperti tas, Bantal. Tutup makanan .gantungan kunci.metodenyaa dengan penganyaaman.

Dalam produksinya ada beberapa kendala seperti kurangnya pengetahuan teknis pembuatan dan pemasaran . Maka dari itu diadakan penyuluhan untuk menambah pengetauan para pelaku usaha enceng gondok .

Nur aini selaku pengusaha ingin mendatangkan ahli pengrajin dari yogyakarta untuk melatih para pengrajin enceng gondok,Agara fariasi produk  bermacam macam. Menurutnya bahan baku enceng gondok dikaltim sangat baik.

Zulkifli selaku penyuluh memberikan arahan, agar produk yang dipasarkan dengan metode ONLINE dan memberikan MEREK agar cirik has produk dapat dikenal consumen .

Bahan baku Enceng gondok sendiri didapatkan di bendungan Benanga kelurahan lempake samarinda utara. (Diskominfo/BGS)

Upaya Agar Masyarakat Tetap Merasakan Manfaat Ekonomi Hutan

Berau – Sosialisasi dan Konsultasi kegiatan FPIC/Padiatapa Kampung Iklim+ dalam rangka Program FCPF-Carbon Fund tingkat Kabupaten Region Berau merupakan kegiatan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bekerjasama dengan Pemprov Kaltim, Pemkab Berau, Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim dan Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF) digelar di Pagon Room Grand Parama Hotel pada Selasa (27/8).

Wakil Bupati Berau Agus Tamtomo yang dalam kesempatan ini membuka acara secara resmi mengatakan bahwa program ini penting untuk berau terutama kampung-kampung yang memiliki kawasan hutan. Kepala Kampung dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) yang telah ditetapkan menjadi kampung iklim+ juga mengikuti kegiatan ini.

“Program ini sangat penting bagi kita di Berau, terutama bagi kampung-kampung yang memiliki kawasan perhutanan, serta bagaimanan kita menjaga hutan dan tetap mendapatkan manfaat ekonomi. Yang terpenting masyarakat tetap diperhatian dan tetap mendapatkan manfaat ekonomi dari hutan yang mereka jaga” Ujar Agus Tamtomo.

Dia menambahkan dengan luas hutan Berau yang sekitar 1,1 juta hektar, Pemkab Berau terus menjajaki kerjasama dengan Universitas-universitas di luar Negeri yang memiliki Fakultas Kehutanan dengan tujuan mahasiswanya bisa melakukan praktik lapangan atau penelitian di wilayah hutan Berau.

“Itu adalah satu cara bagaimana tetap mendapatkan penghasilan dari keberadaan hutan di Berau tanpa adanya perambahan. Kampung yang memiliki hutan bagus juga bisa dimanfaatkan untuk wisata ecoturism” tambahnya.

Di kesempatan yang sama Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim Nazrin mengungkapkan FPIC (Free Prior Informed Consent)/Padiatapa (Persetujuan Atas Dasar Informasi Diawal Tanpa Paksaan) merupakan prasyarat untuk melaksanakan program kampung iklim+ (proklim+). Untuk itu mengundang sebanyak 39 kepala kampung/desa beserta BPK di wilayah Berau.

“Karena kita meminta ijin dan persetujuan dulu sebelum program bisa dilaksanakan. Dan kampung yang dipilih bebas untuk menentukan akan mengikuti program ini atau tidak. Karena ini terkait pemberian insentif kepada kinerja yang diperoleh terhadap kegiatan berbasis penurunan emisi karbon. Jadi masyarakat kampung atau desa harus menjaga areal yang berhutan alam baik dikawasan hutan maupun APL, dalam upaya enurunkan emisi karbon dan mempertahankan karbon yang ada di kawasan hutan,” jelas Nazrin.

Bapenda Kaltim Berikan Kemudahan Masyarakat Lewat Pegadaian

Samarinda– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim terus berupaya melakukan terobosan kebijakan yang diterapkan di daerah. Salah satunya dengan inovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan mempermudah pembayaran pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor.

Kepala Bapenda Provinsi Kaltim Ismiati mengatakan berbagai terobosan dilakukan untuk  mempermudah pembayaran pajak daerah. Diantaranya kerjasama dengan pihak Perbankan, PT Kantor Pos dan Indomart sebagai upaya untuk mempermudah dalam penerimaan pajak daerah. Terbaru kerjasama dengan PT Pegadaian untuk lebih memberikan kemudahan kepada masyarakat.

“Ragam inovasi terus kita berikan termasuk kemudahan kepada masyarakat. Ini salah satu langkah kami untuk memperbanyak pilihan pembayaran pajak. Sebelumnya pembayaran bisa dilakukan di beberapa perbankan. Nantinya juga bisa dibayar di Pegadaian. Baik di kantor cabang maupun agen-agen Pegadaian,” katanya pada acara Penandatanganan MoU E-Samsat Pegadaian di Hotel Senyiur, Selasa (13/8).

Menurut Ismiati, kerjasama dengan Pegadaian merupakan langkah penting agar masyarakat mendapatkan kemudahan dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Hal ini juga memberikan alternatif  baru kepada masyarakat dan tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak kendaraan bermotornya.

“Kami terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk membayar pajaknya diberbagai layanan. Melalui kerjasama dengan berbagai pihak dan penambahan  sarana serta pelayanan yang lebih mendekatkan kepada masyarakat. Kita harap dengan ini PAD kita terus meningkat dengan kemudahan membayar pajak,” tuturnya. (Diskominfo/Cht)

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Isran Minta Lakukan Inovasi

Samarinda— Pertumbuhan ekonomi dilihat dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Kaltim berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Prov Kaltim sudah mulai meningkat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim yang terus meningkat dari tahun ke tahun sebagai bukti Pemprov terus bekerja keras meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Meski begitu, Gubernur Kaltim Isran Noor tetap meminta agar seluruh pihak terkait dalam pertumbuhan ekonomi daerah terus melakukan inovasi guna meningkatkan pendapatan daerah.

“Kondisi perekonomian Kaltim bangkit signifikan 2 tahun belakang ini sebesar 2,2 persen. Artinya sudah menyamai pertumbuhan ekonomi Nasional. Dari segi pertumbuhan, APBD kaltim sudah mulai meningkat. Upaya inovasi dan terobosan yang mungkin bisa kita lakukan. Ini akan terus kita tingkatkan,” katanya saat menghadiri Rapat Kerja Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Penandatanganan MoU antara Gubernur dengan Bupati dan Walikota se-Kaltim tentang Peningkatan Pajak Daerah di Hotel Bumi Senyiur, Selasa (13/8).

Isran menyebut, adanya penandatangan kerjasama yang dilakukan oleh Gubernur Kaltim dan Bupati/Walikota se-kaltim merupakan salah satu langkah untuk membuat inovasi baru. Terutama untuk percepatan pembangunan Kaltim terutama di daerah Kab/Kota yakni dalam upaya meningkatkan pendapatan dari sektor pajak.

“MoU ini untuk meningkatkan pendapatan daerah kita. Kesepakatan dalam rangka mendukung optimalisasi pajak daerah Provinsi yang strategis untuk meningkatkan bagi hasil pajak Provinsi kepada Kab/Kota. Inovasi dan optimalisasi penting, jika tidak kita akan mengalami keterlambatan dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dari daerah lain,” tegasnya. (Diskominfo/Cht)

Dorong Sumber Daya Terbarukan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Kaltim

Samarinda—Hingga saat ini, Kaltim masih tergantung pada sumber daya alam (SDA) yang  tak terbarukan yaitu batu bara dan migas. Ketika terjadi gejolak karena SDA tersebut, maka perekonomian Kaltim mengalami kontraksi. Maka kebijakan pemerintah menekankan Kaltim perlu melakukan transformasi perekonomian melalui sumber daya terbarukan.

Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Saur Parsaoran menuturkan pembangunan perkebunan menjadi tulang punggung dan sektor utama merupakan upaya transformasi ekonomi berbasis SDA terbarukan. Hal itu bisa terwujud melalui peningkatan daya saing dan nilai tambah produk perkebunan.

“Kita bicara tentang pertumbuhan ekonomi. Industri pengolahan di Kaltim sebesar 80 persen dari minyak bumi dan gas. Adanya Maloy sebagai usaha bagaimana kita berusaha agar transformasi ekonomi berhasil. Kita dorong agar sumber bahan baku yang terbarukan bisa menjadi tulang punggung perekonomian di Kaltim,” paparnya saat menjadi narasumber dialog Publika TVRI Kaltim, Rabu (8/7)

Menurut Saur, komoditi unggulan perkebunan yang mempunyai potensi dan prospek yang sangat baik untuk ditumbuh kembangkan di Kaltim adalah Karet. Karet bisa berperan menggerakan ekonomi Kaltim di masa mendatang, menggantikan peranan minyak dan gas serta batu bara yang lambat laun akan menipis dan habis.

Saur menyarankan agar Karet dapat berkembang dengan baik di Kaltim, para petani bisa langsung menjualnya kepada perusahaan industri pengolahan karet yang ada di Samarinda Seberang, yaitu PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC). Perusahaan tersebut merupakan perusahaan patungan antara anak perusahaan Barito Pasific Group dengan Michelin Group.

Adanya pabrik pengolahan itu akan mendukung peningkatan harga penjualan produksi pertanian di Kaltim. “Karet merupakan sektor industri yang cukup menjanjikan. Program karet harus kita berdayakan lagi. Pabrik pembuatan ban ada di Samarinda. Adanya pabrik pengolahan itu akan mendukung peningkatan harga penjualan produksi pertanian Karet di Kaltim,” tuturnya. (Diskominfo/Cht)