Exotic Kaltim Siap Bantu Promosi Wisata Benua Etam

SAMARINDA —- Keindahan 10 Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal maupun masyarakat yang berasal dari daerah lain, tidak terkecuali bagi generasi muda yang kini banyak tergabung dalam komunitas-komunitas dengan tujuan mempromosikan pariwisata daerah.

Exotic Kaltim satu diantara banyaknya komunitas tersebut sudah menjadi pelopor promosi pariwisata Kaltim selama 5 tahun ini. Disampaikan oleh Community Development Exotic Kaltim Pangesti Ratna Damara Maestrosani bahwa 5 tahun menjadi waktu yang tidak singkat untuk memiliki banyak cerita mulai dari seni budaya, alam dan flora fauna, petualangan, aktifitas di air, acara dan festival, kuliner, belanja dan suvenir hingga hiburan yang ada di Bumi Kalimantan Timur.

“Tapi bergerak dari kampung menuju kampung untuk membangun potensi yang ada guna menuju Kalimantan Timur berdaya dari segi pariwisata adalah hal yang paling dinantikan,”jelas Hesti, (9/7).

Dijelaskannya bahwa pemuda adalah promotor penggerak kemajuan bangsa, karena sekecil apapun yang diberikan tentunya akan memberikan dampak yang besar bagi kemajuan pariwisata. Itulah yang dilakukan oleh Exotic Kaltim dengan menggandeng pemuda dan pemudi dalam menemukan berbagai destinasi tersembunyi yang menjadi harta karun Benua Etam.

“Kami hadir dengan persepsi yang sama yaitu ingin mengajak lebih banyak pemuda di Kaltim untuk turut bergerak dan berkontribusi bagi daerah melalui pariwisata dan kebudayaan yang ada,”tukasnya.

Diharapkan melalui banyaknya komunitas yang ada dapat menjadi agen oerubahan untuk generasi muda lebih aktif dan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya dari segi pariwisata yang kini sedang mendapatkan perhatian khusus karena diyakini mampu meningktkan devisa daerah. (DISKOMINFO/Lely)

Potensi Alam Berlimpah, Pengrajin Kaltim Diminta Lakukan Inovasi

Samarinda — Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat Ikhwan Asrin menyebut Kaltim memiliki potensi kerajinan yang besar. Bahkan di buku yang dibuat Dekranas, Kaltim disebut “Mutiara dari Timur” karena memiliki kekayaan sumber alam melimpah. Oleh karena itu, dirinya meminta pengrajin Kaltim terus menggali dan melakukan inovasi kerajinan.

“Sejak awal banyak yang jatuh cinta ke Kaltim karena potensi kerajinan sangat besar. Saya sangat antusias dan mengapresiasi teman-teman yang mempunyai minat mengembangkan motif yang bahan bakunya di Kaltim. Baik itu anyaman, manik-manik, produk-produk kerajinan lain,” terangnya pada acara Sosialisasi Program Dekranas Award di Hotel Midtown, Senin lalu (22/7).

Ikhwan optimis, kerajinan Kaltim bisa dibawa ke Nasional melihat jumlah perajin yang mau belajar dan dukungan bahan bakunya. Hanya saja ada beberapa kelemahan seperti kurang wawasan pengembangan kerajinan yang saat ini dibarengi teknologi. Padahal produk kerajinan yang diimbangi teknologi membuat kesempatan eksplorasi produk lebih besar.

“Kesan saya disini pengrajin kurang membuat desain motif yang dibarengi teknologi. Perajin juga harus melek teknologi, baik teknologi informasi, produk dan desain motif. Menggunakan teknologi tidak akan mengurangi nilai produk, harga makin kompetitif, dan lebih efektif serta efisien. Harus diajari wawasan itu,” jelasnya.

Ikhwan menyerukan agar pengrajin Kaltim lebih inovasi motif menarik, khususnya kalangan milenial. Dirinya juga mencontohkan kerajinan sulam tumpar bisa diekspresikan ke dalam bentuk apapun.

“Silahkan gali motif khas etnik borneo khususnya Kaltim. Contoh sulam tumpar itu langka tapi kalau bisa mendesain saja yang cocok dengan kekinian. Pasti laris. Kita rangsang milenial, buat acara seperti fashion show, kerjasama dengan desainer,” paparnya. (Diskominfo/Cht).

Berita Foto : Sosialisasi Program Dekranasda Kaltim

Sosialisasi Program Dekranas Award yang diadakan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kaltim, di Hotel Midtown Samarinda, Senin (22/7). Dihadiri Wakil Sekretaris Jenderal Dekranas Ikhwan Asrin, Ketua Dekranasda Kaltim Norbaiti, Wakil Ketua Dekranasda Kaltim Erni Makmur dan Perwakilan OPD Terkait.

 

Ketua Panitia yang menjabat sebagai Sekretaris Dekranasda Erwinsyah menyampaikan Laporan Kegiatan.

 

Ketua Dekranasda Kaltim Norbaiti saat memberi sambutan sekaligus membuka acara Sosialisasi.

 

Foto bersama seluruh peserta undangan sosialisasi.

 

Ketua Dekranasda Kaltim Norbaiti saat berbincang kepada salah satu desainer Kain Batik tulis Samarinda.

 

Kerajinan khas Kutai Barat yakni Tenun Ulap Doyo. Tenun Ulap Doyo sendiri terkenal sejak Kerajaan Kutai, Ulap doyo merupakan jenis tenun ikat berbahan serat daun doyo (Curliglia latifolia).

 

Kerajinan Batik Tulis berbahan Katun dengan curak Paser, ada juga Batik Baqa Samarinda.

 

Wakil Sekretaris Jenderal saat melihat hasil kerajinan Tas Rajut yang diolah dari Benang rajut dan Tali Kur.

 

Sarung Samarinda atau Tajong Samarinda adalah jenis kain tenunan tradisional. Sarung ini ditenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang disebut Gedokan. Produk yang dihasilkan untuk satu buah sarung memakan waktu 15 hari.

 

Kerajinan Sulam Tumpar khas Kutai Barat ini juga banyak diaplikasikan ke berbagai barang seperti Kalung, Tas, Pakaian, hingga ke hiasan dinding. Motif dari Sulam Tumpar juga beragam motifnya.

Beri Penghargaan, Dekranasda Harap Jadi Motivasi Pelaku Kerajinan

Samarinda — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim memiliki program kerja melakukan pembinaan kepada para pengrajin di Kabupaten/Kota. Karenanya, bekerjasama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Dekranasda Kaltim melaksanakan Sosialisasi Program dan Dekranas Award di Hotel Midtown, Senin (22/7).

Sekretaris Dekranasda Kaltim Erwinsyah mengungkapkan pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota diharap terus melakukan pembinaan dan sosialisasi program kerja. Sosialisasi tak hanya menjelaskan kegiatan namun juga membantu memberi motivasi bagi pengrajin lokal.

“Kita harapkan para pengurus yang hadir kegiatan ini bisa melakukan pembinaan. Di Kaltim banyak pengrajin yang memerlukan sentuhan pembinaan, baik produksi maupun pemasaran,” ungkapnya.

Dikatakan Erwin, intinya memberi dukungan dan motivasi pengrajin melalui Dekranasda Kabupaten/Kota agar terus meningkatkan kualitas kerajinan daerah.

“Pengrajin harus paham proses terwujudnya hasil kerajinan. Serta, mendapatkan pemahaman kerajinan itu tak hanya batik. Bisa juga membuat produk kerajinan dari berbagai pilihan bahan baik itu logam, tanah, dan lainnya. Kepada pengrajin bisa memberi motivasi bahwa ada nilai yang bisa didapatkan dari bantuan lain yang bisa dikembangkan,” terangnya.

Erwin menambahkan Dekranasda juga memberi penghargaan melalui Dekranas Award. Ini merupakan pemberian penghargaan Dekranas Pusat kepada pelaku kerajinan dan pembina yang memenuhi kriteria sesuai usulan Dekranas Daerah.

“Kita harapkan dengan penghargaan ini, meningkatkan motivasi kerajinan yang dilakukan seperti inovasi dan kreativitas. Dengan begitu, diharapkan ada sumbangsih kepada daerah dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” imbuhnya. (Diskominfo/Cht)

Promosi Wisata, Kota Bontang Gandeng Generasi Millenial

Bontang – Sektor pariwisata terus menjadi perhatian semua daerah di Kaltim. Hal ini didukung meningkatnya pendapatan daerah karena pengelolaan wisata. Kota Bontang pun berbenah khususnya dalam mengelola sektor pariwisata. Berbagai promosi terus dilakukan, terlebih upaya Pemerintah menggandeng generasi millenial untuk memanfaatkan teknologi digital.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang Ramli menyampaikan ada kegiatan Tourism Ambassador East Kalimantan Camp (TAEKC) 4.0 di Kaltim. Kegiatan yang pertama dilakukan itu sehubungan HUT Kota Taman ke-20 pada bulan Oktober mendatang,

“Banyak kegiatan dalam TAEKC 4.0, seperti Seminar dan Workshop kepariwisataan, Tourism Tour, Industrial Visit, Courtesy Call Government, Pekan Wisata dan Budaya, Outbond, dan NgeVlog bareng,” jelas Ramli, Sabtu (20/7).

Ditambahkan, kegiatan ini akan dilaksanakan selama empat hari, mengundang dua pasang duta wisata se-Kabupaten/Kota Kalimantan Timur. Even tahunan ini dapat memanfaatkan generasi muda yang merupakan generasi millenial di masing-masing daerah. (Diskominfo/Lely)

Pawai Budaya Sambut Perhelatan PEDA X KTNA 2019

Berau – Camat Teluk Bayur Nazarudin melepas pawai budaya Pekan Daerah (PEDA) X Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)  Kaltim tahun 2019 yang diikuti ratusan murdi SD/MI, SMP/MTS dan SMA/MA serta PKK Kampung Labanan Jaya dan Labanan Makmur, di Kecamatan Teluk Bayur, Kamis (18/7).

“Sebagai tuan rumah, kita sambut tamu dari sepuluh kabupaten/kota di Kaltim dengan baik. Ayo dukung pelaksanaan Peda KTNA ini,” ucap Nazarudin didampingi Kepala Kampung Labanan Jaya Rohmat Kholis dan Kepala Kampung Labanan Makmur Mufidz Datu Dahlan.

Ditambahkan, kedatangan petani dan nelayan ini diharapkan membawa berkah bagi daerah. Terutama kegiatan bidang pertanian yang dilakukan selama ini terus berkembang dan meningkat.

“Saya bersyukur atas dipercayakannya Kecamatan Teluk Bayur khususnya dua kampung Labanan Jaya dan Labanan Makmur atas penyelenggaraan Peda KTNA. Semoga petani nelayan kita semakin maju,” harap Nazar.

Diketahui, pelaksanaan kegiatan berlangsung selama enam hari mulai 20-25 Juli. Hadir jajaran Muspika Kecamatan Teluk Bayur dan jajaran Muspikam Labanan Jaya dan Labanan Makmur. (Diskominfo – Rzk)

Kreatif, Medsos Jadi Wadah Promosi Pariwisata

Tenggarong – Media sosial menjadi salah satu media bagi anak muda berkreasi dan berinovasi. Salah satunya menjadi tempat promosi khususnya pengembangan pariwisata daerah. Teruna Dara Kutai Kartanegara memanfaatkan hal ini untuk mempromosikan potensi wisata daerahnya.

Konten Kreator Aldi Riandana mengatakan kecanggihan teknologi sekarang ini harus mampu dimanfaatkan anak muda kreatif  memaksimalkan penggunaan media sosial.

“Instagram menjadi media sosial yang paling banyak digandrungi generasi millenial beberapa tahun belakangan ini,” jelas Aldy, Selasa (16/7).

Ditambahkan, bukan hanya sekedar mengunggah foto atau video namun harus membuat konten yang diunggah menarik untuk diliat warga internet (netizen). Dimulai pengambilan objek, tone warna, presisi objek, durasi (video). Bahkan makna objek yang dicantumkan menjadi hal vital saat diunggah ke medsos.

“Tentunya sebagai millenial memiliki tugas mempromosikan pariwisata daerah. Teruna Dara harus mampu memaksimalkan dan bijak dalam penggunaan medsos,” tukasnya.

Diharapkan, banyaknya cara melakukan promosi menjadikan pariwisata daerah khususnya Kutai Kartanegara lebih dikenal tidak hanya dimata lokal melainkan Internasional. (Diskominfo/Lely)

Mufidah Kalla Ajak Dekranasda Kaltim Dorong Pengrajin Lokal

Samarinda — Mufidah Jusuf Kalla mengajak Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) serius menggandeng pengrajin Usaha Kecil Menengah untuk menggali potensi kerajinan. Juga, memotivasi dan mendorong pengrajin lokal menghasilkan kerajinan berkualitas dan memiliki daya saing tinggi.

“Saya harap peran Dekranasda Kaltim terus ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia untuk mengembangkan produk kerajinan berdaya saing sehingga laku di pasaran,” sebutnya saat memberi sambutan pada Kunjungan Kerja Dekranas ke Kaltim di Ballroom Hotel Senyiur Samarinda, Senin (15/7).

Menurut istri orang no 2 di Indonesia itu, berbagai kendala masih dihadapi industri kerajinan mikro kecil hingga menengah. Trutama dalam hal permodalan, permasaran, teknik produksi dan lain-lain. Sementara itu persaingan pasar global semakin ketat, sehingga perluk upaya nyata mendorong pengrajin lebih giat lagi. 

Selain itu, lanjutnya, faktor utama yang menentukan produk kerajinan adalah desain. Maka, pelatihan-pelatihan khususnya bidang desain sangat penting guna mengikuti tren berkembang. Peningkatan kreatifitas dan inovasi perlu dilakukan namun tetap memperhatikan identitas tradisional. Seperti motif khas Kaltim agar nuansa warisan budaya tetap harmoni dengan kekinian sehingga tetap diminati dan memiliki daya saing di pasar global. 

“Dalam hal ini Saya harap Dekranasda selalu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti dinas terkait, BUMN dan juga TP PKk. Semoga Dekranas dan Dekranasda semakin berperan untuk kemajuan bangsa melalui pengembangan dan pembinaan produk kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat,” tuturnya. (Diskominfo/Cht)

Dekranas Serahkan Bantuan di Kaltim

Samarinda — Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla Mufidah melakukan kunjungan kerja ke Kaltim. Di kesempatan itu, diserahkan bantuan Program Dana Bergulir, Bantuan Kredit Usaha Rakyat, wirausaha pemula yang didukung Modal Awal Usaha (Start up Capital), Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) dan Hak Cipta Kementerian Koperasi dan UKM. Selain itu, dirinya juga menyematkan sertifikasi hak cipta produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Penyematan sertifikasi ini untuk melindungi para UKM di daerah mengingat daerah sangat rentan untuk saling klaim hak intelektual terkait Usaha Kecil menengah ini,” ucapnya Ballroom Hotel Senyiur Samarinda, Senin (15/7).

Dikatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai pembinaan dan pengembangan industri kerajinan, dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia bidang manajemen usaha. 

“Dekranas sebagai mitra pemerintah melakukan berbagai program dan kegiatan membina dan mengembangkan UKM kerajinan di wilayah nusantara. Tentunya Dekranas bersinergi dengan kementerian terkait dan dewan kerajinan daerah,” imbuhnya.

Mufidah didampingi istri Wakil Presiden ke-6 RI Tuti Try Sutrisno dan istri Wakil Presiden ke-11 Herawati Boediono. Kunjungan sekaligus memperkuat sinergi kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dekranas serta Tim Penggerak PKK. (Diskominfo/Cht).

 

 

Berita Foto : Pemberian Bantuan Ketua Dekranas Kepada UMKM Kaltim

Pemilik Mangsi Coffee I Made Windu Segara Senet memberikan ilmu tentang bisnis pada acara Sinergi program kegiatan Kementrian Koperasi dan UKM dengan Dekranas dan TP PKK di Ballroom Hotel Senyiur Samarinda, Senin (15/7).

 

I Made Windu Segara Senet sharing tentang hak cipta dengan pengerajin lokal asal Kaltim.

 

Petani gula aren asal Samarinda menjadi narasumber tentang kemasan memikat pembeli.

 

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) Hj. Mufidah Jusuf Kalla memberi bantuan kepada pengrajin UMKM di Kaltim.

 

Hj. Mufidah Jusuf Kalla (kebaya hijau) berfoto bersama penerima bantuan.

 

Hj. Mufidah Jusuf Kalla mengalungkan tanda peserta.

 

Lima pria memamerkan pakaian khas bermotif sarung Samarinda.

 

Para model memeragakan pakaian bermotif sarung Samarinda.

 

Hj. Mufidah Jusuf Kalla memantau kerajinan khas Samarinda di pelataran Ballroom Hotel Senyiur Samarinda.

 

Hj. Mufidah Jusuf Kalla memantau kerajinan khas Samarinda di pelataran Ballroom Hotel Senyiur Samarinda.