Berita

Dihadapan Peserta Workshop JF Prakom, Faisal Ingatkan Percepat Transformasi dan Mindset Digital

  •   Nichita Heryananda Putri
  •   1 Maret 2023
  •   4:04pm
  •   Berita
  •   310 kali dilihat

Balikpapan - Sosialisasi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Jabatan Fungsional disiapkan untuk para Jabatan Fungsional (JF) Pranata Komputer (Prakom) lingkup Pemprov Kaltim dalam kegiatan Workshop yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Rabu (1/3/2023).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal yang mengawali laporan menuturkan, saat ini Pemerintahan yang digital itu yang terus diwacanakan. Presiden selalu bilang ekonomi digital, pemerintahan digital, masyarakat digital. Bahkan disebut society 5.0, sementara pemerintahan hanya 4.0 dan kalah cepat dengan masyarakat.

“Masyarakat sudah pintar, kita kalah pintar. Sebenarnya kita pintar juga cuma lambat, lambat mengupdate regulasi, aturan, SOP dan sebagainya. Ayo mulai sekarang kita bergerak cepat dalam percepatan transformasi digital dan Mindset Digital,” tuturnya seraya mengajak dihadapan peserta Workshop.

Faisal mengatakan agar jangan mengaku orang digital dan sudah digital serta kantor digitalisasi jika kerjanya saja masih memakai alat digitalnya saja tapi belum masuk di era digitalisasi. Hanya menganggap digital alatnya saja.

“Kebanyakan dari kita baru bertransformasi di medianya saja. Cuma dipakai gaya-gayaan. Beli macam-macam alat di kantor dan udah dianggap digital, bukan begitu. Transformasi manual ke digital, tapi pahami digitalisasi bukan soal ngetik saja. Pelan-pelan kita harus percepat perubahan itu,” pesan Mantan Pejabat Pemkot ini.

Lebih lanjut dirinya menceritakan mengenai isu tren saat ini yang lebih mengerucut, yakni bagaimana sebuah digitalisasi bisa mengatasi sebuah masalah..

“Sumedang dianggap hebat karena punya aplikasi Stunting. Kecil itu stunting bikinnya mudah, koordinasinya mudah tapi karena itu jadi juara nasional. Kenapa? Karena digitalnya bisa menyelesaikan sebuah masalah. Harusnya kita begitu, ayo kreatif dan inovatif. Digital itu mempermudah kita misalnya untuk e-KTP, digital bisa membantu mempermudah data kemiskinan. Nah itu baru keren,” urainya.

Transformasi digital, tambahnya, didukung sepenuhnya oleh keberadaan Prakom di dalam Pemerintahan. Pola digital leadership di pimpinan sekarang sedang didorong oleh pusat, supaya bisa mendorong pengambilan kebijakan atau ide keren.

“Dapurnya ya Prakom, manfaatkan digitalisasi ini dengan cepat, telat, inovatif dan kreatif. Para Prakom jangan berpikir angka kredit saja, nanti tiap hari kerjanya mikirin angka kredit naik cepat, lupa pelayanan. Penting juga naik pangkat itu tapi penting juga pelayanan. Kita digaji pemerintah untuk memberikan pelayanan dan bekerja bukan hanya untuk diri sendiri walaupun hak kita untuk naik pangkat,” tutupnya. (cht/pt)