Foto Welcome Dinner Rakor Bidang Pariwisata Di Bontang

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi didampingi Walikota Bontang Neni Moerniaeni bersama Duta Wisata Indonesia saat Welcome Dinner Rakor Bidang Pariwisata Se-Kaltim Tahun 2019.Kegiatan dilaksanakan 18 – 20 Februari 2019.

Hadi Mulyadi bernyanyi bersama Neni Moerniaeni.

Ber-welfie bersama Bunda Neni selepas acara Welcome Dinner.

Duta Wisata Indonesia ini merupakan putra dan putri daerah asal Kutai Timur.

Larangan Keras Karapas Penyu Sisik Sebagai Aksesoris

BERAU — Buah tangan menjadi hal yang ditunggu ketika usai bepergian. Buah tangan yang menarik biasanya berupa barang unik dan antik asli daerah dan tidak ditemukan di tempat lain.

Salah satunya aksesoris yang berasal dari karapas penyu sisik di Kabupaten Berau. Berbagai cinderamata dijual dalam berbagai bentuk aksesori, seperti gelang, mata kalung dan cincin dengan harga yang bervariasi, mulai Rp 5.000 hingga Rp 70.000 per item.

Namun menjadi hal yang sangat disayangkan, ketika asesoris itu berbahan baku karapas penyuk sisik. Ini menjadi permasalahan yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau mengingat penyu sisik menjadi spesies terancam punah dan dimasukan daftar merah dalam International Union of Concervation for Nature (IUCN).  

Wakil Bupati Agus Tamtomo akan memberikan sanksi pidana baik kepada penjual maupun pembeli cinderamata berbahan baku kerapas sisik penyu itu.

“Pedagang dan pembuat telah membuat kesepakatan untuk menghentikan pemanfaatan kerapas sisik penyu,” jelas Agus.

Hal ini tentunya menjadi peringatan keras bagi seluruh pedagang untuk tidak memperjualbelikan buah tangan yang berpotensi merusak keberlangsungam hidup spesies yang ada di Berau.

Karena seperti yang pernah terjadi, telur penyu asli dari Kabupaten Berau pun pernah menjadi oleh-oleh yang digemari tidak hanya wisatawan lokal tetapi juga wisatawan yang datang dari luar kota bahkan luar negeri.

Akibatnya, spesies penyu sebagai salah satu hewan yang memiliki rumah di Kabupten Berau tepatnya di berbagai pulau yang ada di Kabupaten ini seperti Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki dan lain sebagainya akan semakin terancam punah.

Harapannya, hal ini menjadi pembelajaran terkhusus bagi masyarakat lokal yang bermukim untuk ikut andil dalam melestarikan penyu sebagai satwa yang dilindungi di Kalimantan Timur. (DISKOMINFO/Lely)

7 November Ditetapkan Sebagai Hari Wayang Nasional

SAMARINDA—Presiden Jokowi telah menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional.

Keputusan itu tertuang dalam Keputusan presiden (Keppres) Nomor 30 Tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional.

Keppres ini terbit atas pertimbangan, wayang telah tumbuh dan berkembang menjadi aset budaya nasional yang memiliki nilai sangat berharga dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa Indonesia.

Pun dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap wayang Indonesia, maka pemerintah memandang perlu menetapkan Keputusan Presiden tentang Hari Wayang Nasional.

“Menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional,” bunyi diktum KESATU Keppres tersebut, seperti dilansir laman Kementerian Sekretariat Kabinet, Kamis (3/1/2019).

Ditegaskan dalam Keppres tersebut, Hari Wayang Nasional bukan hari libur.

“Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” bunyi diktum KETIGA Keppres Nomor 30 Tahun 2018, yang telah ditetapkan di Jakarta pada tanggl 17 Desember 2018. (Diskominfo/Rey)

Sumber : https://nasional.kompas.com

Tenun Ulap Doyo Ekspresi Karya Sang Seniman

Samarinda–Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur turut berkontribusi dalam mengangkat tenun Ulap Doyo yang telah ditetapkan  sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional sejak 2013. Warisan kain tenun ulap doyo ini tentunya menjadi kebanggan masyarakat suku dayak saja melainkan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.


Pengerajin Tenun Ulap Doyo sedang memintal daun doyo untuk dijadikan benang.

Hal ini terkait dengan keikutsertaan pengrajin tenun ulap doyo dalam ajang New York Now pada bulan Agustus 2018 lalu. Ini tentunya menjadi kebanggaan dan bukti bahwa tenun ulap doyo memenuhi kriteria untuk ikut serta dalam event Internasional.

Pengerajin Tenun Ulap Doyo melakukan proses pewarnaan

Tenun Ulap Doyo merupakan seni menenun kain dari suku Dayak Benuaq di Tanjung Isuy, Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur. Disebut Doyo karena bahan utamanya adalah serat Daun Doyo. Daun Doyo dipilih sebagai bahan tenun karena seratnya yang kuat untuk dijadikan benang. Perempuan suku Dayak Benuaq membuat tenun dalam bentuk pakaian, tas, kemeja, celana, dompet, dan lain sebagainya.

Hasil karya seniman Ulap Doyo yang dijadikan tas

Tenun Ulap Doyo sudah terkenal sejak masa Kerajaan Kutai, yang pada saat itu masih berlaku pembedaan sosial berdasarkan kelas dan strata. Berdasarkan usia Kerajaan Kutai dan kondisi masyarakat kala itu yang beragama Hindu, Tenun Ulap Doyo diperkirakan telah ada dan berkembang sebelum abad ke-17. Dahulu, motif Tenun Ulap Doyo bisa dijadikan pertanda/ciri atau identitas sosial sesorang.

Tenun Ulap Doyo merupakan salah satu wujud ekspresi dari keyakinan masyarakat suku Dayak Benuaq, di Kalimantan Timur. Tenun Ulap Doyo dapat digunakan oleh laki-laki maupun perempuan dalam acara adat, tari-tarian, dan dalam kehidupan sehari-hari suku Dayak Benuaq. Tenun Ulap Doyo yang dikenakan sehari-hari berwarna hitam, sedangkan Tenun Ulap Doyo yang berwarna-warni dan bermotif digunakan dalam upacara-upacara adat. Penggunaan motif dan ragam hias memiliki nilai estetika dan nilai fungsional yang bersifat rohaniah.

Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur melakukan MoU dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk pengembangan komuditas unggulan dan ekonomi kreatif Ulap Doyo.

Motif naga melambangkan kecantikan seorang wanita, motif limaratau perahu melambangkan kerjasama, motif timang atau harimau melambangkan keperkasaan seorang pria, motif tangga tukar toray atau tangga rebah bermakna melindungi usaha dan kerjasama masyarakat, dan berbagai motif yang lain.

14 Model memamerkan hasil karya designer asal Kaltim pada acara Fashion Festival 2018 “The Art Of Ulap Doyo”.

Penggunaan warna juga mengandung makna simbolik tertentu. Misalnya, warna hitam pada daster dan sarung atau kain panjang artinya adalah pemakainya memiliki kemampuan dalam menolak sihir hitam (sihir jahat). Jika pada warna hitam tersebut terdapat garis-garis putih, maka menandakan bahwa pemakainya dapat mengobati segala bentuk sihir dan juga dapat mengobati segala bentuk penyakit. (diskominfo/tp)

Penabalan Putra Mahkota Sebagai Sultan XXI Ing Martadipura

KUKAR — Setelah meninggalnya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX Sultan Haji Adji Muhammad Salehuddin II, tepat pada tanggal 15 Desember mendatang bertempat di Keraton Kesultanan (Museum Mulawarman) akan dilakukan penabalan (penobatan) Putera Mahkota Haji Adji Pangeran (HAP) Praboe Anoem Soerya Adiningrat sebagai Sultan yang ke 21.

Dalam rangkaian acara tersebut juga akan dilakukan pesta rakyat yang berisi pentas seni rakyat khas Kutai Kartanegara, pameran benda-benda pusaka serta kuliner gratis yang terdiri dari berbagai makanan tradisional khas Kota Raja Tenggarong.

Ini akan menjadi satu lagi keberagaman budaya yang dimiliki oleh Kalimantan Timur karena Kerajaan Kutai adalah kerajaan bercorak hindu yang merupakan kerajaan yang memiliki bukti sejarah tertua di Indonesia.

Diharapkan masyarakat Kaltim dapat berbondong-bondong untuk turut serta menyaksikkan momentum bersejarah ini. (DISKOMINFO/Lely)

Tenun Ulap Doyo Sebagai Kebanggaan Kalimantan Timur

SAMARINDA – Saat Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2017 tanggal 9 Agustus lalu, Deputi IV Bidang Sosial Budaya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Mina Susana Setra mengatakan perlindungan terhadap kain tradisional berarti melindungi identitas suatu bangsa. Di kesempatan yang sama, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan KEMDIKBUD menetapkan 594 warisan budaya tak benda. Dari 33 kain tradisional salah satunya adalah tenun ulap doyo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kertanegara Sri Wahyuni mengatakan ini merupakan kebanggaan bukan hanya masyarakat suku Dayak Benuaq saja melainkan kebanggaan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

“Sehingga perlu menjadi pemahaman agar warisan kebudayaan berupa kain tenun ini dapat dilestarikan terlebih diera milenial ini,” ujar Sri pada Talkshow Bank Indonesia Fashion Fest 2018. Kegiatan ini membahas Fashion Modern Berbahan Kain Tradisional bertempat di Atrium Big Mall Samarinda, Sabtu (1/12). Hadir juga narasumber Fashion Designer Vivi Zubedi asal Jakarta

Ditambahkan, Kabupaten Kutai Kartanegara dalam hal ini Dinas Pariwisata Kab.Kukar terus mensosialisasikan tenun ulap doyo melalui berbagai program. Juga melakukan branding agar tenun ini tidak hanya diminati masyarakat lokal melainkan juga mancanegara.

“Harapan besar kain tenun tradisonal sebagai kekayaan Kalimantan Timur dapat menjadi ikon sehingga meningkatkan daya tarik akan sektor pariwisata,” harap mantan Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar itu. (DISKOMINFO/Lely)

 

 

Festival Mahakam Tahun 2018, Masuk Nominasi 100 event Wonderful Of Indonesia

Samarinda—Genderang tanda dibukanya acara Festival Mahakam 2018 sudah dibunyikan. Acara dibuka dengan tarian pesisir serta tarian pedalaman adat Dayak Kalimantan Timur, Jum’at (2/11)tadi malam.

Turut hadir Gubernur Kaltim yang diwakilkan Arif Pranata,Syaharie ja’ang Walikota Samarinda beserta istri, Sekretaris Kota Sugeng Chairuddin,dan Kementerian Pariwisata beserta jajaran staf dilingkungan Pemprov maupun Pemkot.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Faisal Kepala Dinas Pariwisata kota Samarinda dalam sambutannya mengucapkan syukur atas terlaksananya acara yang menjadi salah satu fokus Budaya di Kaltim khususnya Samarinda.

“Dengan memohon ridho dan hidayah Allah SWT serta mohon doa restu pak Gubernur dan pak Walikota beserta seluruh lapisan masyarakat kota Samarinda, malam ini kami launching Festival Mahakam 2018 yang akan dilaksanakan tanggal 2-4 November nanti.” Ujarnya.

Festival Mahakam tahun ini mengusung titel “100 Wonderful Events Indonesia 2018”.

“Selalu ada acara yang baru dan juga acara yang selalu ditunggu masyarakat dalam setiap gelaran Festival Mahakam yang tahun ini untuk ke 18 kalinya ini, yang jelas tagline kami tahun ini adalah “3 Hari 30 Acara di Festival Mahakam” lanjut Faisal dengan penuh semangat.

Untuk acara baru yang unggulan tahun 2018 adalah “Parade 1000 Mandau” dan akan ada juga “Mandau Mini Expo” kemudian juga akan dilanjut dengan “Sejarah dan Ritual Mandau”lanjutnya.

“Ritual Mandau adalah sebuah simbolis prosesi acara adat mulai dari awal pembuatan Mandau hingga penyempurnaan Mandau menjadi sebuah alat yang bermanfaat bagi manusia.”tambahnya.

Kemudian, untuk pertama kalinya juga kami gelar “Borneo Adventure Off Road Lamin to Lamin” khusus untuk mobil offroad menjelajah beberapa kota di sekitar Samarinda dengan target mengunjungi beberapa Rumah Lamin yang ada.

Adapun rangkaian kegiatan yang akan terlaksana pada Festival Mahakam 2018, diawali dengan Pawai Budaya yakni
1. Parade 1.000 Mandau
2. Parade Budaya Nusantara
3. Parade Pencak Silat
4. Lomba Kirab Drum Band

Kemeriahan Festival Mahakam tentunya Tak lepas dari Panggung Musik selalu hadir di setiap gelaran Festival Mahakam. Ada yang berbeda genre musiknya. Ada pula yang sudah menjadi agenda tetap. Pada event 2018 ini, dipastikan usung lima genre musik.

Panggung Musik di Festival Mahakam 2018 akan hadir di dua tempat yang berbeda yakni di Amphiteather Tepian Mahakam dan di halaman Hotel Harris Samarinda. ” pastilah terasa sensasi bermain musik dan menonton musik di tepi Sungai Mahakam,” ungkap H. Muhammad Faisal, Ketua Panitia Pelaksana Festival Mahakam 2018 tutupnya.(Diskominfo/Rey)

Rekor Muri 2.230 Penari Hudoq Di Mahakam Ulu

MAHULUTari Hudoq sebagai tarian tradisional asal Provinsi Kalimantan Timur adalah tarian yang menggunakan topeng sebagai perwujudan dari  binatang, leluhur dan dewa. Tarian ini biasanya di tampilkan pada saat pembukaan lahan pertanian atau setelah menanam padi di ladang. Menurut kepercayaan masyarakat khususnya masyarakat Dayak, tarian ini merupakan ritual permohonan kepada Tuhan agar hasil pertanian dapat melimpah ruah.

 

Nama Tari Hudoq di ambil dari kata hudoq yang berarti menjelma. Maka dalam tarian ini penari menggunakan topeng sebagai perwujudan dari hewan atau hama yang di anggap merusak tanaman seperti, tikus, gagak, monyet, babi dan lain lainya. Selain itu ada ada juga topeng yang melambangkan burung elang yang di anggap sebagai pelindung serta memelihara hasil panen masyarakat Dayak dan ada juga topeng manusia yang di lambangkan sebagai para leluhur atau nenek moyang mereka.

 

Tari Hudoq sendiri menjadi tarian yang tidak asing lagi bagi masyarakat Kalimantan Timur, tidak terkecuali masyarakat yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu.  Hal tersebut bertepatan  dalam rangkaian acara Festival Hodoq Cross Border di Kabupaten termuda di Kalimantan Timur ini yang baru saja berhasil memecahkan Rekor MURI dengan peserta Tari Hudoq terbanyak yang jumlah 2.230 orang.

Dalam perayaan Festival Hudoq ini pemerinmtah Kabupaten Mahakm Ulu sangat berkomtmen dalam menumbuhkan kembali kebudayaan asli daerah guna meninmgkatkan keberagaman budaya yang ada di Mahakam Ulu. Selain itu dengan adanya Festival ini juga dapat memberikan nil;ai tambah bagi kebudayaan dan pembangunan didaerah ini.

 

Tentunya Festival ini telah menjadi salah satu agenda tetap yang diagendakan Kementerian Pariwisata untuk memancing para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Karen tidak hanya sebagai ajang promosi melainkan sebagai ajang dalam mengkampanyekan potensi wisata dan dalam pningkatan pendapatan asli daerah di Kabupaten Mahakam Ulu. (DISKOMINFO/Lely)

“PAMMI Diharap Memberi Kontribusi Dalam Pembangunan Nasional Kebudayaan Seni”

Samarinda – Pelantikan Dewan pimpinan daerah (DPD) Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Provinsi Kalimantan Timur resmi dikukuhkan, Selasa (16/10) kemarin di gedung Olah Bebaya komplek Lamin Etam, Samarinda.

Pengukuhan DPD PAMMI Provinsi Kalimantan Timur masa bakti 2017-2022 diantaranya DPC Bontang, DPC Kutim, DPC Balikpapan dan DPC Paser ini dilakukan oleh Ketua Umum PAMMI Indonesia, H. Rhoma Irama yang ditandai dengan penyerahan bendera organisasi kepada ketua Umum DPD PAMMI Provinsi Kalimantan Timur, Satrimo Wardoyo.

Foto DPD PAMMI Kaltim Bersama Ketua Umum PAMMI Indonesia di Gedung Olah Bebaya Komplek Lamin Etam

Staf Ahli Gubernur Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah, Yadi Robyan Noor dalam hal ini mewakili Gubernur Kaltim saat menyampaikan Sambutan, berharap agar pengurus yang baru dilantik dapat mengemban tugas dan amanah sebaik-baiknya sehingga PAMMI Kaltim dimasa mendatang bisa lebih berkualitas dan maju.

Roby juga mengajak jajaran PAMMI untuk terus mengembangkan potensi seni musik dangdut di daerah ini agar bisa dikembangkan dan dilestarikan, serunya.

Sementara Ketua Umum PAMMI Indonesia, Keberadaan PAMMI diharapkan memberi kontribusi signifikan dalam pembangunan nasional kebudayaan melalui seni, ungkap Rhoma dalam sambutannya.

“Bahwa musik bukan hanya sekedar alat untuk hura-hura, tetapi musik adalah salah satu media yang memiliki pertanggungjawaban terhadap Tuhan kepada manusia,” ujarnya.

Musik juga salah satu media untuk menyampaikan informasi, media yang efektif untuk menyatukan bangsa bahkan dunia.

Dengan musik bisa dijadikan sebagai media utama, paling tidak bermusiklah dengan etika, bermusiklah dengan orang bergenerasi baik sehingga saat ini bisa menjadi benteng budaya kita terhadap negara asing sesuai dengan nilai-nilai yang kita miliki di Indonesia. tutupnya.

Disamping itu Ketua DPD PAMMI Kaltim, kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur diharapkan mampu mensuport untuk artis-artis kita yang ada di Kaltim, selama ini tidak ternaungi mereka tidak terbaca, ternyata mereka itu berpotensi untuk di kancah Internasional, ucap Satrimo. (Diskominfo – Rzk)

Kutim Dan Samarinda Wakili Kaltim Di Pemilihan Duta dan Putri Pariwisata Tingkat Nasional

SAMARINDA— Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pariwisata Kaltim melaksanakan Grand Final Pemilihan Puteri pariwisata dan Duta Wisata Kaltim 2018 yang di gelar di Atrium Mahakam Bigmall Samarinda, Senin (15/10).

Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meliana mengatakan potensi pariwisata Bumi Etam perlu terus dipromosikan hingga level regional, nasional bahkan internasional. “Potensi wisata yang dimiliki Provinsi Kaltim harus terus di promosikan dan diperkenalkan kepada wisatan nasional dan internasional dengan sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk para Duta Wisata Kaltim,” kata Meiliana.

Ditambahkan, Putri Pariwisata dan Duta Wisata bukan harus hanya memiliki daya tarik atau pesona kecantikan fisik, tetapi harus juga didukung dengan kemampuan komunikasi serta pengetahuan, karena mereka memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan potensi wisata Kaltim sebagai duta daerah. “Selain itu Putri Pariwisata dan Duta Wisata juga dapat meningkatkan image positif daerah dan bangsa serta menjunjung tinggi kearifan lokal,” kata Meiliana.

Sementara Asisten Ekonomi dan Administrasi Pembangunan yang juga dipercaya menjadi Plh Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, H Ihcwansyah menjelaskan grand final ini diikuti 27 peserta yang merupakan perwakilan dari 7 kabupaten/kota. Sementara Kabupaten Berau, Paser dan Mahulu tidak mengirimkan wakilnya.
Ditambahkan Ichwansyah Puteri Pariwisata dan Duta Wisata Kaltim yang terpilih nanti akan mewakili Kaltim pada pemilihan Puteri Pariwisata dan Duta Wisata Tingkat Nasional. “Ajang pemilihan ini merupakan sarana pengembangan potensi bakat, kreativitas, kecerdasan pada generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan aktif dalam mempromosikan kekayaan seni budaya dan pariwisata Kaltim,” kata Ichwansyah.

Sebelumnya para finalis telah melalui beberapa penilaian dan telah dikarantina. Seluruh peserta akan dinilai oleh tim juri sebelum ditetapkan menjadi Puteri Pariwisata dan Duta Wisata Kaltim 2018. Tampak hadir Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda Muhammad Faisal dan pimpinan organisasi perhotelan, travel serta para seniman dan budayawan Kaltim.

Grand Final Duta dan Putri Pariwisata Kaltim 2018

Puncak acara Grand Final terjadi pada malam hari pukul 21.00 WITA. Muhammad Siddiq Ar Rozaq La Side yang berpasangan dengan Uci Zahra Fani, dari Kabupaten Kutai Timur berhasil menjadi Duta Wisata Kaltim 2018.

Sedangkan gelar Putri Pariwisata Kaltim 2018 jatuh kepada Andi Natasha Priyanka Jonsen Simanjuntak dari Kota Samarinda, yang mengalahkan finalis lainnya yaitu Novia Fransisca Supramono dari Balikpapan dan Winda Pratama Putri dari Kutai Timur.

Duta Wisata yang berlomba sebanyak delapan pasang putra dan putri dari tujuh kabupaten/kota yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur , Penajam Paser Utara, Kutai Barat, dan Kota Bontang masing-masing satu pasang serta Kota Samarinda dan Balikpapan masing-masing dua pasang.

Sedangkan Putri Pariwisata diikuti delapan orang dari tujuh kabupaten/kota di Kaltim yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Kutai Barat, dan Kota Bontang masing-masing satu orang dan Kota Samarinda dan Balikpapan mengikutsertakan dua orang wakilnya.

“Adapun kabupaten yang tidak mengirimkan wakilnya tahun ini yaitu Kabupaten Mahakam Ulu, Paser dan Berau,” ucap Ichwansyah.

Dengan kemenangan Muhammad Siddiq dan Uci Zahra Fani serta Andi Natasya Priyanka ini, mereka berhak mewakili Kaltim dalam ajang serupa di tingkat nasional di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata. (Diskominfo/Rey)