Awang Terima Gelar dari Kesultanan Banjar

MARTAPURA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menerima gelar Datu Mangku Negeri Utama. Pemberian gelar bertepatan pada puncak peringatan Milad Kesultanan Banjar ke-507. Penganugerahan diberikan Raja Muda Kesultanan Banjar Pangeran H Khairul Saleh, di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banjar, Sabtu (10/12).

Khairul Saleh, dalam sambutannya, mengatakan pemberian gelar dilakukan pada tokoh masyarakat yang memiliki dedikasi tinggi dalam melestarikan budaya banjar dengan baik. Termasuk tokoh yang mampu memberikan perlindungan dan menganyomi warga banjar, tidak hanya di wilayah Kalsel melainkan juga Nusantara.

Selain itu, pemberian gelar ini juga bisa menjadi inspirasi kaum muda agar terus melestarikan budaya banjar. Hal ini agar adat dan budaya banjar dapat terus diwariskan kepada generasi penerusnya.

Kebangkitan Kesultanan Banjar diharapkan menjadi roh dan spirit baru generasi masa kini dan mendatang untuk melakukan gerakan kebudayaan Banjar. Sehingga lebih dikenal seluruh nusantara dan mancanegara, ujarnya.

Dalam konteks milad, Khairul mengatakan kerja-kerja kebudayaan tidak sebatas pagelaran seni, budaya dan sastra yang membangun nostalgia masa lalu. Perayaan Milad juga harus bisa melakukan pengkajian-pengkajian dan dokumentasi sejarah.

Esensi milad adalah menegaskan kembali kepada seluruh masyarakat Banjar baik di seluruh nusantara maupun mancanegara bahwa Kesultanan Banjar masih ada dan akan terus ada, ujarnya.

Ditegaskan, Kesultanan Banjar bersama forum komunikasi kesultanan se-nusantara turut berperan membentuk karakter bangsa melalui gerakan kebudayaan demi kemaslahatan umat.

Pada kesempatan itu, Raja Muda Kesultanan Banjar juga memberikan gelar kehormatan dan keagungan kepada sejumlah tokoh baik dari Kalsel, Kaltim, Kalteng, Jambi dan Tambilahan Provinsi Riau.

Tokoh Kalsel yang diberi gelar kehormatan diantaranya mantan Gubernur Kalsel H M Said, Kamberani Buseri, MP Lambut, DR Abdurrahman SH MH, Awi Sarbaini, Anang Ardiansyah, dan beberapa tokoh lainnya.

Sedangkan tokoh dari luar Kalsel yang diberi gelar kehormatan adalah Wagub Kaltim Faried Wajydi dan Sekprov Kaltim Irianto Lambrie. Keduanya menerima gelar Datu Nata Warga Laksana. Ada juga Bupati Indragiri Hilir Indra Muchlis Adnan diberikan anugerah Datuk Jayawarga Laksana.

Rangkaian Milad yang dilaksanakan sejak 6-10 Desember 2011 diisi kegiatan mulai seminar hingga seni dan budaya masyarakat Banjar. Seni dan budaya yang ditampilkan diantaranya lomba tari Banjar klasik, lomba kuliner khas Banjar, pameran budaya, pameran Seni Rupa Nasional, hingga pameran Tosan Aji atau benda pusaka.

Tak ketinggalan makanan khas Banjar itu di antaranya wadai atau kue seperti kekicak, apam, kelelepon, cucur, puracit, serabi, gegatas, cincin dan sejumlah wadai lain yang jumlahnya mencapai 41 macam. (gus/diskominfo)