Anti Hoax

Literasi Media Diperlukan Untuk Menangkal Hoax

Samarinda – Universitas Mulawarman melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menggelar sosialisasi literasi media dalam mewujudkan remaja anti hoax bekerjasama dengan Diskominfo Kaltim sebagai pengabdian kepada masyarakat di Aula SMA Negeri 5 Samarinda, Selasa (27/8).

Sekretaris Diskominfo Kaltim Hj Eka Wahyuni menjadi narasumber menyampaikan, literasi media merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari informasi, dimana informasi tersebut adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan karena dari informasi seseorang dapat melakukan berbagai hal.

“Literasi media juga bertujuan untuk menghasilkan masyarakat atau publik khususnya siswa agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang isi media,” kata Eka.

Sekretaris Diskominfo Kaltim Hj Eka Wahyuni menjadi narasumber Sosialisasi Literasi Media Wujudkan Remaja Anti Hoax di Aula SMA Negeri 5 Samarinda

Selain itu, kondisi komunikasi di media sosial saat ini rentan terhadap konflik, sehingga beberapa media mengatakan Indonesia Darurat Hoax. Kemajuan teknologi memberikan kemudahan terhadap akses informasi yang lebih beragam dan cepat. Tetapi memiliki kelemahan yang berdampak pada akurasi dari informasi tidak menjadi prioritas. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk kembali menata pengelolaan komunikasi dan informasi.

“Saya harap melalui kegiatan ini para siswa mendapatkan pemahaman yang cukup tentang isi media, sehingga dapat mengendalikan pengaruh media dalam kehidupan untuk melindungi masyarakat yang rentan terhadap berita Hoax,” ucapnya.

Hadir, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Sutrisno, M.Pd dan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Unmul Johantan Aliando. (Diskominfo – Rzk)

Badan Publik Wajib Publikasikan Informasi Publik

Balikpapan – Rapat Koordinasi Daerah Bidang Komunikasi dan Informatika Provinsi Kabupaten/Kota Se-Kaltim mengangkat tema Tantangan dan Peran Diskominfo Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0 Sesuai Urusan Kominfo Statistik dan Persandian Dalam Mewujudkan Kaltim Berdaulat di Hotel Blue Sky Balikpapan, Kamis (4/4).

Empat narasumber hadir memberi antara lain Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Ober Tua Butar Butar, Direktur Tata Kelola dan Kementrian Komunikasi Publik Kemkominfo Salamatta Sembiring. Hadir juga praktisi dari Icon+ Lantip Warsito dan Inixindo Andi Junianto.

Salamatta Sembiring dalam paparannya menjelaskan kewajiban Badan Publik sesuai UU KIP adalah menunjuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), menyusun dan mempublikasikan informasi publik serta melakukan uji konsekuensi informasi dikecualikan. Kewajiban lain membuat standar operasional layanan informasi dan mengalokasikan anggaran pelayanan informasi publik.

“Transisi demokrasi di Indonesia mengubah paradigma penyelenggaraan negara yang semula tertutup menjadi lebih terbuka,” ujarnya.

Salah satu regulasi dengan tegas memberi kewajiban badan publik membuka informasi berkaitan institusi, kebijakan dan kegiatan yang dilakukan. Termasuk kondisi keuangan dan penggunaan anggaran.

“Jika Diskominfo provinsi kabupaten/kota benar menyampaikan informasi program dan penggunaan anggaran dengan baik, tidak ada celah orang lain membuat HOAX OPD.

“Maksimalkan PPID jika ada orang mencari tahu informasi langsung ke PPID. Apalagi PPID saat ini sudah bisa terkoneksi melalui aplikasi,” ungkap Salamatta. (diskominfo/tp)

 

Narasumber Berhak Tolak Wartawan Tidak Memiliki Kartu UKW

Samarinda – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) adalah pengakuan berbentuk sertifikasi untuk diri sendiri dan Media massa yang mempekerjakan seseorang mampu untuk melakukan hal-hal berkaitan dunia jurnalistik. Ada tiga tingkat uji kompetensi wartawan Level Muda, Level Madya, Level Utama.

Pada Hari Pers Nasional tahun 2010 di Palembang, Dewan Pers telah mencanangkan peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan. Seorang wartawan wajib memiliki sertifikasi guna menghadapi perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat terhadap kualitas jurnalistik serta industri media massa. Adanya sertifikasi ini diharapkan wartawan menunjukkan kinerja secara profesional dan beretika dalam melakukan tugasnya.

Kartu UKW sebagai bukti kompetensi wartawan. Berlogo Dewan Pers dan PWI.

Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim mengarahkan Pemkot Samarinda untuk melakukan UKW bagi wartawan yang bertugas di Balai Kota Samarinda. Hal ini juga telah dilakukan Pemprov Kaltim sebagai upaya mensosialisasikan UKW agar para pejabat tidak tertipu.

“Sehingga ketika ketemu wartawan tidak hanya kartu pers tapi tolong tanyakan kartu UKW berlogo Dewan Pers yang ditanda tangani ketua dewan pers,” tegas Ketua PWI Kaltim Endro S Effendi saat menjadi pembicara Talkshow di Arena Pekan Raya Samarinda (PRS) GOR Segiri Samarinda, Senin (4/2).

Untuk mengetahui wartawan itu sudah disertifikasi atau belum, maka narasumber berhak meminta surat keterangan kepada wartawan yang akan diwawancarai. Bila wartawan tersebut tidak memiliki maka pejabat tersebut berhak menolaknya. Dan hal ini juga dilindungi Undang-Undang Pers No.40 tahun 1999.

Media Massa Penting Untuk Sebar Informasi Pembangunan

Samarinda – Media digital memegang peranan penting dalam penyebaran informasi. Penyebaran hasil – hasil pembangunan bisa diketahui masyarakat dengan cepat karena didukung media. Tidak hanya cetak melainkan juga online. Ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Zairin Zain pada Diskusi Media Digital Membangun Kaltim di ruang rapat ruhui rahayu Kantor Gubernur Kaltim, selasa (29/1).

“Saya mengapresiasi kepada panitia atas terlaksananya kegiatan ini. Karena baru kali ini ada yang datang kepada saya dan membicarakan hal ini. seharusnya dari sudah sering kita bahas. Bagaimana kita membagi informasi pembangunan tentang Kaltim kalau tidak bekerja sama dengan media ini,” sebutnya.

Selain itu, Zairin beranggapan perlunya sosialisasi lebih lanjut dalam pemahaman informasi yang valid karena artikel-artikel disinformasi / HOAX  masih sering menyebar luas di dunia maya.

“Ini sebenarnya kita perlukan ke depan. Karena informasi yang dari bawah ini bisa memberikan informasi yang sahih dari daerah sehingga apapun yang kita bangun sekarang ini tentu menjadi kebutuhan oleh masyarakat setempat,” ucap mantan Kepala Biro Humas Setprov Kaltim itu.

Ketua SMSI : Perlu ada Pemahaman Media Dengan Pejabat

SAMARINDA – Perkembangan Media Online memberi dampak dalam kehidupan. Cukup dengan “klik” maka berbagai informasi mudah didapat sehingga membuat Media online dan Internet menjadi  hal yang tidak terpisahkan. Internet sebagi penunjang kinerja media online, dianggap sebagai awalan baru yang membantu banyak pihak tidak terkecuali masyarakat.

Hal tersebut menjadi pembahasan Diskusi Publik bertema Media Digital Membangun Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (29/1). Dalam sambutannya Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Indra Zakaria menyampaikan diskusi ini bertujuan membangun persamaan persepsi. Apalagi Gubernur yang baru ini dirasakan unik sehingga perlu ada kesepahaman. 

“Perlu ada pemahaman yang sama antara Media online dengan humas dan pejabat sekaligus Bapak Gubernur. Ada beberapa kasus yang teman – teman media online perlu memahami pemimpin kita,” kata Indra.

Gubernur Kaltim Isran Noor dalam kesempatan yang sama juga menuturkan peran media adalah sejatinya sebagai penyebar informasi yang sehat, mendidik dan mencerdaskan. Sehingga yang menjadi musuh ataupun yang harus diperangi adalah HOAX atau berita bohong yang kini menjadi masalah.

Harapan kedepan, media dapat menjadi sarana khususnya bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya serta sesuai dengan fakta yang ada dalam mendukung keterbukaan informasi di Kaltim.

(DISKOMINFO/Lely)

Isran Minta Kominfo Bina Media Secara Proporsional

Samarinda – Gubernur Kaltim Isran Noor membuka Diskusi Publik bertema Media Digital Membangun Kaltim. Acara yang digagas Gerakan Antihoaks Jurnalis Kaltim dan SMSI (Serikat Media Siber) Kaltim bekerjasama Dinas Komunikasi Dan Informatika Kaltim. Kegiatan diikuti 150 peserta dilaksanakan di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (29/1).

Isran mengatakan media komunikasi adalah sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Di tengah teknologi komunikasi canggih ini, kecepatan pemberitaan menjadi penting sehingga terkadang mengorbankan keakuratan nilai berita.

“Agar berita yang disajikan tidak merugikan dan tidak hoaks maka membutuhkan kebijakan para penerima informasi. Karena Kaltim masuk zona hijau yang berarti Kaltim aman,” ujar Isran.

Isran juga mengatakan Pemerintah mendukung media baik cetak dan elektronik. Nanti melalui Kominfo Kaltim akan dilakukan pembinaan kepada media. “Saya minta kepada Kadis Kominfo agar melakukan pembinaan kepada media secara proporsional. Pengorganisasian dan konsolidasi kepada seluruh media cetak dan elektronik se-Kaltim,” ucap mantan Bupati Kutai Timur itu.

Peserta hadir terdiri Pimpinan Redaksi Media, koresponden dan wartawan media massa, cetak dan elektronik, pejabat kehumasan kabupaten/kota dan pejabat Diskominfo se-Kaltim, termasuk juga pejabat humas di instansi Pemerintah dan swasta yang ada di Kaltim.

Empat narasumber yang dihadirkan antara lain Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain, Head of Department Media Relations PT. Pertamina Hulu Mahakam Kristanto Hartadi, Head of Regional Corporate Affairs For East Indonesia Gojek Indonesia Mulawarman dan Founder of Niaga.Asia Intoniswan.

“Menkominfo Harapkan Generasi Muda, Pelopor Perangi Hoax”

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak generasi muda untuk memerangi hoaks. Hal itu ia sampaikan sebagai harapan kepada pemuda Indonesia agar tetap menjadi pelopor di era digital ini.

“Sejak dulu generasi muda selalu menjadi pelopor atas semangat dan ikatan kebangsaan kita. Kiranya juga tetap demikian di era digital ini, karena pemuda adalah garda terdepan kita dalam memerangi hoax yang memecah-belah bangsa,” katanya ketika menjadi pembicara Talkshow MilenialFest di Djakarta Theater, Jakarta, Minggu (28/10).

Menteri Rudiantara menilai generasi muda sebagai kelompok yang tidak menyukai hoax. “Kelompok yang disebut generasi milenial itu dianggap cukup cerdas dalam memilah mana berita yang benar dan salah,” ujarnya.

Menurutnya, generasi yang telah memiliki usia yang matang dinilai mudah terpapar dan menyerap isu hoax. “Ada report dari mana gitu, yang (menyebut) milenial itu nggak suka hoax, jadi yang suka hoax itu justru yang rada-rada toku (tua) lah,” jelas Rudiantara.

Di momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, Menteri Kominfo mengajak pemuda untuk menjadi inspirasi bagi generasi tua agar lebih cermat dalam menerima informasi yang beredar di dunia digital.

“Menurut saya yang muda-muda milenial itu tidak suka hoax. Bagaimana caranya (agar) mendorong yang toku-toku ini agar tidak bermain hoax,” ungkapnya,

Millennials Festival 2018 digelar untuk menginspirasi generasi milenial agar dapat berkontribusi atas pembangunan di Indonesia. Sejumlah pakar dan pelaku langsung pembangunan ikut menjadi pengisi acara itu.

Menteri Rudiantara berbicara dalam panel bersama Patrick Walujo (Northstar) dan Teddy Oetomo (Bukalapak). Dengan tema Kebangsaan Digital, Menteri Kominfo mendorong generasi milenial untuk mencari solusi atas problem-problem di Indonesia.

“Supaya startup baru bisa inovatif dan berdaya guna untuk bangsa sendiri,” tambah Rudiantara.

 

 

 

Sumber : https://kominfo.go.id

Foto : google

Literasi Media Menjadi Nutrisi dan Vitamin Untuk Penyiaran Sehat, Bermanfaat dan Berdaulat

Samarinda – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) menyelenggarakan kegiatan Literasi Media dengan tema “Kritis Bermedia Wujudkan Pemilu Damai & Beretika Tanpa Hoax” di Ruang Rapat Ruhui Rahayu, rabu (31/10) dengan para narasumber Diddy Rusdiansyah (Kepala Dinas Kominfo Prov. Kaltim) Okky Irmanita (Jurnalis Kompas TV), dan  Rina Juwita (Dosen Ilmu Komunikasi Unmul Samarinda). Program Literasi adalah suatu bentuk pertanggung jawaban Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Prov. Kaltim atas amanah UU UU 32 tahun 2002, tentang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat lebih berdaya dan kritis terhadap muatan isi siaran. Dan bukan menjadi objek yang pasif apalagi apatis dalam mengkonsumsi berita yang disajikan media.

Menurut ketua Panitia Andi Muhammad Abdi, media massa dan sosial media akan menjadi medan pertarungan dalam memproduksi berita hoax, ujaran kebencian, provokasi, black campaign dan bermuatan SARA.

“Hal ini akan menjadi ancaman nyata yang harus kita lawan dengan penuh kesadaran, kepedulian dan aksi nyata” ujarnya saat melaporkan alur kegiatan Literasi Media ini.

Dikatakannya, kegiatan Literasi Media menjadi penting sebagai edukasi terhadap publik. Literasi media menjadi nutrisi dan vitamin yang baik untuk melahirkan penyiaran yang sehat, bermanfaat dan berdaulat untuk kepentingan dan kenyamanan publik. (Diskominfo/dir)

Pentingnya Kesadaran Kritis Bagi Khalayak Ketika Berhadapan Dengan Media

Samarinda – Literasi Media yang diadakan oleh KPID Prov. Kaltim kali ini mengangkat tema “Kritis Bermedia, Wujudkan Pemilu Damai & Beretika Tanpa Hoax” menyadarkan kita sebagai masyarakat bahwa kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk media. Literasi media merupakan seperangkat perspektif yang digunakan secara aktif saat mengakses media masa untuk menginterpretasikan pesan yang di hadapi.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) baik di tingkat Pusat maupun Daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya berpedoman pada UU 32 tahun 2002, tentang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, KPI dan KPID dalam melaksanakan program kerja berorientasi pada perlindungan publik, terutama perlindungan terhadap anak dan remaja, memberdayakan peran serta masyarakat pada umum maupun masyarakat penyiaran pada khususnya.

Namun dalam pelaksanaan program kerja, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang memerlukan pengawalan dan penguatan baik oleh KPI pusat maupun KPI Daerah, antara lain mengawal demokrasi di udara di tahun politik, Pileg dan Pilpres tahun 2019, Literasi Media, Peningkatan SDM Penyiaran agar program yang dibuat dan disiarkan lembaga penyiaran dapat memberikan muatan positif dan mendidik.

Wakil Gubernur Hadi Mulyadi yang dalam hal ini memberi sambutan serta membuka acara Literasi Media yang berlangsung di ruang Rapat Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, rabu (31/10) menghimbau kepada seluruh masyarakat luas tidak terkecuali agar lebih kritis dan semakin tahu informasi layak diterima dan disebarkan kepada sekitar.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo Prov. Kaltim Diddy Rusdiansyah, seluruh Anggota KPID Prov. Kaltim, Ormas, Organisasi Mahasiswa, Mahasiswa, Pelajar.

“kita bermedia pertama untuk menambah ilmu pengetahuan, yang kedua untuk menyambung silahturahmi, dan yang ketiga menambah dan menyebarluaskan informasi positif. Karena Media Massa luar biasa tumbuh kembangnya” ujarnya. (Diskominfo/dir)

Ucapkan Belasungkawa, Mahyudin Harap Masyarakat Tak Sebar Kabar Hoax Lion Air

SAMARINDA—Wakil Ketua MPR RI Mahyudin turut berbela sungkawa atas musibah yang menimpa pesawat Lion Air JT610 dengan rute penerbangan Jakarta – Pangkal Pinang 29 Oktober lalu hilang kontak dan jatuh di wilayah Tanjung Karawang Jawa Barat. Menurutnya musibah tersebut sangat memukul industri  penerbangan di Indonesia.

“Saya turut sangat berduka atas korban meninggal dari musibah tersebut, semoga amal ibadah mereka diterima Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kesabaran serta ketabahan,” kata Mahyudin di Samarinda, Selasa (30/10).

Selain itu, Mahyudin juga menghimbau kepada masyarakat untuk menahan diri, tidak berkomentar dan menyebarkan foto-foto yang bisa melukai perasaan keluarga korban. Terhadap para korban yang hingga kini masih banyak belum ditemukan, Mahyudin berharap agar semua Instansi terkait bisa segera melakukan pencarian serta dapat memberikan penjelasan agar mereka mengetahui secara pasti kondisi yang sebenarnya terjadi dan tidak mempercayai postingan yang ada di media sosial.

“Saya kira semua pihak harus menahan diri jangan terlalu banyak komen dan memposting foto-foto yang tidak perlu. Kasihan keluarga korban sekarang yang kena musibah. Kita yang tidak paham atau awam jangan lantas berspekulasi macam-macam, komen macam-macam, jangan posting gambar dan kabar-kabar hoax. Biarlah tim SAR yang bekerja untuk identifikasi,” tegasnya. (Diskominfo Kaltim / Cht)