Duta Wisata Ajak Masyarakat Cintai Pariwisata

SAMARINDA – Pemilihan Duta Wisata menjadi salah satu ajang bergengsi pembinaan generasi muda berpotensi sebagai pelopor pariwisata. Sektor ini memiliki pengaruh besar dalam peningkatan devisa negara sebagai sumber daya alam terbaharukan.

Pemenang Duta Wisata Putri Kota Samarinda Tahun 2019 Erika Christiana menyampaikan ini merupakan kesempatan memperluas wawasan dan mengasah komunikasi menjelaskan kepada publik tentang pariwisata.

“Dengan bekal daya tarik, bakat, dan status sebagai Duta Wisata maka menjadi pelopor dalam mengajak masyarakat memahami dan mencintai dunia pariwisata,” ucap Erika di Samarinda, Sabtu (6/4).

Ditambahkan, sebagai generasi milenial media sosial menjadi sarana penting menyampaikan aspirasi dan jendela membangun citra daerah. Salah satunya promosi berbagai tujuan pariwisata. Sehingga ini menjadi tugas dan tanggungjawab tidak hanya duta wisata saja melainkan masyarakat Samarinda.

“Terkhusus para generasi muda dalam mencintai serta melestarikam pariwisata sebagai warisan dan sejarah yang harus terus dikembangkan,” ujar Erika. (Diskominfo/Lely)

Menpar Harap Kaltim Miliki KEK Pariwisata

Samarinda – Pariwisata diperuntukkan bagi kegiatan yang mendukung penyelenggaraan hiburan, rekreasi, pertemuan, pameran dan kegiatan lain. Dampak perekonomian di sektor ini merupakan dirasakan paling baik, karena berdampak positif ke masyarakat.

Koordinasi pengembangan kawasan pariwisata wilayah Kaltim dengan tema Create Creator Milenial dalam Pariwisata di Era Industri 4.0 digelar di Ballroom Hotel Swissbell Samarinda, Sabtu (30/3).

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat sambutan membuka kegiatan mengharapkan Kaltim memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Indonesia, terutama Kaltim, memiliki kekayaan alam dengan keanekaragaman jenis wisata alam kelas dunia.

Atraksi wisata alam tersebut meliputi daya tarik echowisata, pulau-pulau kecil serta danau dan gunung tersebar di seluruh wilayah yang berpotensi dikembangkan. Kekayaan budaya yang tinggi dan beranekaragam juga menjadi potensi tinggi untuk dilestarikan melalui pembangunan pariwisata Indonesia.

“Berdasarkan pengalaman saya cara ini (KEK Pariwisata) paling cepat membangun pariwisata secara sistematik,” ungkap Arief.

Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan banyak potensi wisata Kaltim yang belum dikembangkan. Padahal ini memberikan dampat ekonomi yang baik jika dikelola dengan optimal.

“Selain keindahan alam dan seni budaya di kabupaten/kota, kuliner Kaltim juga beraneka ragam serta memiliki bentuk dan rasa khas. Ini daya tarik menuju destinasi wisata unggulan nasional bahkan mancanegara,” jelas Hadi.

Acara ini dihadiri Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifuddian, Plh Kadis Pariwisata Kaltim Ahmad Herwansyah dan Kadis Pariwisata Kutai Kartanegara Sri Wahyuni. (diskominfo/tp)

Sunset di Tepian Mahakam

Samarinda – Menikmati matahari terbenam menjadi pilihan sebagian orang melewati waktu sore hari. Hal itu bisa diminati dengan fasilitas kapal wisata yang mengajak pengunjung berkeliling.

Ipid, sering disapa Chiel Iped, merupakan salah seorang penggagas ide kapal wisata. Setiap akhir pekan banyak pengunjung ingin menikmati senja di kapal. Selain itu, banyak juga pekerja kantoran yang mengadakan pertemuan dengan suasana berbeda.

“Senang sekali Samarinda memiliki satu objek wisata yang dikembangkan. Tentunya Pemerintah harus melihat peluang besar ini,” jelas Chiel Iped, belum lama ini.

Ditambahkan, perlu beberapa buah kapal wisata yang ditunjang sarana pra-sarana memadai. Ini agar dapat menggugah minat pengunjung melihat pemandang Kota Samarinda dengan cara berbeda.

Dimulai Dermaga Pasar Pagi, pengunjung cukup membayar Rp.50.000- per orang untuk sekali trip. Setelah itu pengunjung naik kapal dan memilih tempat duduk. Biasanya dek bagian atas menjadi tempat favorit untuk mengabadikan foto maupun melihat pemandangan.

Pengunjung diajak berkeliling dan menikmati pemandangan Kota samarinda. Kantor Gubernur, Islamic  Center, Jembatan Mahakam dan Jembatan kembar, BigMall serta Jembatan Mahulu adalah beberapa tempat terkenal di Samarinda yang dapat dilihat melalui kapal ini.(diskominfo/lely)

 

Hetifah Terus Perjuangkan Destinasi Pariwisata Kaltim

Samarinda – Kaltim memiliki potensi budaya dan pariwisata yang tak kalah menariknya dengan daerah lain di Indonesia. Hampir 90 persen objek wisata disediakan alam Kalimantan, dan 10 persen lainnya buatan untuk mendukung kepariwisataan di daerah ini. Tetapi, potensi pariwisata tersebut dirasa harus dikembangkan lagi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengungkapkan jika Kaltim belum masuk sepuluh besar destinasi pariwisata Nasional yang dikembangkan. Namun hal ini tidak mengurangi niatnya untuk terus mengembangkan pariwisata. Menurutnya, potensi Kaltim tak kalah dengan daerah yang masuk sepuluh besar Nasional.

“Kita punya banyak objek wisata baru. Itu yang jadi prioritas saat ini. Kita sedang berjuang bagaimana regional Kalimantan ini khususnya Kaltim tidak dipandang sebelah mata oleh pusat,” katanya baru-baru ini.

Hetifah menyebut, walaupun tidak masuk destinasi wisata prioritas nasional, Kaltim memiliki keunggulan tersendiri. Sekarang tinggal bagaimana sumber daya manusianya memanfaatkan hal tersebut.

“Kaltim sebenarnya punya banyak potensi khususnya nature based, culture based, dan ekowisata. Bahkan bukan tidak mungkin inovasi-inovasi seperti recycle tourism atau wisata yang tidak ada di tempat lain. Atau wisata religi yang sebenarnya tidak kalah dengan yang lain,” pungkasnya. (Diskominfo/Cht)

 

PraKarantina, Finalis Duta dan Puteri Pariwisata Bersih Sungai

SAMARINDA – Pemilihan Duta wisata Samarinda 2019 dan Puteri Pariwisata Samarinda akan digelar pada 30 Maret 2019 bertempat di ballroom Hotel Aston Samarinda. Sebelum Malam Grand Final, ke-45 finalis yang terdiri dari 30 finalis Duta wisata dan 15 finalis Puteri Pariwisata akan melakukan Pra-Karantina dan Karantina.

Pra-karantina diisi dengan melakukan aksi nyata sapta pesona. Yaitu membersihkan sampah di sekitar Sungai Karang Mumus. Ini mengingat Sungai Karang Mumus sebagai salah satu ikon kota Samarinda yang harus dijaga keindahannya yang merupakan satu dari ketujuh unsur sapta pesona.

Menurut Jennifer Thio sebagai Finalis Puteri Pariwisata Samarinda 2019 menyampaikan kata Bersih menjadi hal terpenting dalam terciptanya pembangunan maju dan berkembang melalui sektor pariwisata.

“Bersih itu adalah singkatan. Berani, Elok, Respek, Simpati, Indah dan Hidup,” ucap Jen sapaan akrab Jennifer Thio, belum lama ini ketika ditemui di atas Kapal Wisata Sungai Mahakam.

Diejelaskan Jen, konsep Berani adalah berani bersaing dengan kota besar lain. Elok berarti bersih maka akan menikmati keELOKkan yang dipandang mata. Lalu Respek, memiliki rasa tanggung jawab, Simpati artinya peka yang sedang terjadi dan cepat tanggap dalam berbagai kondisi.

“Untuk Indah artinya melihat keindahan saat masyarakat mampu menjadikan bersih syarat utama dalam majunya pariwisata. Dan Hidup adalah bersih menjadi penentu kehidupan pariwisata daerah,” pungkasnya (DISKOMINFO/Lely)

Balikpapan Gelar Pawai Budaya

BALIKPAPAN – Pawai Budaya digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Balikpapan ke-122. Kegiatan dilaksanakan karena Kaltim dikenal sebagai miniatur Indonesia. Berbagai suku budaya hidup damai dan rukun di provinsi dengan 10 Kabupaten/Kota ini.

Walikota Balikpapan Rizal Effendy menyebutkan pagelaran ini dilaksanakan untuk menampilkan keanekaragaman kultur budaya yang hidup berdampingan di Kota Balikpapan.

“Partisipasi masyarakat dari berbagai suku dan budaya di Balikpapan sungguh luar biasa sehingga membuat pagelaran ini sangat meriah,” ujar Rizal.

Tentunya even seperti ini menjadi salah satu acara wajib yang dilaksanakan setiap peringatan HUT daerah. Harapannya agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga Ini menjadikan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Kaltim memegang teguh semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. (DISKOMINFO/Lely)

Foto Welcome Dinner Rakor Bidang Pariwisata Di Bontang

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi didampingi Walikota Bontang Neni Moerniaeni bersama Duta Wisata Indonesia saat Welcome Dinner Rakor Bidang Pariwisata Se-Kaltim Tahun 2019.Kegiatan dilaksanakan 18 – 20 Februari 2019.

Hadi Mulyadi bernyanyi bersama Neni Moerniaeni.

Ber-welfie bersama Bunda Neni selepas acara Welcome Dinner.

Duta Wisata Indonesia ini merupakan putra dan putri daerah asal Kutai Timur.

Larangan Keras Karapas Penyu Sisik Sebagai Aksesoris

BERAU — Buah tangan menjadi hal yang ditunggu ketika usai bepergian. Buah tangan yang menarik biasanya berupa barang unik dan antik asli daerah dan tidak ditemukan di tempat lain.

Salah satunya aksesoris yang berasal dari karapas penyu sisik di Kabupaten Berau. Berbagai cinderamata dijual dalam berbagai bentuk aksesori, seperti gelang, mata kalung dan cincin dengan harga yang bervariasi, mulai Rp 5.000 hingga Rp 70.000 per item.

Namun menjadi hal yang sangat disayangkan, ketika asesoris itu berbahan baku karapas penyuk sisik. Ini menjadi permasalahan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau mengingat penyu sisik menjadi spesies terancam punah dan dimasukan daftar merah dalam International Union of Concervation for Nature (IUCN).  

Wakil Bupati Agus Tamtomo akan memberikan sanksi pidana baik kepada penjual maupun pembeli cinderamata berbahan baku kerapas sisik penyu itu.

“Pedagang dan pembuat telah membuat kesepakatan untuk menghentikan pemanfaatan kerapas sisik penyu,” jelas Agus.

Hal ini tentunya menjadi peringatan keras bagi seluruh pedagang untuk tidak memperjualbelikan buah tangan yang berpotensi merusak keberlangsungam hidup spesies yang ada di Berau.

Karena seperti yang pernah terjadi, telur penyu asli dari Kabupaten Berau pun pernah menjadi oleh-oleh yang digemari tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga wisatawan yang datang dari luar kota bahkan luar negeri.

Akibatnya, spesies penyu sebagai salah satu hewan yang memiliki rumah di Kabupten Berau tepatnya di berbagai pulau yang ada di Kabupaten ini seperti Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki dan lain sebagainya akan semakin terancam punah.

Harapannya, hal ini menjadi pembelajaran terkhusus bagi masyarakat lokal yang bermukim untuk ikut andil dalam melestarikan penyu sebagai satwa yang dilindungi di Kalimantan Timur. (DISKOMINFO/Lely)

7 November Ditetapkan Sebagai Hari Wayang Nasional

SAMARINDA—Presiden Jokowi telah menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional.

Keputusan itu tertuang dalam Keputusan presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional.

Keppres ini terbit atas pertimbangan, wayang telah tumbuh dan berkembang menjadi aset budaya nasional yang memiliki nilai sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa Indonesia.

Pun dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap wayang Indonesia, maka pemerintah memandang perlu menetapkan Keputusan Presiden tentang Hari Wayang Nasional.

“Menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional,” bunyi diktum KESATU Keppres tersebut, seperti dilansir laman Kementerian Sekretariat Kabinet, Kamis (3/1/2019).

Ditegaskan dalam Keppres tersebut, Hari Wayang Nasional bukan hari libur.

“Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” bunyi diktum KETIGA Keppres Nomor 30 Tahun 2018, yang telah ditetapkan di Jakarta pada tanggl 17 Desember 2018. (Diskominfo/Rey)

Sumber : https://nasional.kompas.com

Tenun Ulap Doyo Ekspresi Karya Sang Seniman

Samarinda–Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur turut berkontribusi dalam mengangkat tenun Ulap Doyo yang telah ditetapkan  sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional sejak 2013. Warisan kain tenun ulap doyo ini tentunya menjadi kebanggan masyarakat suku dayak saja melainkan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.


Pengerajin Tenun Ulap Doyo sedang memintal daun doyo untuk dijadikan benang.

Hal ini terkait dengan keikutsertaan pengrajin tenun ulap doyo dalam ajang New York Now pada bulan Agustus 2018 lalu. Ini tentunya menjadi kebanggaan dan bukti bahwa tenun ulap doyo memenuhi kriteria untuk ikut serta dalam event Internasional.

Pengerajin Tenun Ulap Doyo melakukan proses pewarnaan

Tenun Ulap Doyo merupakan seni menenun kain dari suku Dayak Benuaq di Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur. Disebut Doyo karena bahan utamanya adalah serat Daun Doyo. Daun Doyo dipilih sebagai bahan tenun karena seratnya yang kuat untuk dijadikan benang. Perempuan suku Dayak Benuaq membuat tenun dalam bentuk pakaian, tas, kemeja, celana, dompet, dan lain sebagainya.

Hasil karya seniman Ulap Doyo yang dijadikan tas

Tenun Ulap Doyo sudah terkenal sejak masa Kerajaan Kutai, yang pada saat itu masih berlaku pembedaan sosial berdasarkan kelas dan strata. Berdasarkan usia Kerajaan Kutai dan kondisi masyarakat kala itu yang beragama Hindu, Tenun Ulap Doyo diperkirakan telah ada dan berkembang sebelum abad ke-17. Dahulu, motif Tenun Ulap Doyo bisa dijadikan pertanda/ciri atau identitas sosial sesorang.

Tenun Ulap Doyo merupakan salah satu wujud ekspresi dari keyakinan masyarakat suku Dayak Benuaq, di Kalimantan Timur. Tenun Ulap Doyo dapat digunakan oleh laki-laki maupun perempuan dalam acara adat, tari-tarian, dan dalam kehidupan sehari-hari suku Dayak Benuaq. Tenun Ulap Doyo yang dikenakan sehari-hari berwarna hitam, sedangkan Tenun Ulap Doyo yang berwarna-warni dan bermotif digunakan dalam upacara-upacara adat. Penggunaan motif dan ragam hias memiliki nilai estetika dan nilai fungsional yang bersifat rohaniah.

Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur melakukan MoU dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk pengembangan komuditas unggulan dan ekonomi kreatif Ulap Doyo.

Motif naga melambangkan kecantikan seorang wanita, motif limaratau perahu melambangkan kerjasama, motif timang atau harimau melambangkan keperkasaan seorang pria, motif tangga tukar toray atau tangga rebah bermakna melindungi usaha dan kerjasama masyarakat, dan berbagai motif yang lain.

14 Model memamerkan hasil karya designer asal Kaltim pada acara Fashion Festival 2018 “The Art Of Ulap Doyo”.

Penggunaan warna juga mengandung makna simbolik tertentu. Misalnya, warna hitam pada daster dan sarung atau kain panjang artinya adalah pemakainya memiliki kemampuan dalam menolak sihir hitam (sihir jahat). Jika pada warna hitam tersebut terdapat garis-garis putih, maka menandakan bahwa pemakainya dapat mengobati segala bentuk sihir dan juga dapat mengobati segala bentuk penyakit. (diskominfo/tp)