Aplikasi Rumah Belajar Perkuat Peran Guru

SAMARINDA – Pada abad 21 ini, teknologi bermigrasi ke era digital atau revolusi industri 4.0. Konsekuensinya membuat dunia mengalami perubahan yang cepat dan kompetitif.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Gotot Suharwoto dalam Rapat Koordinasi Pendidikan Tahun 2019 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Kamis (28/2).

Dalam pemaparannya Gatot menanggapi perkembangan zaman yang memasuki Revolusi Industri 4.0 dengan bertumpu pada cyber-physical system. Pelaku pendidikan dan kebudayaan harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Era industri ini juga mengubah cara pandang pendidikan. Perubahan yang dilakukan tidak hanya cara mengajar, tapi yang lebih penting yakni pandangan konsep pendidikan itu sendiri.

“Untuk bisa menghadapi semua tantangan tersebut, syarat penting yang dipenuhi adalah menyiapkan kualifikasi dan kompetensi guru berkualitas yang juga dikenal dengan kompetensi abad 21. Pasalnya, di era 4.0 profesi guru makin kompetitif,” ucapnya.

Guna meningkatkan kompetensi itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) mengembangkan salah satu portal belajar online yang mereka sebut Rumah Belajar dengan domain https://belajar.kemdikbud.go.id.

Portal ini dapat dimanfaatkan guru mendukung proses mengajar yang lebih interaktif di kelas. Tak hanya itu, melalui laman itu maka siswa dapat menggunakan sebagai bahan belajar alternatif, baik itu dalam dan luar jam sekolah.

Gotot menyampaikan adanya rumah belajar ini bukan berarti peran guru tergantikan. Justru rumah belajar memperkuat peran guru serta dapat menjadi penjaminan kualitas dan alat evaluasi.

“Justru rumah belajar akan memperkuat peran guru. Nanti jika ada soal yang disampaikan, dibikin dan siswanya mengerjakan jadi gak perlu koreksi lagi,”ujarnya.

Saat membuka beranda Rumah Belajar terlihat berbagai fitur. Di beranda ada kategori Fitur Utama berisikan  Sumber Belajar, Buku Sekolah Elektronik, Bank Soal, Laboratorium Maya, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Kelas Maya.

Ada beberapa sekolah di Indonesia yang sudah memanfaatkan Rumah Belajar ini dan aplikasi dijalankan gratis. Dia menargetkan di akhir tahun sebanyak 50 juta siswa di seluruh  Indonesia bisa memanfaatkan rumah belajar ini.

“Di Kaltim sudah ada 5000 siswa  kemudian sekitar 400 guru di ratusan sekolah yang sudah memanfatkan rumah belajar. Target tahun ini 50 juta, Setidaknya semua siswa mengunjungi rumah belajar karena jumlah siswa di Indonesia itu ada 52 juta,” ucapnya.

Hal ini juga tidak terlepas dari duta rumah belajar. Gotot mengatakan membiayai dan memfasilitasi jika ada siswa yang berminat menjadi duta rumah belajar.

“Siapa saja yang ingin menjadi duta Rumah Belajar bikin saja undangannya. Nanti kami yang biayai, jadi tidak semuanya harus dari pusat,” tambahnya.

Turut hadir Plt. Kadisdikbud H. Sa’bani, seluruh Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten/Kota se-Kaltim dan Kepala Sekolah se-Kota Samarinda. (Diskominfo/Rey)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 2 =