Wagub : Perlu Tingkatkan Kepedulian Pada Orang Kesusahan

Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi hadir pada acara Halalbihalal dan Sarasehan alumni perkebunan Kaltim di Samarinda, Senin (17/6).

Di kesempatan itu, Hadi memberi tausiah kepada undangan dan pegawai yang hadir. Dirinya mengingatkan kebersihan hati dan meningkatkan kepedulian pada orang yang mengalami kesusahan.

“Pertemuan ini selain menguatkan silaturahmi dan juga menjadi sarana komunikasi diantara insan perhubungan. Bangun kepedulian, kekompakkan dan kebersamaan agar hubungan terjalin semakin bermakna,” tambah Hadi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan ini ada kesempatan untuk memperkokoh jaringan silaturahmi perkebunan.

“Semoga dinas perkebunan mempu memberi contoh silaturahmi tidak berhenti walaupun sudah pensiun. Dinas perkebunan memerlukan SDM yang berkualitas agar sektor perkebunan di Kaltim selalu menyumbangkan PAD untuk daerah kita,” jelas Ujang.

Acara diselingi pemberian cinderamata kepada mantan kadis perhubungan dan para penggiat sektor perkebunan Kaltim oleh operasi pegawai Dinas Perkebunan Kaltim.

Sebagai informasi, perkembangan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur mempunyai sejarah cukup panjang. Dimulai dibentuknya Kantor Karet Cabang Kalimantan Timur pada tahun 1952 dan Yayasan Karet Kalimantan Timur (cabang Kalimantan Selatan) tahun 1957. Kedua lembaga ini kemudian digabung menjadi Dinas Karet pada tahun 1963 dan memasuki awal Pelita I (April 1969) diubah menjadi Dinas Perkebunan Rakyat Kalimantan Timur.

Pada perkembangan selanjutnya melalui Perda Nomor 06 tahun 1978 disempurnakan dengan Perda Nomor 06 tahun 1984 menjadi Dinas Perkebunan Provinsi Dati I Kalimantan Timur. Melalui Surat Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 03 dan Nomor 16 tahun 2001, Dinas Perkebunan Kaltim kembali mengalami perubahan. Kemudian struktur organisasi Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur disempurnakan melalui Perda Nomor 04 tahun 2003 dan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 03 tahun 2004. (diskominfo/tp)

 

Wagub : Besarnya Bangsa Indonesia Dengan Keanekaragaman Budaya

Samarinda – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) setiap tanggal 20 Mei memiliki makna tersendiri. Tahun 2019 ini Peringatan Harkitnas mengangkat tema Bersatu untuk Bangkit dengan berbagai macam harapan untuk Bangsa Indonesia.

Saat memimpin Upacara Peringatan Harkitnas di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan besarnya Bangsa Indonesia ini dengan keanekaragaman budaya, Senin (20/5).

“Bangsa ini adalah bangsa yang besar, yang mampu menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam gotong royong” ujarnya.

Dia juga menerangkan keragaman merupakan kondisi kehidupan masyarakat dan kekayaan bangsa Indonesia. Perbedaan seperti itu ada pada suku bangsa, agama, ras, serta budaya.

“Pemerintah harus bisa mendorong keberagaman tersebut menjadi suatu kekuatan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju Indonesia yang lebih baik,” tambah Hadi.

Dia juga menambahkan semangat persatuan dangotong royong telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara. Ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan kearifan yang mengutamakan persatuan di seluruh suku, adat, dan budaya Indonesia.

“Sejatinya jiwa gotong royong bukanlah semangat yang sudah renta. Sampai kapanpun semangat ini senantiasa relevan bahkan semakin mendesak sebagai tuntutan zaman yang sarat berbagai perubahan,” tambahnya. (Diskominfo/dir)

KEE Penting Bagi Keanekaragaman Hayati

Samarinda – Gelar wicara pembelajaran dan pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Wehea-Kelay di Kalimantan Timur berlangsung di Pendopo Odah Etam. Kegiatan dibuka Gubernur Kaltim diwakili Plt. Sekda Meiliana, Rabu (15/5).

“Kita patut bersyukur keberadaan KEE Wehea Kelay hingga kini tetap eksis sejak tahun 2016. Kawasan ini penting untuk tempat berbagai keanekaragaman hayati tumbuhan dan hewan,” tutur Meiliana.

Ditambahkan, Provinsi Kaltim bekerja sama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), The Nature Concervancy (TNC), lembaga adat Wehea dan sektor swasta bersepakat mengelola kawasan koridor orangutan seluas 532.143 hektar di bentang alam Wehea-Kelay Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur.

“Saat ini Kita sudah mempunyai garis besar ilmiah yang cukup kuat tentang potensi KEE Wehea Kelay. Ini dapat digunakan untuk menyusun rencana dan strategi baru yang bisa mensejahterakan masyarakat dan semua pihak,” tambah mantan Pj Walikota Samarinda itu.

Beberapa fungsi penting lain kawasan ekosistem itu adalah potensi keanekaragaman hayati yang tinggi dan merupakan penghubung dua atau lebih kawasan konservasi, koridor satwa liar dan tempat habitat spesies penting serta langka. Juga sebagai kawasan penyangga konservasi, jasa lingkungan dan nilai budaya.

Sebagai upaya menguragi potensi konflik manusia dengan orangutan dan satwa liar lain, KLHK telah menyiapkan beberapa kebijakan dan program. Salah satunya pengelolaan khusus ekosistem di luar kawasan konservasi yang secara ekologis penting bagi konservasi aneka ragam kehidupan hayati. (diskominfo/tp)

Volume Sampah di Samarinda Meningkat Selama Ramadhan

Samarinda — Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Nurrahmani menyebut selama bulan Ramadhan ada peningkatan volume sampah di Samarinda hingga 100 ton per hari. Jika pada hari biasa DLH mengangkut 601 ton maka selama bulan Ramadhan ini, DLH mengangkut 700 ton lebih sampah. Meningkatnya volume sampah ini, disebabkan berubahnya pola konsumsi masyarakat.

“Kalau peningkatan selama bulan puasa ini mencapai 100 ton per hari. Seringkali pada berbuka puasa, konsumsi makanan masyarakat bertambah dibanding biasanya. Pada saat puasa terlalu banyak membeli makanan, yang pada akhirnya tidak termakan sehingga menjadi sampah organik,” ungkap Nurrahmani di ruang kerjanya, Senin (13/5).

Dirinya menjelaskan meski ada peningkatan sampah namun pihaknya terus mengerahkan semua personil dengan 4 shift agar sampah dapat diangkut dan tidak tersisa.

“Untuk mengantisipasi, Kami membuat 4 shift agar semua sampah di Samarinda terangkut dan tidak sampai menimbulkan bau yang cukup lama,” katanya.

Nurrahmani mengajak warga Samarinda untuk membuang sampah tepat waktu yaitu pukul 18.00 sore hingga 06.00 pagi  Juga membuang sesuai tempatnya agar memudahkan petugas mengangkut sampah.

“Yang harus diperhatikan warga tidak parkir kendaraan di badan jalan yang selama ini banyak terjadi sehingga tidak menyulitkan petugas dalam membersihkan,” ucapnya. (Diskominfo/Cht)

 

Duta Wisata Ajak Masyarakat Cintai Pariwisata

SAMARINDA – Pemilihan Duta Wisata menjadi salah satu ajang bergengsi pembinaan generasi muda berpotensi sebagai pelopor pariwisata. Sektor ini memiliki pengaruh besar dalam peningkatan devisa negara sebagai sumber daya alam terbaharukan.

Pemenang Duta Wisata Putri Kota Samarinda Tahun 2019 Erika Christiana menyampaikan ini merupakan kesempatan memperluas wawasan dan mengasah komunikasi menjelaskan kepada publik tentang pariwisata.

“Dengan bekal daya tarik, bakat, dan status sebagai Duta Wisata maka menjadi pelopor dalam mengajak masyarakat memahami dan mencintai dunia pariwisata,” ucap Erika di Samarinda, Sabtu (6/4).

Ditambahkan, sebagai generasi milenial media sosial menjadi sarana penting menyampaikan aspirasi dan jendela membangun citra daerah. Salah satunya promosi berbagai tujuan pariwisata. Sehingga ini menjadi tugas dan tanggungjawab tidak hanya duta wisata saja melainkan masyarakat Samarinda.

“Terkhusus para generasi muda dalam mencintai serta melestarikam pariwisata sebagai warisan dan sejarah yang harus terus dikembangkan,” ujar Erika. (Diskominfo/Lely)

Menpar Harap Kaltim Miliki KEK Pariwisata

Samarinda – Pariwisata diperuntukkan bagi kegiatan yang mendukung penyelenggaraan hiburan, rekreasi, pertemuan, pameran dan kegiatan lain. Dampak perekonomian di sektor ini merupakan dirasakan paling baik, karena berdampak positif ke masyarakat.

Koordinasi pengembangan kawasan pariwisata wilayah Kaltim dengan tema Create Creator Milenial dalam Pariwisata di Era Industri 4.0 digelar di Ballroom Hotel Swissbell Samarinda, Sabtu (30/3).

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat sambutan membuka kegiatan mengharapkan Kaltim memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Indonesia, terutama Kaltim, memiliki kekayaan alam dengan keanekaragaman jenis wisata alam kelas dunia.

Atraksi wisata alam tersebut meliputi daya tarik echowisata, pulau-pulau kecil serta danau dan gunung tersebar di seluruh wilayah yang berpotensi dikembangkan. Kekayaan budaya yang tinggi dan beranekaragam juga menjadi potensi tinggi untuk dilestarikan melalui pembangunan pariwisata Indonesia.

“Berdasarkan pengalaman saya cara ini (KEK Pariwisata) paling cepat membangun pariwisata secara sistematik,” ungkap Arief.

Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan banyak potensi wisata Kaltim yang belum dikembangkan. Padahal ini memberikan dampat ekonomi yang baik jika dikelola dengan optimal.

“Selain keindahan alam dan seni budaya di kabupaten/kota, kuliner Kaltim juga beraneka ragam serta memiliki bentuk dan rasa khas. Ini daya tarik menuju destinasi wisata unggulan nasional bahkan mancanegara,” jelas Hadi.

Acara ini dihadiri Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifuddian, Plh Kadis Pariwisata Kaltim Ahmad Herwansyah dan Kadis Pariwisata Kutai Kartanegara Sri Wahyuni. (diskominfo/tp)

Sunset di Tepian Mahakam

Samarinda – Menikmati matahari terbenam menjadi pilihan sebagian orang melewati waktu sore hari. Hal itu bisa diminati dengan fasilitas kapal wisata yang mengajak pengunjung berkeliling.

Ipid, sering disapa Chiel Iped, merupakan salah seorang penggagas ide kapal wisata. Setiap akhir pekan banyak pengunjung ingin menikmati senja di kapal. Selain itu, banyak juga pekerja kantoran yang mengadakan pertemuan dengan suasana berbeda.

“Senang sekali Samarinda memiliki satu objek wisata yang dikembangkan. Tentunya Pemerintah harus melihat peluang besar ini,” jelas Chiel Iped, belum lama ini.

Ditambahkan, perlu beberapa buah kapal wisata yang ditunjang sarana pra-sarana memadai. Ini agar dapat menggugah minat pengunjung melihat pemandang Kota Samarinda dengan cara berbeda.

Dimulai Dermaga Pasar Pagi, pengunjung cukup membayar Rp.50.000- per orang untuk sekali trip. Setelah itu pengunjung naik kapal dan memilih tempat duduk. Biasanya dek bagian atas menjadi tempat favorit untuk mengabadikan foto maupun melihat pemandangan.

Pengunjung diajak berkeliling dan menikmati pemandangan Kota samarinda. Kantor Gubernur, Islamic  Center, Jembatan Mahakam dan Jembatan kembar, BigMall serta Jembatan Mahulu adalah beberapa tempat terkenal di Samarinda yang dapat dilihat melalui kapal ini.(diskominfo/lely)

 

Hetifah Terus Perjuangkan Destinasi Pariwisata Kaltim

Samarinda – Kaltim memiliki potensi budaya dan pariwisata yang tak kalah menariknya dengan daerah lain di Indonesia. Hampir 90 persen objek wisata disediakan alam Kalimantan, dan 10 persen lainnya buatan untuk mendukung kepariwisataan di daerah ini. Tetapi, potensi pariwisata tersebut dirasa harus dikembangkan lagi.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengungkapkan jika Kaltim belum masuk sepuluh besar destinasi pariwisata Nasional yang dikembangkan. Namun hal ini tidak mengurangi niatnya untuk terus mengembangkan pariwisata. Menurutnya, potensi Kaltim tak kalah dengan daerah yang masuk sepuluh besar Nasional.

“Kita punya banyak objek wisata baru. Itu yang jadi prioritas saat ini. Kita sedang berjuang bagaimana regional Kalimantan ini khususnya Kaltim tidak dipandang sebelah mata oleh pusat,” katanya baru-baru ini.

Hetifah menyebut, walaupun tidak masuk destinasi wisata prioritas nasional, Kaltim memiliki keunggulan tersendiri. Sekarang tinggal bagaimana sumber daya manusianya memanfaatkan hal tersebut.

“Kaltim sebenarnya punya banyak potensi khususnya nature based, culture based, dan ekowisata. Bahkan bukan tidak mungkin inovasi-inovasi seperti recycle tourism atau wisata yang tidak ada di tempat lain. Atau wisata religi yang sebenarnya tidak kalah dengan yang lain,” pungkasnya. (Diskominfo/Cht)

 

PraKarantina, Finalis Duta dan Puteri Pariwisata Bersih Sungai

SAMARINDA – Pemilihan Duta wisata Samarinda 2019 dan Puteri Pariwisata Samarinda akan digelar pada 30 Maret 2019 bertempat di ballroom Hotel Aston Samarinda. Sebelum Malam Grand Final, ke-45 finalis yang terdiri dari 30 finalis Duta wisata dan 15 finalis Puteri Pariwisata akan melakukan Pra-Karantina dan Karantina.

Pra-karantina diisi dengan melakukan aksi nyata sapta pesona. Yaitu membersihkan sampah di sekitar Sungai Karang Mumus. Ini mengingat Sungai Karang Mumus sebagai salah satu ikon kota Samarinda yang harus dijaga keindahannya yang merupakan satu dari ketujuh unsur sapta pesona.

Menurut Jennifer Thio sebagai Finalis Puteri Pariwisata Samarinda 2019 menyampaikan kata Bersih menjadi hal terpenting dalam terciptanya pembangunan maju dan berkembang melalui sektor pariwisata.

“Bersih itu adalah singkatan. Berani, Elok, Respek, Simpati, Indah dan Hidup,” ucap Jen sapaan akrab Jennifer Thio, belum lama ini ketika ditemui di atas Kapal Wisata Sungai Mahakam.

Diejelaskan Jen, konsep Berani adalah berani bersaing dengan kota besar lain. Elok berarti bersih maka akan menikmati keELOKkan yang dipandang mata. Lalu Respek, memiliki rasa tanggung jawab, Simpati artinya peka yang sedang terjadi dan cepat tanggap dalam berbagai kondisi.

“Untuk Indah artinya melihat keindahan saat masyarakat mampu menjadikan bersih syarat utama dalam majunya pariwisata. Dan Hidup adalah bersih menjadi penentu kehidupan pariwisata daerah,” pungkasnya (DISKOMINFO/Lely)

Balikpapan Gelar Pawai Budaya

BALIKPAPAN – Pawai Budaya digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Balikpapan ke-122. Kegiatan dilaksanakan karena Kaltim dikenal sebagai miniatur Indonesia. Berbagai suku budaya hidup damai dan rukun di provinsi dengan 10 Kabupaten/Kota ini.

Walikota Balikpapan Rizal Effendy menyebutkan pagelaran ini dilaksanakan untuk menampilkan keanekaragaman kultur budaya yang hidup berdampingan di Kota Balikpapan.

“Partisipasi masyarakat dari berbagai suku dan budaya di Balikpapan sungguh luar biasa sehingga membuat pagelaran ini sangat meriah,” ujar Rizal.

Tentunya even seperti ini menjadi salah satu acara wajib yang dilaksanakan setiap peringatan HUT daerah. Harapannya agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga Ini menjadikan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Kaltim memegang teguh semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. (DISKOMINFO/Lely)