96 Calon JPT Pratama Ikuti Ujian Penulisan Makalah

SAMARINDA – Seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT)
Pratama di lingkungan Pemprov Kaltim memasuki tahap ujian penulisan makalah. Ujian
diikuti sebanyak 96 calon Pejabat Tinggi  Pratama yang lulus tahapan seleksi
administrasi dengan dua sesi, yakni sesi ujian pertama untuk 7 JPT Pratama dan
sesi ujian kedua untuk 3 JPT Pratama yang dilelang.

Ujian penulisan makalah sesi
pertama dilaksanakan, di Gedung Asesmen Center Kaltim, Rabu (25/5) dengan diikuti
sebanyak 54 peserta. Sedangkan ujian sesi kedua dilaksanakan, di Gedung Asesmen
Center Kaltim, Kamis (26/5) dengan diikuti 42 peserta.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah
(BKD) Kaltim, M Yadi Robyan Noor ketika dikonfirmasi via pesan WhatsAp (WA),
Rabu (25/5) meyebut ujian penulisan makalah dibagi dalam dua tahap
dimaksudkan agar pelaksanaannya fokus.

Kondisinya Ruang Computer
Assisted Test (CAT) Gedung Asesmen Center Kaltim yang merupakan tempat
pelaksanaan ujian kapasitasnya terbatas. Tentunya tidak bisa dipaksakan
menampung seluruh peserta sekaligus.

“Makanya kita bagi dua sesi agar
peserta tetap nyaman dan fokus mengikuti ujian. Dengan demikian diharapkan mampu
menyajikan makalah berkualitas dalam merepresentasikan kapasitas dan
kompetensinya berkaitan bidang tugas yang akan diemban,” kata M Yadi Robyan
Noor.

Selanjutnya, peserta juga diwajibkan
mengikuti tahapan ujian presentasi makalah yang telah dibuat peserta pada ujian
penulisan makalah. Rencananya ujian presentasi makalah dilaksanakan, di Gedung
BKD Kaltim, 27 dan 28 Mei 2016.

Sementara itu, Anggota Panitia
Seleksi (Pansel) JPT Pratama, Profesor Sarosa Hamong Pranoto menyebut peserta diberi
waktu 120 menit untuk membuat makalah dengan tiga tema yang ditetapkan. Hasilnya
dipresentasikan dihadapan Pansel yang sekaligus dilakukan wawancara untuk
mengukur kemampuan peserta membuat ide dan inovasi sebagai calon pimpinan.

“Ini yang digali selain komitmen sebagai
 JPT Pratama agar jadi cermin bahwa SDM
Kaltim memang berkualitas dibuktikan pelayanan publiknya berkualitas dan dirasakan
masyarakat,” katanya.

Sarosa juga berharap dengan seleksi
terbuka yang dilakukan bisa betul-betul objektif dan mendapatkan ASN
berkualitas, berkompetensi, dan profesional. Setidaknya sesuai arahan pemerintah
berkaitan pencanangan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang menginginkan
ada perubahan sikap dan prilaku pejabat dalam mengambil keputan dan membuat
kebijakan.

“JPT Prtama berwenang membuat
keputuan. Kalau tidak punya kapasitas dan kompetensi tentu berdampak pada
kebijakan yang dibuat,” katanya.

Seleksi terbuka pengisian JPT
Pratama sendiri dilakukan untuk mengisi jabatan lowong Staf Ahli Gubernur
Kaltim Bidang Polhukam, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Kesra, Kepala Disbun
Kaltim, Kepala Dishub Kaltim, serta Kepala Dispenda Kaltim.

Selanjutnya Kepala Satpol PP Kaltim,
Kepala Badan Arsip Daerah Kaltim, Kepala Biro Ekonomi Setda Kaltim, Sekretaris Korpri
Kaltim, Wakil Direktur Pelayanan RSUD AWS Samarinda.(diskominfo kaltim/arf)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two + nineteen =