4 Tanaman Obat Yang Disarankan Kemenkes

SAMARINDA—-Tanaman tradisional yang sifatnya mudah di temui di lingkungan rumah ternyata banyak menyimpan banyak manfaat bagi kebutuhan tubuh, khususnya kesehatan. Keberadaan tanaman tradisional mampu memenuhi kebutuhan pengobatan di Indonesia melalui metode alternatif.

Dari sekian banyak jenis tanaman ada 4 jenis tanaman yang berguna untuk dijadikan obat tradisional dan telah dikaji oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI.

Yang pertama adalah Lengkuas yang merupakan salah satu jenis obat alternatif yang berguna untuk penyembuhan penyakit kulit seperti panu dan kutu air. Bagi penderita penyakit kulit, disarankan untuk memilih jenis lengkuas putih dan lengkuas merah yang diambil bagian rimpang (akar tinggal atau sisa serabut

Proses penggunaannya, dengan cara ditumbuk dan dicampur tepung beras, digunakan sebagai tapal pada perut pasca bersalin.

Kedua jeruk nipis banyak memiliki kasiat sebagai obat batuk, obat penurun panas, dan obat pegal linu. Buah jeruk nipis mengandung vitamin B1, vitamin C, asam sitrat, asam amino, minyak atsiri dan asam siturun.

Berikutnya yang ketiga Seledri, Tanaman seledri yang biasa digunakan oleh ibu-ibu untuk memasak, ternyata juga berguna untuk kesehatan. Dalam herba seledri juga mengandung falvonoid apigenin yang dapat menurunkan tekanan darah.

Kemudian, jenis tanaman lain yang bisa dijadikan obat tradisional, yakni daun serai wang. Daun dan akar sereh wangi berkhasiat sebagai penghangat badan, peluruh keringat, dan obat kumur. Adapun kandungan yang terdapat dalam daun serai wangi meliputi saponin, flavonoid dan polifenol.

Selain itu daun serai wangi juga bisa dijadikan sebagai obat pegal linu. Cara penggunaannya Serai direbus dengan dua gelas air sampai menyusut kita-kira menjadi satu gelas, dinginkan, kemudian saring, dan minum selagi hangat. (diskominfo/ris)

Referensi : Kemenkes RI

Foto : www.google.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − 4 =