Achmad Amins Dimata Gubernur Faroek

SAMARINDA – Kepergian mantan Walikota Samarinda, Achmad Amins yang meninggal dunia akibat penyakit jantung dan gagal ginjal meninggalkan duka bagi masyarakat Kota Tepian. Tidak terkecuali Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak yang merupakan sahabat sekaligus pernah menjadi lawan politik almarhum untuk memperebutkan kursi Kaltim 1 (KT 1).

“Almarhum putra bangsa Kaltim yang sangat kuat sekali kerja kerasnya saat menjadi walikota. Kita semua tentu sangat merasa kehilangan, karenanya mari berdoa semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Nya,” ungkap Gubernur Faroek penuh haru ketika dimintai tanggapan seusai menghadiri malam Resepsi HUT Pemprov Kaltim ke 60, di Planary Hall Convention Hall Samarinda, Senin (9/1).

Gubernur Faroek mengaku punya banyak kenangan dengan Mantan Walikota Samarinda dua periode tersebut. Saat masih sebagai pemuda, mereka selalu bersama-sama diberbagai kegiatan kepemudaan.

Diantaranya sama-sama pernah tergabung dalam gerakan kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Golkar, dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

“Hanya saja almarhum di Kota Madya, saya di provinsi. Tapi sama-sama di kubu Golkar. Kita teman baik dan pernah juga jadi lawan politik. Sama-sama siap menang dan siap kalah. Beliau siap kalah, saya siap menang menjadi Gubernur Kaltim. Itu saja bedanya,” urainya.

Hanya saja patut diingat, meskipun sama punya tekad membangun daerah memperebutkan kursi KT 1, tapi patut diingat itu dalam politik sehingga tidak menghentikan persahabatan.

“Sampai beliau sakit pun kami tetap bersahabat. Tidak ada musuh. Yang dicari dalam hidup sebanyak-banyaknya sahabat, bukan musuh,” tegasnya.

Sedangkan ketika ditanya kesan gubernur terhadap almarhum, gubernur menilai Achmad Amins sosok pemimpin yang cukup bagus. Sangat keras tekadnya membangun Kota Samarinda lebih baik.

“Mudahan bisa diteruskan Jaang (Walikota Samarinda, Saharie Jaang,Red). Pembangunan harus berkelanjutan. Tidak bisa putus di tengah jalan. Program dulu yang dianggap bagus harus dilanjutkan dan dituntaskan. Itu namanya pembangunan. Harus tuntas,” harapnya.

Seperti diketahui Achmad Amins meninggal dunia di RS Medika BSD Tangsel, 9 Januari 2016, pukul 17.00 WIB. Walikota Samarinda dua periode ini (2000-2010) ini meninggalkan seorang istri, dua anak, dan dua cucu.

Beliau sakit dan dirawat serius kurang lebih selama 1,5 tahun. Sempat dirawat di salah satu RS di Malaysia sebelum akhirnya dirawat di RS Medika BSD Tangsel dan meninggal dunia.

Beliau sakit jantung dan gagal ginjal. Sempat membaik, tapi belakangan kritis dan tidak sadarkan diri selama 17 hari belakangan.

Rencana Almarhum diterbangkan dari Bandara Soekarno – Hatta pukul 05.00 Wita hari ini. Diperkirakan tiba di Balikpapan pukul 08.00 Wita dan langsung dibawa ke Rumah duka di Komplek Perumahan Pondok Alam Indah di Jl AW Sjahranie.

Jenazah rencana dikebumikan di Taman Makam Pahlawan. Tapi sebelumnya sekitar dibawa ke Masjid Al Maruf Vorfoo untuk disalatkan. (diskominfo kaltim/arf)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen + 19 =