Penabalan Putra Mahkota Sebagai Sultan XXI Ing Martadipura

KUKAR — Setelah meninggalnya Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX Sultan Haji Adji Muhammad Salehuddin II, tepat pada tanggal 15 Desember mendatang bertempat di Keraton Kesultanan (Museum Mulawarman) akan dilakukan penabalan (penobatan) Putera Mahkota Haji Adji Pangeran (HAP) Praboe Anoem Soerya Adiningrat sebagai Sultan yang ke 21.

Dalam rangkaian acara tersebut juga akan dilakukan pesta rakyat yang berisi pentas seni rakyat khas Kutai Kartanegara, pameran benda-benda pusaka serta kuliner gratis yang terdiri dari berbagai makanan tradisional khas Kota Raja Tenggarong.

Ini akan menjadi satu lagi keberagaman budaya yang dimiliki oleh Kalimantan Timur karena Kerajaan Kutai adalah kerajaan bercorak hindu yang merupakan kerajaan yang memiliki bukti sejarah tertua di Indonesia.

Diharapkan masyarakat Kaltim dapat berbondong-bondong untuk turut serta menyaksikkan momentum bersejarah ini. (DISKOMINFO/Lely)

Tenun Ulap Doyo Sebagai Kebanggaan Kalimantan Timur

SAMARINDA – Saat Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2017 tanggal 9 Agustus lalu, Deputi IV Bidang Sosial Budaya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Mina Susana Setra mengatakan perlindungan terhadap kain tradisional berarti melindungi identitas suatu bangsa. Di kesempatan yang sama, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan KEMDIKBUD menetapkan 594 warisan budaya tak benda. Dari 33 kain tradisional salah satunya adalah tenun ulap doyo.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kutai Kertanegara Sri Wahyuni mengatakan ini merupakan kebanggaan bukan hanya masyarakat suku Dayak Benuaq saja melainkan kebanggaan seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

“Sehingga perlu menjadi pemahaman agar warisan kebudayaan berupa kain tenun ini dapat dilestarikan terlebih diera milenial ini,” ujar Sri pada Talkshow Bank Indonesia Fashion Fest 2018. Kegiatan ini membahas Fashion Modern Berbahan Kain Tradisional bertempat di Atrium Big Mall Samarinda, Sabtu (1/12). Hadir juga narasumber Fashion Designer Vivi Zubedi asal Jakarta

Ditambahkan, Kabupaten Kutai Kartanegara dalam hal ini Dinas Pariwisata Kab.Kukar terus mensosialisasikan tenun ulap doyo melalui berbagai program. Juga melakukan branding agar tenun ini tidak hanya diminati masyarakat lokal melainkan juga mancanegara.

“Harapan besar kain tenun tradisonal sebagai kekayaan Kalimantan Timur dapat menjadi ikon sehingga meningkatkan daya tarik akan sektor pariwisata,” harap mantan Kabag Humas dan Protokol Setkab Kukar itu. (DISKOMINFO/Lely)

 

 

Festival Mahakam Tahun 2018, Masuk Nominasi 100 event Wonderful Of Indonesia

Samarinda—Genderang tanda dibukanya acara Festival Mahakam 2018 sudah dibunyikan. Acara dibuka dengan tarian pesisir serta tarian pedalaman adat Dayak Kalimantan Timur, Jum’at (2/11)tadi malam.

Turut hadir Gubernur Kaltim yang diwakilkan Arif Pranata,Syaharie ja’ang Walikota Samarinda beserta istri, Sekretaris Kota Sugeng Chairuddin,dan Kementerian Pariwisata beserta jajaran staf dilingkungan Pemprov maupun Pemkot.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Faisal Kepala Dinas Pariwisata kota Samarinda dalam sambutannya mengucapkan syukur atas terlaksananya acara yang menjadi salah satu fokus Budaya di Kaltim khususnya Samarinda.

“Dengan memohon ridho dan hidayah Allah SWT serta mohon doa restu pak Gubernur dan pak Walikota beserta seluruh lapisan masyarakat kota Samarinda, malam ini kami launching Festival Mahakam 2018 yang akan dilaksanakan tanggal 2-4 November nanti.” Ujarnya.

Festival Mahakam tahun ini mengusung titel “100 Wonderful Events Indonesia 2018”.

“Selalu ada acara yang baru dan juga acara yang selalu ditunggu masyarakat dalam setiap gelaran Festival Mahakam yang tahun ini untuk ke 18 kalinya ini, yang jelas tagline kami tahun ini adalah “3 Hari 30 Acara di Festival Mahakam” lanjut Faisal dengan penuh semangat.

Untuk acara baru yang unggulan tahun 2018 adalah “Parade 1000 Mandau” dan akan ada juga “Mandau Mini Expo” kemudian juga akan dilanjut dengan “Sejarah dan Ritual Mandau”lanjutnya.

“Ritual Mandau adalah sebuah simbolis prosesi acara adat mulai dari awal pembuatan Mandau hingga penyempurnaan Mandau menjadi sebuah alat yang bermanfaat bagi manusia.”tambahnya.

Kemudian, untuk pertama kalinya juga kami gelar “Borneo Adventure Off Road Lamin to Lamin” khusus untuk mobil offroad menjelajah beberapa kota di sekitar Samarinda dengan target mengunjungi beberapa Rumah Lamin yang ada.

Adapun rangkaian kegiatan yang akan terlaksana pada Festival Mahakam 2018, diawali dengan Pawai Budaya yakni
1. Parade 1.000 Mandau
2. Parade Budaya Nusantara
3. Parade Pencak Silat
4. Lomba Kirab Drum Band

Kemeriahan Festival Mahakam tentunya Tak lepas dari Panggung Musik selalu hadir di setiap gelaran Festival Mahakam. Ada yang berbeda genre musiknya. Ada pula yang sudah menjadi agenda tetap. Pada event 2018 ini, dipastikan usung lima genre musik.

Panggung Musik di Festival Mahakam 2018 akan hadir di dua tempat yang berbeda yakni di Amphiteather Tepian Mahakam dan di halaman Hotel Harris Samarinda. ” pastilah terasa sensasi bermain musik dan menonton musik di tepi Sungai Mahakam,” ungkap H. Muhammad Faisal, Ketua Panitia Pelaksana Festival Mahakam 2018 tutupnya.(Diskominfo/Rey)

Rekor Muri 2.230 Penari Hudoq Di Mahakam Ulu

MAHULUTari Hudoq sebagai tarian tradisional asal Provinsi Kalimantan Timur adalah tarian yang menggunakan topeng sebagai perwujudan dari  binatang, leluhur dan dewa. Tarian ini biasanya di tampilkan pada saat pembukaan lahan pertanian atau setelah menanam padi di ladang. Menurut kepercayaan masyarakat khususnya masyarakat Dayak, tarian ini merupakan ritual permohonan kepada Tuhan agar hasil pertanian dapat melimpah ruah.

 

Nama Tari Hudoq di ambil dari kata hudoq yang berarti menjelma. Maka dalam tarian ini penari menggunakan topeng sebagai perwujudan dari hewan atau hama yang di anggap merusak tanaman seperti, tikus, gagak, monyet, babi dan lain lainya. Selain itu ada ada juga topeng yang melambangkan burung elang yang di anggap sebagai pelindung serta memelihara hasil panen masyarakat Dayak dan ada juga topeng manusia yang di lambangkan sebagai para leluhur atau nenek moyang mereka.

 

Tari Hudoq sendiri menjadi tarian yang tidak asing lagi bagi masyarakat Kalimantan Timur, tidak terkecuali masyarakat yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu.  Hal tersebut bertepatan  dalam rangkaian acara Festival Hodoq Cross Border di Kabupaten termuda di Kalimantan Timur ini yang baru saja berhasil memecahkan Rekor MURI dengan peserta Tari Hudoq terbanyak yang jumlah 2.230 orang.

Dalam perayaan Festival Hudoq ini pemerinmtah Kabupaten Mahakm Ulu sangat berkomtmen dalam menumbuhkan kembali kebudayaan asli daerah guna meninmgkatkan keberagaman budaya yang ada di Mahakam Ulu. Selain itu dengan adanya Festival ini juga dapat memberikan nil;ai tambah bagi kebudayaan dan pembangunan didaerah ini.

 

Tentunya Festival ini telah menjadi salah satu agenda tetap yang diagendakan Kementerian Pariwisata untuk memancing para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Karen tidak hanya sebagai ajang promosi melainkan sebagai ajang dalam mengkampanyekan potensi wisata dan dalam pningkatan pendapatan asli daerah di Kabupaten Mahakam Ulu. (DISKOMINFO/Lely)

“PAMMI Diharap Memberi Kontribusi Dalam Pembangunan Nasional Kebudayaan Seni”

Samarinda – Pelantikan Dewan pimpinan daerah (DPD) Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) Provinsi Kalimantan Timur resmi dikukuhkan, Selasa (16/10) kemarin di gedung Olah Bebaya komplek Lamin Etam, Samarinda.

Pengukuhan DPD PAMMI Provinsi Kalimantan Timur masa bakti 2017-2022 diantaranya DPC Bontang, DPC Kutim, DPC Balikpapan dan DPC Paser ini dilakukan oleh Ketua Umum PAMMI Indonesia, H. Rhoma Irama yang ditandai dengan penyerahan bendera organisasi kepada ketua Umum DPD PAMMI Provinsi Kalimantan Timur, Satrimo Wardoyo.

Foto DPD PAMMI Kaltim Bersama Ketua Umum PAMMI Indonesia di Gedung Olah Bebaya Komplek Lamin Etam

Staf Ahli Gubernur Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah, Yadi Robyan Noor dalam hal ini mewakili Gubernur Kaltim saat menyampaikan Sambutan, berharap agar pengurus yang baru dilantik dapat mengemban tugas dan amanah sebaik-baiknya sehingga PAMMI Kaltim dimasa mendatang bisa lebih berkualitas dan maju.

Roby juga mengajak jajaran PAMMI untuk terus mengembangkan potensi seni musik dangdut di daerah ini agar bisa dikembangkan dan dilestarikan, serunya.

Sementara Ketua Umum PAMMI Indonesia, Keberadaan PAMMI diharapkan memberi kontribusi signifikan dalam pembangunan nasional kebudayaan melalui seni, ungkap Rhoma dalam sambutannya.

“Bahwa musik bukan hanya sekedar alat untuk hura-hura, tetapi musik adalah salah satu media yang memiliki pertanggungjawaban terhadap Tuhan kepada manusia,” ujarnya.

Musik juga salah satu media untuk menyampaikan informasi, media yang efektif untuk menyatukan bangsa bahkan dunia.

Dengan musik bisa dijadikan sebagai media utama, paling tidak bermusiklah dengan etika, bermusiklah dengan orang bergenerasi baik sehingga saat ini bisa menjadi benteng budaya kita terhadap negara asing sesuai dengan nilai-nilai yang kita miliki di Indonesia. tutupnya.

Disamping itu Ketua DPD PAMMI Kaltim, kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur diharapkan mampu mensuport untuk artis-artis kita yang ada di Kaltim, selama ini tidak ternaungi mereka tidak terbaca, ternyata mereka itu berpotensi untuk di kancah Internasional, ucap Satrimo. (Diskominfo – Rzk)

Kutim Dan Samarinda Wakili Kaltim Di Pemilihan Duta dan Putri Pariwisata Tingkat Nasional

SAMARINDA— Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pariwisata Kaltim melaksanakan Grand Final Pemilihan Puteri pariwisata dan Duta Wisata Kaltim 2018 yang di gelar di Atrium Mahakam Bigmall Samarinda, Senin (15/10).

Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meliana mengatakan potensi pariwisata Bumi Etam perlu terus dipromosikan hingga level regional, nasional bahkan internasional. “Potensi wisata yang dimiliki Provinsi Kaltim harus terus di promosikan dan diperkenalkan kepada wisatan nasional dan internasional dengan sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk para Duta Wisata Kaltim,” kata Meiliana.

Ditambahkan, Putri Pariwisata dan Duta Wisata bukan harus hanya memiliki daya tarik atau pesona kecantikan fisik, tetapi harus juga didukung dengan kemampuan komunikasi serta pengetahuan, karena mereka memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan potensi wisata Kaltim sebagai duta daerah. “Selain itu Putri Pariwisata dan Duta Wisata juga dapat meningkatkan image positif daerah dan bangsa serta menjunjung tinggi kearifan lokal,” kata Meiliana.

Sementara Asisten Ekonomi dan Administrasi Pembangunan yang juga dipercaya menjadi Plh Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, H Ihcwansyah menjelaskan grand final ini diikuti 27 peserta yang merupakan perwakilan dari 7 kabupaten/kota. Sementara Kabupaten Berau, Paser dan Mahulu tidak mengirimkan wakilnya.
Ditambahkan Ichwansyah Puteri Pariwisata dan Duta Wisata Kaltim yang terpilih nanti akan mewakili Kaltim pada pemilihan Puteri Pariwisata dan Duta Wisata Tingkat Nasional. “Ajang pemilihan ini merupakan sarana pengembangan potensi bakat, kreativitas, kecerdasan pada generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan aktif dalam mempromosikan kekayaan seni budaya dan pariwisata Kaltim,” kata Ichwansyah.

Sebelumnya para finalis telah melalui beberapa penilaian dan telah dikarantina. Seluruh peserta akan dinilai oleh tim juri sebelum ditetapkan menjadi Puteri Pariwisata dan Duta Wisata Kaltim 2018. Tampak hadir Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda Muhammad Faisal dan pimpinan organisasi perhotelan, travel serta para seniman dan budayawan Kaltim.

Grand Final Duta dan Putri Pariwisata Kaltim 2018

Puncak acara Grand Final terjadi pada malam hari pukul 21.00 WITA. Muhammad Siddiq Ar Rozaq La Side yang berpasangan dengan Uci Zahra Fani, dari Kabupaten Kutai Timur berhasil menjadi Duta Wisata Kaltim 2018.

Sedangkan gelar Putri Pariwisata Kaltim 2018 jatuh kepada Andi Natasha Priyanka Jonsen Simanjuntak dari Kota Samarinda, yang mengalahkan finalis lainnya yaitu Novia Fransisca Supramono dari Balikpapan dan Winda Pratama Putri dari Kutai Timur.

Duta Wisata yang berlomba sebanyak delapan pasang putra dan putri dari tujuh kabupaten/kota yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur , Penajam Paser Utara, Kutai Barat, dan Kota Bontang masing-masing satu pasang serta Kota Samarinda dan Balikpapan masing-masing dua pasang.

Sedangkan Putri Pariwisata diikuti delapan orang dari tujuh kabupaten/kota di Kaltim yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Kutai Barat, dan Kota Bontang masing-masing satu orang dan Kota Samarinda dan Balikpapan mengikutsertakan dua orang wakilnya.

“Adapun kabupaten yang tidak mengirimkan wakilnya tahun ini yaitu Kabupaten Mahakam Ulu, Paser dan Berau,” ucap Ichwansyah.

Dengan kemenangan Muhammad Siddiq dan Uci Zahra Fani serta Andi Natasya Priyanka ini, mereka berhak mewakili Kaltim dalam ajang serupa di tingkat nasional di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata. (Diskominfo/Rey)

Batik Adalah Budaya Asli Indonesia Yang Harus Kita Lestarikan

SAMARINDA—– Sebanyak 150 perempuan mengikuti acara Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) membantik dengan canting di halaman hijau Makorem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Selasa (2/10/2018).

Peserta diikuti dari berbagai elemen antara lain Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Pertiwi, Bhayangkari, dan organisasi wanita.

Kegiatan ini di hadiri Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan S.Sos, Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Ruslan Effendy, Para Kasi Korem 091/ASN dan Dansat/Kabalak Aju, ini dalam rangka menyambut HUT ke-73 TNI dan hari Membatik Nasional. Sedangkan Kodim-Kodim jajaran Korem 091/ASN yang ada di Kaltim dan Kaltara juga secara melaksanakan Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Pada tanggal 2 Oktober ini kita peringati sebagai hari Batik Nasional. Hari Batik ini merupakan wujud dari rasa syukur kita rasa memiliki budaya luhur yang diwariskan dari nenek moyang kita kepada generasi penurus bangsa agar selalu melestarikan batik”, tutur Ketua Dharma Pertiwi Koordinasi Cabang Samarinda Ny. Irham Waroihan.(Juni Winarti)

Ketua juga menambahkan “Kegiatan pemecahan rekor muri membatik massal dengan canting ini kami selenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke 73 TNI Tahun 2018 dan hari batik nasional, sebagai wujud kepedulian kami dalam meningkatkan citra bangsa di taraf Internasional serta menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Indonesia karena Batik adalah budaya asli Indonesia yang harus kita lestarikan dan banggakan”.

“Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami melibatkan semua unsur Dharma Pertiwi, Bhayangkari, dan organisasi wanita. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan hari ini, harapan kami semoga kegiatan hari ini berjalan dengan lancar”, tutupnya.

Sumber Penrem 091/ASN

2 Oktober 2018 Hari Batik Nasional, Berikut Sejarahnya

SAMARINDA— Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Ini merupakan hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati penetapan batik sebagai Warisan Indonesia.

Seperti yang diketahui, Batik telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO (badan khusus PBB yang membidangi Pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan). tepatnya Pada 2-Oktober-2009, UNESCO memasukkan batik dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Penetapan Hari Batik Nasional juga sebagai usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif indonesia di forum internasional. Karena pengakuan terhadap batik sebagai warisan leluhur bangsa indonesia sama hal nya dengan pengakuan dunia internasional terhadap mata budaya Indonesia. Tujuan lain dari pengakuan batik sebagai warisan leluhur indonesia adalah untuk menumbuhkan kecintaan serta rasa bangga masyarakat indonesia terhadap kebudayaan Bangsanya.

Selain itu, Penerbitan Kepres No 33 Tahun 2009 yang menetapan hari Batik Nasional juga dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batikIndonesia. Sebagian besar batik diproduksi oleh industri kecil, sehingga dengan semakin sering masyarakat memakai batik secara langsung dapat menghidupkan usaha kecil menengah.

Batik merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Batik dipercaya menjadi bagian penting yang tak terpisahkan pada masyarakat Indonesia sejakm ia lahir hingga meninggal. Karena Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia, khususnya Jawa, yang sampai saat ini masih ada.

Pada perkembangannya semakin waktu ke waktu asal usul batik mulai menarik perhatian pembesar kerajaan Majapahit. Motif-motif abstrak, motif candi, awan, wayang beber, dan lain sebagainya mulai dikembangkan pada masa itu. Penulisan batik pun mulai ditujukan pada media yang berbeda. Kain putih atau kain-kain berwarna terang menjadi pilihan utama. Warna dan kain tersebut dianggap lebih tahan lama dan bisa digunakan untuk pemanfaatan yang lebih banyak.

Sejarah perkembangan batik tidak hanya berhenti cukup sampai di situ saja. Di era sekarang batik bukan hanya dikenal sebagai corak pakaian semata, namun sudah dikenal di berbagai pernik pelengkap penampilan dalam kehidupan sehari-hari . Seperti batik tas, sepatu, dasi, hingga helm, juga sudah menggunakan batik sebagai motifnya. Bahkan pakaian-pakaian sekolah, kedinasan, dan lain sebagainya juga menggunakan motif ini sebagai pilihan utama.

Dengan perkembangan dan sejarah asal usul batik yang begitu lama dan banyak mengalami perubahan dilihat dari segi corak, mungkin saat ini banyak corak modern dan modis, sebagai bangsa Indonesia kita akan selalu menjaga dan melestarikan batik sebagai kekayaan wisata Budaya Indonesia. (diskominfo/ris)

Referensi: – www.markijar.com –  trevelucion (Informasi wisata indonesia)

Sumber Foto : www.google.com

PPU, Titik Persinggahan Kirab Pemuda 2018

Samarinda – Kirab Pemuda 2018 program Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk perjalanan napak tilas kebhinekaan dalam mendirikan dan membangun NKRI, yang dilakukan oleh pemuda di seluruh Indonesia dari Sabang – Merauke.

Penajam Paser Utara (PPU) dipastikan sebagai Kabupaten di Kaltim yang menjadi titik singgah Kirab Pemuda 2018, pada 27-31 Oktober 2018, yang puncaknya akan bertemu di Bali pada 15 November mendatang.

Kirab Pemuda tahun ini sekaligus dirangkaikan bertepatan dengan Festival Buen yang akan dilaksanakan di desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

“Kita harapkan kirab pemuda untuk mempererat persatuan dan  kesatuan bangsa serta memperkenalkan kepada pemuda-pemuda dinusantara tentang kekayaan, keberagaman yang ada ditanah air dan bisa memberikan manfaat besar bagi daerah,” ujar Kabid Pemberdayaan Pemuda Agustianur di studio RRI Pro 1 Samarinda. Sabtu (15/9).

Kegiatan Kirab Pemuda ini merupakan kegiatan yang dikemas dengan kekinian, kreatif, patriotik, gembira, massal, kompetitif, dan tak terlupakan dengan kata lain akan selalu terkenang oleh para peserta.

Kasi Peningkatan Kreatifitas Pemuda, Bahri menambahkan bahwa surat keputusan pelaksanan kegiatan sedang dalam proses penyampaian gubernur, artinya secara administrasi struktural terus berkoordinasi antar OPD Provinsi dan kami telah bersurat ke tiga OPD yaitu Dinas Perindagkop, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Dinas Pendidikan untuk hasil-hasil produksi atau binaan mereka untuk ikut berpartisipasi dalam pameran nantinya.

“Kami harapkan ke tiga OPD ini berkoordinasi dengan panitia yang ada di daerah dalam hal ini panitia buen, karena ini bagian dari rangkaian kegiatan Festival Buen,” jelasnya.

Kirab Pemuda tahun 2018 ini diharapkan menjadi sarana tepat untuk memfasilitasi para pemuda agar dapat meningkatkan kreativitas, kapasitas, kemandirian, daya saing, dan nilai patriotisme, sehingga dapat membangkitkan semangat nasionalisme untuk membangun bangsa, menjaga kebhinnekaan, persatuan dan kedaulatan NKRI. (Diskominfo – Rzk).

Kolaborasi Kirab Pemuda, Festival Buen dan Hari Sumpah Pemuda

SAMARINDA— Kirab Pemuda 2018 yang mempertemukan putra-putri terbaik Indonesia perwakilan masing-masing Provinsi akan menuju titik singgah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kaltim untuk Zona I. Kegiatan yang direncakan berlangsung mulai 27-31 Oktober 2018 mendatang ternyata bertepatan dengan Festival Buen dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda. Karenanya, panitia daerah langsung berinisiatif untuk menggabungkan ketiga kegiatan tersebut secara bersamaan karena dirasa punya nilai yang sama. 

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim Agustianur menyebut Kirab Pemuda akan menelusuri dan melintasi berbagai daerah yang bisa merekatkan peserta ke setiap darrah yang mereka kunjungi. Manfaat terbesar yang didapat adalah mempererat tali persatuan dan kesatuan NKRI. Kirab Pemuda memiliki kegiatan standar baku seperti sekolah kebangsaan, workshop, pawai budaya, bhakti sosial dan kegiatan itu ada di Festival Buen.

“Peserta Kirab Pemuda nantinya ada 50 orang ditambah pendamping, karena dirangkai dengan kegiatan Buen yang Internasional sehingga pasti akan jadi daya magnet juga untuk orang-orang datang kesini. Kegiatan ini akan diliput secara nasional. Jadi kita sinergiskan saja 3 rangkaian kegiatan jadi satu,” sebut Agus saat menjadi nara sumber Dialog Halo Kaltim kerjasama Diskominfo Kaltim – RRI Samarinda, Sabtu (15/9).

Ditempat yang sama, Sekretaris Panitia Daerah Kirab Pemuda, Bahri, menuturkan persiapan kegiatan Kirab Nasional terus dilakukan. Saat ini SK sudah dalam tahap tanda tangan Gubernur, secara administrasi sturktural dan koordinasi OPD di provinsi antara lain Disperindagkop, Dinas pangan, tanaman pangan dan hortikultura serta Dinas Pendidikan.

“Nanti akan ada rapat pemantapan, semua sudah berproses tapi sebelum hari H akan ada pemantapan dalam rangka mensinergi semua panitia karena ini melibatkan Kirab Pemuda, Buen, Sumpah Pemuda. Termasuk juga ketiga OPD ini diminta agar hasil-hasil produksi dan binaan mereka bisa berpartisipasi dalam pameran dan juga terlibat  dalam bagian Festival Buen,” tuturnya.

Sementara itu, plt Kadisdikpora PPU Alimudin yang dihubungi via telepon mengatakan PPU menyambut baik dan siap menjadi tuan rumah Kirab Budaya. Pihaknya sudah lakukan rapat koordinasi, deputi kepemudaan hadir untuk meninjau lapangan, dan koordinasi ke Kemenpora. 

“Hingga saat ini persiapan kita masih sebatas rapat koordinasi dengan provinsi dan OPD terkait yang terlibat, tak kalah Penting bertepatan dengan Festival Buen jadi kita satukan kegiatannya,” katanya. 

Terkait akomodasi, peserta telah disiapkan homestay di rumah penduduk yang representatif dan sudah ditinjau dari Kemenpora di Waru. Sebelum pelaksanaan akan ada rapat pemantapan dan natinya seluruh unsur pemuda di PPU akan dilibatkan. (Diskominfo Kaltim/Cht)